
Seharian penuh Miko dan Amora jalan-jalan mengelilingi kota. Bahkan mereka mencoba menyicip beberapa makanan yang di inginkan Amora. Walaupun pada akhirnya harus Miko yang menghabiskan makanan itu.
Seperti sekarang saat Amora melihat sang penjual gulali di pinggir jalan dia merengek ingin membeli gulali itu kepada suaminya.
"Sayang, kamu tidak boleh makan sembarangan kamu tidak ingat apa sejak tadi kamu sudah jajan banyak, tapi tak satupun kamu habiskan. Dan akhirnya mas yang menghabiskan semua makan nya.
Kalau tidak di makan kamu bilang mubasir, pantas saja ya laki-laki pada gendut setelah menikah ternyata selain pola makan nya jadi teratur juga jadi tong sampah sisa makanan istrinya." Ucap Miko sambil terus melajukan mobil menjauh dari penjual gulali.
"Mas, aku mau gulali ehh bukan aku anak kamu nih yang mau gulali kamu mau mas anak kamu nanti lahirnya ileran karna papa nya ga mau nurutin kemauan dia hah?" Ancam Amora.
"Hah, masa sih janin 4 Minggu bisa ngomong ma aku mau gulali begitu?"
"Mas, itu kek semacam keinginan pas lihat gulali jadi kepingin kamu pernah dengar kata ngidam ga? Nah itu aku ngidam gulali mas dan itu bawaan bayi." Jelas Amora.
"Bukan nya biasanya ibu-ibu hamil ngidam nya mangga muda ya sayang, yang asem-asem kok kamu malah ngidam aneh-aneh sih?"
"Ahh udah deh mas, pokoknya aku ga mau tau kita putar balik lagi. Aku mau beli gulali titik, nanti aku jadi kempunan lho mas, kalau sampai nanti ada apa-apa sama anak kamu saat dia lahir cuman karena kamu ga mau beliin Mak nya gulali kamu mau tanggung jawab mas?"
"Masalahnya sayang, perut mas sudah penuh sedari tadi siang cuman karna jajanan kamu, bahkan beberapa makanan ada yang pertama kalinya mas makan. Dan kamu juga nanti jadi sakit perut sayang kalau makan macam-macam."
"Engga mas, ga bakalan pokoknya sekarang kita beli gulali nya ya. Aku janji akan menghabiskan gulali nya itu. Takut banget ya mas kamu gendut badan ga sixpack lagi?"
"Bukan karna itu sayang, mas ma ga masalah kalau itu. Mas hanya tidak mau kalau kamu makan bermacam-macam makanan nanti jadi sakit perut dan akan berakibat ke calon anak kita." Jelas Miko.
"Ihh percaya sama aku mas, semua akan baik-baik aja, makan gulali ga bakalan bikin sakit perut. Udah putar balik aja yuk mas mau beli gulali aja Kita harus debat dulu."
"Kamu sayang aku dan calon anak kita kan? Mas kan sudah janji akan menuruti semua keinginan istri cantik mu ini." Sambung Amora.
"Yaudah iya iya sayang." Jawab Miko mengalah karena melihat ekspresi wajah istrinya yang begitu memelas akhirnya Miko tidak tega menolak permintaan istrinya itu.
"Nah gitu dong sayang, dari tadi kan udah kelar masalah nya ga usah mutar-mutar debat dulu." Ucap Amora meledek suaminya itu.
Mobil pun akhirnya mutar balik dan akhirnya menuju ke sang penjual gulali, dan Amora langgsung tersenyum sumringah.
__ADS_1
Miko pun keluar dari mobil dan akhirnya membelikan satu bungkus gulali untuk istrinya itu.
"Terimakasih suamiku sayang." Ucap Amora sambil tersenyum sumringah saat Miko masuk ke dalam mobil dan membawakan satu bungkus gulali untuk istrinya itu.
Amora dengan antusias membuka plastik gulali dan mulai menyantap gulali milik nya.
"Ummmm manis nya.." ucap Amora sambil terus menyantap jajanan anak kecil itu.
"Hmmm, ingat sayang ku ini semua tidak gratis, ada bayaran nanti malam." Ucap Miko sambil melajukan mobil nya.
"Ehh mas kalau ga salah kalau masih hamil muda ga boleh kasih jatah dulu ga sih?" Loby Amora.
