
"Pak nanti bapak langsung pulang saja ya, soalnya ayu masih ada tugas kelompok ayu pulang naik taksi saja." Ucap Ayu saat dia dan pak Paijo sudah di mobil.
"Tapi neng ayu, tuan dan nyonya menyuruh saya menunggu dan mengantar jemput mbak Ayu ke kampus." Jawab pak Paijo yang masih fokus menyetir mobil.
"Tidak apa-apa kok pak, nanti ayu pulang naik taksi saja." Ucap Ayu yang memang tidak mau merepotkan pak Paijo apalagi nanti dia ada janji dengan Steven dia takut akan membuat pak Paijo menunggu.
"Tapi neng ini kan memang tugas saya, kalau tidak melaksanakan tugas sama saja saya makan gaji buta dong." Jawab pak Paijo.
"Hmmm, kalau tidak nanti saja setelah saya selesai kerja kelompok ayu hubungi pak Paijo ya biar jemput Ayu." Ucap Ayu mencoba mencari ide.
"Bapak tidak apa-apa neng nunggu serius deh, lagian kan ini tugas dan tanggung jawab bapak." Pak Paijo tetap kekeh, karena dia harus menjalankan tugas dari Ravi untuk memata-matai dengan siapa Ayu bertemu. Karena kalau Ayu pulang naik taksi maka pak Paijo tidak akan mendapatkan informasi nya. Dan kalau sampai dia menjemput Ayu setelah selesai ketemu orang itu maka dia juga tidak akan tau siapa orang nya.
"Tapi pak Ayu kan kuliah nya lama, nanti bapak bosan lho nungguin Ayu." Kata Ayu.
"Tidak apa-apa neng Ayu, bapak tunggu saja nanti di parkiran kampus ya, kan sembari neng Ayu kuliah bapak bisa tidur siang hehehe. lalu kalau memang mau kerja kelompok ke mana pun nanti bapak antar kan."jelas pak Paijo.
"Aduh bagaimana ini, ini namanya merepotkan pak Paijo." Batin Ayu merasa tidak enak.
"Yasudah deh pak, kalau bapak merasa tidak di repotkan." Jawab Ayu mengalah karena tidak tau harus berkata apa lagi..karena seandainya dia bilang dia kerja kelompok di kampus pun nanti pasti pak Paijo akan melihat dia keluar dari kampus menuju cafe milik Steven. Itu sama saja dia berbohong kepada pak Paijo.
"Iya tentu tidak keberatan Don neng, ini kan udah tanggung jawab dan kerjaan saya." Jawab pak Paijo.
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di depan kampus, pak Paijo pun memarkirkan mobil di parkiran kampus, lalu ayu berpamitan kepada pak Paijo dan masuk ke dalam kampus.
Sesampainya di kelas nya seperti biasa Adeli pun mengikuti kelas dan beberapa jam pun berlalu Ayu yang sudah selesai kelas keluar kelas bersama kedua sahabat nya.
"Langsung pulang yu, tidak mau ke kantin dulu?" Tanya Vivi.
"Engga deh Vi, pak Paijo sudah nungguin di bawah." Jawab Ayu.
"Hmmm enak banget sih jadi kamu yu," timpal sita yang merasa iri dengan nasib baik Ayu.
"Hahaha enak Kenapa sih ta, biasa aja lagi." Ayu tertawa kecil.
"Guys aku duluan ya." Pamit Ayu saat mereka sudah di depan tangga kampus.
"Tiati yu," jawab mereka serentak.
"Okay kalian juga ya." Jawab Ayu.
Mereka pun berpisah ayu segera berjalan menuju parkiran di mana pak Paijo sudah menunggu dirinya. Sedangkan kedua sahabatnya ke kantin untuk mengisi perutnya. Ayu tidak mungkin mengajak kedua sahabat nya menemui Steven karena bisa-bisa sahabatnya berpikir aneh-aneh tentang dirinya.
Beberapa chat masuk ke ponsel Ayu sembari berjalan Ayu membuka ponsel nya dan itu adalah chat dari Steven yang menanyakan keberadaan Ayu. Bahkan mengingatkan Ayu tentang janji ketemuan mereka. Memang sedari tadi Steven bolak balik buka ponsel hanya melihat jam Ayu sudah selesai kuliah atau belum.
"Ini pak Steven kenapa sih, ngebet banget mau ketemu." Batin Ayu yang merasa risih.
Namun karena ingin menghargai Steven ayu tetap datang ke cafe Steven sesuai dengan alamat yang sudah di kirimkan oleh Steven.
"Selamat sore pak." Ucap Ayu saat dia sudah membuka pintu mobil.
Ehh selamat sore neng Ayu, sudah selesai kuliah nya?" Tanya pak Paijo sembari menyuguhkan senyum nya.
