Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Kejujuran Kanaya


__ADS_3

Sesampai di kantor Ravi yang melihat Kanaya duduk di kursi nya hanya diam saja tanpa mengucap kan sepatah kata pun kepada Kanaya.


Seakan tak ada Kanaya di sana Ravi Langsung ke meja nya dan memulai pekerjaan nya. Walaupun sebenarnya dia tidak fokus. Sama seperti Ravi Kanaya juga merasa serba salah. Dia ingin memulai obrolan bersama Ravi namun dia merasa malu dan canggung.


Akhirnya mau tidak mau Kanaya pun melakukan pekerjaan nya sambil memikirkan kata-kata yang tepat untuk memulai obrolan dengan atasan sekaligus pacar nya itu.


Karena tadi malam sehabis Kanaya menjelaskan tentang masa lalu nya Ravi tidak berbicara sepatah kata pun tentang hal itu. Dia hanya mengajak Kanaya pulang karena sudah larut malam. Bahkan di dalam mobil mereka berdua hanya diam saja sesampainya diTiba-tiba ada satu dokumen yang butuh tandatangan Ravi. Kanaya pun tersenyum karena setidaknya dia punya bahan sesampainya di rumah Kanaya Ravi langsung pamit pulang kepada Mesya.


Kanaya pun akhirnya merasa serba salah, di satu sisi dia menyesal karena telah jujur kepada Ravi, namun di sisi lain dia juga tidak mungkin menutupi itu terus menerus karena suatu saat Ravi akan mengetahui semua nya.


Beberapa jam pun berlalu Kanaya yang sibuk dengan dokumen-dokumen yang ada di depan nya tiba-tiba menemukan satu dokumen yang memerlukan tandatangan Ravi. Dia pun tersenyum karena akhirnya dia punya alasan untuk berbicara dengan Ravi.


"Ehemmm...Pak dokumen ini butuh tanda tangan bapak" dehem Kanaya sambil menyerahkan dokumen tersebut kepada Ravi.


Ravi yang mendengar kata-kata Kanaya sedikit kaget, karena sedari tadi ruangan mereka sepi seperti kuburan tiba-tiba Kanaya ada di hadapannya.


"Letakkan saja di situ." Titah Ravi yang sok fokus ke layar komputer nya.


"Apa bapak kecewa? Saya tau saya salah tapi apa salah kalau saya jujur? Apa se begitu tidak ada harganya saya sekarang di mata bapak sampai menatap saya saja bapak enggan?" Cerca Kanaya yang memang tidak bisa di cuek in.


"Kamu ngomong apa Kanaya? Ini sedang jam kerja jangan bawa masalah pribadi ke masalah pekerjaan." Jawab Ravi yang masih enggan menoleh ke Kanaya.


"Iya kalau begitu bapak juga profesional dong, kenapa sedari tadi bapak diam saja. Bahkan saat saya memberikan dokumen ini bapak tidak mau menatap saya." Ucap Kanaya.


Ravi pun akhirnya menghentikan aktivitas nya dan menatap Kanaya. Bola mata mereka pun bertemu. Ravi melihat dengan jelas di mata Kanaya penuh kesedihan.


"Huhh.." Ravi menghelai nafas panjang.


"Kenapa seakan bapak menghindar dari saya? Apa bapak tidak ingin mengetahui alasan saya melakukan hal itu? Dan apa bapak mau mengakhiri hubungan kita?" Tanya Kanaya lagi.


"Kanaya semalaman saya sudah memikirkan semua tentang kata-kata kamu. Benar kata kamu saya juga harus tau apa alasan kamu melakukan itu tapi rasanya saya tidak siap untuk mendengar penjelasan kamu tapi saya juga tidak mau tenggelam di dalam masalah ini." Jawab Ravi lagi.


"Jadi..."


"Tapi bukan sekarang Kanaya, sekarang waktunya bekerja jadi tolong jangan kita bawa masalah kita ke pekerjaan. Tunggu saja sampai jam makan siang dan nanti siang kita makan di luar. Masalah lanjut atau tidak hubungan ini nanti saja kita bahas nya setelah semua nya jelas." Potong Ravi.


