
"Ma bagaimana masalah Tante Amora?" Tanya Sean saat mereka Sudah sampai di villa puncak.
"Santai saja pa, mama yakin anak buah mama bisa menangani nya semua." Jawab Sovi tersenyum kepada suaminya itu.
Setelah semua barang-barang mereka bawa ke dalam villa dan kini hari sudah mulai malam mereka pun bersiap untuk BBQ an.
"Sayang pakai baju yang tebal ya nanti kamu kedinginan lho." Titah Miko kepada istrinya saat mereka sudah masuk ke kamar mereka.
"Iya iya mas, kamu juga ya." Ucap Amora.
Mereka semua pun ganti baju dan kumpul di taman belakang dekat kolam berenang untuk melakukan BBQ an.
"Ya ampun ma, banyak banget makanannya." Ucap Ravi saat melihat begitu banyak jenis makanan untuk BBQ an mereka. Mulai dari daging, ikan, sosis, aneka seafood, jagung dan sayuran.
"Tidak apa-apa Ravi, kan beda orang beda selera." Jawab Sovi.
"Sana gih bantuin Ayu buat pemanggang nya." Titah Sovi yang sedang mengeluarkan semua makanan yang sudah di marinasi.
Sebenarnya di villa itu ada pemanggang yang sudah menggunakan gas butane, namun Sovi lebih memilih memanggang dengan arang karena akan memiliki aroma yang lebih nikmat dan rasa yang khas.
"Ahh males." Jawab Ravi.
"Apa kamu bilang? Begitu sekarang kamu jawab ke mama?" Tanya sovi melotot ke Ravi.
"Yaelah ma, ga usah sampai melotot juga, iya iya deh." Jawab Ravi yang akhirnya menurut.
"Bisa kagak?" Tanya Ravi saat dia sudah mendekati Ayu.
"Bisa dong." Jawab Ayu yang masih fokus ke arang untuk pemanggang nya.
"Ravi pun membantu Ayu memasukkan arang nya ke alat pemanggang itu. Sementara Ayu diam saja karena jika dia berdebat dengan Ravi maka Sovi bisa marah kepadanya.
"Pak Ravi tolong di lanjut ya, saya mau bikin saus BBQ nya dulu." Ucap Ayu yang merasa canggung kalau dekat dengan Ravi.
"Heh, enak saja ini kan kerjaan kamu. Dan satu lagi sudah saya bilang jangan panggil saya bapak." Ujar Ravi.
"Terus harus di panggil apa dong,?"
"Terserah." Jawab Ravi.
"Baiklah terserah, saya mau bikin saus nya dulu ya. Saya minta tolong terserah bantuin saya buat bikin panggang nya ya." Ucap Ayu yang bersiap untuk pergi.
"Bukan terserah begitu, aduh panggil saya kak Ravi saja, saya yakin saya lebih tua dari kamu." Perintah Ravi yang kehabisan kata-kata.
"Nah akhirnya sadar juga kalau dia sudah tua," ledek Ayu yang berjalan meninggalkan Ravi.
"Ada yang bisa Amora bantu ma?" Tanya Amora saat dia dan Miko sudah di taman belakang.
"Tidak ada sayang, kamu duduk saja menunggu semua nya masak ya." Jawab Sovi Tersenyum.
"Ibu duduk saja bareng mbak Amora, biar saya dan kak Ravi yang mengerjakan semua nya." Ujar Ayu saat sovi sudah selesai memarinasi semua nya.
__ADS_1
"Okay sayang, Ibu serahkan semua nya kepada kalian, ibu yakin makanan nya pasti akan lezat." Jawab Sovi yang akhirnya duduk bergabung dengan Miko, Amora dan Sean.
Saat panggang sudah sangat panas Ravi pun mulai memanggang semua nya, sementara Ayu ikut serta membantu Ravi.
Entah kenapa tiba-tiba mereka bisa akrab saat memanggang ini.
"Ini yu, oleh ke sini bumbunya rasa-rasanya kurang." Titah Ravi kepada Ayu yang memegang kuas serta bumbu oles.
Ayu pun menurut dan mengoleskan bumbu ke daging yang masih terpanggang.
"Cukup?" Tanya ayu.
"Hmmm." Jawab Ravi.
"Kak, itu daging nya di balik nanti gosong." Ucap ayu sambil menunjuk daging di panggang itu.
Ravi pun menggunakan spatula panjang untuk membalikkan daging panggang itu.
Ayu mulai membolak-balik tusuk sate yang berbahan besi karena beberapa sayuran juga di tusuk di sana. Mereka begitu menikmati acara masak-memasak ini. Dan beberapa menit kemudian semua nya pun masak.
Mereka pun langsung menyantap semua makanan yang tersaji tak lupa di lengkapi dengan beberapa minuman bersoda, dan berbahan dasar lemon.
