Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Mengobrol


__ADS_3

"Ayu apa kamu punya pacar?" Tanya Ravi tiba-tiba sambil meletakkan ponselnya di meja dekat duduk nya.


"Hah, kakak tanya saya?" Tanya ayu sambil menunjuk dirinya.


"Kagak nanya hantu di sebelah kamu, iya lah nanya kamu." Jawab Ravi.


"Ohh saya tidak punya pacar kak, sudah putus beberapa bulan yang lalu." Jawab ayu.


"Kok bisa putus?" Tanya Ravi lagi.


"Hmmm dia menikah dengan wanita lain kak." Jelas ayu dengan wajah memelas.


"Aduh maaf ya Ayu, saya tidak bermaksud mengungkit masa lalu kamu." Ucap Ravi yang merasa bersalah.


"Hehehehe santai saja kak, saya sudah move on kok. Lagian sayang air mata saya kalau sampai menangisi pria seperti itu." Ayu mencoba memberikan senyum palsu nya.


"Iya sih benar, kalau pasangan kita berkhianat ngapain di tangisi kan." Ucap Ravi.


"Nah benar kak, harusnya kita bersyukur karena Tuhan menunjukkan keburukan nya sebelum melanjut ke pernikahan. Coba kalau tau buruk-buruk saat sudah menikah apalagi sampai sudah punya anak bisa-bisa bercerai dan anak yang akan jadi korban." Ujar Ayu.


"Iya yu, kamu benar. Berarti mantan kamu selingkuh dong ya?" Tanya Ravi lagi.


"Begitu lah kak, lebih parahnya dia selingkuh dengan sahabat aku sendiri. Padahal aku pacaran sama dia sudah tiga tahun dan semua nya berakhir karena dia menghamili sahabat ku." Jelas Ayu.


"Wahh seriusan yu? Kalau begitu memang dia laki-laki tidak baik yu. Sudah selingkuh melakukan hubungan terlarang lagi sebelum menikah." Kata Ravi.


"Iya kak, Ayu juga tidak tau kok bisa-bisanya dia melakukan hal begitu mana sama sahabat Ayu lagi. Katanya sih dia khilaf sebenarnya dia tulus sayang sama ayu dan tidak mau putus dari ayu, bahkan dia sempat mengajak ayu kawin lari Tapi ayu juga tidak boleh egois dong bagaimana anak nya masa tanpa bapak." Jelas Ayu.


"Good job yu, memang itu sudah menjadi keputusan paling tepat." Ucap Ravi.


"Lalu kak Ravi sendiri kapan menikah?" Tanya ayu lagi.

__ADS_1


"Uhuk-uhuk, kamu nanya kenapa langsung menikah sih?" Tanya Ravi yang terbatuk.


"Iya kan seharusnya pria se usia kakak sudah waktu nya menikah. Kakak punya pacar kan?" Kini Ayu mulai kepo.


"Punya sih, tapi kakak belum mantap untuk menikah nya yu. Masih banyak hal yang harus kakak pertimbangan kan." Jawab Ravi jujur.


"Lah kenapa kak? Tapi kakak mencintai nya kan? Atau ada wanita idaman lain selain dia?" Tanya ayu semakin penasaran.


"Sangat yu, kakak sangat mencintai nya. Kalau sampai saat ini sih cinta kakak masih untuk dia seorang." Jawab Ravi sedikit berbohong karena di lubuk hatinya paling dalam masih ada Amora sebagai cinta pertama nya.


"Hahahaha semua nya akan berjalan dengan sendirinya kak, kalau sudah mantap tunggu apa lagi. Perkara mood, kesukaan, semua nya bisa di pelajari seiring berjalannya waktu. Yang terpenting kakak dan pacar kakak bisa menerima kekurangan satu sama lain." Ujar Ayu memberikan wejangan.


"Usia kamu sekarang berapa sih yu?" Tanya Ravi yang penasaran karena dia merasa Ayu begitu dewasa menyikapi masalah.


"Ayu baru saja lulus SMA kak, masih 18 tahun." Jawab Ayu.


