
"mas bangun yuk, udah pagi nih." Ucap Amora membangun kan Miko dari tidurnya.
"Sebentar lagi Amora, mas masih ngantuk." Jawab Miko yang mengeratkan pelukannya di pinggan Amora.
"Ihh yasudah kalau begitu aku mandi duluan ya mas."
"Mau kemana sih? Kok buru-buru amat mandi nya?" Kini Miko terpaksa membuka matanya karena Amora melepaskan tangan Miko dari perutnya.
"Kan mau ketemu Clara mas, kamu lupa ya?"
"Lho memang nya janjian nya pagi ya? Mas kira siang lho." Tanya Miko.
"Iya mas, janjian nya pagi soalnya Clara juga ada urusan ke luar kota nanti jam 10 pagi." Jawab Amora.
"Sekarang sudah jam berapa?"
"Jam 06:00 pagi mas."
"Yasudah mas mau olahraga dulu, kamu mau ikut ga?"
"Ga keburu mas, besok-besok saja. Lagian aku ga punya baju olahraga. Dan selama di sini kan aku selalu olahraga malam sama kamu."jelas Amora.
"Kalau kamu mau olahraga pagi juga bisa kok." Goda Miko sambil mendekatkan wajahnya ke pada Amora.
"Ih mas apaan sih,"
Amora pun segera turun dari ranjang, dan mengambil handuk miliknya. Dia dengan santai nya berjalan dengan tubuh polosnya di depan Miko.
"Sayang ikut..." Rengek Miko.
Amora hanya diam saja, dan masuk ke kamar mandi, setelah nya dia mandi. Sementara Miko mengambil pakaian nya dan segera menuju ruang olahraga. Karena benar kata Amora semenjak Amora di rumah ini Miko sudah jarang olahraga, karena selalu olahraga malam dengan Amora dan selalu bangun kesiangan.
Beberapa menit pun berlalu, Amora yang sudah selesai mandi pun langsung mengeringkan rambutnya, dan berdandan di meja rias. Dia memang jadi rajin keramas pagi-pagi karena ulah Miko.
Setelah Amora selesai dandan Miko masuk ke dalam kamar dengan baju yang sudah basah karena keringat.
"Siapkan baju kerja mas ya." Titah nya.
"Iya mas"
Miko pun duduk di sofa dan meminum segelas air, sementara Amora membuka lemari pakaian miliki Miko dan mempersiapkan semua kebutuhan Miko.
"Amora..."
__ADS_1
"Hmmm?"
"Nanti kalau ketemu Clara mas cuman minta dua hal."
"Apa mas?"
"Jangan pernah bawa dia ke rumah ini, atau tunjukkan rumah ini dan jangan jujur tentang hubungan kita sebenarnya dan tetap bilang bahwa kita adalah sepasang kekasih yang akan segera menikah." Perintah Miko.
"Lho Kok begitu?"protes Amora
"Kamu turutin saja perintah nya mas, yasudah mas mandi dulu ya." Ucap Miko.
"Hmmm iya mas."
Miko pun masuk ke dalam kamar mandi, sementara Amora memasukkan ponselnya ke dalam tas dan dompetnya. Setelah nya dia duduk di tepi ranjang.
"Apa benar mas Miko ingin menikahi ku,?" Batin nya karena mendengar ucapan Miko tadi.
"Ah entah lah, aku sendiri tidak yakin. Yakali mas Miko mau menikah dengan perempuan murahan seperti ku." Jawab nya pada dirinya sendiri.
"Wah bisa keburu telat nih, mana aku lapar lagi."batin Amora yang melirik jam di dinding.
"Mas Miko kan mandi nya lama, mending aku ke bawah dulu deh buatkan susu sama roti."
Amora pun keluar dari kamar dan segera menuruni anak tangga. Dia pun segera menuju meja makan dan mengambil dua gelas susu dan sepiring sandwich.
Sesampainya di depan kamar belum juga Amora mengetuk pintu dia mendengar kan Miko sedang berbicara di dalam. Amora pun mengurungkan niatnya mengetuk pintu dan menguping di balik pintu.
"Bukan pacar Miko ma, dia hanya seorang perempuan yang Miko sewa untuk menghadiri opening nya hotel Elsa." Kata-kata itu lah yang terdengar oleh Amora.
"Jleb.."entah kenapa rasanya hati Amora terasa sakit.
