
"mas boleh tidak nanti bodyguard mu agak jauh aja dari kita?" Tanya Amora saat mobil mereka sudah melaju menuju mall.
"Memang nya kenapa Amora?" Tanya Miko.
"Umm itu mas, aku kurang nyaman kalau di lihatin orang-orang karena banyak nya bodyguard mu yang selalu mengekori ku dari Belakang." Jawab Amora.
"Lho itu memang sudah jadi tugas mereka Amora, saya bayar mereka mahal-mahal untuk melindungi saya dan kamu juga." Jawab Miko.
"Ya walaupun, setidaknya agak jauhan sedikit lah mas. Lagian kan sekarang Tama sudah di tangani polisi dan kalau ada mas aku tidak perlu takut pada apapun." Jawab Amora lagi.
"Memang nya kalau ada saya kamu merasa nyaman dan aman?" Tanya Miko.
"Hmmm lumayan lah."
"Hanya lumayan?,lalu kenapa tadi di rumah sakit kamu menggenggam tangan saya sangat erat?"
"Oh itu karna,,, karena aku takut tersesat di rumah sakit itu iya takut tersesat mas kan rumah sakit nya besar dan luas tuh ya." Alasan Amora.
"Halah, kalau mau alasan pintar sedikit dong amora, sudah lah bilang nyaman saja sudah bener tuh mulut." Ledek Miko.
"Iya iya mas aku nyaman di dekat kamu dan merasa aman, Puasa kamu?"
"Hmmm lumayan."
"Ihh, terus bagaimana mas? Boleh kan kalau para bodyguard kamu agak jauh dari kita?" Tanya Amora mengulangi pertanyaannya.
"Hmmm karena saya orang yang baik dan perduli kepada sesama, yasudah boleh deh." Jawab Miko.
"Prettt.." ledek Amora.
"Lah memang iya kan."
"Iya iya,pak Miko Wijaya yang terhormat ini sangat baik hati lho guys, terus perduli banget sama sesama." Ucap Amora dengan mata jengah.
"Ikhlas ga muji nya?"
"Ikhlas lah masa engga."
" Hmm bagus."
Dan akhirnya mereka sampai di mall itu, karena kebetulan mall itu tidak jauh dari rumah sakit tempat dokter manda bekerja.
"Mas.."rengek Amora.
"Kenapa?" Tanya Miko saat sang sopir membuka kan pintu untuk Miko dan Miko bersiap keluar dari mobil.
"Bukain pintu aku juga dong, kan tadi niatnya mau nge date seperti orang pacaran. Biar romantis gitu." Pinta Amora.
"Ogah, buka saja sendiri." Ucap Miko sambil keluar dari mobil.
"Ihh dasar kulkas, ga ada romantis-romantisnya." Sungut Amora yang akhirnya keluar sendiri dari dalam mobil.
"Mas gandeng dong." Pinta Amora lagi sambil menyerahkan tangan nya.
"Yaelah, kamu kok jadi alay begini sih?" Tanya Miko yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena heran melihat kemanja an Amora.
"Ihh lama ah." Ucap Amora yang langsung meraih tangan Miko dan menggenggam nya dengan erat.
"Amora..."
"Heh jangan marah-marah, atau nanti malam tidak dapat jatah?" Ancam Amora.
__ADS_1
"Dasar kang ancam."
"Biarin Wee,aku belajar dari mas."
"Huh." Akhirnya Miko pun mengalah dan membiarkan Amora menggenggam tangan nya sambil berjalan menuju mall.
Mereka pun mulai menyusuri mall itu dan seperti biasa Amora akan berbelanja semua barang yang dia suka tanpa melihat harga. Sementara Miko hanya mengikuti Amora kemana pun Amora mau.
Setiap mereka lewat maka pandangan orang-orang akan tertuju kepada mereka. karena dimata orang-orang mereka adalah pasangan ideal Amora yang cantik dan Miko yang tampan sangat cocok dan mencolok.
