
"kau lihat kan mas aku baik-baik saja setelah makan sarapan dari mama. Kamu memang suudzon banget deh jadi orang." Ucap Amora saat suaminya sudah keluar dari kamar mandi dan dirinya sudah selesai sarapan.
"Hmm bukan suudzon sayang, lebih tepat nya waspada. Tapi ngomong-ngomong kok tumben kamu mau habisin sarapan kamu?" Tanya Miko sambil membersihkan badan menggunakan handuk.
"Hehehe ga tau mas, aku rasa mood aku membaik setelah dapat sarapan dari mama."
"Hmm bagus deh sayang, mas senang lihat mama mulai perhatian sama kamu."
"Iya mas, aku juga senang semoga seiring berjalannya waktu mama mau ya mas menerima aku apa adanya."
"Amin sayang amin." Jawab Miko yang mulai menggunakan deodorant dan memakai pakaian nya.
Setelah selesai berpakaian Miko pun memutuskan turun ke bawah untuk sarapan sedangkan Amora masuk ke kamar mandi untuk mandi. Karena tadi dia hanya cuci wajah dan gosok gigi karena sovi yang tiba-tiba datang ke kamar mereka.
Miko yang harus berangkat ke kantor pun memutuskan mandi lebih dulu dari Amora dan ke bawah lebih dulu untuk sarapan.
.
.
.
sementara di bawah sovi yang sedang asyik menyiapkan sarapan untuk keluarga nya di kaget kan dengan kedatangan Elsa.
"Selamat pagi Tante cantik." Sapa Elsa yang menyelonong masuk ke rumah Wijaya tanpa di undang.
"Lho Elsa kamu ngapain di sini?" Tanya sovi yang kaget melihat Elsa yang sudah berdiri di hadapan nya dengan pakaian seksi sehingga membentuk lekuk tubuhnya tak lupa senyum sumringah menghiasi wajah putih mulus nya.
"Iya mau ketemu Tante dan Miko lah. Lagian Tante sih di wa sama Elsa dari kemaren ga di balas-balas." Kelas Elsa dengan ekspresi wajah cemberut.
__ADS_1
"Ohh maaf Elsa, kemaren Tante sibuk. Tapi kamu ada keperluan apa datang ke sini? Perasaan kita ga ada janji deh." Tanya sovi lagi sambil terus menyiapkan sarapan di meja makan.
"Ga ada Tante, Elsa hanya merindukan Tante dan Miko saja hehehe." Jawab Elsa cengengesan.
"Ohh itu, tapi rasa Tante mulai besok kamu tidak perlu datang ke sini lagi deh Elsa. Dan satu lagi ga usah mengharapkan Miko ya Miko sudah jadi suami orang lho." Pinta sovi.
"Hah? Tante kok jadi berubah haluan sih? Apa ini semua karena Masalah parfum kemaren? Tan percaya deh itu Elsa di jebak sama si Amora. Ya kali Elsa nyuri parfum nya Tan, mau beli se toko parfum itu pun Elsa sanggup Tan, yakali nyuri parfum murahan kek gitu." Kata Elsa memberi penjelasan.
"Bukan Elsa bukan karena itu, setelah Tante memikirkan semuanya matang-matang akhirnya Tante memutuskan untuk mencoba menerima Amora sebagai menantu Tante, apalagi sekarang amora sedang hamil anak Miko jadi mau tidak mau Tante harus merawat ibu dari cucu Tante." Jelas sovi.
"Hahaha Tante ga salah? Bukan nya kemaren Tante benci banget sama si Amora.dan sekarang Tante mau mencoba menerima dia sebagai menantu Tante? Dan apa si Amora hamil anak Miko? Tante yakin anak yang di kandungan dia itu anak Miko bukan nya mereka menikah baru 2 Minggu ya?" Tanya Elsa yang merasa ada yang janggal di kehamilan Amora.
"Tante rasa itu bukan urusan kamu Elsa, yang pasti Tante mau minta maaf karena pernah menyeret mu ke masalah rumah tangga Miko dan Amora."
