
"Kakak ke ruang kerja dulu ya, ada beberapa berkas yang harus kakak cek. kamu istirahat lah nanti mama pikir kakak memaksa mu kerja rodi lagi." Titah Miko kepada Ravi.
"Iya kak, aku juga merasa badan ku lelah. jadi ingin segera tidur." jawab Ravi.
akhirnya Ravi pun menaiki tangga dan menuju kamarnya, sementara Miko segera masuk ke ruang kerja untuk memeriksa beberapa dokumen sebelum Minggu depan dia kembali ke luar negeri.
"tok...tok..." tiba-tiba pintu di ketuk dari luar saat Miko sedang asyik membaca beberapa dokumen.
"Masuk."
"cklek," kamu lagi sibuk?" tanya sovi yang masuk ke dalam ruang kerja itu.
"Ehh enggak kok ma, Miko hanya memeriksa beberapa berkas saja. mama kok belum tidur?" tanya Miko yang menurunkan kaki nya dari atas meja.
"Mama ga bisa tidur Miko."
"Lho kenapa ma? apa mama merindukan papa?"
"bukan, mama kepikiran kamu dan Ravi."
"lho kami berdua baik-baik saja kok ma, kenapa mesti mama pikirkan?" tanya Miko yang meletakkan berkas yang di tangan nya ke atas meja.
"apanya yang baik-baik saja, apalagi kamu Miko umur udah 28 tahun tapi belum punya pacar sampai sekarang. mama jadi bingung apa benar kata orang-orang bahwa kedua putra mama ini punya kelainan, tidak menyukai lawan jenis." ucap Sovi yang duduk di sofa ruangan itu.
"Ma Miko dan Ravi normal, buktinya dulu Miko pernah pacaran sama Elsa, kalau memang Miko tidak normal ga mungkin Miko mau pacaran sama Elsa. Miko hanya belum bertemu wanita yang tepat saja ma untuk di jadikan istri. tapi kalau Ravi sih Miko ga tau soal normal atau tidak nya." ucap Miko membela diri.
"kan kamu pacaran sama Elsa sudah lama Miko, bisa jadi karena frustasi di tinggal Elsa kamu jadi trauma pacaran dengan lawan jenis dan ingin sama yang sejenis. Miko di usia segini mama dan papa ingin menggendong cucu nak." ucap Sovi dengan pandangan sayu.
"enak saja Miko normal ma, apalagi frustasi di tinggal Elsa tidak mungkin ma, wanita seperti Elsa memang tidak pantas untuk Miko makanya syukur Miko putus dari dia. dan mama tenang saja secepatnya Miko akan membawakan menantu untuk mama dan papa."
"mama menunggu waktu itu segera tiba Miko, biar mama dan semua orang bisa percaya bahwa putra mama menyukai perempuan."
__ADS_1
"Andai mama tau, sudah berapa banyak wanita yang sudah pernah tidur dengan Miko ma, mungkin tidak hanya normal lagi Miko udah over normal." batin Miko.
"kapan?"
"secepatnya ma."
"Memang nya kriteria menantu idaman mama seperti apa sih?" sambung Miko.
"Hmmm, kriteria ya? mama tidak butuh menantu dari keluarga kaya raya dan terpandang Miko. mama hanya ingin menantu yang taat agama, Sholehah dan tulus mencintai kamu dan juga mencintai mama dan papa. ya intinya perempuan baik-baik lah. oh iya satu lagi mama ingin menantu yang cerdas karena biasanya kepintaran anak turun dari ibu nya, mama mau cucu-cucu mama nanti nya cerdas. kalau soal cantik, kerja bagus dan kaya raya itu hanya bonus dan mama tidak terlalu mempermasalahkan nya." jelas Sovi.
"Jlebbb..." Miko tiba-tiba terdiam, semua kriteria yang di inginkan mama nya tidak ada pada Amora.