Apalagi Amora yang sedari tadi tidak melepaskan genggaman nya pada tangan Miko menambah keromantisan diantara kedua nya.
"Mas kita belikan baju untuk kamu juga yuk." Ajak Amora.
"Tidak baju ku masih banyak." Tolak Miko.
"Yah mas, aku kepingin belanja untuk mas." Ucap Amora.
"Belanja untuk saya? Ya harusnya pakai uang kamu dong ini kan belanja nya pakai black card saya."
"Hey hey, black card ini kan milik ku selagi surat perjanjian itu masih berlaku. Jadi barang-barang yang ku beli pakai kartu ini adalah uang ku." Ucap Amora mengingat kan.
"Hmm terserah kamu Amora, Amora mah bebas." Jawab Miko mengalah.
"Lah harus itu."
"Yasudah yuk kita ke toko baju pria." Ajak Amora sambil menarik tangan Miko.
Dan lagi-lagi Miko hanya menurut saja. Amora pun membelikan semua baju, celana dan pakaian dalam yang menurut nya bagus untuk Miko. Dan semua pilihan Amora selalu di iya kan oleh Miko. Karena memang semua pilihan Amora adalah pilihan berkualitas dan semuanya sesuai dengan selera Miko.
"Ahh capek juga ya mas belanja." Ucap Amora yang sudah merasa lelah.
"Kamu sudah lapar?" Tanya Miko.
"Yasudah kita makan siang duku yuk." Ajak Miko.
"Ayok mas, setelah ini kita spa ya." Ucap Amora bersemangat.
"Iya iya, terserah kamu saja." Jawab Miko mengalah.
Semua Belanja mereka sudah di bawakan para bodyguard ke dalam mobil sedang kan mereka berdua makan siang di salah satu restoran yang ada di mall itu.
"Hey Amora, kamu kok bisa ada di sini?" Sapa Clara sahabat lama Amora saat melihat Amora ada di mall itu dan ingin masuk ke salah satu restoran mewah di mall itu.
"Lho cla, kamu juga di sini, hehehe iya cla lagi cuci mata." Jawab Amora yang langsung tersenyum bahagia melihat Clara dan cipika-cipiki.
"Oh sama dong, aku juga lagi refreshing aja ke sini."
"Dan ini?," Tanya Clara saat melihat Miko dengan sejuta pesona nya.
"Oh dia.."
"Saya pacar Amora." Potong Miko.
"Hah.." Amora sedikit kaget mendengar ucapan Miko.
"Seperti nya kita pernah bertemu deh sebelum nya, nama saya Clara saya sahabat nya Amora dan dulu pernah satu profesi dengan amora." Ucap Clara sambil menyodorkan tangan nya, yang memang sudah memantau Amora sedari tadi saat dia melihat Amora bergandengan tangan dan berbelanja dengan Miko.
Pria tampan yang sudah merebut hatinya beberapa tahun lalu. Karena dulu saat Miko ada urusan di Indonesia Miko pernah tidur dengan Clara karena saat itu Clara adalah primadona red Apple setelah Amora keluar, jadi Clara di jual satu malam dengan harga tinggi kepada Miko.
Namun sayang sekali Clara tidak sempat menanyakan nama Miko, bahkan saat Clara terbangun di kamar hotel Miko sudah pergi dengan meninggalkan puluhan lembar uang pecahan seratus ribuan.
__ADS_1
Untuk pertama kalinya Clara jatuh cinta pada pandangan pertama kepada seorang pria. Bahkan setelah malam itu Clara selalu mencari tahu tentang Miko tapi tak ada satu pun yang bisa membantu nya karena dia tidak memiliki foto Miko dan tidak tahu siapa nama Miko.
Saat Clara mencoba mencari tau identitas Miko dari sang manager hotel semuanya seakan di privasi. Akhirnya Clara pun menyerah namun rasa cinta nya kepada Miko masih ada sampai sekarang.
Namun sepertinya takdir mempertemukan mereka kembali tanpa sengaja tadi Clara melihat Miko namun sayang nya Miko bersama dengan sahabatnya dan terlihat bahagia.