"Sudah pak." Jawab ayu yang masuk ke dalam mobil.
"Kita kemana lagi ini neng?" Tanya pak Paijo setelah mobil sudah menyala.
"Emmm kita ke cafe ini dulu pak, saya mau ketemu dosen ada urusan." Jawab Ayu sembari menunjuk kan alamat cafe milik Steven.
"Okay neng, memang nya neng Ayu tidak jadi kerja kelompok nya?" Tanya pak Paijo saat mobil sudah mulai melaju.
"Di undur pak, besok saja katanya." Bohong Ayu.
__ADS_1
"Ohh begitu." Pak Paijo hanya manggut-manggut.
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di cafe milik Steven. Cafe itu terlihat sepi, bahkan tidak ada satu pun kendaraan di depan cafe itu baik itu mobil atau motor.
"Pak tunggu sebentar ya, saya masuk ke dalam dulu. Tidak lama kok." Pamit Ayu yang keluar dari mobil.
"Baik neng." Jawab pak Paijo dengan berat hati.
Dia merasa ada yang janggal, cafe itu terlihat begitu sepi, tidak ada pengunjung di sana. Namun dia masih menahan diri dan membiarkan Ayu masuk ke dalam cafe itu.
Ayu pun berjalan dan masuk ke dalam cafe milik Steven.
"Halo yu, selamat datang." Sapa Steven yang sudah bersender di pintu masuk seakan menunggu kedatangan Ayu.
"Astaghfirullahaladzim." Ucap Ayu spontan yang kaget di buat oleh Steven.
"Kamu kaget ya yu, maaf ya yu." Ucap Steven sambil tersenyum manis kepada Ayu.
"Bapak juga ngapain berdiri di sini, dan kenapa cafe nya tidak ada orang?" Tanya Ayu saat menyadari bahwa hanya ada dia dan Steven yang ada di cafe itu.
"Ohh ada kok para pegawai di belakang, dan iya cafe nya buka sebentar lagi yu jam 6 sore an lah." Jawab Steven yang masih betah berpangku tangan sembari menatap ayu dengan tatapan aneh nya.
"Ohh begitu," jawab Ayu yang masih polos.
"Yasudah yuk yu, duduk dulu. Kamu mau minum apa?" Tanya Steven kemudian.
"Ohh tidak perlu repot-repot pak, Ayu juga buru-buru kok. Jadi langsung to the point aja apa yang ingin kakak bicarakan ke Ayu?" Tanya Ayu yang memang tidak ingin basa basi.
"Tidak repot kok yu, hanya sekedar minuman, kamu tau kan kata pepatah sakit meminta tak di beri lebih sakit memberi tapi tidak di terima. Jadi mau minum apa yu?" Tanya Steven lagi.
"Air putih saja pak." Jawab Ayu akhirnya.
"Kenapa sih yu, sepertinya kamu tidak nyaman sekali di sini, apa AC nya kurang dingin?" Steven mencoba mencairkan suasana.
"Kenapa tidak di suruh masuk saja teman nya yu, manatau dia juga haus butuh minum."Tanya Steven yang merasa ini lari dari rencana namun dia mencoba membalikkan semua nya ke rencana semula.
"Ohh tidak perlu pak, kan kita ngobrol nya tidak lama juga kan?" Tanya Ayu yang merasa tidak nyaman lama-lama mengobrol dengan Steven.
"Hmmm yasudah yu, kamu duduk dulu ya biar saya ambilkan air mineral nya." Jawab Steven akhirnya.
Ayu pun menurut dia pun duduk di salah satu kursi sementara Steven segera ke belakang untuk mengambil air mineral untuk Ayu.
.
.
.
Sementara pak Paijo yang merasa tidak enak kalau Ayu di dalam sana sedangkan di sini tidak ada kendaraan takut terjadi apa-apa kepada Ayu dan Karena tugas dari Ravi akhirnya dia pun memutuskan ikut masuk ke dalam restoran tersebut. Dengan alasan dia ingin menumpang ke kamar mandi.
"Lho pak." Ucap Ayu saat melihat pak Paijo masuk ke dalam.
"Ehh maaf neng, bapak kebelet jadi mau numpang kamar mandi nya." Bohong pak Paijo.
"Ohh bapak teman Ayu ya, masuk saja pak." Tiba-tiba Steven keluar membawakan dua botol air mineral dan se piring camilan.
"Ehh iya pak, saya mau numpang kamar mandi." Jawab pak Paijo gelagapan.
"Silahkan pak lewat sini," Steven menunjuk ke belakang.
"Baik pak, permisi dulu ya." Ucap pak Paijo yang pura-pura masuk ke kamar mandi cafe itu.
