
Sesampainya di rumah Sovi yang sudah merasa kesal pun langsung melongos masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan belanja an nya lagi, Dia langsung masuk ke kamar nya.
Sementara Amora hanya tersenyum kecut melihat tingkah ibu mertua nya itu.
Amora pun merebahkan tubuhnya di ranjang milik nya, dia merasa kelelahan menghadapi semua kehidupan ini.
Apalagi saat menghadapi tatapan benci sang mertua sebenarnya Amora juga tidak nyaman namun mau tidak mau dia harus tetap terlihat baik-baik saja.
"Apa ini semua, kenapa hidup ku harus se rumit ini. Apa wanita penuh dosa seperti ku ini tidak pantas bahagi?" Batin nya lagi saat memilah semua kejadian yang di alami nya.
"Heh Amora, kau harus nya banyak-banyak bersyukur karna Tuhan masih begitu baik kepada mu. Dia mempertemukan pria sebaik dan sesempurna Miko dengan mu bahkan sekarang seorang Miko Wijaya sudah sah menjadi suami mu." Balas hati kecil nya lagi.
"Ahh benar, aku harus semangat. Walaupun ibu mertua ku seperti itu aku yakin aku bisa menangani semua nya dengan baik." Ucap nya kepada dirinya sendiri.
"Tapi Bagaimana kalau mama sovi dan Elsa berhasil menghancurkan rumah tangga ku dan mas Miko akan meninggalkan ku?"
"Bodo amat lah, rumah tangga ini kan aku dan mas Miko yang menjalani. Mertua ku hanya penonton dan pendukung bukan pemeran. Jadi biar aku dan suamiku yang ambil peran kami sebagai mana mestinya." Tambah nya lagi.
Setelah lelah bergelut dengan pikirannya sendiri akhirnya Amora memilih untuk tidur karena dia merasa lelah. Dan waktu pun terus berjalan tanpa terasa sekarang sudah jam 03 sore. Karena nyanyian cacing di perut nya Amora pun terbangun dari tidur siang nya.
"Kok tiba-tiba kepingin makan gado-gado ya, ada ga ya gado-gado jam segini." Batin Amora yang tiba-tiba ingin sekali makan gado-gado.
Dia pun mengambil ponselnya di atas meja dan mencari nomor suami nya di sana.
"Halo sayang, kamu sudah bangung ada apa tumben nelepon sore-sore begini." Tanya Miko saat panggilan itu terhubung.
"Lho kok kamu tau aku tidur siang mas, iya mas aku lagi kepingin sesuatu." Jawab Amora.
"Mas tadi cek cctv, kepingin apa sayang?"
"Aku kepingin makan gado-gado mas, tapi kamu nya lagi sibuk kerja." Ucap Amora yang melihat Miko masih duduk di kursi kebesaran nya.
"Gado-gado, yasudah kamu tunggu aja di rumah ya mas sebentar lagi akan pulang." Jawab Miko yang tersenyum melihat ekspresi wajah istrinya itu saat panggilan video mereka masih berlangsung.
"Tapi mas.."
__ADS_1
"Ada apa lagi sayang?"
"Aku kepingin nya makan gado-gado nya berdua sama kamu dan makan nya harus di tempat tukang gado-gado nya."
"Yasudah siap-siap gih, nanti kita langsung berangkat mas otw ke rumah ya."
"Kerjaan kamu mas?"
"Ga ada yang lebih penting dari istri cantik mas ini."
"Yaudah aku mandi dulu ya mas." Jawab Amora sambil mengakhiri panggilan video mereka.
"Tumben dia seperti ini, tidak biasanya." Batin Miko yang langsung bergegas keluar ruangan nya.
"Kak mau kemana?" Tiba-tiba suara Ravi menghentikan langkah Miko.
"Pulang." Jawab Miko tanpa menoleh ke arah Ravi.
"Tapi kan ini belum jam pulang kak, lagian kan masih ada banyak laporan yang harus kakak cek."
"Wah ga bisa gitu dong kak, aku aduin ke papa ya, kalau kakak kerja nya tidak profesional."
"Silahkan Ravi, sudah lah Ravi kerjakan saja kerjaan mu tidak perlu urusin urusan kakak. Kakak mau pulang dulu kakak ipar mu rindu dia mau kasih jatah katanya." Ucap Miko sambil berlalu meninggalkan dan masuk ke dalam lift.
"Kak, kau benar-benar sudah keracunan Amora. Aku berharap ini tidak berlangsung lama dan kau segera bosan dengan maka si situ akan ku banting setir untuk mendapatkan Amora." Batin Ravi yang menatap lift yang sudah tertutup.
Sesampainya di rumah nya, Miko yang sudah merindukan istri nya langsung menaiki anak tangga dan masuk ke kamar nya.
"Lho mas, kok cepat banget sih sampai nya." tanya Amora yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Aku rindu sayang," Miko langsung menyerbu istrinya itu dan langsung memeluk Amora.
"ihh mas, mau ngapain kamu bau." tolak Amora karena Miko yang hoby nya main sosor saja.
"kenapa kau menggoda suami mu ini sayang, satu ronde ya." loby Miko.
__ADS_1
"Mas aku lapar, dari siang belom makan. nanti malam kan bisa."
"mas..." Amora sedikit berteriak karena Miko menarik handuk yang melilit di tubuh Amora dan Langsung menjatuhkan Tubuh istri nya itu ke ranjang.
"wangi..." kata Miko sambil mengendus dan mencium setiap inci tubuh istrinya itu.
"mas..."
"sayang, junior nya sudah bangun dan dia butuh sarang untuk tidur lagi." kata Miko sambil mengarahkan matanya ke bawah.
"sudah lah mari kita selesai kan permainan ini, kamu kan lapar." ucap Miko yang langsung melanjutkan permainan.
Miko Langsung membuka jas nya nya melempar kan nya ke segala arah, menarik dasi nya lalu membuka satu persatu kancing kemeja nya dan tak lupa melepaskan kutang nya.
"mas kamu ga ada capek- capek nya, padahal tadi malam sudah melakukan nya dan sekarang ingin melakukan nya lagi." ucap Amora yang sudah berada di bawah Kungkungan Miko.
"badan mu sudah menjadi candu bagiku sayang." bisik Miko di telinga Amora. sambil membuka tali pinggang nya dan melepaskan celana dan semua pakaian yang melekat di tubuhnya.
Amora yang sudah terbawa arus permainan Miko pun akhirnya ikut terbawa nafsu.
"Sayang mas masukin ya." bisik Miko setelah mereka melakukan beberapa menit pemanasan.
"iya mas, masukin aja." jawab Amora yang tak kalah berbisik.
dan penyatuan pun kembali terjadi di antara mereka berdua sore ini. dan beberapa menit berlalu mereka berdua pun sampai pada puncak kenikmatan bersama.
setelah mengambil nafas Miko dan Amora kembali mandi bersama, dan setelah selesai mandi mereka bersiap-siap.
"sayang mas pakai baju santai saja ya?." tanya Miko kepada istrinya itu.
"iya mas, aku juga pakai baju santai kok. hari ini aku ingin makan di warung pinggir jalan saja." jawab Amora yang sedang mengeringkan rambut nya karena dia harus keramas sore-sore begini.
"okay sayang." jawab Miko.
setelah semua nya siap, mereka berdua pun keluar dari kamar dan menuruni anak tangga.
__ADS_1
tanpa memperdulikan Sovi Miko dan Amora masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju menuju tukang jualan gado-gado sesuai keinginan Amora.