Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
pengumuman


__ADS_3

"sayang ini artinya kamu positif hamil? Sayang ini bukan mimpi kan?" Tanya Miko sambil terus menggenggam testpack milik Amora.


"Iya mas, Tuhan baik banget ya sama kita. Tuhan menitipkan malaikat kecil di keluarga kecil kita." Ucap Amora yang senyum nya tidak pudar dari bibir mungil nya.


"Iya sayang, mas benar-benar merasakan kebaikan Tuhan untuk hidup kita. Sayang sebentar lagi mas akan jadi seorang ayah."


"Iya mas, dan aku juga akan menjadi seorang ibu."


"Ini kado terindah yang pernah mas terima di hidup mas sayang." Ucap Miko sambil memeluk istrinya itu. Entah kenapa pagi ini Miko begitu cengeng sampai-sampai dia menangis tanpa rasa malu.


"Amora pun membalas pelukan suami itu,dia memeluk erat tubuh Miko.


Setelah ber bahagia ria, akhirnya Miko dan Amora pun memutuskan untuk mandi bersama, karena Miko ingin memastikan kembali kehamilan istrinya itu ke dokter jadi Miko berencana setelah sarapan pagi dia dan Amora akan ke rumah sakit.


"Sayang, terimakasih ya." Ucap Miko sambil memeluk istrinya itu dengan penuh kasih sayang.


"Terimakasih untuk apa mas?"


"Karna kamu sudah bersedia menjadi ibu untuk anak ku."


"Mas aku ini istri kamu, dan memang itu sudah kewajiban istri. Kamu tidak perlu berterima kasih, bahkan aku yang seharusnya berterimakasih mas karena dari banyak nya wanita terbaik yang pantas menjadi istri kamu, tapi kamu malah memilih aku." Ucap Amora.


"Iya sayang, mas bahagia bisa mencintai mu dan di cintai kamu. Tetap bersama ku ya sayang jadi teman hidup ku apapun yang terjadi kita hadapi Sama-sama." Ucap Miko sambil memeluk dan mengelus rambut Amora.


"Sayang ayo kita ke bawah, mas tidak sabar ingin mengumumkan kabar baik ini ke semua anggota keluarga." Ajak Miko saat Amora sedang merapikan ranjang tidur.


"Tapi mas, apa tidak sebaiknya kita cek dulu ke dokter bagaimana hasilnya, kalau memang positif baru Kita umum kan hasilnya.aku takut mas nanti hasil testpack nya berbeda dengan hasil dari dokter." Tanya Amora dengan wajah penuh keraguan.


"Tidak sayang, mas yakin kamu benar-benar hamil. Lagian dari sekian banyak nya testpack masa semua nya positif, kalau bukan karena kamu benar-benar hamil." Jelas Miko.


" Yasudah deh mas, terserah kamu saja, mana baiknya." Akhirnya Amora pun mengalah.


Mereka berdua pun keluar dari kamar dan mulai menuruni anak tangga. Aroma masakan sovi pun sudah mulai menusuk ke hidung.


Namun lagi dan lagi Amora kembali mual saat aroma itu menusuk hidung nya, dan selera makan nya menjadi hilang.


"Oek...oek... Amora pun segera berbalik dan berlari ke kamar mandi karena mual itu seakan tidak tertahan kan.


Miko yang melihat istrinya itu berlari ke kamar pun langsung menyusul Amora. Karena suara mual Amora terdengar sampai kek se isi rumah jadi suara itu mengalihkan fokus mereka dan pada melirik Amora dengar tatapan bingung dan heran.

__ADS_1


Setelah menenangkan Amora dan memberikan minyak angin kepada Amora untuk mengurangi mual nya Miko dan Amora pun turun ke bawah lagi.


"Kenapa istri kamu?" Tiba-tiba sovi memulai percakapan saat Miko dan Amora sampai di meja makan.


"Ma, pa Ravi Miko dan Amora punya kabar bahagia untuk kalian." Ucap Miko sambil merangkul bahu Amora dan tersenyum manis.


Sedangkan Amora merasa gugup dia takut kalau sovi dan yang lain nya tidak bisa menerima kabar baik ini.


