Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Menikah


__ADS_3

Kenapa kamu membeli martabak sebanyak ini Amora?" Tanya Miko yang melihat plastik berisi enam kotak martabak jumbo.


"Kan orang di rumah rame mas." jawab Amora.


"Oh kamu mau jadi dermawan begitu?"


"Ya bukan sih mas, cuman sesakali ga apa-apa lah mas ah. Kenapa,,,kamu merasa rugi beli ini semua? Aku cuman pakai uang kamu 9 lembar doang kok, dan itu tidak akan membuat kamu miskin kali." Tanya Amora yang melotot kepada Miko.


"Ya bukan soal uang nya Amora, mas hanya kaget saja, mas pikir kamu mau makan semua nya sendiri. kalau pun kamu mau beli sekalian sama mamang martabak nya juga buat mas tidak ada masalah,"jawab Miko.


"oh gitu kirain karena uang mas." ucap Amora.


"ya bukan lah, uang segitu mah buat mas ga ada artinya."


"oh iya mas, bagaimana kalau sampai orang-orang mencari tau latar belakang ku? termasuk Elsa. bisa-bisa kamu malu mas bawa mantan perempuan malam dan simpanan om-om ke pesta begitu." tanya Amora yang merasa khawatir.


"hahahaha, memang nya kenapa Amora? buat mas tidak ada masalah. dan ya terserah mereka cara pandang nya bagaimana mas mana perduli." jawab Miko tersenyum.


"kamu tidak malu mas? secara kan kamu orang terhormat. yakali bawa perempuan murahan seperti ku ke pesta terhormat begitu."


"ngapain mesti malu? dan siapa yang bilang kamu murahan hah? bagi mas kamu perempuan mahal kok. bahkan mas khawatir sama kamu nanti bisa-bisa orang jadi buli kamu." ucap Miko.


"kalau aku mah santuy mas, hinaan orang-orang udah makanan sehari-hari.," Jawa Amora tersenyum.


"wanita hebat." ucap Miko sambil mengacak rambut Amora.


"mas.."


"hmm?"


"kenapa dulu kamu langsung mau menuliskan kontrak bersama ku, padahal kita belum kenal?" tanya Amora lagi.


"karena aku tertarik kepada mu Amora." jawab Miko jujur.


"wah benar kah?, sungguh aku merasa bangga." jawab Amora tersenyum.


"mas tertarik dengan tubuh mu, jangan terlalu ke PD an." jawab Miko meluruskan kata-kata nya.


"ya terserah, yang penting aku menarik kan mas?"


"hmmm."


"akhirnya pak Miko Wijaya ini bisa jujur juga ya." ledek Amora.


"ya kan memang saya selalu jujur kali Amora." ucap Miko.


"hmm iya mas, kamu kan kang jujur."

__ADS_1


tanpa mereka sadari mereka pun sudah sampai di depan rumah mereka. mereka berdua pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Sementara Paijo membawakan bungkusan Amora.


Amora yang langsung ke dapur menemui Lela, sedangkan Miko langsung masuk ke dalam kamar nya untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian nya, karena dia sudah merasa tidak nyaman dengan pakaian nya.


"Mbak Lela tolong salin martabak-martabaknya ke dalam piring ya." Perintah Amora kepada Lela.


"Iya nyonya." Jawab Lela.


"Oh iya dan satu lagi, nanti di letak in aja di meja makan ya, dan mbak Lela tambahin lah cemilan lain nya. Suruh semua orang yang ada di rumah memakan nya. Terus satu bungkus an tolong antarkan ke ruang kerja Ravi sekalian Sama se cangkir teh ya mbak." Lanjut Amora.


"baik nyonya." jawab Lela lagi.


Lalu Amora menyiapkan dua cangkir teh dan se bungkus martabak lain nya yang dia salin ke dalam piring, lalu di pindahkan ke nampan dan dia bawakan nampan ke kamar mereka. Sementara Miko baru saja selesai berganti pakaian dan membersihkan diri.


"Mas buka pintu nya, aku bawa nampan jadi ga bisa buka." Ucap Amora di balik pintu.


