Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Kemarahan Miko


__ADS_3

Sesampainya di rumah mereka Ayu yang kelupaan membawa kunci tadi malam terpaksa menekan bel rumah itu, beberapa kali dia menekan bel akhirnya Ravi pun membuka pintu rumah. Ravi langsung tersenyum sumringah melihat istrinya berada di depan gerbang rumahnya. Dia langsung berlari ke arah gerbang dan membukakan gerbang untuk Ayu.


"sayang kamu pulang, Mas minta maaf ya. "Ujar Ravi kepada istrinya itu.


"Aku ke sini cuman mau ngambil buku kuliah aku Mas. "jawab Ayu yang masih enggan menatap suaminya itu.


Sementara Vivi yang masih duduk di motor hanya diam Melihat pasutri itu bertemu kembali dan saling canggung. Sebenarnya Vivi tidak tahu apa yang terjadi diantara mereka hanya saja Vivi tahu bahwa keduanya kini saling merindukan bahkan tadi malam Vivi menyadari bahwa Ayu tidak ada tidur sama sekali.


Setelah Ravi membukakan gerbang rumah, Ravi pun mempersilahkan Ayu dan Vivi masuk ke dalam rumah. Vivi pun memasukkan motornya ke dalam rumah Ayu. karena kebetulan hari ini mereka masuk siang jadi masih banyak waktu tersisa.


"Halo ini yang namanya Vivi ya? "tanya Ravi yang mengulurkan tangan saat Vivi turun dari motornya.


"Iya Kak, Vivi sahabat dan teman sekelasnya Ayu. "Jawa Vivi sambil tersenyum membalas uluran tangan ravi.


"Apa kalian sudah sarapan, kalau belum sarapan Mas pesenin makan ya sayang. "ujar ravi kepada istrinya itu.


"sudah kok mas. "jawab Ayu.


"Ya sudah Yuk masuk dulu ajak RaVi.” keduanya pun menurut, mereka bertiga masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu rumah itu dan di saat yang bersamaan Mbak Debora juga datang untuk melakukan pekerjaannya. karena ada tamu Mbak Debora pun menyuguhkan teh dan dan beberapa roti kering yang memang disediakan untuk tamu.


sebenarnya Ayu merasa kurang nyaman Ditatap begitu oleh suami, Akhirnya Ayu memutuskan untuk segera mengambil buku-bukunya di dalam kamar dan ingin segera kembali ke kosan Vivi.


"Vi, Gue ke kamar sebentar ya. "ujar Ayu Yang beranjak dari duduknya.


“Ohh iya iya yu.”Jawab Vivi mengangguk.


Ayu pun segera masuk ke dalam kamar dan menyusun buku-buku serta pakaian nya.


“Vi sebentar ya.” Ujar Ravi yang bangkit juga dari duduk nya.


“Ohh iya iya kak.”Vivi mengangguk.


Ravi pun segera menghampiri Ayu ke dalam kamar.


“Sayang apa kamu memang ingin meninggalkan mas, dan tinggal bersama Vivi?” Tanya Ravi saat melihat istrinya itu mengemasi barang-barang nya.


Namun Ayu masih segan menjawab pertanyaan suaminya itu, dia terus mengemasi barang-barang nya.


“Yu apa rumah tangga kita tidak bisa di perbaiki? Se fatal itu ya kesalahan mas?” Tanya Ravi yang menggenggam tangan Ayu.


“Tanya sama diri kamu sendiri mas.”Jawab Ayu yang menepis tangan Ravi.


Setelah mengemasi barang-barang nya, Ayu pun bersiap ingin pergi. Namun Tiba-tiba Ravi memeluknya dari belakang.


“Sayang, mas tidak bisa begini. Tolong jangan lakukan ini sayang.”Ujar Ravi dengan nada suara penuh memohon.


“Mas lepas.”Ayu mencoba memberontak.


“Yasudah kalau kamu tidak mau kembali ke rumah ini, nanti mas minta tolong mama dan ibu buat bujuk kamu balik lagi ke rumah ini.”Lanjut Ravi.


“Mas jangan pernah libatkan orang tua di masalah rumah tangga kita.”Ujar Ayu.


“Tapi sayang mas tidak punya pilihan lain lagi, mas tidak bisa begini terus mas tidak bisa hidup tanpa kamu.”Kata Ravi.

__ADS_1


“Kamu pernah mikir gak sih mas, kalau semua ini terjadi karena kmu, kenapa sekarang seakan-akan aku yang salah hah?” tanya Ayu lagi.


“sayang apa yang harus mas lakukan agar kamu mau memaafkan mas?” Ravi balik bertanya.


“Biarkan aku sendiri dulu. Aku butuh waktu untuk menerima semua ini, Sudah itu sudah lebih dari cukup.” Jawab Ayu.