" Kabar bahagia apa?" Lagi dan lagi sovi menjawab dengan ketus sedangkan pandangan nya sedikit pun tidak beralih dari Amora. Amora merasakan tatapan penuh kebencian itu namun dia mencoba untuk tenang dan lebih fokus ke minyak angin yang ada di tangan nya untuk di hirup.


"Sayang kamu duduk dulu ya." Miko menarik kursi dan mempersilahkan istri nya itu untuk duduk.


"Kabar baik apa sih Miko? Jangan buat kita penasaran deh." Kini Sean yang kembali bertanya.


"Ma, pa sebentar lagi kalian akan jadi kakek dan nenek dan kamu Ravi akan menjadi paman. Karena Amora positif hamil pewaris Wijaya grup." Jelas Miko dengan wajah penuh kebahagiaan sambil menunjuk kan testpack milik Amora.


"Wahh benarkah, ahh senang nya sebentar lagi papa akan jadi kakek." Jawab Sean dengan antusias.


"Plak... tiba-tiba meja di gebrak."


"Lelucon macam apa lagi ini?, Bisa-bisa nya kamu terus berada di atas ya wanita murahan. Enak sekali hidup kamu. Ingat ya Miko dan kamu wanita murahan jangan harap saya mau menerima kamu sampai kapanpun. Apalagi menerima anak yang sedang kamu kandung saya tidak akan pernah sudi menganggap dia menjadi cucu saya. Walaupun ada darah Miko yang mengalir di tubuh nya kelak tapi darah suci Miko sudah ternodai sama darah kotor kamu. Dan saya akan melakukan segala cara untuk memisahkan kamu dengan anak saya." Ucap sovi dengan penuh kemarahan.


"Ma... apa-apa an kamu ini. Kamu sudah tua ucapan adalah doa. Jaga ucapan sedikit, lagian tega ya kamu ngomong begitu ke menantu kita." Sean yang kaget mendengar ucapan sovi langsung membentak sovi.


"Kamu dan keluarga kami tidak sederajat dan sebanding. Dan selama nya akan seperti jadi maunya saya kamu jangan berharap lebih."


Setelah selesai mengoceh ria akhirnya sovi meninggal meja makan sambil terus berjalan menuju kamar nya.


"Ma, maaf karena status ku di masa lalu begitu menyedihkan dan membuat aib untuk keluarga ini. Tapi apa wanita penuh dosa seperti ku tidak bisa di berikan kesempatan untuk berbuat baik? Mama boleh membenciku tapi aku mohon jangan pernah membenci bayi yang sedang aku kandung dia tidak tau apa-apa ma" kini Amora yang angkat bicara.


Sovi yang mendengarkan ocehan Amora hanya diam saja dan terus berjalan menuju kamar nya.


Sesampainya di kamar nya sovi menangis sejadi- sejadinya.


"Apa aku salah kalau aku ingin anak ku mendapatkan wanita baik-baik, tapi kenapa semuanya selalu berbanding terbalik dari harapan ku. Apa sebesar itu dosa ku sampai Tuhan tidak mau membantu ku sedikit saja " batin sovi sambil menangis sesenggukan di ranjang milik nya.


Sementara di meja makan Sean menguatkan Miko dan Amora agar mereka sabar menghadapi sovi. apalagi dengan kondisi Amora sekarang Sean menyarankan agar Amora tidak boleh terlalu stress dan harus banyak-banyak olah raga ya."


"iya pa, terimakasih banyak pa. jawab Amora sambil tersenyum.

__ADS_1


"pa, kak, Ravi ke kamar dulu ya ada barang yang ketinggalan." pamit Ravi dengan ekspresi wajah berbeda.


"yasudah pa, kita berangkat dulu ya mau cek kehamilan Amora ke dokter." pamit Miko.


"kalian tidak mau sarapan dulu,?" tanya Sean lagi.


"Tidak usah pa, nanti saja Amora sedang tidak nafsu makan."


"yasudah kalian hati-hati di jalan ya, dan buat kamu Amora tidak perlu memikirkan kata-kata mama kamu ya, kamu fokus saja ke kehamilan kamu." titah Sean.


