
Setelah selesai berjemur, Ayu pun membawa Ravi kembali ke dalam untuk beristirahat.
"Yu kamu tidak ada kuliah hari ini?" Tanya sovi yang tiba-tiba nongol di kamar Ravi.
"Ehh nanti siang Bu." Jawab Ayu yang sedikit kaget.
"Sudah tidur ya dia?" Tanya sovi saat melihat Ravi sudah berbaring di ranjang nya.
"Iya Bu." Jawab Ayu lagi.
"Ohh iya kan kamu kuliah nya nanti siang, boleh tolong jagain Ravi ya,takut nanti dia butuh minum atau apa. Soalnya ibu dan Amora mau imunisasi pertama baby syyaid dulu." Ucap Sovi yang memang hari ini adalah imunisasi pertama nya baby syyaid.
"Ohh siap Bu." Jawab Ayu.
Setelah selesai bersiap-siap Amora dan sovi pun segera berangkat untuk imunisasi nya baby syyaid yang pertama. Karena hari ini usia baby syyaid sudah genap satu bulan.
Ayu pun menyempatkan mandi dan sarapan karena sedari tadi dia belum sarapan.
Setelah selesai sarapan ayu yang masih memiliki tugas kampus pun akhirnya memutuskan untuk membawa tugas nya ke kamar Ravi sembari menjaga Ravi manatau Ravi butuh apa-apa.
Ayu pun duduk di meja belajar kamar Ravi sembari membuka tugas-tugas nya dan mulai bergelut dengan tugas-tugas tersebut. Tak berselang lama ayu kini sudah fokus ke tugas kuliah nya sampai dia tidak sadar kalau Ravi sudah bangun dari tidur nya dan sedang menatap wajah serius nya.
"Kamu mode serius aja cantik sekali yu." Batin Ravi yang terpesona melihat kecantikan Ayu.
"Pokoknya kali ini kamu ga bakal ku lepas yu, apapun yang terjadi." Batin Ravi sambil bertekad kuat.
Saat sedang asyik menatap ayu tiba-tiba ponsel ayu berdering, tentu Ravi yang gelagapan langsung pura-pura tidur lagi.
Fokus Ayu yang terganggu pun akhirnya segera mengecilkan nada suara ponsel nya takut Ravi terbangun. Ayu melihat layar ponsel itu ternyata Steven lah yang menelepon nya.
"Ngapain sih pak Steven nelpon pagi-pagi begini." Batin Ayu.
Ayu pun melirik ke arah Ravi yang terlihat masih tertidur pulas dan karena ponsel nya terus berdering akhirnya ayu pun memutuskan untuk menjawab panggilan itu.
"Assalamualaikum, ada apa ya pak?" Tanya Ayu dengan setengah Suara.
"Waalaikumsalam Yu, akhirnya kamu jawab juga kamu ada kuliah kan hari ini?" Tanya
Steven yang merasa lega karena Ayu menjawab panggilan nya.
"Iya pak, ada nanti jam satu siang pak, kenapa memang nya pak?" Tanya Ayu lagi.
"Ini si Ayu lagi telepon an sama siapa sih, kok seperti bisik-bisik sih." Batin Ravi yang merasa kepo karena ayu Ngomong dengan setengah Suara.
"Boleh kita bertemu Setelah kuliah mu selesai?" Sambung Steven.
"Untuk apa ya pak?" Tanya ayu.
"Ada yang ingin saya bicara kan sama kamu yu please ya yu sebentar saja." Mohon Steven.
"Tapi pak..." Belum lagi Ayu melanjutkan kata-katanya sudah di potong oleh Steven.
__ADS_1
"Hanya sebentar doang kok yu, ya yu ya ini penting sekali." Jelas Steven dengan nada memohon.
"Hmmm yasudah, mau ketemu di mana pak?" Tanya Ayu yang akhirnya mengalah.
"Di mana saja boleh yu, di cafe saya juga boleh tidak lama kok." Ujar Steven.
"Baiklah pak, nanti saya info kan lagi ya." Jawab Ayu mengalah karena masih menghargai Steven sebagai dosen nya.
"Terimakasih banyak ya yu, saya tunggu sore nanti. Selamat pagi assalamualaikum." Tutup Steven.
"Baik pak, waalaikumsalam." Jawab Ayu.
"Hah Ayu mau ketemu sama siapa, kok panggil pak segala. Bukan nya mama bilang dia tidak jadi pindah dan bekerja di tempat lain ya. Kalau dosen masa mahasiswa semester satu udah ada urusan secara pribadi sama dosen." Batin Ravi yang langsung takut Ayu pergi.
"Siapa ya yang di panggil pak sama Ayu, apa dia punya Seseorang kenalan bapak-bapak. Sugar Daddy orang kaya dan mungkin ayu akan memilih dia dan meninggalkan ku." Ravi berdebat dengan pikirannya sendiri.
"Tapi kan aku juga ga miskin-miskin amat, aku masih tampan dan muda masa sih ayu lebih memilih om-om, seperti nya hubungan mereka juga sudah dekat. Apa aku terlalu cuek sama ayu ya sampai aku melewatkan orang-orang yang mencoba merebut nya dari ku." Batin Ravi yang merasa hati nya cemburu.
"Ehemmm." Ayu berdehem saat melihat mata Ravi yang berkedip-kedip artinya Ravi pura-pura tidur.
Karena deheman Ayu akhirnya Ravi membuka mata nya.