"Mama senang deh kalau kita kumpul-kumpul begini." Ucap Sovi di sela-sela makan mereka.
"Terimakasih ya Amora, semenjak kehadiran kamu rumah kita menjadi hangat kembali." Sambung Sovi dengan tatapan yang tulus kepada Amora.
"Amora yang harusnya berterima kasih kepada mama dan semua nya, karena sudah mau menerima semua kekurangan Amora dan memberikan kehangatan keluarga kepada Amora." Jawab Amora dengan mata berkaca-kaca.
"Tidak kok ma, Amora yang berterima kasih untuk semua cinta tulus mama." Jawab Amora yang membalas pelukan mertua nya itu.
"Heh di sini tuh mau acara senang-senang ngapain kalian pada melow-melow an sih." Protes Sean.
"Ahh papa sirik aja." Jawab Sovi yang mengeratkan pelukannya kepada menantunya itu.
Beruntung banget ya mbak Amora, punya mertua yang baik dan sayang banget sama dia." Batin Ayu yang merasa terharu melihat kehangatan mertua dan menantu itu.
"Jadi mama cuman mau bilang makasih ke Amora saja? Miko ga di ucapin makasih nih ma? Miko lho yang bawa Amora ke keluarga kita." Tanya Miko.
"Ehemmm... Kagak salah tuh." Dehem Ravi.
"Ya engga dong,." Jawab Miko dengan bangga.
"Sepertinya itu otak perlu di cuci deh, udah ga beres lagi soalnya ingatan nya." Ledek Ravi.
"Apaan sih kalian kok jadi beribut, iya iya mama makasih buat kalian semua anak-anak dan menantu mama." Jawab Sovi akhirnya.
"Anak dan menantu saja? Papa engga nih?" Tanya Sean lagi.
"Iya sama suami tersayang nya mama juga. Pokoknya mama bersyukur punya kalian semua di hidup mama." Sambung Sovi.
Setelah selesai makan dan berbincang-bincang, udara dingin puncak pun terasa menusuk sampai ke tulang-tulang.
__ADS_1
"Sayang.." bisik Miko ke telinga Amora.
"Apa?" Jawab Amora santai.
"Ke kamar yuk, dingin butuh yang hangat-hangat nih." Ajak Miko sambil mengedipkan matanya.
"Mas..." Amora langsung membulat kan bola matanya karena sudah tau maksud dari kata-kata suaminya itu.
"Sudah Amora sana ke kamar saja, mama dan papa juga sebentar lagi mau ke kamar juga kok." Perintah sovi yang langsung mengerti tatapan Miko.
"Terimakasih mama ku sayang, mama memang paling pengertian deh ah." Miko langsung tersenyum sumringah.
"Yasudah yuk ma, kita ke kamar juga papa juga kedinginan nih butuh yang hangat-hangat." Ajak Sean yang langsung terpancing karena ucapan Miko.
"Hehehe yasudah ma, pa dan semua kami ke kamar duluan ya." Pamit Amora.
"Iya mbak." Jawab Ayu.
Miko dan Amora pun beranjak dari duduk nya dan segera menuju kamar mereka untuk mencari kehangatan. Begitu juga dengan sovi dan Sean yang akhirnya menyusul Miko dan Amora untuk mencari kehangatan bersama.
.
.
.
Kini tinggal Ayu dan Ravi yang duduk di taman belakang.
"Kakak tidak mau ke kamar juga?" Tanya ayu yang merasa canggung tinggal berdua bersama Ravi di halaman belakang.
"Engga saya masih betah di sini, kenapa, kamu mau ngusir saya?" Ujar Ravi yang mulai sibuk bermain di ponselnya.
"Ya Allah, saya cuman mau nanya kak, memang ya susah kalau jadi orang Betung itu. Pikiran nya yang jelek-jelek Mulu." Ucap ayu sambil menarik nafas dalam agar bisa lebih sabar.
"Siapa yang pikiran nya neting terus hah?" Tanya Ravi sambil menatap Ayu.
"Saya kak saya." Jawab ayu sambil memalingkan wajahnya karena tatapan nya dan Ravi bertemu.
"Hmm kalau itu baru benar." Ucap Ravi sambil kembali berfokus ke ponsel nya.
"Sabar ayu sabar." Batin Ayu sambil mengelus dadanya.
"Kamu ngapain masih di sini? Sana istirahat ke kamar kamu." Perintah Ravi saat melihat ayu kasih duduk di hadapannya.
"Saya masih nyaman di sini, dan saya juga belum mengantuk. Kenapa tidak boleh?" Tanya Ayu kembali yang sedang asyik bermain ponsel.
"Iya boleh sih, tapi ga usah nge gas juga dong." Ujar Ravi.
"Biarin." Jawab Ayu ketus.
Akhirnya mereka berdua pun kembali fokus ke ponsel masing-masing.
__ADS_1