"Lalu bagaimana proses pertemuan kamu dengan kak Amora?" Tanya Ravi yang memang belum tau cerita nya kenapa ayu tiba-tiba ada di rumah mereka.


"Wahhh parah sih yu, kenapa ya bisa-bisa nya punya keluarga begitu. Mending tidak perlu kasih alamat kalau mau kasih alamat palsu begitu." Kata Ravi setelah mendengarkan penjelasan ayu.


"Hahaha sudah lah kak, tidak apa-apa. Buat ayu mah tidak masalah itu hanya jadi motivasi buat ayu agar bisa lebih baik lagi. Dan menunjukkan kepada mereka bahwa tanpa mereka pun ayu bisa hidup di ibu kota ini." Tawa Ayu yang sebenarnya sedang menahan sakit.


"Iya yu, kamu benar balas dendam terbaik adalah menjadi lebih baik." Ravi memberikan semangat kepada Ayu.


"Iya kak benar kata kakak." Jawab Ayu.


"Tapi kenapa kamu lebih memilih bekerja dan tidak kuliah yu?" Tanya Ravi yang penasaran.


"Ayu sebenarnya kepingin kuliah kak, tapi ekonomi orang tua Ayu tidak mendukung rencananya Ayu mau kerja dulu dan menabung nanti tahun depan kalau ada rejeki Ayu mau kuliah kak." Jawab Ayu.


"Iya yu, zaman sekarang kuliah itu penting apalagi untuk mencari pekerjaan lagian kan tidak mungkin ayu bekerja nya begini-begini saja selamanya." Ucap Ravi.

__ADS_1


"Iya kak, benar kata Kakak tapi mau bagaimana lagi semua nya terhalang biaya. Padahal ayu ingin sekali merubah garis ekonomi keluarga ayu dan mengangkat derajat kedua orang tua Ayu, mungkin dengan kuliah Ayu bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik." Ujar Ayu dengan tatapan sendu.


"Kamu mau kuliah gratis tidak?" Tawar Ravi yang merasa iba kepada Ayu.


"Mau kak, memang nya ada ya?" Tanya ayu langsung tersenyum sumringah.


"Ada, kebetulan keluarga kita punya satu universitas swasta jadi kamu bisa kuliah di sana tanpa biaya apapun." Ucap Ravi.


"Wahh benarkah kak, Ayu mau kak." Ayu langsung excited.


"Yasudah nanti kakak bilang ke papa ya biar kamu di daftarain ke sana. Lagian kan ajaran baru belum masuk jadi kamu bisa ikut." Ucap Ravi lagi.


"Tapi kalau ayu kuliah ayu tidak bisa bekerja kak, bagaimana ayu mau kirim uang ke kampung untuk bapak dan ibu serta adik-adik ayu." Ayu kembali murung.


"Hmmm tenang saja yu, kamu masih bisa tetap bekerja dan kuliah kok. Pagi sampai sore kamu bantu kak Amora dan mengerjakan semua pekerjaan kamu dan kamu ambil kuliah malam dan universitas nya juga menyediakan Kuliah online kok." Jelas Ravi.


"Benarkah kak, wahh ayu mau dong kalau begitu.. tapi apa mbak Amora ibu dan bapak setuju ya." Tanya ayu lagi.


"Tenang saja, kakak yakin mereka pasti bakal setuju yu. Nanti biar kakak yang ngomong." Ravi tersenyum kepada Ayu.


Seketika pipi ayu memerah, setelah beberapa hari tinggal bersama ini pertama kalinya Ravi tersenyum se tulus itu kepada nya.


Ayu pun memalingkan wajah nya karena merasa gugup di senyum in Ravi.


"Terimakasih banyak kak Ravi." Ucap Ayu.


"Sama-sama yu." Jawab Ravi.


"Umm anu, Kakak belum mau masuk ini udara nya semakin dingin lho." Tanya Ayu.


"Iya nih, kita masuk yu udah larut juga." Ajak Ravi.

__ADS_1


"Iya kak." Ayu pun berdiri dari duduk nya dan di ikuti oleh Ravi dan mereka berdua pun masuk ke dalam villa untuk beristirahat.


__ADS_2