"Baik pa."


"Yasudah pa, Miko sama Amora pamit dulu ya." pamit miko sambil menyalim papa nya kemudian di lanjutkan dengan Amora.


setelah Amora dan Miko pergi Sean pun beranjak dari meja makan menuju kamar mereka.


"Ma kamu kenapa sih, papa benar-benar tidak mengerti lagi jalan pikiran kamu Sekarang bisa-bisanya mama mengatakan itu kepada Amora mama ga mikirin apa perasaan Amora apalagi dengan kondisi dia yang sekarang. mama jadi orang yang berbeda sekarang."


" hah perasaan Amora, lalu bagaimana dengan perasaan mama? kalian semua mikirin tidak, semenjak kehadiran wanita malam itu semua orang di rumah ini jadi membela dia."


"Ma tolong, jangan ikuti ego kamu, tidak ada yang membela Amora. kami semua netral. dan kami semua sayang sama mama dan tidak ada yang berubah, semuanya hanya perasaan mama saja karena mama terlalu mengikuti ego mama."


"Ego mama? salah ya pa mama menginginkan menantu dengan latar belakang yang baik.mama begini juga demi kebaikan Miko pa. mama hanya ingin punya menantu yang terlahir dari keluarga baik-baik mama tidak perlu dia kaya atau berpendidikan mama hanya ingin dia terlahir menjadi wanita yang Solehah bukan seperti Amora dengan latar belakang wanita malam." jelas sovi panjang lebar.


"ma kamu lupa ya, kalau Miko anak kamu juga bukan lah pria baik-baik. Miko juga memiliki masa lalu yang nyaris sama dengan Amora. hanya saja Amora melakukan nya dengan keadaan terpaksa sedangkan Miko melakukan nya untuk kepuasan sendiri. ma kamu jangan egois begitu dong."


"mama tidak perduli pa, pokoknya mama ingin menantu dengan latar belakang perempuan baik-baik."


"lalu apa mama pikir Elsa lebih baik dari Amora setelah apa yang dia perbuat di masa lalu kepada Miko?"


" Jelas, Elsa walaupun dia janda dia hanya tidur dengan mantan suaminya, sedang kan Amora sudah tidur dengan banyak pria. ya walaupun sebenarnya mama juga tidak terlalu setuju kalau Elsa jadi menantu mama Karen sebenarnya mama hanya menggunakan Elsa untuk membantu mama memisahkan Miko dan Amora tapi kalau pilihan nya hanya ada Elsa dan Amora maka mama lebih memilih Elsa menjadi menantu mama yang jelas babat, bibit, bebet dan bobot nya."


"ma kamu benar-benar egois ya, papa tidak mengerti lagi jalan pikiran mama. mama bilang tadi mama hanya ingin yang terbaik untuk anak-anak mama. kalau begitu seharusnya mama mendukung dong pilihan Miko karena yang terbaik menurut kita belum tentu baik buat anak-anak kita."


"Ingat ma kita orang tua hanya jadi pendukung untuk rumah tangga anak, bukan sebagai kontroling apapun pilihan mereka kita hanya bisa mendukung karena yang menjalaninya mereka bukan kita." sambung sean lagi.


"tapi pa.."


"Ma tidak ada tapi-tapian, lihat lah Miko yang sekarang dia jauh lebih bahagia semenjak kehadiran amora. percaya lah ma Amora sebenarnya wanita baik semua nya terjadi karena keadaan. berikan dia kesempatan ma, pikirkan semua nya matang-matang jangan hanya karena ego mama. kita kehilangan Miko ingat ma sekarang Miko memiliki istri dan sudah jadi tanggung jawab nya melindungi istrinya." potong sean.

__ADS_1


"yasudah papa berangkat ke kantor dulu ya, mama baik-baik di rumah." pamit Sean sambil mengambil jas nya.


sovi yang duduk di tepi ranjang pun, bangkit dari duduk nya untuk mengantar suami ke pintu, dan akhirnya Sean pun berangkat ke kantor.


__ADS_2