"Hahaha aku terlalu merasa berharga dan over percaya diri ya, sampai percaya bahwa seorang Miko Wijaya akan menikahi ku. Namun kenyataannya di matanya aku hanya seorang perempuan murahan pemuas nafsu nya dan akan selamanya akan seperti itu." Batin Amora tersenyum namun hati nya terasa sakit.
"Iya iya ma, mungkin Minggu depan Miko kembali ke sana, sudah lah ma Miko belum menemukan perempuan yang pantas di jadikan istri. Sabar ya ma."ucap Miko lagi.
Dan setelah nya Miko pun mengakhiri panggilan nya.
Sementara Amora yang ada di balik pintu entah kenapa merasa sakit sekali sampai air matanya berhasil membasahi pipi mulus nya.
"Amora kamu harus kuat, bukan kah memang sedari awal di mata Miko kamu hanya bahan untuk menyalurkan nafsu nya. Jangan pernah berharap lebih tidak mungkin sampah jadi ratu." Batin nya menguatkan dirinya sendiri.
Kemudian Amora meletakkan nampan nya di lantai dan menyeka air matanya dan mencoba menunjukkan senyum palsu nya.
__ADS_1
"Mas buka pintu nya, aku bawa nampan ga bisa buka nya." Teriak nya di balik pintu karena sekarang nampan nya sudah dia pegang kembali.
"Cklek.."kamu dari mana?kok ga pamit dulu," tanya Miko yang masih melilitkan handuk di pinggang nya dan bertelanjang dada.
"Dari bawah mas, ngambil sarapan. Aku merasa lapar." Jawab Amora yang berjalan lebih dulu masuk ke dalam kamar.
Amora pun meletakkan nampan nya di atas meja dan mulai meminum segelas susu nya dan memakan sandwich nya. Dia tersenyum kepada Miko seakan tadi dia tidak mendengarkan apapun.
Sementara Miko juga berlagak biasa saja, dia pun mulai berpakaian di depan Amora.
"Amora, Amora. Bisa-bisa nya perempuan Upik abu seperti mu berkhayal jadi nyonya Wijaya. Lihat lah dirimu dan lihat siapa Miko Wijaya. Sungguh bagai langit dan bumi." Batin nya sambil menatap Miko yang sedang fokus mengancingi kemeja nya.
"Benar kata Elsa, aku memang kalah segala hal dari dia. Bahkan Elsa yang cantik, wanita baik-baik dan kaya raya saja di tolak oleh mas Miko, lah apalagi aku."batin nya lagi.
"Amora tolong pasangin dasi mas dong." Pinta Miko.
"Amora...." Panggil Miko lagi karena terlihat Amora sedang menghayal.
"Hah, iya mas kenapa?" Tanya Amora yang baru sadar dari lamunannya.
"Kamu melamun?"
"Engga kok, hanya saja..." Amora tidak melanjutkan kata-katanya.
"Hanya apa?... Tolong pasangkan dasi mas." Pinta Miko.
Amora pun berdiri dari duduk nya da. Segera memasang kan dasi Miko, sementara Miko sedikit menunduk agar Amora bisa memasang kan dasi nya.
"Morning kiss sayang." Ucap Miko setelah mengecup kening Amora yang baru saja selesai memasang kan dasi.
Entah kenapa ciuman itu terasa perih di hati Amora, dia pun hanya membalas dengan senyuman.
"Mas sarapan dulu yuk, nanti susunya keburu dingin." Alih Amora.
Miko pun hanya mengangguk dan segera duduk di sofa dan sarapan. Sementara Amora kembali duduk di meja rias karena tadi dia belum memakai lipstik.
Setelah Miko selesai sarapan dan Amora selesai berdandan mereka berdua pun keluar dari kamar dan menuruni anak tangga.
"Ini.,manatau kamu butuh" Ucap Miko yang menyerahkan puluhan lembar uang pecahan seratus ribuan kepada Amora.
"Kok banyak banget mas?"
"Ini mah ga ada apa-apa nya, ingat ya Amora setelah ketemu Clara langsung pulang ke rumah. Dan jangan sampai terpengaruh sama Clara." Perintah Miko.
__ADS_1
"Iya mas." Jawab Amora yang memang sedang malas berdebat.
Akhirnya Miko dan Ravi pun masuk ke dalam mobil dan mobil mereka pun melaju menuju kantor. Sementara Amora juga masuk ke mobil lain nya dan mobil itu melaju menuju cafe tempat Amora dan Clara membuat janji.