
"uhh.." Amora mengeliatkan tubuhnya karena dia merasa tidur nya begitu nyenyak.
"Udah pagi aja." Ucapnya saat melihat jam di dinding kamar.
"Tapi tunggu dulu, bukan nya tadi malam aku ketiduran di mobil, kok bisa sekarang tidur di kamar tamu.dan aku tidur pakai dress bahkan wajah ku masih ketempelan bedak." Batin Amora setelah kesadaran nya terkumpul.
"Berarti benar, Miko menepati janji nya. Dia bahkan tidak mengganti pakaian ku dan tidur di sini. Syukurlah kalau memang begitu." Batin nya lagi sambil tersenyum simpul.
"Wah gawat ini, bisa-bisa jerawatan aku. Tidur ga cuci muka." Guman Amora sambil bangkit dari tidurnya.
Amora pun segera turun dari ranjang dan mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi dan mandi.
"Hari ini kemana ya?" Batin Amora saat dirinya sudah berendam di bathtub.
"Oh iya, apa aku ketemu Adam aja ya, biar memperjelas semua hubungan kami. Aku ingin mengakhiri nya dengan baik semoga saja Adam mau mengerti."
"Semoga saja keputusan ku untuk memberikan hati ku ke Miko adalah keputusan yang tepat."
Setelah Amora selesai mandi dia pun langsung berpakaian dan segera menuju kamar Miko, karena walaupun Amora kini pindah kamar tapi tugas dan tanggung jawab nya tetap harus dia kerjakan.
"Tok..tok..tok, mas Miko bangun dong." Panggil Amora di balik pintu kamar Miko.
Namun beberapa menit berlalu tidak ada jawaban dari kamar Miko,
"Ni orang masih tidur atau pingsan sih, tapi ga mungkin mas Miko ga kebangun padahal sudah beberapa kali ku panggil." Guman Amora.
"Cklek..." Amora pun memutuskan untuk membuka kamar Miko.
Namun tidak ada Miko di dalam, hanya ada ranjang yang masih berantakan.
"Mas panggil nya, sambil mengetuk pintu kamar mandi. Namun sama saja Miko tidak ada di kamar mandi."
"Dasar mas Miko, mungkin dia ke ruang olahraga." Batin Amora yang merapikan ranjang Miko.
__ADS_1
"Kamu harus di hukum sayang." Bisik Miko di telinga Amora yang tiba-tiba memeluk nya dari belakang.
"Aduh kaget aku." Kaget Amora sambil memegangi jantung nya.
"Kamu harus di hukum Amora, karena kamu telat membangun kan ku." Ulang Miko.
"Hehehehe, maaf mas aku kesiangan. Kan kemaren kita pulang nya larut banget." Alasan Amora.
"Mas tidak perduli, mas juga pulang nya telat tapi mas bisa kok bangun cepat." Jawab Miko sambil mencium tengkuk leher Amora dan mengeratkan pelukannya di perut Amora.
"Mas, kamu habis olahraga kan? Mandi dulu gih bau tau."
"Mandiin, dan kamu juga harus tanggung jawab sayang, junior ku sudah bangun tuh."
"Lho kok aku yang harus tanggung jawab, kan mas yang nempel-nempel." Protes Amora.
"Kenapa kau menggoda, dan wangi seperti ini hah?"
"Mas, aku lelah dan tidak bisa melakukan nya. Lagian kan kamu sudah janji mas tidak akan melakukan nya lagi sampai kita halal." Tolak Amora.
"Tapi mas..."
"Pake tangan ya sayang, please." Potong Miko dengan wajah memohon.
"Hmmm Yasudah deh." Jawab Amora mengalah.
"Akhirnya mereka pun masuk ke kamar mandi Miko, dan melakukan ritual untuk menidurkan junior Miko. Dan setelah semuanya tuntas, Amora pun keluar dari kamar mandi dan membiarkan Miko mandi sementara dia memperhatikan pakaian untuk Miko ke kantor.
