
"Ingat ya Jun, buat drama ini se natural mungkin dan jangan sampai libatkan gue apalagi Elsa." Titah Tama kepada Juna.
"Siap tam Lo tenang saja, video nya sudah jadi jadi besok pagi bakal gue post, dan kita akan sama-sama saling di Untung kan dengan berita ini." Jawab Juna yang merasa begitu beruntung dengan rencana nya Tama.
"Yaudah gue tunggu kabar baik nya sob." Kata Tama.
"Okay sob, gue akhiri dulu ya." Pamit Juna yang akhirnya mematikan panggilan mereka.
"Lihat saja Amora, perlahan-lahan kau akan ku hancur kan, jangan kau pikir mentang-mentang kau sudah menjadi istri Miko Wijaya kau bisa lepas dari ku, tidak semudah itu sayang hahaha." Tama tertawa penuh kemenangan.
.
.
.
"Mau kemana Ravi sudah rapi begitu?" Tanya sovi saat melihat putra bungsu nya itu keluar dari kamar nya.
"Mau kencan dulu ma." Jawab Ravi polos.
"Mama tidak salah dengar nih? Tumben." Sovi memperjelas pendengaran nya.
"Engga kok ma, mama tidak salah dengar." Jawab Ravi yang menghampiri mama nya.
"Alhamdulillah, mama senang dengar nya nak, cepat-cepat lah lamar Kanaya biar mama punya menantu satu lagi dan segera punya cucu yang banyak." Sovi tersenyum bahagia.
"Ma, sabar dong semua butuh proses, iya kan pa." Ucap Ravi sambil mengelus pundak mama nya.
"Hmm, nikmati saja dulu Ravi, jika sudah Mantang dan mantap langsung gas ke pelaminan." Jawab Sean yang asyik dengan pasar saham di ponsel nya.
"Yasudah ma, pa Ravi pamit dulu ya." Ravi menyalim kedua orang tua nya.
"Hati-hati ya nak, salam sama Kanaya Mama dan papa nya." Ucap Sovi lagi.
"Siap ma."jawab Ravi.
Ravi pun keluar dari rumah, lalu ke parkiran dan segera menuju garasi untuk mengambil mobil. Mobil pun di lakukan menuju rumah Kanaya.
"Mama senang deh pa, lihat Ravi jadi bucin begitu. Mama ga sabar deh kalau Kanaya jadi menantu kita." Senyum indah mengembang di wajah sovi.
"Iya ma, papa juga semoga saja Kanaya dan Ravi berjodoh ya dan kebahagiaan selalu menghampiri anak-anak dan keluarga kita." Ucap Sean yang ikut turut bahagia juga.
"Tidak sia-sia kita menyuruh Kanaya bekerja di kantor pa, ternyata mereka bisa membangun chemistry di antara mereka ya." Ujar Sovi.
"Iya ma." Jawab Sean.
Mereka berdua pun berpelukan, merasa Tuhan begitu baik ke keluarga mereka, karena di berikan kehidupan yang baik untuk anak-anak nya setelah badai besar menghampiri.
__ADS_1
.
.
.
Ravi yang sudah sampai di halaman rumah Kanaya langsung keluar dari mobil dan segera mengetuk pintu rumah Kanaya.
"Assalamualaikum." Ucap Ravi sambil mengetuk pintu rumah.
"Waalaikumsalam." Sahut Kanaya dari dalam dan langsung bergegas membuka pintu rumah.
"Kamu cantik sekali sayang." Ucap Ravi saat melihat Kanaya memakai dress yang pas di tubuhnya. Dress polos namun elegan.
"Kamu bisa aja, masuk yu." Ajak Kanaya yang tersipu malu karena pujian dari Ravi.
Ravi pun ikut masuk ke dalam rumah,
"Tante dan om dimana?" Tanya Ravi saat melihat rumah Kanaya sepi.
"Papa masih kerja, mama kamu tau sendiri lah masih asyik dengan teman-teman arisan nya." Jelas Kanaya.
"Ohh begitu, jadi bagaimana nih kita tunggu om dan tante dulu untuk minta izin atau langsung berangkat saja?" Tanya Ravi saat dia sudah duduk di sofa ruang tamu keluarga Kanaya.
