Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Settingan


__ADS_3

Sementara di lain tempat Tama yang baru saja selesai menyelesaikan semua pekerjaan nya segera menuju cafe tempat Elsa dan Ana menunggu nya.


"Maaf ya telah membuat kalian menunggu lama." Ucap Tama yang langsung menghampiri kedua nya.


"Hmm santai tam, ga lama-lama amat kok." Jawab Elsa.


"Nih kenalin dulu Tante Ana." Ucap Elsa sambil menunjuk kepada Ana.


"Halo Tante saya Pratama, panggil saja Tama" Ucap Tama sambil mengulurkan tangannya.


"Saya Ana, Tante nya Amora." Jawab ana yang membalas uluran tangan Tama.


"Jadi bagaimana Elsa, apa kita bisa bekerja sama?" Tanya Tama yang duduk di hadapan mereka dan menanyakan soal penyelidikan Elsa terhadap Tante Ana.


"Sejauh ini sih bisa di manfaatkan." Jawab Elsa.


"Memang informasi apa saja yang dia punya?" Tambah Tama.


Elsa pun mulai menceritakan semua informasi yang dia dapat dari Ana dan rencana yang ingin di jalan kan nya.


"Bagaimana menurut kamu Tama?" Tanya Elsa setelah dirinya sudah menceritakan semua nya.


"Hmmm ide bagus, tapi siapa orang yang bisa membuka semua masa lalu Amora? Kenapa tidak Tante jujur saja semua nya sekarang?" Tanya Tama penasaran.


"Santai dong Tama, kita kerjain satu-satu dulu, jangan gegabah." Jawab Ana.


"Hmm baiklah, jadi begini Tan menurut cerita Elsa saya tau apa yang seharusnya kita perbuat jadi saya sudah kepikiran tentang satu hal. Kita akan membuat semua nya menjadi sedemikian rupa. Agar ini terlihat natural." Jelas Tama.


"Maksud kamu Tam?" Tanya Elsa yang memang tidak mengerti jalan pikiran Tama.


"Kalian berdua santai saja, pokoknya besok kita jalan kan rencana ini agar menjadi semulus mungkin." Tama tertawa penuh kemenangan.


"Jadi saya harus ngapain sekarang nak tama?" Tanya Ana yang kebingungan.


"Besok Tante datang ke alamat ini, dan di sana nanti orang-orang saya sudah menunggu Tante." Ucap Tama sambil menyerah kan sebuah alamat kepada ana.


"Lalu bagaimana dengan bayaran saya?" Tambah ana lagi.

__ADS_1


"Tenang setelah semua nya terekam besok Tante akan langsung menerima Dp nya." Jawab Tama.


"Baiklah, kalau memang tidak ada lagi yang ingin di bicarakan saya pamit pulang dulu." Pamit Ana.


"Okay Tante Ana, senang bekerja sama dengan anda." Tama menyalam ana dan memberikan beberapa uang pecahan seratus ribuan.


"Untuk ongkos pulang." Tambah Tama.


"Terimakasih banyak nak Tama, nak Elsa Tante pamit pulang dulu ya." Pamit Ana dengan wajah sumringah nya.


"Iya Tante, hati-hati di jalan ya." Jawab Elsa yang tersenyum paksa.


Ana pun keluar dari cafe itu dan segera pulang dengan hati gembira.


"Apa sih tujuan kamu yang sebenarnya?" Tanya Elsa yang penasaran.


"Santai saja Elsa, kamu duduk manis saja dan tinggal tunggu kisah spektakuler.ayo kita lihat se kuat apa netizen Indonesia. Sekarang waktunya kita pergunakan netizen untuk menghancurkan hidup Amora dan keluarga Wijaya grup." Jelas Tama dengan tawa menggelar.


"Please tam, kali ini aku percaya sama kamu, tolong jangan hancurkan rencana kita. Kali ini balas dendam kita harus berhasil ya." Ucap Elsa.


"Santai saja Elsa, aku yakin video nya akan langsung viral, lagian kau tau sendiri kan netizen Indonesia suka menghujat tanpa mencari tau kebenaran nya dan mendengarkan kebenaran nya dari dua pihak." sambung Tama.


"Pasti Elsa, aku bisa menjamin kalau kali ini rencana kita akan berhasil asal kamu bisa jaga mulut kamu saja, jangan seperti kemaren." Ledek Tama.


"Santai tam, aman." Jawab Elsa.