“Tapi sayang,”


“Hmm itu aja kamu sudah pakai tapi mas, aku hanya minta hal se sepele itu.”ucap Ayu lagi.


“Yasudah jika itu kemauan kamu, tapi ingat ya sayang kalau kamu butuh apa-apa hubungi mas, dan secepatnya pulang lah ke rumah kita.”Akhirnya Ravi pun mengalah.


“Terimakasih.”Ucap Ayu.


Ayu pun keluar dari kamar itu dan segera menemui Vivi yang ada di ruang tamu, Ayu pun berpamitan kepada mbak Debora alasan beberapa hari kedepan dia tidak akan tinggal di rumah karena ada urusan kampus ke luar kota.


Setelah berpamitan Ayu dan Vivi pun berangkat kembali ke kos an nya Vivi. Sementara Ravi yang khawatir dengan keselamatan istrinya itu mengikuti mereka dari belakang agar tau di mana kos an Vivi. Bahkan Ravi minta izin tidak masuk kantor kepada Miko dengan alasan ada urusan rumah tangga. Miko yang membaca pesan dari Ravi itu semakin curiga kepada adiknya itu. Dia pun menyuruh orang untuk memata-matai Ravi dan Devina.


Sementara Devina yang baru saja sampai di kantor, bertekad akan membuat Ravi menyesal dia ingin membatalkan kontrak kerjasama dengan perusahaan Wijaya grup. Namun sepertinya keberuntungan belum berpihak kepada Devina. Sang pemilik perusahaan tidak mau membatalkan kerjasama mereka karena alasan yang di berikan oleh Devina tidak tepat. Selain itu di surat perjanjian kontrak ada dasar hukum dan ada denda yang tidak sedikit jika mereka membatalkan kerjasama.


Ternyata tidak hanya itu, Devina bahkan di suruh memeriksa anak cabang perusahaan yang ada di luar kota, karena sepertinya ada penyalahgunaan dana. Devina di suruh menyamar menjadi salah satu karyawan di sana selama dua minggu untuk mendapatkan informasi.


Devina benar-benar kesal namun mau tidak mau dia harus menuruti semua perintah bos nya karena tidak ingin kehilangan pekerjaan nya itu. Besok Devina akan berangkat ke luar kota jadi untuk sementara waktu rencana Devina harus di pending dulu sampai dia kembali lagi ke sini nantinya.


Waktu pun terus berjalan semua orang-orang melakukan aktivitasnya masing-masing, dan kini sudah malam. Miko yang mendapatkan Informasi dari orang nya sedikit kaget karena mengetahui Ravi mengawasi Ayu di depan kampus Ayu hampir seharian penuh.


“Ini apa sebenarnya yang terjadi di rumah tangga Ravi.”Batin Miko yang masih belum tau apa tujuan Ravi seharian penuh sabar menunggu istrinya itu kuliah, namun saat pulang Ayu tidak pulang bersama Ravi dan pulang nya pun bukan ke rumah mereka.


“Mas kamu sedang Mikirin apa sih, serius banget kek nya?” Tanya Amora yang dari tadi memanggil Miko namun tidak di dengarkan oleh Miko.


“Ehh tidak ada kok sayang.”Jawab Miko yang fokusnya langsung buyar.


“Yuk makan malam, mama papa sudah menunggu di meja makan.”Ajak Amora.


“Iya iya sayang.”Miko pun menurut dan keduanya segera ke meja makan untuk makan malam bersama.


Setelah merasa istrinya aman, Ravi pun kembali pulang ke rumah mereka. Dan di perjalanan pulang Ravi mendapatkan pesan dari Devina bahwa Devina akan keluar kota besok tapi entah kenapa Devina ingin sekali di antar kan oleh Ravi ke bandara. Di pesan nya Devina memohon agar besok jam pagi Ravi bisa mengantarkan Devina ke bandara.


“Apaan sih si Devina ini, tapi syukurlah kalau dia ke luar kota jadi untuk sementara waktu Ayu aman, tapi aku harus menyewa seseorang untuk mengawasi Ayu aku tidak boleh lengah kepada Devina.”Batin Ravi.


Devina yang baru selesai mandi melihat pesan yang dia kirimkan ke pada Ravi hanya di baca oleh Ravi. Dia pun segera menyusun pakaian nya untuk keberangkatan besok. Entah kenapa Devina merasa berat sekali berangkat besok namun dia harus melakukan nya demi pekerjaan nya.


Setelah mengemasi barang-barang nya Devina pun memilih tidur agar besok pagi tidak ketinggalan pesawat.


keesokan paginya setelah selesai sarapan Devina pun berpamitan kepada mama nya untuk berangkat ke bandara, setelah berpamitan Devina pun segera berangkat ke bandara. Dia duduk di sana sembari terus menatap ke sekeliling berharap Ravi datang. Namun sampai dia cek in pun Ravi tidak kunjung datang bahkan tidak membalas pesan nya. Devina hanya menghela nafas berat dan melanjutkan perjalan nya.