"Kita langsung berangkat saja, biar aku wa mama dan papa saja nanti, lagian tidak tau deh mereka pulang jam berapa." Jelas Kanaya.
"Yakin sayang." Jawab Kanaya.
Akhirnya mereka pamit kepada asisten keluarga Kanaya dan segera menuju mall yang di inginkan oleh Kanaya.
Tapi sebelum membeli hadiah ulang tahun untuk mama nya Kanaya mereka singgah dulu di salah satu restoran mahal untuk makan malam.
Setelah makan malam romantis berdua akhirnya mereka pun segera ke mall yang sudah di tentukan oleh Kanaya.
Sesampainya mereka di mall tersebut mereka pun turun dari mobil dan langsung menuju toko Berlian.
"Itu kek nya bagus deh sayang." Ucap kanaya yang langsung tertarik dengan sebuah kalung yang terpajang indah.
"Mbak coba lihat yang itu." Pinta Ravi sambil menunjuk kalung yang di inginkan Kanaya.
Si pelayan toko langsung mengambil kalung nya dan memberikan nya kepada Ravi dan Kanaya.
"Wahh bagus banget sayang." Ucap Kanaya yang terpesona melihat kalung berlian itu.
"Kamu suka?" Tanya Ravi.
"Iya sayang, suka banget tapi kek nya harganya mahal deh, sepertinya uang tabungan ku tidak cukup." Ucap Kanaya sambil menunduk sedih.
__ADS_1
"Mbak saya mau ini ya di bungkus." Ucap Ravi.
"Sayang, kok itu pasti harganya mahal." Ucap Kanaya.
"Sudah sayang, kalau kamu suka biar aku belikan ya." Kata Ravi sambil mengelus rambut Kanaya.
"Wahh benarkah sayang? Ahh aku jadi ga enak." Kanaya langsung tersenyum bahagia.
"Iya sayang benar dong." Jawab Ravi.
"Tapi kan ini kado nya untuk mama, bagaimana kalau kamu tambahin uang aku sayang?" Tanya Kanaya.
"Tidak perlu sayang, kamu simpan saja uang nya untuk kamu. Ini biar aku yang bayar." Jelas Ravi.
"Ahhh sayang, kamu baik banget sih." Kanaya langsung merangkul lengan pacar nya itu.
"Sekalian mbak, anting yang itu kelihatan nya bagus juga." Ucap Ravi sambil menunjuk anting yang ada di depan mbak-mbak penjaga toko.
"Baik pak, ini pak." Sang pelayan toko menyerahkan nya.
"Kalau yang ini kamu suka tidak sayang?" Tanya Ravi.
"Wahh anting nya bagus juga." Kanaya langsung terpesona melihat anting itu.
"Saya juga mau yang ini mbak, tolong ya do bungkus juga." Titah Ravi.
"Untuk siapa sayang? Untuk Tante sovi ya anting nya?" Tanya Kanaya.
"Untuk kamu dong sayang, mama mah sudah punya yang begini." Jelas Ravi.
"Tapi kan sayang itu mahal, kamu yakin ingin membelikan itu juga untuk ku?" Tanya Kanaya.
"Demi kamu apa sih yang engga sayang, itu juga ga ada harga nya di banding kamu. lagian hitung-hitung sebagai tanda jadian kita lah." Ujar Ravi lagi.
"Aku sayang banget sama kamu."Kanaya semakin mengeratkan pelukannya ke lengan Ravi.
"Semua nya total 350 juta pak." Jawab sang pelayan toko.
"Ini mbak pakai ini saja." Jawab Ravi sambil menyerahkan kartu kredit nya.
Sang pelayan pun menerima kartu kredit itu, dan melangsungkan pembayaran dan setelah nya selesai barang pun di berikan kepada mereka. Ravi dan Kanaya pun keluar dari toko itu dengan penuh kebahagiaan.
"Makasih banyak ya sayang, aku benar-benar merasa ga enak deh sama kamu bayarin semua nya mana harganya mahal banget lagi." ujar Kanaya yang merasa bahagia dengan hadiah dari Ravi.
"Sama-sama sayang, kamu kan pacar ku jadi ga usah sungkan-sungkan ya, kalau butuh apa-apa tinggal ngomong saja." jawab Ravi.
Mereka pun keluar dari mall itu dan segera ke parkiran lalu pulang ke rumah Kanaya.
__ADS_1