Mereka berdua pun akhirnya mengobrol ringan tentang banyak hal sampai larut malam dan akhirnya kedua nya memilih untuk pulang.


.


.


Waktu pun terus berlalu dan kini sudah pagi, seperti rencana sebelumnya pagi-pagi sekali Ana pun berangkat ke alamat yang di berikan oleh Tama. Dan benar saja sesampainya di alamat itu Ana Langsung di sambut oleh orang suruhan Tama.


Ana di suruh ganti baju dan di dandani jadi kucel seperti seorang pengemis.


"Lho kok saya di dandani seperti ini sih?" Protes Ana.

__ADS_1


"Ibu tenang saja, ikut saja sama kita ini bagian dari rencana Tama." Jelas sang pria yang sedang me makeup in ana.


"Hmm iya deh." Jawab Ana pasrah.


Saat Ana sudah selesai di dandani, Tama pun datang bersama Elsa.


"Hay Juna." Ucap Tama sambil menyalim salah satu pria yang sudah ada di tempat itu.


"Hey tam, apa kabar nih? Ini calon kamu ya?" Sambil menunjuk Elsa.


"Kabar baik nih, bukan dia Elsa, dia hanya partner buat menjalankan rencana ini." Jawab Tama sambil tersenyum.


"Halo mbak cantik, kalau Tama tidak mau sama mbak sama saya juga boleh kok." Ucap Juna sambil tersenyum ganjen kepada Elsa.


"Hmm iya iya." Jawab Elsa tersenyum paksa.


"Jadi bagaimana nih soal kelanjutan rencananya?" Tanya Tama kepada Juna.


"Santai sob, Lo kan tau gue sering bikin konten kebaikan. Nah nanti si Tante ini kita setting saja jadi penjual tissue nah nanti kek secara tidak sengaja gue dan team gue ketemu nih sama Tante ini. Kita pun pura-pura membantu si Tante ini." Jelas Juna.


"Terus?" Tanya Elsa penasaran.


"Nah nanti kita bakal kek tanya-tanya tentang latar belakang Tante ini. Nah si Tante bakal cerita tentang hidup nya yang melarat dan tidak di perduli kan oleh keluarga nya padahal dirinya sedang sakit dan harus berjuang melawan keras nya hidup. Bahkan dia juga akan cerita bahwa Amora adalah keponakan kandung nya. Siapa yang tidak kenal Amora Anggita istri dari Miko Wijaya salah satu orang terkaya di negeri ini. Nah nanti si Tante berdrama seakan-akan menangis karena Amora lupa dengan keluarga nya dan malu mengakui keluarga nya karena si Tante ini miskin. Padahal dulu si Tante pernah bantu biaya pengobatan papa nya Amora namun Amora tidak mau membantu Tante ini padahal hidupnya bergelimang harta." Jelas Juna yang memang sudah sangat pro dengan setting am seperti ini.


"Lalu nanti aku akan meng-upload nya di semua media sosial ku, dan dengan banyak nya followers ku ku jamin cerita ini akan segera menyebar dan akan menghancurkan reputasi Miko dan Amora." Sambung Juna dengan bangga.


"Wahh ide nya brilian banget, aku suka." Ucap Elsa yang langsung tertarik.


"Bagaimanapun Tante apa Tante bisa menjalankan rencananya ini?" Tanya Tama kepada Ana.


"Itu mah pekerjaan yang gampang." Jawab Ana tersenyum.


"Baiklah saya rasa semua nya bisa kita mulai." Ucap Tama yang sudah tidak sabaran.


Akting pun mulai mereka jalan kan, dsn benar saja semua yang di rencanakan bisa berjalan dengan baik, apalagi Ana dia memang ratu drama dia bisa menjalankan drama itu dengan senatural mungkin. Bahkan Elsa dan Tama begitu takjub melihat akting Ana.


Setelah semua video di dapat Juna pun ijin untuk mengedit nya terlebih dahulu lalu meng-upload nya. Dengan adanya bantuan Tama Juna akan mendapatkan uang dua kali lipat dari Tama dan hasil penjualan video palsu itu. Tak hanya itu Ana juga begitu bahagia karena Tama membayar setengah dari perjanjian mereka.

__ADS_1


Sementara Elsa dan Tama merasa puas tanpa harus ikut terjun ke dalam masalah ini musuh mereka akan hancur sendiri nya.


__ADS_2