Beberapa menit berlalu, Miko pun selesai mandi dan berpakaian tak lupa Amora akan mengancingi satu persatu kemeja Miko dan memasang kan dasi untuk pacar nya itu.
Setelah semua nya selesai, mereka pun keluar dari kamar dan bersama-sama menuruni anak tangga untuk sarapan pagi.
"Oh iya sayang, mas baru ingat sesuatu." Ucap Miko saat dia sudah duduk di kursi meja makan.
__ADS_1
"Apa mas?"
"Mulai hari ini sampai beberapa Minggu kedepan kamu mau tidak untuk sementara waktu tinggal di apartemen kamu dulu?" Tanya Miko.
"Lho kenapa mas?" Tanya Amora sambil menyerahkan segelas susu untuk Miko.
"Hmmm mama nya mas mau ke sini, dan menurut mas ini bukan timing yang tepat untuk memperkenalkan kamu kepada mama, apalagi kalau mama tau kamu dan mas tinggal se atap. Bisa-bisa mama nya mas terkena serangan jantung karena memikirkan hal-hal aneh yang mungkin kita lakukan. ya walaupun sebenarnya kita memang melakukan hal aneh itu." Jelas Miko lagi.
"Hmm begitu." Jawab Amora dengan ekspresi wajah tak dapat di tebak.
"Sayang, percaya lah mas tidak ada niat menyembunyikan hubungan kita dari mama atau siapapun. Hanya saja jika mama mengetahui bahwa kamu tinggal di sini, bisa-bisa mama salah paham sama kamu. Mas janji akan mempertemukan kalian secepatnya, hanya saja mas butuh waktu untuk menjelaskan tentang kamu kepada mama secara perlahan agar mama mengerti semuanya. Mas tidak mau sayang kalau sampai mama menolak mu karena opini mama sendiri. apalagi mama sampai menghina mu karena masa lalu mu, sungguh mas tidak bisa terima itu, jadi Mas mohon sayang tolong ya ngertiin mas." Jelas Miko panjang lebar.
"Iya mas, terserah kamu saja mana baiknya."
"Kamu tidak marah kan?, mas janji ini hanya untuk sementara waktu dan selagi kamu di apartemen akan ada Lela dan beberapa bodyguard mas yang akan menjaga mu dan melayani mu. dan mas juga akan sering-sering berkunjung ke apartemen mu ya."
"Tidak kok mas, untuk apa aku marah. Aku percaya kamu melakukan ini semua untuk kebaikan kita kan." Jawab Amora sambil tersenyum.
"Makasih sayang,sudah mengerti mas, mas sangat mencintai mu." Sebuah kecupan pun mendarat di kening Amora.
"Sama-sama mas."
"Yasudah yuk, kita sarapan dulu. nanti mas jadi telat lho ke kantor nya." ucap Amora mengalihkan pembicaraan.
"iya sayang,"
dan Akhirnya mereka berdua pun sarapan bersama,
"Kak, kak, aku tidak tau apa yang sedang kau rencanakan. Yang pasti aku berharap semuanya akan jadi yang terbaik dan tidak menyakiti siapapun terlebih mama dan Amora." Batin Ravi yang masih berdiri di tangga dan mendengarkan percakapan antara Miko dan Amora.
"ehh Ravi sini sarapan bareng," ajak Amora saat melihat Ravi yang melamun dan berdiri di tangga.
"eh iya-iya Amora." jawab Ravi yang baru saja tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
Ravi pun bergabung sarapan bersama mereka, dan setelah selesai sarapan Miko dan Ravi pun pamit berangkat ke kantor sementara Amora mulai mempersiapkan barang-barang nya. karena jangan sampai mama nya Miko melihat ada barang perempuan di rumah itu. dan setelah selesai Amora pun segera berangkat ke apartemen nya.