Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Senjata makan tuan


__ADS_3

Setelah Amora dan Miko sampai di meja makan, benar saja anggota keluarga sudah menunggu mereka di sana.


Dengan Romantis nya Miko mempersiapkan kursi untuk Amora duduk, sementara sovi sebenarnya kesal melihat keromantisan menantu dan putra nya itu namun mau tidak mau dia harus menahan rasa kesal nya dan seakan-akan biasa saja.


"Amora karena mulai hari ini kamu adalah bagian dari keluarga ini, jadi mulai hari ini kamu panggil papa dengan sebutan papa ya dan mama dengan sebutan mama juga." Titah Sean memulai pembicaraan di antara mereka.


"Pa, apaan sih" protes sovi.


"Ma, jangan selalu menentang keputusan papa, papa kepala keluarga di rumah ini."


"Dasar wanita licik, semenjak ada dia semua orang berpihak kepada nya. Bahkan papa yang tidak pernah membentak ku kini jadi ikut-ikutan membentak ku hanya karena wanita murahan ini." Batin sovi merasa kesal.


"Tapi tunggu aja, sebentar kamu akan meninggalkan rumah ini wanita murahan." Sambung batin nya sambil tersenyum.


"Bagaimana Amora, kamu bisa kan?" Tanya Sean lagi saat melihat Amora hanya diam saja.


"Ehh iya pa, bisa kok." Jawab Amora gugup.


"Yasudah yuk kita makan malam, nanti makanan nya keburu dingin." Ajak Sean.


Sementara Miko hanya tersenyum bahagia melihat papa nya bisa menerima kehadiran istrinya itu. Sedangkan Ravi sedari tadi tak berkedip melihat kecantikan cinta pertama nya itu.


Amora pun dengan sigap melayani semuanya yang ada di meja makan itu, namun Sean menghentikan nya Dan menyuruh Amora melayani suaminya saja. Sedangkan Sean di layani oleh sovi dan Ravi mau tidak mau menyiapkan makan malam nya sendiri.


Tiba-tiba sovi teringat dengan rencana jahat nya, dengan tersenyum licik dia pun memanggil pelayan untuk membawakan mangkuk yang sudah dia siapkan tadi.


"Oh iya Amora, karena sekarang kamu sudah jadi menantu di rumah ini. Dan kamu yang akan mengandung pewaris Wijaya grup, jadi tadi mama lihat ada bayam di kulkas dan mama suruh koki kita memasak kan nya untuk mu. Karena setahu mama bayam bagus untuk penyubur kandungan agar cepat hamil." Jelas sovi sambil menyerahkan semangkuk bayam kepada Amora sambil tersenyum.


"Terimakasih ma" jawab Amora sambil menerima mangkuk nya dan tersenyum bahagia mendapatkan perhatian ibu mertua nya itu.


"Aduh ma terimakasih untuk niat baik mama, tapi Maaf ma Amora tidak bisa makan bayam, dia alergi bayam, iya kan sayang?" Ucap Miko langsung menarik mangkuk bayam itu dari hadapan Amora.


"Tapi mas.."


"Biar Miko saja yang makan nya ya ma, Amora ini memang pelupa kalau dia tidak bisa makan bayam." Potong Miko yang langsung menyendok se sendok bayam itu ke mulut nya.

__ADS_1


"Ehh Miko jangan di makan." Cegah sovi dengan cepat.


"Kenapa ma?"


"Ummm anu, mama baru ingat kalau bayam itu ketika dia sudah lebih dari dua jam sudah tidak baik lagi untuk tubuh." Alasan sovi.


"Ahh Miko yakin ini belum sampai dua jam kok ma, mangkuk nya saja masih hangat." Sambung Miko.


"Pokoknya jangan di makan Miko," kekeh sovi.


"Lho kenapa ma? Kok Amora boleh makan bayam ini Miko tidak? Mama pilih kasih ya sekarang." Ledek Miko.


"Aduh Miko..." Kini sovi jadi pucat.


"Ma..."tiba-tiba suara berat Sean mengagetkan semua nya.


