Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
kebun teh


__ADS_3

"Yu tidak istirahat?" Tanya Ravi saat dia sudah berjalan mendekati Ayu.


"Tidak kak." Jawab Ayu yang masih fokus ke ponsel nya.


"Kenapa?" Kini Ravi duduk di sebelah Ayu.


"Ayu tidak terbiasa tidur siang kak." Jawab ayu lagi.


"Hmmm sama kakak juga sih." Ujar Ravi.


"Ehh daripada bosan di sini, mau tidak kita jalan-jalan keliling puncak?" Tanya Ravi.


"Mau kemana kak? Nanti di cariin Sama yang lain." Tanya Ayu yang akhirnya menatap wajah Ravi.


"Iya kemana saja, yang penting ga bosan, nanti kita lihat lokasi nya di maps saja." Ajak Ravi.


"Tapi kita pamit dulu sama yang lain kak,"


"Tidak perlu, nanti kakak yang bilang di grup keluarga kamu tenang saja. Yasudah ayok." Ajak Ravi yang kini bangkit berdiri dari duduk nya.


"Ayok..." Ravi langsung menarik tangan Ayu agar ikut berdiri bersama nya.


"Ayu ganti baju dulu kak." Ujar Ayu.


"Udah ga perlu ganti baju, pakai ini aja sudah cantik kok." Ravi menarik tangan Ayu agar ikut berjalan bersama nya.


Karena perlakuan dan kata-kata Ravi akhirnya ayu gagal fokus dan akhirnya mengikuti langkah Ravi.


"Kalau ajak mereka, bukan nya mau nenangin pikiran yu, malah nambah pikiran entar. Kamu kan tau sendiri mama itu paling ribet orang nya." Oceh Ravi sambil terus berjalan menuju parkiran.


"Iya kak." Jawab ayu yang merasa nano-nano.


Sementara Ravi terus menggenggam tangan Ayu.


"Ohh sebentar yu,kunci mobil nya masih di dalam ternyata." Ucap Ravi saat mereka sudah berdiri di sebelah mobil.


"Biar ayu ambilin kak." Tawar Ayu.


"Tidak perlu yu, kamu tunggu di sini saja." Jawab Ravi yang melepaskan genggaman nya dan segera masuk ke dalam villa.


Ayu diam mematung, lalu perlahan dia mengangkat tangan nya dan mencium nya. Setidaknya aroma tubuh Ravi tertinggal di sana.

__ADS_1


"Let's go." Ucap Ravi mengagetkan Ayu.


Setelah kunci mobil di buka, Ayu dan Ravi pun masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju tanpa tujuan.


"Kalau hari Minggu rame ya kak puncak nya." Ujar Ayu memulai pembicaraan di antara mereka.


"Hmmm, biasa lah yu kebanyakan para anak muda jalan-jalan bareng pacar nya." Jawab Ravi yang masih fokus dengan setir nya.


"Iya kak, enak ya mereka bisa motoran bareng pacar ke puncak gini." Ucap Ayu sambil menghelai nafas.


"Ayu cemburu, kepingin punya pacar dan di ajak motoran begitu juga?" Tanya Ravi saat melihat ada beberapa motor yang mendahului mereka sedang berboncengan dengan pacar nya sambil si cewek memeluk cowok nya.


"Heheheh iya kak, pengen ngerasain soalnya dulu waktu ayu pacaran kita cuman duduk-duduk saja mengobrol di bawah pohon mangga di depan rumah ayu. Soalnya orang tua ayu tidak mengizinkan ayu untuk keluar dari pekarangan rumah sama mantan ayu." Jelas ayu.


"Wahh bagus dong yu, berarti orang tua mu sangat ketat menjaga kamu." Jawab Ravi.


"Tapi yu, pacaran seperti itu tidak terlalu bagus juga. Apalagi kalau sampai menginap di puncak bareng pacar." Ujar Ravi.


"Iya kak, takut khilaf kan kak." Jawab ayu sambil tersenyum.


"Ternyata Ayu tidak sepolos yang kakak bayangkan ya." Ujar Ravi yang tidak menyangka ayu langsung menangkap arah pembicaraan nya.


"Hahaha, jaman sekarang kak banyak media sosial dan lain-lain tempat kita belajar. Jadi hal itu juga punya plus minus nya. Jadi kita apalagi yang perempuan harus lebih bisa jaga diri." Jawab Ayu sambil tersenyum.


