
Sementara di rumah Wijaya, sovi yang baru saja selesai menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga mereka masuk ke kamar nya dan mandi.
Sovi begitu antusias menunggu kedatangan putra sulung nya itu. Karena dia yakin seratus persen bahwa sebentar lagi Miko akan pulang lagi.
Namun beberapa menit berlalu Miko tak kunjung datang, sovi jadi gusar Takut terjadi apa-apa kepada putra sulungnya itu.
"Mama lagi nungguin kak Miko?" Suara Ravi yang menuruni anak tangga mengalihkan perhatian sovi.
"Ehh anak ganteng mama udah bangun, iya Ravi kakak kamu itu sepertinya isi otak nya sudah di cuci deh Sama perempuan malam itu. Bisa-bisa nya dia tidak pulang semalaman." Omel sovi kepada putra bungsu nya itu.
"Ma sudah lah, mama seperti tidak tau kak Miko saja, biarkan dia bermain sepi dengan Amora nanti kalau dia sudah bosan pasti akan meninggal kan Amora kok. Mama tidak perlu panik begitu ah." Ucap Ravi menenangkan mama nya.
"Ravi tapi kali ini mama takut Miko lengket Sama perempuan itu, karena pelet kuat dari perempuan itu." Jawab sovi.
"Ma, mama sudah tau kan latar belakang kak Miko. Dia sudah tidur dengan banyak wanita dan semua akan dia campakkan saat dia bosan dan menemukan mainan baru nya. Dan menurut Ravi Amora juga akan bernasib sama seperti perempuan-perempuan itu. Hanya saja untuk sekarang kak Miko ingin menikmati nya, jadi kita hanya perlu menunggu waktu ma." Jelas Ravi.
"Setidaknya itu harapan ku, karena disaat kak Miko sudah bosan kepada Amora, maka di saat itu juga aku akan meluluhkan Amora dan menjadi kan dia milik ku seutuhnya." Batin Ravi.
"Benar kata kamu Ravi, anak mama kan selera nya tinggi. Tidak mungkin seleranya serendah Amora kan. Mama memang terlalu takut ya." Ucap sovi lagi setelah mencerna kata-kata Ravi.
"Iya ma, jadi mama santai saja ya, rileks saja kita hanya perlu menunggu waktu kak Miko bosan dan mencampakkan Amora." Tambah Ravi.
"Iya sayang, Yasudah kita sarapan dulu yuk, kamu mau ke kantor kan?" Sambung sovi yang memang melihat putranya sudah rapi dengan stelan jas nya.
"Pagi ma, pagi sayang." Ucap Sean yang baru saja keluar dari kamar nya.
"Pagi pa, jawab mereka bersamaan."
"Tumben Wajah mama berseri-seri pagi-pagi begini." Ucap Sean yang duduk di kursi meja makan.
"Iya dong pa, mama terlalu memusingkan diri, dengan hal-hal yang tidak perlu. Mama terlalu takut Miko di ambil sama wanita murahan itu. Padahal kan anak kita selera nya tinggi tidak mungkin dia serius dengan perempuan itu." Ucap sovi.
"Nah gitu dong ma, yasudah kita sarapan yuk papa lapar nih."
"Iya pa."
Akhirnya mereka bertiga pun sarapan bersama, namun saat mereka sedang asyik sarapan tiba-tiba Elsa masuk ke dalam rumah mereka.
"Selamat pagi, om Tante dan Ravi." Suara Elsa mengagetkan mereka semua yang sedang asyik menikmati sarapan pagi nya.
"Lho kak Elsa ngapain ke sini?" Tanya Ravi yang kaget melihat Elsa yang berdiri di depan pintu rumah.
"Ehh Elsa kamu sudah datang, yuk sarapan bareng om Tante dan Ravi." Ajak sovi sambil tersenyum ramah.
"Ma kok bisa ada kak Elsa di sini?" Protes Ravi.
__ADS_1
"Mama yang undang Elsa sarapan bareng kita Ravi, tapi sayang sekali kakak mu tidak tidur di sini." Ucap sovi.
"Ayo sayang duduk di sebelah Ravi saja." Tawar sovi yang melihat Elsa masih berdiri di dekat nya.
"Ohh iya iya Tante, akhirnya Elsa pun ikut sarapan bersama mereka."
"Miko dimana Tan?" Tanya Elsa saat dia sudah menyendok beberapa makanan ke piring nya.
"Ohh Miko tadi ada urusan sebentar ke kantor, nanti juga balik kok." Jawab sovi berbohong.
Sementara Ravi dan Sean tiba-tiba saling bertatapan. Tentu mereka kaget mendengar kebohongan sovi dan mereka tidak tau apa yang sedang sovi rencana kan sehingga dia sampai berbohong.
"Ohh begitu ya tan, okay deh." Jawab Elsa yang memberikan senyum palsu nya.
Mereka semua pun sarapan bersama, walaupun perasaan Elsa sedikit kesal karena dia sudah sangat berharga bisa sarapan pagi Bersama Miko di meja yang sama.