"Lalu bagaimana kalau perempuan yang Miko sukai tidak sesuai dengan kriteria menantu idaman mama?"
"Hmmm, ini kan hanya harapan mama Miko. yang pasti mama ingin kamu dan Ravi mencari calon istri yang Solehah Miko, yang akan membawa kamu dan Ravi semakin dekat dengan sang pencipta." ucap Sovi lagi.
"Iya ma."
"Iya ma, semoga saja Miko dapat menemukan wanita yang sesuai dengan keinginan mama ya."
"Oh iya Miko bagaimana dengan perempuan yang kau bawakan ke opening hotel Elsa nak? kata teman mama dia menang debat dari Elsa, itu artinya dia perempuan cerdas. dan terlihat dia kalem. kenapa tidak kau coba saja mendekati wanita itu Miko?" tanya sovi lagi.
"Hmmm ma, dia namanya Amora, Miko sebenarnya mengenalnya sudah beberapa Minggu yang lalu. dan dia bukan wanita sewaan Miko, tapi dia bukan perempuan yang sesuai dengan keinginan mama." jujur Miko.
"Hmm Amora, nama yang bagus. apa kau mencintai nya nak?"
"Entah lah ma, Miko juga tidak tau apa benar rasa di hati Miko ini cinta atau hanya sebatas rasa tertarik." jawab Miko yang sebenarnya Bingun juga dengan perasaan nya sendiri.
"Sudah mama duga, dia bukan wanita sewaan mu Miko, mama yakin ada sesuatu antara kau dan wanita bernama Amora itu."
"Boleh kau pertemukan mama besok dengan Amora?" sambung Sovi.
__ADS_1
"untuk apa ma?"
"hanya ingin mengobrol saja, kau tidak perlu takut begitu Miko." ucap Sovi yang melihat perubahan di wajah putranya itu.
"Tapi ma Amora itu seorang perempuan..."
"tidak perlu kau jelaskan apa-apa kepada mama Miko, mama ingin mendengar kan penjelasan langsung dari wanita bernama Amora itu." potong Sovi.
"ma..."
"Jadi bagaimana Miko, apa kau mengizinkan mama bertemu dengan wanita idaman mu itu?" ulang Sovi.
"Iya ma, nanti Miko tanyakan apa Amora punya waktu atau tidak." jawab Miko mengalah.
"Hmm mama tunggu kabar baik nya, pokoknya sebelum bertemu dengan nya mama tidak akan pulang ke luar negeri."
"tidur lah nak, ini sudah larut malam." sambung Sovi yang berdiri dari duduk nya.
"iya ma, sebentar lagi mama tidur lah lebih dulu." ucap Miko.
"Yasudah jangan begadang ya sayang, mama mau ke kamar Ravi dulu." ucap Sovi yang mengecup kening putra sulungnya itu.
"iya ma."
Sovi pun keluar dari ruangan kerja itu, sementara Miko masih melamun dengan sejuta pertanyaan dan kekhawatiran di hatinya. sungguh dia tidak sanggup melepaskan Amora jika mama nya tidak menyetujui Amora sebagai menantu nya karena latar belakang Amora. terlebih lagi tadi Miko sudah mendengar sendiri kriteria menantu idaman mama nya. tapi Miko juga tidak mungkin melawan dan membantah kata-kata mama nya.
"ahhh." Miko mengacak rambutnya frustasi, dia benar-benar bingung dengan situasi ini. namun bagaimana pun dia memang harus keluar dari zona nyaman nya.
"biar lah waktu yang menjawab semuanya, apapun yang akan terjadi semoga jadi yang terbaik." batin Miko.
"Besok saja ku tanyakan Amora, apa dia siap menemui mama atau belum. sekarang mungkin dia sudah tidur." batin Miko.
__ADS_1
akhirnya Miko keluar dari ruang kerja nya dan menaiki anak tangga menuju kamar nya, karena sekarang sudah larut dan dia juga butuh istirahat.