Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Toko roti


__ADS_3

Pagi ini setelah selesai sarapan Sovi mengutarakan niat nya yang ingin mengajak Amora dan Miko ke butik sahabat nya untuk fiting baju pengantin.


"Wahh Miko kalau pagi ini tidak bisa ma, soalnya ada rapat bagaimana kalau kita pergi nya nanti siang saja?" Tanya Miko pada mama nya.


"Mama sudah janji sama sahabat mama pagi ini Miko, kamu menyusul saja nanti kalau rapat nya sudah selesai. Biar mama sama Amora saja yang lebih dulu ke sana." Jawab Sovi.


"Tapi ma.."


"Kenapa kamu tidak yakin sama mama? Takut Amora kenapa-kenapa kalau sama mam?" Potong sovi saat melihat raut protes di wajah putranya itu.


"Bukan kok ma, Miko hanya takut saja Amora kan sedang hamil muda, nanti malah akan menyusahkan mama. bagaimana sayang kamu yakin kuat? Kalau nanti kamu mual atau mabuk perjalanan bagaimana?" Tanya Miko ke istri nya untuk mengalihkan pembicaraan.


"Kuat kok mas." Jawab Amora.


"Kamu tenang saja Miko, mama sudah lebih dulu ketimbang istri kamu jadi mama sudah tau apa yang harus di lakukan atau tidak dapat di lakukan oleh bumil. Lagian mama pasti bakal jaga calon cucu mama kok."


"Sudah lah Miko, percaya saja kepada mama mu." Timpal Sean.


"Iya kak, sekarang kita ke kantor saja, soalnya kita hampir telat sebentar lagi klien penting kita akan tiba di kantor." Ajak Ravi.


"Iya mas, kamu tenang saja kan ada mama dan pak Paijo, pasti aman kok. Kamu fokus ke rapat saja nanti ya." Ucap Amora menenangkan suaminya itu.


"Iya sayang, kalau ada apa-apa langsung kabarin mas ya."


"Iya iya mas."


Akhirnya Miko, Sean dan Ravi pun beranjak dari meja makan dan berpamitan untuk berangkat ke kantor.


"Mama mandi dulu ya, kamu siap-siap sana." Titah sovi saat para lelaki di rumah itu sudah berangkat ke kantor.


"Iya ma." Jawab Amora sambil menyuguhkan senyum manis nya.


"Ngapain kamu senyum-senyum ke mama?"


"Ga apa-apa ma, senyum kan ibadah."


"Hmm terserah kamu saja." Jawab sovi yang akhirnya berlalu meninggalkan Amora.


Amora hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah mertua nya itu. Akhirnya dia juga menaiki anak tangga menuju kamar nya untuk bersiap-siap.


"Lihat saja ma, cepat atau lambat akan ku taklukkan hati mama dan akan ku jadikan diriku sebagai menantu kesayangan mama." Batin Amora.


.

__ADS_1


.


.


Setelah beberapa menit berlalu mereka berdua pun sudah siap. Mereka pun segera berangkat ke butik teman nya sovi dengan mobil yang di supir in pak Paijo.


Di dalam mobil mereka berdua sibuk dengan ponselnya masing-masing. Karena mau membuka obrolan mereka berdua sama-sama gengsi.


"Pak Paijo, kita beli cake dulu di toko roti biasa ya. Temen saya nitip pengen di beliin cake di sana." Titah sovi.


"Baik nyonya." Jawab Paijo.


"Tapi nyonya di depan sedang ada perbaikan jalan, sedangkan toko roti nya ada di jalan yang berlawanan arah dengan kita, jika kita memutar maka akan kena macet dua kali." Jelas Paijo.


"Hmmm, yasudah kalau begitu kamu tepikan saja mobil nya dan tunggu saya di sini, biar saya saja yang menyebrang ke toko seberang sana." Titah sovi lagi.


"Tidak perlu nyonya biar saya saja yang mengambil pesanan nya, nyonya besar dan nyonya muda tunggu saja di mobil." Tawar Paijo.


"Tidak perlu Paijo, kamu di sini saja, saya juga ada yang ingin di obrolin sama owner toko nya untuk resepsi pernikahan Miko nanti." Jawab sovi.


"Ohh begitu, Baiklah nyonya." Jawab Paijo.


"Ma Amora ikut." Ucap Amora saat mertuanya ingin turun dari mobil.


"Kamu tunggu saja di sini, mama cuman ambil pesanan tadi sudah wa owner nya. Lagian kan kata suami kamu kamu tidak boleh sampai kenapa-kenapa." Titah sovi lagi.


"Biar mama belikan,"


"Terimakasih ma."


"Ini untuk cucu mama, bukan untuk kamu ga usah ke PD an ya."