"Hah benar kah sayang? Tapi tadi dokter ga ada pesan begitu kok." Tanya Miko yang memang tidak mengerti.
"Iya mas, nanti soalnya bisa mengganggu bayi kita." Jawab Amora asal.
"Coba sayang ambil kan ponsel mas di tas kamu." Titah Miko.
"Hah untuk apa mas?"
Amora pun hanya menurut dan menyerahkan ponsel milik Miko kepada Miko. Miko pun menghentikan mobil nya di tepi jalan dan membuka ponselnya lalu membuka Mbah Google dan mencari artikel tentang bisa tidak nya melakukan hubungan suami istri saat sang istri sedang hamil muda.
Sementara Amora yang cuek saja terus menyantap gulali nya itu.
Miko terlihat asyik membaca satu persatu artikel yang keluar di ponselnya, namun akhirnya wajah Miko terlihat lesu karena beberapa artikel di Mbah Google menyarankan agar jangan dulu berhubungan suami istri saat istri sedang hamil muda.
"Ahh sial, jadi aku harus menunggu beberapa Minggu kedepan baru bisa bermain lagi dengan Amora. Tapi ga apa-apa deh semua nya juga kan demi kebaikan anak kami." Batin Miko yang tidak mau egois.
"Kamu lagi ngapain sih mas, serius amat sampai-sampai kita harus menepi di pinggir jalan begini?" Tanya Amora yang melihat ekspresi serius suami nya itu.
"Ohh ini sayang, mas ada sedikit kerjaan." Jawab Miko yang mematikan ponsel nya dan menyerahkan kembali kepada Amora.
"Hahahha aku sudah tau mas, pasti kamu mencari tau kebenaran nya dari Mbah Google kan? Tenang saja mas istrimu ini sudah lebih dulu membaca semuanya." Batin Amora sambil tersenyum geli melihat wajah frustasi suaminya itu.
__ADS_1
"Yasudah yuk kita jalan lagi, ini sudah sore." Ajak Miko.
"Lah kerjaan kamu sudah selesai mas?"
"Sudah kok sayang."
Akhirnya mobil pun melaju kembali dan beberapa menit kemudian mobil pun sampai di halaman rumah mereka.
Miko dan Amora memutuskan langsung ke kamar mereka dan mandi karena selain hari ini sudah sore mereka juga sudah berkeringat karena seharian beraktivitas di luar.
"Mas aku kepingin masak SOP deh." Ucap Amora saat Miko sedang membantu nya mengeringkan rambut Amora.
"Mau mas belikan?"
"Tidak mas, aku kepingin makan SOP yang di buat sama kamu." Ucap Amora dengan tatapan memohon.
"Lho sayang, mas kan ga bisa masak gimana caranya mau bikinin SOP buat kamu?" Tanya Miko kebingungan.
"Tenang aja mas, kan ada YouTube.kamu ikutin aja caranya masak nanti aku juga nengok-nengok deh."
"Ribet sayang, kita beli jadi Aja ya,atau suruh koki rumah ini yang buat ya." Loby Miko.
"Ga mau mas, harus di masakin sama kamu, ini kemauan anak kamu lho mas."
"Hmmm iya deh iya, semuanya demi anak kita dan kamu sayang." Ucap Miko sambil mengecup pucuk rambut Amora.
Miko dan Amora pun keluar kamar dan turun ke lantai bawah. Sesampainya di bawah Amora pun mulai mempersiapkan bahan dan alat yang akan di gunakan untuk membuat SOP.
Miko pun di pakekan clemek oleh Amora bahkan Amora sampai tertawa terpingkal-pingkal saat melihat penampilan suaminya itu. Seorang Miko Wijaya yang memiliki aura dingin dan selalu rapi dengan Stell an jas nya tiba-tiba menjadi babu di rumah nya sendiri.
Mereka pun memaska dengan an begitu excited sampai akhirnya masakan mereka pun selesai.
Amora dan Miko yang memang mengikuti tutorial masak akhirnya bisa menghasilkan rasa nya pas. dan setelah selesai memasak Sean sovi dan Ravi pun bergabung ke meja makan. keluarga itu pun makan malam bersama sementara sovi hanya diam saja.
__ADS_1
Dia ingin memulai hubungan baik dengan menantu nya itu tetapi sovi terlalu segan untuk memulai nya.