"Yasudah baiklah pak, kalau begitu saya pamit balik Bekerja lagi." Pamit Kanaya yang akhirnya kembali ke meja nya.

__ADS_1


Mereka pun mulai melanjutkan pekerjaannya sambil berdebat dengan pikiran masing-masing. Dan tak terasa jam makan siang pun sudah tiba. Ravi berdiri dari kursi nya lalu berjalan keluar dari ruangan tanpa aba-aba Kanaya mengikuti Ravi dari belakang.


Mereka berdua pun masuk ke dalam lift kemudian menuju lantai dasar dan segera menuju parkiran mobil dan menuju restoran tempat mereka makan siang. Ravi sengaja memesan ruang VIP agar dia dan Kanaya bebas mengobrol tanpa terdengar oleh siapapun.


"Sudah sampai." Ucap Ravi saat mereka sudah berada di parkiran restoran.


"Iya." Jawab Kanaya yang melepaskan seat belt nya.


Ravi pun keluar dari mobil dan di ikuti oleh Kanaya. Lalu menuju ruangan yang mereka pesan.


"Kamu mau pesan apa?" Tanya Ravi saat dia sudah memesan makanan untuk dirinya sendiri.


"Samakan saja sama pesanan nya pak Ravi mbak." Ucap Kanaya kepada sang pelayan restoran.


Sang pelayan pun mengangguk dan membawa buku menu.


"Apa kau masih marah dan kecewa soal tadi malam?" Tanya Kanaya yang melihat Ravi mengeluarkan ponsel nya dari saku celananya.


"Nanti saja bahas nya, kita makan siang dulu." Tolak Ravi saat dia melihat Kanaya seakan bersiap-siap ingin memulia bercerita.


"Baiklah." Kanaya hanya bisa menghela nafas berat.


.


.


.


Beberapa menit pun berlalu dan kini mereka sudah selesai makan siang.


"Sekarang kau boleh menceritakan semua nya Kanaya." Ucap Ravi yang membersihkan bibirnya dengan tissue.


Kanaya membersihkan meja yang basah karena cairan yang menetes dari gelas dengan tissue.lalu menghelai nafas berat.


#flashback on....


Dua tahun lalu saat Kanaya masih berstatus mahasiswa di salah satu universitas luar negeri tempat dia kuliah. Kanaya berteman dengan beberapa orang yang memang sama-sama orang Indonesia yang kuliah di luar negeri. Di mana circle pertemanan mereka terdiri dari 2 perempuan dan 4 laki-laki. Namun perempuan yang satu nya lagi berpacaran dengan salah satu pria sahabat nya mereka.

__ADS_1


Kanaya memang tipe perempuan yang setia dia lebih memilih menjalin hubungan jarak jauh dengan pacar nya Reynaldo yang tinggal di Indonesia karena hubungan mereka sudah terjalin sejak mereka berdua masih duduk di bangku SMA.


Di satu malam mereka melakukan satu party saat salah satu sahabat nya ulang tahu. Mereka pun melakukan party penuh dengan kebahagiaan bahkan mereka membeli beberapa minuman beralkohol untuk melengkapi pesta.


Kanya yang memang awalanya tidak terlalu suka minum namun di paksa minum oleh sahabat-sahabat nya sementara minuman yang di suguhkan untuk Kanaya adalah minuman yang ber alkohol tinggi. Namun karena merasa tertantang akhirnya Kanaya pun meneguk beberapa minuman. Sampai akhirnya dia lemah dan setengah mabuk.


Ternyata hal ini sudah di rencanakan oleh sahabat-sahabat laki-laki nya. Untuk mengambil kesucian Kanaya. Dan akhirnya mereka bertiga berhasil menikmati tubuh Kanaya. Sementara kedua sahabat mereka yang memang berpacaran entah sudah kemana.


Di antara sadar dan tidak sadar akhirnya Kanaya pun kehilangan kesucian nya di malam itu. Pagi hari nya Kanaya hanya bisa menangis meratapi nasib nya. Namun sahabat-sahabat nya meminta maaf kepada Kanaya dan mengatakan bahwa mereka khilaf dan berjanji ini adalah kali terakhir Kanaya dan mereka melakukan hubungan yang tidak pantas itu.