"Cklek.."Miko pun membuka pintu kamar.


"Kamu bawa apa Amora?"


"Bawa beras, udah liat bawa martabak sama teh masih nanya lagi." Jawab Amora yang berjalan masuk ke dalam kamar, lalu meletakkan nampan di atas meja sofa.


"Mas aku bersihin diri dulu ya, sekalian mau ganti baju. Kamu cicip in tuh martabak enak banget lho ini martabak kesukaan aku." Kata Amora sambil mengambil daster nya dari lemari.


"Hmm" jawab Miko yang duduk di sofa karena dia sudah selesai berganti pakaian.


"Ternyata aku tampan juga ya." Batin nya saat dia memperbesar wajah nya di layar ponsel nya.


"Hahahaha benar katamu Amora, hanya kau yang pantas bersanding di samping ku." Ucap nya saat dia melihat ada nya keserasian antara mereka berdua di dalam foto itu.


"Ngapa senyum-senyum sendiri mas?" Tanya Amora yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Kepo..."


"Pasti karena foto tadi kan?" Tanya Amora yang ikut duduk di sebelah Miko.


"Sok tau kamu." Ucap Miko yang langsung mematikan ponselnya dan meletakkan nya di atas meja.


"Mas.."


"Hmmm."


"Kamu bakal rindu ga sama aku nanti? Kalau kontrak kita sudah habis?" Tanya Amora tiba-tiba.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Tanya Miko yang menyopot martabak dari piring.


"Aku hanya ingin tau mas, soalnya kan beberapa Minggu ini, hampir di setiap hari-hari kamu selalu ada aku."

__ADS_1


"Bohong kalau mas bilang kalau mas tidak merindukan mu Amora.." jawab Miko jujur.


"Lalu..?


"Lalu apa?" Tanya Miko.


"Kalau kamu rindu bagaimana dong?"


"Ya mas akan menemui kamu, dan meminta jatah mas."


"Lho, kan kontrak nya sudah habis. Mas tidak berhak dong minta jatah lagi." Protes Amora.


"Yasudah kita perpanjang saja kontrak nya." Saran Miko.


"Ah tidak mau mas."


"Kenapa?, Kamu tidak mau lagi hidup dengan mas? apa black card nya kurang?" Tanya Miko.


"Bukan, aku tidak mau kalau selamanya kita melakukan hal seperti ini tanpa ikatan pernikahan mas itu sama saja kita menambah dosa kita." Jelas Amora.


"Hmm, memang nya kamu mau menikah? dan mau menikah dengan mas?" Tanya Miko yang menatap Amora.


"Hah, aku?"


"Iya kan kamu bilang kita harus membuat ikatan pernikahan dulu." Ucap Miko.


"Ya, kalau kamu mau aku mau mas." Jawab Amora yang gugup dan menyopot martabak yang di piring dan memakan nya.


"Memang nya bagaimana perasaan kamu kepada mas?"


"Perasaan?"


"Iya, apa kamu sudah mencintai mas?"


"Cinta, aku tida tau sih mas defenisi cinta itu apa. Yang pasti kalau di dekat mas aku merasa nyaman. Dan saat bersama mas aku bisa jadi diriku sendiri." Jawab Amora sambil mengunyah martabak nya.


"Cup." Satu kecupan mendarat di bibir Amora.


"Manis." Ucap Miko karena coklat martabak itu menempel di bibir Amora.


"Amora tetap lah menjadi milik ku, jangan pernah meninggalkan ku." Ucap Miko yang langsung mencium Amora dan merebahkan tubuh Amora di sofa.


"iya sayang, aku akan menjadi milik mu dan selama nya akan seperti itu." jawab Amora.


Miko pun langsung menyerbu Amora dengan ciuman bertubi-tubi. Dan ciuman itu di sambut oleh Amora dengan senang hati. permainan di sofa pun semakin panas semua pakaian pun melayang ke udara satu persatu.


akhirnya Miko menggendong Amora ke ranjang, untuk melanjutkan permainan mereka. Dan akhirnya malam itu terjadi lagi penyatuan antara keduanya yang seharusnya tidak terjadi.

__ADS_1


__ADS_2