__ADS_1
"Ini yu, di minum dulu." Ucap Steven sambil menyuguhkan air mineral kepada ayu. Lalu dia juga ikut duduk di hadapan Ayu.
"Terimakasih pak." Ucap Ayu.
"Panggil Steven saja yu, kan kita sedang berada di luar kampus. Jangan panggil bapak saya merasa saya jadi tua." Pinta Steven.
"Tidak pak, bapak kan dosen Ayu dan sudah sepatutnya ayu menghormati bapak."ujar Ayu.
"Tapi yu, saya lebih nyaman di panggil Steven atau kak Steven sama kamu ke timbang di panggil bapak." Lanjut Steven.
"Tapi Ayu lebih nyaman panggil bapak, dengan panggilan bapak." Jawab Ayu lagi.
"Hmmm, yasudah lah yu terserah kamu saja." Akhirnya Steven mengalah.
"Ngomong-ngomong ada apa ya pak kok bapak ngajakin ayu ketemu?" Tanya Ayu yang ingin langsung ngobrol to the point.
"Hmmm, saya mau minta maaf sama kamu Yu soal Maslah di ruangan saya kemaren." Ucap Steven sambil menatap Ayu.
"Ehh minta maaf untuk apa pak, pak Steven tidak ada salah apa-apa kok." Jawab Ayu.
"Tapi yu, bagaimana dengan perasaan saya, apa yang harus saya perbaiki agak kamu mau sama saya yu?" Tanya Steven menatap Ayu.
" Pak perasaan itu tidak bisa di paksakan, bapak baik dan tidak ada yang perlu di rubah dari diri bapak dan Ayu yakin bapak juga akan ketemu perempuan yang jauh lebih baik segalanya dari Ayu." Jawab Ayu.
"Tapi saya hanya mau kamu yu, bukan yang lain." Ucap Steven lagi.
"Ehh pak Paijo sudah selesai dari kamar mandi nya pak?" ayu mengalihkan pembicaraan saat melihat pak Paijo keluar dari kamar mandi.
"Ehh sudah neng." Jawab pak Paijo sambil nyengir.
"Duduk dulu pak, sebentar lagi saya dan Ayu selesai ngobrol kok." Ucap Steven
"Ehh iya iya den."pak Paijo pun duduk di salah satu kursi di sana, dia sengaja mengambil kursi yang agak jauh dari tempat duduk ayu dan Steven karena tidak mau mengganggu obrolan mereka.
"Mbak..." Tiba-tiba Steven memanggil salah satu staf nya.
Dan sang staf pun membawakan nampan berisi se cangkir kopi.
"Di minum dulu pak kopi nya." Ucap Steven saat sang staf meletakkan kopi itu di meja tempat pak Paijo duduk.
"Aduh tidak perlu repot-repot begini lah ah." Pak Paijo hanya nyengir.
"Tidak repot kok pak" jawab Steven.
"Sok atuh, di lanjut obrolan nya." Ucap pak Paijo sembari membuka ponsel nya karena takut mengganggu obrolan Ayu dan Steven.
"Jadi bagaimana yu, tidak ada kesempatan lagi untuk saya?" Tanya Steven lagi mengulangi pertanyaannya itu untuk ke sekian kali nya.
"Ayu juga tidak bisa hilang apa-apa sekarang pak, kan Tuhan yang maha pembolak-balik hati manusia. Tapi untuk sekarang Ayu memang tidak berniat untuk jatuh cinta sama siapapun pak. Ayu mau fokus kuliah dulu." Jawab ayu yang sebenarnya sudah malas dengan obrolan ini.
"Hmmm saya akan menunggu kamu sampai siap yu." Steven menghelai nafas berat.
"Itu pilihan bapak, tapi jangan kecewa nanti Sama ekspektasi bapak." Jawab ayu yang sebenarnya sudah malas dengan obrolan tidak berbobot ini.
"Yu..."
"Ayu rasa kalau memang tidak ada lagi yang perlu kita obrolin kami bisa pamit pulang ya pak." Ayu langsung memotong kata-kata Steven.
"Hmmm sebegitu tidak nyaman nya kamu di sini yu, yasudah setidaknya minum lah Dulu yu sebelum pulang." Tawar Steven.
Ayu yang melihat botol air mineral di hadapan nya pun membuka nya dan meminum air itu. Berhadapan dengan Steven memang membuat dia kehabisan tenaga dan energi.
__ADS_1
Namun selang beberapa menit ayu merasa kepalanya pusing, dia menatap Steven tersenyum penuh arti kepadanya, dan ayu memaksa untuk menatap pak Paijo ternyata pak Paijo sudah tertidur di tempat duduk nya. Akhirnya ayu pun kehilangan kesadaran nya.