Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Sarapan Dari Sovi


__ADS_3

"Sayang kamu dari mana?" Tanya Miko yang terbangun dan menyadari tidak ada istrinya di sebelah nya.


"Ohh dari bawah mah, aku haus jadi ke dapur tadi." Jawab Amora yang mencoba bersikap biasa saja.


"Ohh iya mulai besok seperti nya kita harus pindah kamar deh sayang, bukan kah bumil tidak baik ya kalau naik turun tangga?" Tanya Miko yang memikirkan keadaan istrinya itu.


"Ga apa-apa kok mas, hamil ku juga masih kecil nanti saja Pindahan nya." Jawab Amora sambil naik ke atas ranjang.


"Yasudah yuk, kita tidur lagi." Ajak Miko.


"Iya mas."


"Ehh sayang, bagaimana perasaan kamu sama kata-kata mama tadi? Kamu yakin ga kalau yang mama katakan tadi tulus?" Tanya Miko sambil memeluk istrinya itu.


"Gimana ya mas, aku sih berharap nya mama tulus dengan semua kata-kata nya tadi. Dan aku juga mau membuktikan ke mama dan semuanya bahwa aku bisa dan layak menjadi menantu di keluarga Wijaya." Jawab Amora.


"Kamu yakin? Ya kalau kamu merasa kurang nyaman kita bisa pindah sayang, Demi kebaikan kamu dan calon anak kita." Tanya Miko memastikan lagi.


"Tidak mas tidak perlu, aku akan mengikuti permainan mama, walaupun mama serius atau hanya ingin menguji aku." Tolak Amora.


"Hmm Yasudah semua terserah kamu sayang, mas percaya dan yakin kalau kamu bisa melalui semuanya. Tapi hanya satu yang mas minta sama kamu tetap waspada ya. Kamu boleh percaya tapi harus tetap curiga sama semua orang yang ada di sekeliling kamu ya." Titah Miko.


"Ehh mas, kenapa sekarang suamiku jadi bijak begini?"


"Sedari dulu sayang, kalau suami mu ini tidak bijak bagaimana mungkin Wijaya grup bisa se besar sekarang."


"Hmm pantang di puji, langsung melala buana ke mana-mana. Dasar suami ku ini." Ucap Amora sambil memeluk erat tubuh Miko.


"Ahh sudah yuk kita tidur sayang, mas ngantuk dan besok mas harus ke kantor ada banyak berkas yang harus mas periksa."


"Iya sayang, aku juga mengantuk." Jawab amora.


Akhirnya mereka berdua pun tertidur dengan tenang dan damai.


.


.


.


Berbeda dengan seisi rumah yang sudah terlelap dan menjelajahi dunia mimpi, Ravi masih duduk di pinggir kolam berenang. Suara tenang dan angin malam yang menusuk ke tulang-tulang nya terasa lengkap malam ini. Dia memilah satu persatu kata-kata Amora tadi.

__ADS_1


Amora adalah cinta pertama Ravi, wanita pertama yang mampu membuat perasaan nya naik turun. Namun hati Ravi harus di patahkan sepatah-patah nya saat cinta pertama nya memilih kakak kandung nya karena kebodohannya.


"Dulu bagiku kak Miko adalah segala-galanya bahkan aku merelakan semuanya untuk dia. Kebahagiaan, waktu, cinta perhatian semua nya untuk dia. Tapi kenapa dia merebut cinta pertama ku? Kenapa aku harus jadi pemeran pendukung untuk hidup orang lain kapan aku jadi pemeran utama nya." Batin Ravi sambil meneteskan air mata.


Dia mulai mengingat betapa tragisnya kehidupan nya, dia terlahir karena sebuah hubungan gelap yang dulunya sering di sebut anak haram.


Ibu nya yang depresi karena di tinggal oleh ayah kandung nya akhirnya bunuh diri, dan Ravi di rawat oleh nenek nya dan akhirnya di angkat oleh keluarga Wijaya sebagai anak mereka hanya karena belas kasihan.


Ravi yang tidak ingin mengecewakan keluarga Wijaya yang sudah bersedia mengangkat dirinya menjadi anak nya sejak SD harus belajar mati-matian agar dapat membanggakan keluar Wijaya.


Ravi pun mulai merasakan kasih sayang dan kehangatan keluarga yang utuh akhirnya bertekad tidak akan mengecewakan keluarga Wijaya dan mengesampingkan kebahagiaan nya dan perasaan nya. Namun ternyata hal itu menjadi bumerang bagi dirinya sekarang karena tidak ingin melawan Miko dan mengecewakan Miko akhirnya dia merelakan cinta pertama nya untuk Miko dan harus menahan semuanya sendiri.


Bahkan sebenarnya kesuksesan Wijaya grup juga tidak lepas dari campur tangan Ravi walaupun sebenarnya Ravi lebih banyak bekerja di balik layar. Ravi bahkan tidak punya waktu selain bekerja dan bekerja hanya demi kemajuan Wijaya grup.


"Kenapa? Kenapa harus aku? Apakah anak haram ini tidak berhak mendapatkan cinta sejati?" Tanya Ravi kepada dirinya sendiri sambil meneteskan air mata.


