
"Apa anak ingusan itu menyakiti mu sayang?" Tanya Miko saat dia dan Amora sudah berada di dalam mobil.
"Tidak kok mas, aku baik-baik saja."
"Hmm, untung saja karena kalau dia berani menyentuh mu sedikit saja akan ku pastikan dia akan segera merasakan indahnya neraka."
"Lho setau aku bukan nya di neraka api ya mas? Itu artinya neraka itu panas kok mas bilang indah sih?" Tanya Amora bingung.
"Hmmm itu maksudnya mas sayang, ah sudah lah otak pacar mas ini mah ga nyampe." Jawab Miko sambil mengeratkan pelukannya di lengan Amora.
"Lho kok jadi otak aku yang ga nyampe sih mas?"
"Yasudah skip yang itu, sekarang mas mau bertanya apa kamu sudah siap bertemu dengan calon mertua mu?" Alih Miko.
"Hah, oh iya aku lupa mas kan aku dan mama nya mas ada janji mau ketemu siang ini ga sih? Aduh bagaimana ini mas kita telat bisa-bisa mama nya mas marah sama aku." Ucap Amora panik.
"Iya memang kita telat sayang, dan mas yakin banget sih mama nya mas akan marah besar soalnya mama nya mas galak kayak singa lho bisa-bisa kamu di terkam." Gertak Miko menakut-nakuti Amora.
"Yah gimana dong mas? Ini semua karena Adam nih. Jadinya telat ketemu camer." Ucap Amora masih dengan wajah panik nya.
"Hahaha kamu lucu kalau lagi panik begitu sayang, udah ah tenang aja mama pasti mengerti kok." Ucap Miko sambil mengacak rambut Amora gemas.
"Tapi kamu tenang saja sayang, si Adam itu sudah mas berikan sedikit pelajaran biar dia tau dia sedang berhadapan dengan siapa." Sambung Miko.
"Mas jangan galak-galak sama Adam ya, dia sebenarnya orang baik hanya saja dia belom bisa move on dari aku. Dan dia terlalu terobsesi ingin menikah dengan ku. Aku juga heran lho mas masa sih cowok se tampan Adam dan se baik dia kenapa ya kok mau dan bahkan sampai melawan orang tuanya hanya demi perempuan murahan seperti aku." Ucap Amora.
"Shut,,,ini yang terakhir kali mas dengar kamu bilang kalau kamu perempuan murahan dan sebagainya ya.kamu itu berlian Amora dan kamu berharga." Potong Miko yang langsung menempel kan jari telunjuk nya di bibir Amora.
"Kalau wanita seperti aku saja mas bilang berlian terus wanita-wanita baik-baik di luar sana apa lagi nama nya mas?"
"Hmm mereka mungkin berlian diatas berlian sayang." Jawab Miko asal.
"Apaan berlian di atas berlian? Tapi mas aku ada beberapa pertanyaan deh sama kamu."
"Mau tanya apa sayang?"
__ADS_1
"Kenapa kamu mau berpacaran dengan ku? Apa karena kamu tidak ingin kehilangan partner di atas ranjang mu? Karena pria se level kamu mana mungkin selera nya serendah aku." Tanya Amora.
"Huh percaya lah sayang di luar sana masih banyak perempuan yang bisa mas jadikan partner di atas ranjang yang mungkin lebih baik dari kamu. Tapi bukan karena itu sayang tapi karena mas mencintai mu dan bagi mas cinta tidak butuh alasan. Dan ya kenapa kamu, tanya hati mas kenapa dia memilih mu." Jawab Miko.
"Ah bohong, setidaknya ada satu hal yang mas dapatkan di aku tapi tidak mas dapatkan di wanita lain."
"Rasa nyaman." Jawab Miko.
"Benarkah tuan Miko Wijaya nyaman jika berada di dekat ku?" Goda Amora sambil mencolek hidung mancung Miko.
"Tentu sayang, lalu kau kenapa kau mau berpacaran dengan ku? Apa karena harta ku? Atau karena ketampanan ku?" Miko bertanya balik.