"Tapi saya merasa tidak pernah bertemu dengan anda." Jawab Miko dingin, tanpa membalas sodoran tangan Clara.
"Oh Apa ini pria baru kamu, ku kira kamu sudah berubah Amora ternyata masih suka jadi simpanan om-om ya." Ucap Clara yang ingin menjatuhkan harga diri Amora di depan Miko, karena dia pikir Miko tidak tau kalau Amora mantan perempuan malam.
"Apa urusan anda? Perlu anda ketahui ya pacar saya ini bukan simpanan saya dan saya juga masih lajang." Ketus Miko yang tidak suka dengan Clara yang terus menatap nya.
"Mas..."
"Yasudah kalau tidak ada yang mau di bahas lagi, kami mau makan siang dulu." Jawab Miko sambil menarik tangan Amora ke dalam restoran dan meninggal kan Clara sendiri an.
"Sialan si Amora, bisa-bisa nya dia berpacaran dengan cinta pertama ku. Tapi tunggu saja Amora aku akan merebut nya dari mu bagaimana pun caranya takkan ku biarkan kau menang dari ku lagi. Dan untuk kamu sekarang kamu boleh Sombong tapi tunggu aja nanti akan ku buat kamu tergila-gila pada ku dan jadi milik ku." Batin Clara sambil mengepalkan tangannya.
"Mas lepas sakit tau." Rengek Amora sambil menarik tangan nya dari genggaman Miko saat mereka sudah masuk ke dalam restoran.
"Maaf."
"Kamu kenapa sih? Seperti nya kamu tidak menyukai Clara kok ketus begitu,bahkan karena kau sampai-sampai aku tidak pamit kepada Clara." Tanya Amora yang merasa heran.
"Iya kamu benar, mas tidak suka cara wanita itu memandang mas, dia terlihat begitu murahan dan cara dia mendapat kan simpati harus menjatuhkan harga diri kamu." Jawab Miko.
"Mas Clara itu orang baik, kamu sudah salah paham menilai dia." Jelas Amora.
"Pandangan saya tidak pernah salah amor."
"Kamu ya mas, selalu saja merasa superior, dan selalu merasa kalau kamu itu benar." Kini Amora benar-benar kesal dengan sikap Miko.
"Sudah jangan bahas ini lagi, sekarang duduk kamu mau pesan apa?"tanya Miko.
"Aku tidak lapar."
"Oh bagus,lumayan uang ku tidak keluar buat bayar makan siang kamu." Ucap Miko yang langsung memanggil pelayan restoran.
"Ihh mas aku lagi marah lho."
"Yasudah lanjut kan saja marah nya,sampai kamu puas." Jawab Miko cuek.
"Kamu ya mas memang tidak ada romantis-romantis nya, bujuk aku kek apa kek." Cetus Amora.
"Menurut mas hal seperti itu tidak perlu di buat jadi bahan marahan deh Amora, ya kan hak mas juga untuk menyukai orang lain atau tidak." Jawab Miko.
"Iya iya, tapi kan dia sahabat aku setidaknya mas hargain aku kek."
"Hahahha ada ya sahabat menjatuhkan sahabat nya, putuskan saja hubungan persahabatan seperti itu Amora."
"Mas kamu salah menilai Clara,ya walaupun kamu tidak menyukai nya setidaknya balas kek jabatan tangan nya."
"Maaf Amora saya tidak bisa. Sudah stop jangan bahas itu lagi, kamu mau makan siang atau tidak? Jangan sampai saya tiga kali bertanya ya."
"Ya mau..."
"Hmm mau pesan apa?"
"Samain saja sama mas."
Akhirnya Miko pun memesan makan siang yang sama dengan Amora.
__ADS_1
Sementara Amora yang merasa bersalah kepada Clara hanya bisa memendam nya tanpa bisa menemui Clara dan minta maaf.
Akhirnya pesanan mereka pun datang, dan mereka berdua pun makan siang bersama.