"Anu pa..." Sovi langsung terbata-bata.


"Apa yang kamu rencanakan? Apa yang mama masukkan ke dalam mangkuk bayam itu?"


"Yakin tidak ada?"


"Yakin lah pa, kalian ini pada kenapa sih? Mama mau berbuat baik kepada Amora salah. Mama benci Amora salah. Memang ya semenjak ada Amora kalian semua sudah tidak sayang dan percaya lagi ke mama." Sovi mulai melakukan drama nya.


"Bukan begitu ma, mama yang membuat kami semua merasa curiga, Yasudah kalau memang tidak ada, sekarang sini bayam nya Miko." Sambung sean.


"Silahkan mama makan bayam ini agar semuanya terbukti." Titah Sean.


"Oh jadi kalian pikir mama mau meracuni Amora atau berbuat jahat kepada nya? Yasudah mama makan ini bayam." Kini sovi langsung memakan bayam itu karena sudah merasa kesal.


"Lihat lah bagaimana? Mama tidak mati kan? Mama masih baik-baik saja kan?" Ucap sovi setelah memakan sesendok bayam itu.


"Yasudah bagus kalau memang semua nya baik-baik saja. Yasudah yuk kita makan malam." Ajak Sean.


Dengan perasaan bersalah Amora pun makan dan menelan makanan secara bersusah payah. Sedangkan sovi terus menatap Amora dengan tatapan kebencian dan seakan mengisyaratkan perang kepada Amora.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian obat yang sovi masukkan ke dalam bayam itu mulai bereaksi, dia sudah merasakan mules di perut nya.


"Mama ke kamar duluan ya pa, mama jadi tidak selera makan malam." Pamit sovi pura-pura. Padahal sebenarnya karena dia sudah tidak tahan lagi ingin ke WC karena Dia sudah tidak tahan lagi.


Sean hanya memandang Miko dan tersenyum penuh arti seakan tau dalam pikiran satu sama lain. Mereka pun melanjutkan makan malam nya dan Setelah selesai makan malam Amora dan Miko pun pamit ke kamar mereka sedangkan Ravi ke ruang kerjanya dan Sean menyusul istrinya ke kamar.


"Sialan si Amora itu, ini mah namanya senjata makan tuan. Niat mau buat dia yang bolak balik ke WC kenapa sekarang jadi aku yang bolak balik ke WC." Batin sovi yang merasa kesal dengan keadaan ini.


"Tunggu saja, besok permainan akan di mulai. akan ku tunjukkan siapa aku sebenarnya." batin sovi yang langsung menghubungi Elsa untuk melancarkan rencananya.


Tentu saja, dengan senang hati Elsa menerima ajakan sovi, secara dia memang sangat menginginkan Miko menjadi suaminya."


Sedangkan Miko dan Amora sesampainya di kamar langsung membersihkan diri dan berganti pakaian.


"mas kenapa kamu bilang kepada mama tadi kalau alergi bayam, padahal kan engga. aku jadi tidak enak sama mama mas." tanya Amora saat dirinya sedang mengoleskan cream malam di meja rias.


"sayang kenapa sih kamu ini terlalu polos, mas heran kok bisa punya istri se polos kamu sih?" jawab Miko yang sedang rebahan di ranjang.


"maksud kamu polos bagaimana mas?" tanya Amora kebingungan.


"sudah lah sayang, pokoknya mulai malam ini mas minta tolong ya kamu berhati-hati sama mama. kalau mama tiba-tiba berbuat baik ke kamu kamu harus waspada." sambung sean lagi.


"tapi kenapa mas?" kini Amora mendekati suami itu ke ranjang.


"sudah lah, pokoknya kamu turutin saja perintah mas ya."


"ku jelaskan juga kamu tidak akan mengerti sayang." batin Miko lagi.


"yasudah sini kita tidur, kamu harus menidurkan Miko junior ini sayang." ajak Miko yang sudah tersenyum manis.


"mas.."


"heh menolak dosa lho hukumnya."


"hmm iya deh iya."

__ADS_1


__ADS_2