"Semuanya mas, karena semua yang ada di kamu belum pernah ku temukan di pria lain."
"Wah, jadi kalau ada pria yang lebih baik dari aku dalam segala hal dan juga mencintai mu maka kamu akan meninggalkan ku Amora?" Tanya Miko setelah mendengarkan jawaban Amora.
"Ya engga dong mas, mana ada yang lebih baik lagi dari kamu mas.di mataku kamu adalah yang terbaik dari mereka semuanya."
"Iya dong, siapa yang bisa mengalahkan Miko Wijaya." Ucap Miko dengan gaya songon nya.
"Ya harus dong."
"Pokoknya jangan galak-galak sama Adam ya mas, lagian kan dia ga ngapai- ngapain aku. Dia hanya ingin mendapatkan pacarnya kembali." Ulang Amora.
"Hmmm iya iya sayang, kamu tenang saja hanya sedikit pelajaran kok."
"Lagian bukan Adam yang salah mas tapi aku, aku sudah selingkuh dari dia dan berpindah hati. Jadi wajar sih jika dia menyakiti aku."
"Heh Amora,kalau masih tahap pacaran tidak ada namanya selingkuh. Karena pacaran itu adalah proses seleksi masa depan.jadi kalau memang tidak tepat ya buat apa di pertahankan. Ingat pacaran proses seleksi jadi tidak ada kata selingkuh, memang nya kamu kira suami istri makanya selingkuh." Protes Miko.
"Hah, benar kah begitu mas? Teori dari mana itu?"
"Teori Miko Wijaya." Jawab Miko enteng.
"Eh mas tunggu dulu, bukan nya ini jalan ke rumah kamu ya?" Tanya Amora saat dia menyadari jalan itu sudah menuju perumahan milik Miko.
__ADS_1
"Hmmm, emang iya."
"Lah kita ngapain ke rumah kamu mas?"
"Kan mau ketemu calon mertua kamu lah. Katanya sudah siap jadi mari kita segera menemui nya dan meminta restu."
"Eh mas, kamu seriusan? Aku ketemu mama kamu dengan kondisi begini?" Tanya Amora ragu.
"Kondisi begini? Memang nya kondisi kamu kenapa?"
"Ya maunya tacap dikit kek mas, liat nih rambut aku acak-acakan, lipstik ga ada lagi bedak udah luntur. Aduhh bukan di kasih restu malah ilfil mama kamu sama aku mas." Panik Amora.
"Sudah lah sayang, kamu natural lebih cantik kok."
"Bulshit, ah udah lah mas aku mau dandan sedikit." Ucap Amora yang langsung mengambil beberapa alat makeup nya dari tas nya dan langsung tancap gas berdandan sedikit tapi tetap terlihat natural.
"Dasar perempuan." Ejek Miko.
Dan beberapa menit kemudian mobil sudah berhenti tepat di depan rumah Miko, sedangkan jantung Amora sudah tidak beraturan lagi.
"Mas.."
"Kenapa sayang?"
"Aku takut."
"Tidak perlu takut, kamu hanya perlu jujur saja semuanya sama mama. Bicara se adanya mas yakin kamu bisa." Ucap Miko menguatkan Amora.
"Yasudah yuk kita keluar." Ajak Miko yang keluar dari dalam mobil dan dengan segera membukakan pintu mobil untuk Amora.
Dan Amora pun keluar dengan wajah yang sudah pucat dan detak jantung yang sudah tidak karuan. Apalagi saat dia keluar mobil dia melihat seorang wanita paruh baya sudah berdiri di depan pintu rumah dengan tatapan marah nya.
Amora semakin gugup, ingin rasanya dia menghindar dan lari dari semua ini. Namun bagaimana pun dia harus tetap menghadapinya karena dia yakin bahwa wanita yang ada di depan pintu itu adalah calon mertua nya alias mama nya Miko dan Ravi.
Namun berkat Miko yang menguatkan nya dan menggandeng tangan nya akhirnya Amora melangkah kan kaki nya mendekati wanita paruh baya itu.
__ADS_1