Namun seakan nagih, mereka bahkan sering meminta hal itu kepada Kanaya kembali namun saat Kanaya menolak mereka akan mengancam Kanaya akan menyebarkan video mereka bersama Kanaya. karena tidak ada pilihan akhirnya Kanaya dengan terpaksa menuruti semua nya. namun untung saja mereka selalu pakai pengaman saat menggauli Kanaya.


Entah sudah berapa kali mereka melakukan kejahatan itu. namun lambat Laun Kanaya seakan menikmati permainan sahabat-sahabat nya dan hal itu menjadi kebutuhan untuk diri Kanaya. namun dia tidak berani membuka mulut dan menceritakan hal naas itu kepada siapa pun termasuk sahabat perempuan nya dan pacarnya Reynaldo.


Namun hal itu berembes ke mental Kanaya karena sejak Saat itu juga Kanaya benar-benar terpukul namun dia tidak bisa berkata apa-apa. dia menjadi orang pendiam dan lebih banyak murung dan banyak diam.


Karena begitu besar nya perhatian dan kasih sayang pacar nya kepada Kanaya. akhirnya Kanaya merasa dia telah bersalah kepada Reynaldo namun karena besar nya cinta nya Kanaya tidak sanggup memutuskan hubungan nya kepada Reynaldo. apalagi sampai menjelaskan aib nya.


Karena merasa berdosa dan sudah merasa sangat kotor akhirnya Kanaya mencari cara untuk menghilangkan barang bukti. dia pun mencuri semua ponsel ketiga sahabatnya dan menghancurkan nya. Dan benar saja semua bukti juga ikut hilang. dan sejak saat itu Kanaya pun memutuskan hubungan nya dengan pria-pria brengsek itu dan lebih fokus ke kuliah nya. dan akhirnya kuliah nya pun selesai dan Kanaya kembali ke Indonesia.


Beberapa Kanaya ingin jujur kepada Reynaldo namun selalu saja timing nya tidak tepat. sampai akhirnya Mesya menyuruh mereka putus dan akhirnya hubungan mereka putus dan Kanaya masih menyimpan rahasia besar nya itu.


Namun dengan Ravi entah kenapa Kanaya merasa Ravi adalah masa depan nya dan tidak ingin menutupi kekurangan nya dan akhirnya memilih jujur di awal hubungan, jika akhirnya Ravi menolak Kanaya itu sudah konsekwensi Kanaya.


#flashback off ...


Ravi mendengarkan semua cerita Kanaya dengan seksama. dia bahkan melihat air mata itu sudah begitu deras membasahi kedua pipi mulus Kanaya. itu artinya hal itu begitu menyakiti hati dan perasaan kanaya. Ravi juga melihat kejujuran di mata kanaya dan tidak ada kebohongan di sana. bahkan hati nya tersayat memikirkan bagaimana rasanya Kanaya menahan dan menutupi ini semua selama ini.


"Sudah sayang jangan menangis, kamu jelek kalau menangis begitu ah." Ravi pun menghampiri Kanaya sambil memeluk pacar nya yang sudah menangis sesenggukan.


Bukan nya berhenti menangis Kanaya bahkan semakin menangis sesenggukan di pelukan Ravi. karena entah kenapa dia percaya kepada Ravi dan Ravi adalah orang pertama yang tau aib yang sudah di tutup rapat-rapat oleh nya.


"Wanita cantik tidak boleh menangis, aku mengerti kesakitan mu. dan aku berjanji setelah semua nya aku yang akan membahagiakan mu sayang." Ravi mengusap air mata Kanaya dan mencium kening Kanaya.


"Apa kau tidak memberiku? wanita kotor ini?" tanya Kanaya saat Ravi menatap nya dalam.


"Tidak sayang aku mencintaimu, dan aku akan menerima semua kelebihan dan kekurangan mu, maafkan jika tadi malam dan tadi aku bersifat kanak-kanak." ucap Ravi sambil tersenyum kepada Kanaya.

__ADS_1


"terimakasih." ucap Kanaya sambil memeluk Ravi dan tersenyum bahagia.


__ADS_2