Setelah selesai sarapan Ravi pun berpamitan ke kantor, sedangkan Sean ikut bersama Ravi hanya untuk sekedar melihat kondisi kantor.
Sovi dan Elsa pun mulai mengobrol tentang banyak hal. sementara Elsa harus bersandiwara dulu untuk mendapatkan hati sovi agar sovi mendukung nya menikah dengan Miko.
.
.
.
.
Mas aku masih belum percaya kalau kita sudah sah menjadi sepasang suami istri." Ucap Amora saat mereka berdua sudah duduk di kamar Amora.
"Iya sayang, sama mas juga masih merasa ini semua seperti mimpi." Jawab Miko yang merangkul bahu istrinya itu.
"Mas apa perasaan Mas setelah kita sudah sah menjadi pasangan suami istri?" Tanya Amora lagi.
"Yang pasti ada rasa bahagia sayang, karena sekarang kamu adalah pasangan halal nya mas. Tapi ada sedih nya juga karena orang-orang yang mas cintai tidak dapat menghadiri pernikahan kita. Hari yang bersejarah di hidup mas karena ke egoisan mas." Jelas Miko dengan wajah sedihnya.
"Maafin aku ya mas, karena aku kamu jadi menentang kedua orang tua mu." Ucap Amora dengan wajah penuh bersalah.
"Amora sayang, kenapa kamu jadi minta maaf kamu tidak salah apa-apa sayang ku. Mungkin ini semua sudah jadi takdir kita."
"Lalu kamu sendiri? Bagaimana perasaan kamu sayang sekarang kita sudah sah menjadi sepasang suami istri?" Tanya Miko lagi.
"Sama seperti mu mas, aku juga merasa ini semua sperti mimpi. Jujur saja semenjak aku hidup di dunia malam sedikit pun tidak pernah terpikir untuk menikah. Namun saat kamu hadir semua nya berubah mas." Jawab Amora.
"Kau bahagia, dengan status baru mu?"
__ADS_1
"Tentu mas, aku sangat-sangat bahagia. Terimakasih banyak ya mas." Ucap Amora yang memeluk hangat Miko.
"Sama-sama sayang ku."
"Sayang, persiapkan dirimu untuk malam pertama kita ya, mas sudah tidak sabar lagi membuatnya tidak bisa berdiri karena sekarang kamu adalah pasangan halal mas." Goda Miko yang melirik bagian dada Amora.
"Mas..."
"Heh heh, menolak suami dosa lho hukumnya."
"Hmmm iya iya, kita lihat saja nanti siapa yang bakal keluar duluan ya mas."
"Okay siapa takut, atau kita langsung saja sekarang?" Tanya Miko lagi.
"Mas apaan sih ah, nanti aja. tapi mas terlepas dari itu aku ingin mengenalkan mu kepada orang yang paling berharga di hidup ku. Karena pernikahan ini begitu terburu-buru sampai-sampai aku tidak meminta restu kepada mereka."ucap Amora mengingat sesuatu.
"Siapa orang yang penting di hidup kamu sayang? Kenapa mas tidak pernah tau?" Tanya Miko kebingungan.
"Sudah kamu mandi dan ganti baju dulu deh nanti kamu juga akan tau siapa orang yang aku maksud." Perintah Amora.
"Mandi samaan aja yuk sayang."
"Tapi mas..."
"Tidak ada tapi-tapian, sekarang kamu istri mas dan jika kamu membantah perintah mas nanti dosa lho."
"Iya iya, terserah kamu aja deh mas."
Akhirnya Amora menurut dan ikut mandi bersama Miko karena mereka juga sudah merasa badan nya berkeringat dan ingin segera bersih wangi.
*****Thor kapan up nya?
Thor lanjut dong.
Thor dimana sih? kok ga lanjut?
malas ah kalau bacanya gantung begini,
lanjut thor sampai selesai.
sayang-sayang nya author tercinta, author remahan ini masih di bumi kok, dan author tau rasa kesal dan penasaran kalian. berhubung karena kondisi fisik author beberapa hari terakhir ini tidak mendukung jadi author tidak bisa up. maaf ya author nya orang nya agak lemot jadi ketika tubuh dan pikiran tidak sinkron author ga bisa nulis, otak nya tuh nge blank.
tapi untuk reader's tersayang author akan lakukan apapun. terimakasih juga untuk doa untuk kesembuhan author, dan saran obat nya kemaren jadi nya hari ini author udah boleh pulang ke rumah.
dan untuk yang nungguin, adegan panas Amora dan Miko sebagai pasangan halal mungkin nanti malam akan author upload. karena memang judulnya partner diatas ranjang, jadi kita akan lebih banyak bahas 21+ ya, tapi kini sudah jadi pasangan halal.
__ADS_1
maaf siang ini cuman upload segini dulu, soalnya author baru balik dari rumah sakit, tapi author janji nanti malam author akan upload adegan ranjang pasutri baru ini, yang pastinya yang di tunggu-tunggu para reader's semuanya***."