"Apa orang-orang pernah memikirkan perasaan ku? Keadaan ku?" Tanya Ravi lagi sambil lagi-lagi menangis. Dia merasa sakit sekali sekarang ingin rasanya dia teriak sekencang kencangnya.


Hati Ravi benar-benar hancur sekarang, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, menangis pun semua nya percuma..yang hilang tak mungkin kembali.


Setelah lelah meratapi nasib nya dan merasa capek akhirnya Ravi kembali ke kamar nya karena sekarang sudah subuh.


Miko yang mendengar kan istrinya itu mual-mual langsung berlari ke kamar mandi dan membawakan Minyak angin yang mungkin bisa membantu Amora menghilangkan rasa mual nya.


"tok... tok..."tiba-tiba pintu kamar mereka di ketok dari luar.


"siapa ?" tanya Miko.


"mama." jawab sovi.


Miko dan Amora langsung saling berpandangan, seakan tau isi pikiran satu sama lain. karena ini pertama kalinya sovi datang ke kamar mereka.


"sana mas bukain pintu nya." titah Amora karena suaminya itu masih bingung dengan seribu satu pertanyaan di otak nya.


akhirnya Amora dan Miko keluar dari kamar mandi, Amora pun membersihkan mulut nya dengan tissue sedang kan Miko langsung beranjak ke pintu kamar.


"ma, ada apa pagi-pagi ke sini?" tanya Miko sambil membuka pintu kamar.


"ini mama bawakan roti, susu dan air rebusan jahe. katanya air rebusan jahe bisa membantu mengurangi rasa mual. mama tau bagaimana rasanya morning sickness yang Amora rasakan." jelas sovi sambil menenteng nampan berisi roti, susu dan minuman rebusan jahe.


"ma, masuk dulu." ajak Miko namun ekspresi wajah nya tidak bisa bohong kalau dia kaget dengan perlakuan mama nya.

__ADS_1


"tidak perlu,mama masih mau masak, kamu berikan ini ke istri kamu ya. biar dia sarapan dan punya tenaga. ingat kalau dia masih lemah suruh istirahat di kamar saja." titah sovi sambil menyerahkan nampan itu.


"terimakasih ma, sudah mau repot-repot untuk menyiapkan ini." jawab Amora yang sudah berdiri di sebelah Miko sambil tersenyum sumringah.


"tidak usah ke PD an kamu, mama menyiapkan ini semua bukan untuk kamu. tapi untuk calon cucu mama, mama mau dia nanti lahir nya sehat dan sempurna." jawab sovi dengan wajah dingin nya.


"iya ma, terimakasih karena sudah perhatian kepada cucu mama." jawab Amora lagai sambil semakin melebarkan senyumnya.


"Yasudah mama kebawah dulu, jangan lupa di makan dan di minum." ucap sovi sambil berjalan menuruni anak tangga.


Miko dan Amora pun masuk ke kamar dan membawakan nampan itu.


"mas kamu ngapain?" tanya Amora saat Miko langsung meneguk sedikit susu dan air rebusan jahe yang di bawakan sovi.


"nge cek semua makanan ini lah sayang." jawab Miko yang kini mencoel roti di atas piring itu.


"mas, masa sama mama sovi saja kamu curiga, mama sudah bersikap baik lho menyiapkan semua ini."


"ini kan, memang nya otak nya suka di tinggal di mana-mana. perasan baru tadi malam deh mas bilang boleh percaya tapi harus curiga ke semua orang. sayang jangan karena mama bersikap baik hari ini kamu langsung percaya semua omongan mama ya."


"mas filing aku kalau mama melakukan ini tulus kok. jadi kamu ga perlu curiga ya sama mama."


sayang tidak boleh terlalu percaya filing, ingat ga kemaren-kemaren mama ga suka sama kamu, yakali hari ini tiba-tiba baik. apa kamu merasa ga aneh?"


"mas apa sih, mama sovi itu mama kandung kamu lho. dan semuanya sudah bertakdir kalau memang takdir nya aku bakal kenapa-kenapa sebentar lagi dengan atau tidak memakan dan meminum sarapan yang di siapkan mama pagi ini aku akan tetap kenapa-kenapa mas."


"ini nih definisi yang salah, masa udah tau api pake acara di pijak lagi." ledek Miko.


"ahh sudah lah mas kamu mandi gih, kan mau ke kantor aku siapakan baju ya." usir Amora sambil mengalihkan topik pembicaraan.


"kalau kalah debat gini nih, langsung di usir."


"mas mandi sana, nanti telat ke kantor."


"iya iya bumil."


akhirnya Miko pun mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.


"Aku akan mencoba percaya kepada mama sovi mas, entah dia pura-pura atau pun tidak karena aku percaya semua sudah ada jalan nya." batin Amora yang sedang mempersiapkan pakaian Miko ke kantor.


setelah selesai menyiapkan pakaian suaminya, Amora pun memutuskan untuk menikmati sarapan pagi yang di buatkan oleh ibu mertua nya dengan senyum sumringah karena ini pertama kalinya mertuanya perhatian kepada nya.

__ADS_1


__ADS_2