Sementara di kantor Ravi yang baru saja masuk ke ruangan nya kaget melihat Miko yang sudah duduk di kursinya.


“Ehh pak Miko selamat pagi pak.”Ujar Ravi yang gugup melihat Miko.


“Tutup dan kunci pintunya.”Titah Miko.


Ravi pun menurut dan segera menutup dan mengunci pintu ruangan nya dan masuk ke dalam.

__ADS_1


“Bagaimana rasanya?” Tanya Miko menatap Ravi tajam.


“Rasa apa pak?” Tanya Ravi tidak mengerti.


“Bagaimana rasanya, enak?” Lanjut Miko.


“Maksud bapak apa ya pak saya benar-benar tidak mengerti.”Ujar Ravi kebingungan.


Miko pun bangkit dari duduk nya dan segera menghampiri Ravi.


“Bug...”satu pukulan mendarat di wajah Ravi.


“Arghh...”Ravi yang kaget memegangi sisi bibir nya yang berdarah.


“Ini pukulan pertama dari saya sebagai atasan kamu dan,


“Bug...”Pukulan kedua kembali di layangkan Miko di wajah Ravi.


“Ini pukulan kedua sebagai kakak kamu.”Ujar Miko yang sedari tadi sudah menahan kemarahan nya.


Saat pukulan ketiga ingin mendarat akhirnya Ravi melakukan perlawanan.


“Kenapa?” Tanya Miko saat pukulan nya meleset.


“Kakak sudah gila ya, aku salah apa kak?” Kini Ravi yang merasa sakit di wajah nya mencoba melawan. Namun seperti nya perlawanan Ravi membuat Miko semakin marah.


“Bug..”Kini pukulan ketiganya mengenai perut Ravi.


“Ini untuk kekecewaan mama dan papa.” Lanjut Miko.


“Kak cukup, aku juga bisa melawan kalau kakak terus menyerang. Aku salah apa kak?” Tanya Ravi yang kebingungan dengan sikap kakak nya itu.


“Salah apa? Kau tidak merasakan kau melakukan kesalahan yang fatal hah?” Tanya Miko lagi.


Ravi terdiam, dia baru mengingat kata-kata Ayu tadi malam. Bahwa Miko sudah mengetahui perselingkuhan nya dengan Devina.


“Kenapa diam hah?” Tanya Miko yang menarik kerah baju Ravi.


“Plak..”satu tamparan mendarat kembali ke wajah Ravi sangking keras nya tamparan itu Ravi Sampai tersungkur ke sofa.


“Itu tamparan mewakili kekecewaan Ayu.”Lanjut Miko.


“Kak maaf..”Jawab Ravi yang merasa sakit namun tak bisa melawan.


“Maaf? Minta maaf sama Ayu. Kakak tidak tau apa yang ada di pikiran kamu sampai tega berselingkuh. Sudah di berikan istri yang nyaris sempurna seperti Ayu malah selingkuh sama Devina. Dari awal kakak sudah curiga sama kamu Ravi. Jujur kakak benar-benar kecewa sama kamu kakak juga bukan laki-laki baik dulunya tapi sejauh ini kakak tidak pernah menyakiti hati kakak ipar kamu dan mengecewakan mama dan papa.kakak tidak tau se hancur apa hati mama dan papa kalau tau anak nya ini ternyata selingkuh bahkan hati kedua orang tua Ayu yang tau anak nya di selingkuhi sama laki-laki yang tidak tau bersyukur seperti kamu.”Ujar Miko dengan nada kebencian.


“Iya kak, Ravi tau Ravi salah dan Ravi menyesal i semuanya.”Jawab Ravi.


“Terlambat, bukan kah Ayu sudah tau semuanya. Bahkan kalau Ayu memutuskan untuk menceraikan kamu kakak akan setuju dan mendukung Ayu. Kamu tau beberapa hari yang lalu kakak ke rumah kalian dan menjelaskan semuanya kepada istrimu. Tapi apa jawabnya dia menepis semuanya dan bilang dia lebih percaya suaminya. Dan dia yakin suaminya tidak mungkin melakukan hal itu.”Lanjut Miko.


“Tapi apa? Kau menghancurkan kepercayaan nya. Ravi kakak tidak tau mau ngomong apa lagi, ingin rasanya kakak menghabisi kamu dengan tangan kakak. Kakak benar-benar kecewa sama kamu. Tapi ahh sudah lah kamu harus perbaiki semuanya.”Miko beranjak keluar dari ruangan Ravi karena dia tidak mau sampai terpancing emosi dan akan melakukan hal di luar kendalinya kepada Ravi.


Sementara Ravi hany terdiam, dia tidak menyangka semuanya bisa se ribet ini.

__ADS_1


__ADS_2