"Hehehe iya iya ma." Jawab Amora sambil cengengesan.


Akhirnya sovi pun turun dari mobil dan menyebrang jalan karena toko rotinya ada di seberang jalan.


Sembari menunggu mertuanya membelikan roti Amora hanya menatap ke jalan raya sambil melihat mobil-mobil yang berlewatan. Beberapa menit berlalu akhirnya sovi keluar dari toko roti itu dengan dua plastik kresek di tangan nya.


Sovi seperti nya sedang menunggu mobil berlewatan dan akhirnya dia menyebrang jalan, dan tiba-tiba satu mobil mewah hitam melaju kencang dari arah berlawanan menuju sovi.


"Ma awas...." Teriak Amora saat melihat mobil itu seakan sengaja ingin menabrak sovi.


Sovi yang awalnya fokus ke depan langsung spontan mundur ke belakang, saat mendengar kan teriakan menantu nya itu sehingga mobil itu berlalu dan akhirnya ..."Bruk, seakan kehilangan kendali mobil mewah itu pun menabrak pembatas jalan.

__ADS_1


Amora yang masih syok langsung keluar dari mobil dan berlari menghampiri ibu mertua nya yang masih mematung di pinggir jalan.


"Ma, mama tidak apa-apa kan? Tidak ada yang luka kan ma?" Tanya Amora sambil memeluk mama mertuanya itu.


Sovi yang masih syok hanya diam di pelukan Amora, dia merasakan detak jantung Amora berdegup sangat kencang.


Sementara keadaan yang awalnya tenang tiba-tiba ramai, karena mobil yang ingin menabrak sovi tadi menabrak pembatas jalan dan beberapa mobil di depan nya dan akibatnya terjadi lah tabrakan beruntun dan beberapa di antaranya mengalami luka ringan dan luka serius.


"Ma, mama tidak apa-apa kan?" Tanya Amora lagi memastikan semua nya.


"Ini nyonya minum dulu." Ucap Paijo yang menyerahkan sebotol air mineral kepada sovi.


"Mama baik-baik saja kok, terimakasih Paijo." Jawab sovi saat dia sudah meminum air itu dan di tenang kan oleh Amora.


Saat korban kecelakaan itu di bawa ke ambulan paijo melihat seseorang yang tidak asing.


"Kenapa korban kecelakaan nya seperti nyonya Elsa ya." Tanya Paijo.


Saat mendengar kan nama Elsa tiba-tiba Amora dan sovi bersama an melihat ke arah kejadian, dan benar saja wanita yang sudah pingsan dengan wajah dan tubuh sudah di penuhi dengan darah itu ternyata Elsa.


Elsa dan beberapa korban lain nya pun di bawa sang petugas kesehatan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.


"Bagaimana bisa dia Elsa." Tanya sovi yang masih belum bisa berpikir jernih.


"Paijo, Amora tolong jangan bilang dulu kejadian ini ke Miko atau siapapun dulu ya, saya tidak mau rapat mereka sampai terganggu karena masalah ini." Titah sovi.


"Baik nyonya, baik ma."


"Yasudah kita ke mobil yuk, kita istirahat di butik teman mama dulu aja." Ajak sovi.


"Elsa, apa dia berniat mencelakai ku? Karena apa karena kata-kata ku kemaren? Ternyata dia benar-benar wanita ular. Dan apa tadi Amora kenapa dia sebegitu khawatir nya kepada ku sampai-sampai dia gemetaran dan panik bahkan detak jantung nya." Batin Sovi saat mobil sudah melaju.


"Apa Amora tidak membenci ku setelah semua yang ku lakukan kepada nya selama ini, kalau bukan karena dia teriak tadi, dan menyelamatkan ku, ku rasa aku sudah tidak di bumi ini lagi." Batin nya lagi.


.


.


#Flashback on...


Elsa yang kebetulan ada urusan di sebuah toko yang tidak jauh dari toko roti tempat sovi membeli roti tadi tidak sengaja melihat sovi menyebrang jalan dan masuk ke toko roti itu.


Entah setan apa yang merasuki Elsa tiba-tiba dia teringat dengan penolakan sovi kepada dirinya beberapa Minggu lalu. Dan seakan lepas kendali Elsa yang melihat sovi keluar dari toko roti itu dan ingin menyeberang jalan langsung tancap gas ingin mencelakai sovi.

__ADS_1


Namun tiba-tiba teriakan Amora menyadarkan sovi, dan hal itu mengoyahkan fokus Elsa, karena lepas kendali dan karena mengemudi dengan kecepatan tinggi akhirnya Elsa pun menabrak pengemudi di depan nya dan akhirnya menabrak pembatas jalan.


#flashback off...


__ADS_2