"Ehh yu kamu di sini, mama di mana?" Tanya Ravi yang pura-pura baru bangun tidur.
"Ibu sovi sedang menemani mbak Amora imunisasi baby syyaid." Jawab Ayu.
"Ohh begitu."
"Kakak butuh sesuatu?" Tanya ayu yang mengingat apa tujuan dia ada di kamar Ravi .
"Kuliah kak, sebentar lagi masuk jam 1." Jawab Ravi.
"Ohh begitu, ehh yu kakak boleh tanya tidak?" Tanya Ravi yang tidak bisa menahan gejolak di hati nya.
"Boleh kak, mau tanya apa?" Tanya Ayu.
"Ayu sudah punya pacar, atau orang yang dekat mungkin?" Ravi semakin melancarkan kekepoan nya.
"Hahaha kok kak Ravi nanya begitu." Ayu tertawa kecil.
"Iya kakak cuman penasaran saja, ayu kan cantik dan manis sudah punya pacar belum. Pasti di kampus banyak yang dekatin ya yu?" Ravi semakin tidak bisa mengontrol perasaan nya.
"Belum kak, Ayu mau fokus mengejar masa depan dulu kak, pacaran nanti saja lah." Jawab Ayu dengan tatapan sendu.
"Bagaimana mungkin aku bisa jatuh cinta sama orang lain kak, kan cinta nya udah sepenuhnya untuk kakak. Walaupun kakak lupa itu semua." Batin Ayu.
"Tapi yang dekat in di kampus banyak ya yu?" Ravi yang kepo terus mengorek kisah percintaan Ayu.
"Hahaha tidak ada kak," jawab Ayu yang sebenarnya malas kalau bahas perasaan begini karena hanya membuat dirinya sedih.
"Tapi yang kemaren waktu di restoran itu sepertinya dia suka kepada mu." Ravi tiba-tiba teringat kepada Steven saat mereka makan siang dulu.
__ADS_1
"Yang mana kak?" Tanya Ayu yang lupa moment itu.
"Itu lho, yang waktu makan malam bareng kak Miko, kak Amora, kakak dan kak Kanaya." Jelas Ravi.
"Ohhh itu, cuman teman doang itu kak." Jawab Ayu yang mengingat moment itu.
"Ahh seperti nya dia suka lah sama kamu yu." Pancing Ravi.
"Ahh hanya teman kok kak, ehh tunggu dulu tapi kok kakak bisa ingat momen itu, bukan nya kakak masih amnesia ya, dan itu kan bisa terbilang moment baru-baru ini." Tanya Ayu yang merasa janggal.
"Mati gue, kenapa jadi keceplosan begini sih. Ketahuan dong bohong nya." Ravi langsung gelagapan.
"Ehh iya ya yu, kok bisa ya kakak ingat itu ya." Ravi langsung salah tingkah.
"Kalau momen itu kakak ingat, berarti momen sebelum nya juga kakak sudah ingat dong yah, atau ingatan kakak sudah pulih?" Tanya Ayu yang penasaran.
"Aduhh yu, aduhh kepala kakak sakit yu," Ravi langsung drama memegang kepalanya dan merasa kesakitan.
"Kak, di mana yang sakit?" ayu langsung panik.
"Kak minum dulu." Ayu mencoba menenangkan Ravi yang kesakitan.
"Kak jangan di paksa kalau memang belum ingat." ayu mencoba menenangkan Ravi.
"Iya yu, tadi Kakak mencoba mengingat nya malah bikin kepala kakak sakit." Jawab Ravi berbohong.
"Maafin ayu ya kak, yaudah ga usah di paksa kak,biar saja semua berjalan seiring waktu." Ayu pun merasa menyesal.
"Tidak apa-apa kok yu." Jawab Ravi.
"Gila, hampir saja ketahuan tadi, untung aku pintar. Semoga Ayu tidak curiga, makanya Ravi kalau ngomong tuh di pikir dulu hampir saja berantakan tadi semua nya." Batin Ravi yang merasa lega.
Beberapa menit kemudian sovi dan Amora beserta baby syyaid pun pulang, Ravi pun minta tolong agar di panggil pak Paijo untuk membantu dirinya ke kamar mandi.
"Pak saya boleh minta tolong tidak?" Tanya Ravi saat dia sudah selesai dari kamar mandi.
"Apa den?" Tanya pak Paijo.
"Nanti yang Antar, jemput Ayu bapak kan ke kampus?" Tanya Ravi lagi.
"Iya den, memang nya kenapa?"
"Tolong ya pak, nanti fotoin Ayu ketemu sama siapa setelah pulang jam kuliah. Tapi jangan sampai ada yang tau terus tunjuk kan ke saya. Nanti ada uang rokok pak ya." Pinta Ravi.
"Tapi den."
"Tenang pak, saya hanya penasaran saja, sama siapa Ayu bertemu tidak mau aneh-aneh kok. Saya percaya sama pak Paijo tolong saya ya pak." Ravi memasang wajah memohon.
"Okay deh den." Jawab pak Paijo yang tidak sanggup menolak permintaan Ravi.
"Terimakasih banyak pak." Ravi pun tersenyum sumringah.
__ADS_1
"Kita lihat bapak-bapak seperti apa yang ngajak Adeli bertemu." Batin Ravi yang penasaran.
Setelah selesai mandi, siap-siap dan makan siang Ayu pun pamit berangkat kuliah di antar oleh pak Paijo.