"Kak kok diam? Ayu ada salah ngomong ya?" Tanya ayu saat melihat ada perubahan ekspresi di wajah Ravi.


"Tidak kok yu, kamu mau foto di kebun teh tidak?" Tanya Ravi saat mereka sudah memasuki kawasan kebun teh puncak itu.


"Mau kak." Jawab ayu tersenyum.


"Yasudah kita foto di sana yuk." Ravi pun memarkirkan mobilnya di tempat parkir kebun teh itu.


Ayu dan Ravi pun keluar dari mobil kemudian berjalan menjelajahi kebun teh itu. Ada banyak orang yang lalu lalang di kebun teh itu, maklum saja ini hari libur.


"Kak..."ayu menatap Ravi saat Ravi menggenggam tangan Ayu.


"Kakak takut kamu hilang yu, di sini rame." Jawab Ravi yang masih fokus ke depan sambil berjalan.


"Emang nya aku anak kecil apa, sampai takut hilang." Guman Ayu namun tetap membalas genggaman Ravi.


Mereka pun berjalan mengelilingi kebun teh itu, sambil merasakan perasaan aneh di hati masing-masing. Genggaman itu pun semakin erat.

__ADS_1


"Ehh kak kek nya foto di sini bagus deh." Ucap ayu sambil menunjuk spot foto yang ada di tengah-tengah kebun teh itu.


"Mau foto?" Kini Ravi menoleh ke arah Ayu.


"Mau kak." Jawab ayu sambil mengangguk.


"Yasudah sana biar kakak fotoin." Titah Ravi yang terpaksa melepaskan genggaman mereka.


Ayu pun Langsung berlari ke spot foto itu. Dan siap-siap berpose. Rapi pun mengeluarkan ponselnya dan segera menekan camera di sana.


Ternya ayu mempunyai talenta menjadi seorang model, Apalagi ayu memiliki paras yang manis. Ravi saja sampai terpesona melihat gaya dan pose Ayu.


"Kak Ravi tidak mau foto?" Tanya ayu karena sedari tadi hanya dirinya lah yang di foto oleh Ravi.


"Hmmm, mas-mas boleh minta tolong fotoin kita tidak." Tiba-tiba Ravi minta tolong kepada seorang pria yang sedang berjalan melewati mereka.


"Hah, iya iya mas bisa." Jawab sang pria sambil tersenyum dan menerima ponsel Ravi.


Ravi pun langsung menghampiri ayu dan berdiri di sebelah ayu.


"Siap ya, satu dua.." ucap sang fotografer dan spontan Ravi merangkul lengan Ayu.


"Tiga..." Cekrek, foto mereka berdua pun terfoto di ponsel Ravi dimana Ravi dengan wajah tersenyum sedangkan Ayu dengan wajah kaget nya.


"Sekali lagi ya mas." Ucap Ravi yang tau hasil foto pertama tidak bagus.


"Tolong mbak nya di rapat aja sama mas nya." Pinta sang fotografer dadakan itu.


"Yu sini dong rapat sama kakak, kita kek musuhan begini." Ravi menarik tubuh ayu sehingga ayu menempel dengan Ravi.


"Mbak nya senyum nya santai saja, ga usah tegang." Ucap sang fotografer lagi.


"Santai saja yu, santai saja rileks." Ucap Ravi menenangkan Ayu.


Dan beberapa foto pun di dapatkan, dan beberapa di antaranya ayu salah tingkah.


"Terimakasih ya mas." Ucap Ravi sambil menerima ponselnya kepada pria yang sudah nge foto mereka.


"Iya mas sama-sama." Ucapnya sambil pamit dari Ravi dan Ayu.


Setelah puas foto-foto Ravi dan Kanaya pun mencari cemilan untuk merek karena mereka berdua sudah mersakan lapar lagi.

__ADS_1


Sebenarnya sedari tadi ponselnya Ravi sudah berdering dan Ravi menyadari hal itu. Namun dia pura-pura tidak mengetahui nya karena di yakin itu pasti dari orang rumah nanyain kemana Ravi da ayu pergi.


Karena tidak ingin tergantung ketenangan nya dengan ayu akhirnya memilih tidak menjawab panggilan itu.


__ADS_2