"Lalu maksud Tante aku harus mengalah begitu? Melepaskan Miko begitu saja?"
"Elsa ga perduli Tan, dan asal Tante tau ya apapun yang Elsa mau harus Elsa dapatkan tidak perduli jalan yang harus Elsa lewati untuk mendapatkan itu. Ada atau tidak adanya dukungan dari Tante Elsa akan tetap mempertahankan Miko." Kekeh Elsa.
"Elsa jangan gila kamu, kamu kan dulu yang meninggal kan Miko. Dan Tante tau kok kamu begini Pasti karena harta nya Miko kan? Kamu mau jadi pelakor hah?"
"Iya Tan, aku memang sudah terlalu tergila-gila kepada anak Tante. Dan masalah harta bukan sepenuhnya karena masalah harta sih tapi lebih ke Miko yang dulu dan sekarang sudah berubah dan aku mencintai Miko yang sekarang. Aku akan memperjuangkan cinta ku kepada Miko Tante dan akan membuat Tante dan Amora menyesal karena pernah menghinaku."
"Elsa jangan gila kamu ya, Tante tau Tante salah karena pernah menyeret mu ke maslaah yang tidak seharusnya kamu urus. Tapi untuk sekarang Tante mohon biarkan Amora dan Miko bahagia." Pinta sovi dengan wajah memohon.
"Maaf tante, tapi Tante sudah membangun kan Sinaga yang sudah tidur."
"Terserah kamu Deh Elsa mau nya bagaimana, yang penting Tante sudah minta maaf dan Tante mohon jangan ganggu lagi anak-anak saya ya." Pinta sovi.
"Kau yang sudah berani bermain api dengan ku nyonya sovi Wijaya da kamu juga yang harus merasakan panasnya permainan mu." Batin Elsa yang mulai merencanakan sesuatu di otak nya.
__ADS_1
"Seperti nya tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan Elsa, silahkan kamu tau kan pintu keluar di mana, atau perlu saya panggil kan satpam untuk membantu kamu keluar dari sini?"
"Tidak perlu, terimakasih banyak tante sampai bertemu lain waktu lagi." Ucap Elsa sambil berlalu meninggalkan ruang meja makan keluar Wijaya itu.
"Semoga keputusan yang ku ambil ini benar dan tidak melukai siapapun." batin sovi yang melihat punggung Elsa menjauh meninggalkan rumah nya.
dan beberapa menit kemudian semua anggota keluarga kumpul di meja makan kecuali Amora untuk sarapan pagi.
"apa kau kurang tidur kenapa mata mu sampai seperti itu?" tanya Sean saat melihat kondisi Ravi yang terlihat sedang tidak baik-baik saja.
"Ohh ga kok pa, santai aja." jawab Ravi sambil cengengesan.
"ini semua karena kamu Miko, kalau bukan kamu yang berbucin Ria dengan istrimu Ravi tidak akan mengalami hal yang berat begini." protes sovi sambil menyendok nasi ke piring suaminya.
"Halah ma lebay sekali, biasanya juga Ravi lembur kok dan dia sehat-sehat saja."
"sudah- sudah kok kalian jadi debat sih, ayo sarapan istrimu mana Miko dia tidak ikut Saparan?" tanya Sean yang baru menyadari tidak ada Amora di sana.
"ohh katanya Amora nyusul pa, soalnya sekarang dia sedang mandi lagian dia sudah sarapan kok pa." jawab Miko sambil mulai menyendok nasi goreng itu ke piring nya.
"hah sudah sarapan?"
"iya pa, tadi pagi dia di antarin sarapan dari ibu negara, enak sekali ya hubungan menantu dan mertua itu." ledek Miko.
"uhukk..Sean tersedak mendengar kan penuturan Miko. dia melirik istirnya yang tiba-tiba buang muka itu.sean serasa tidak percaya dengan kata-kata sovi tadi malam. tapi pagi ini dia mulai membuktikan nya."
"hmm bagus lah kalau begitu Miko, yasudah kita sarapan yuk nanti telat berangkat ke kantor." ajak Sean
akhirnya mereka pun sarapan bersama.
__ADS_1