Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Lanjut


__ADS_3

Setelah selesai makan malam dan bercerita ria, Kanaya pun pamit pulang karena Besok sovi dan Sean akan berangkat ke Amerika. Kanaya di antarkan pulang oleh Ravi.


"Yasudah kalian istirahat gih, mama dan papa juga mau istirahat." Titah sovi kepada anak dan menantunya itu.


"Hehehe okay ma." Jawab Miko langsung tersenyum kegirangan.


"Heh Miko, main nya pelan-pelan ya dan jangan terlalu sering. Ingat lho Amora lagi hamil jangan sampai nanti mengganggu kandungan Amora hanya karena ***** kamu." Ingat sovi.


Amora hanya cengengesan malu mendengar kata-kata mertuanya itu.


"Andai mama tau ma, menantu mu ini lah yang terus menggoda ku dan memaksa ku.


Memang ya laki-laki selalu saja salah." Batin Miko dengan wajah memelas.


"Lah kan malah melamun dia pa, dengar tidak Miko?"


"Ehh iya iya ma, pa." Jawab Miko yang tidak ingin memperpanjang pembicaraan ini. Dan ingin segera ke kamar mereka.


"jangan iya-iya aja dong Miko. Amora kamu juga ga usah terlalu menuruti permintaan suami kamu ya."


" hehehe iya iya ma" jawab Amora cengengesan.


"Aduh si mama kenapa malah memberikan wejangan sih, besok-besok kan bisa." oceh Miko di batin nya.


"Lho Amora kamu sakit ya? kok pipimu merah?" tanya sovi yang baru saja menyadari pipi merah Amora.


"Ehh engga kok ma, Amora hanya kepanasan saja, iya kepanasan."jawab Amora sambil mengibaskan tangan nya ke wajah nya.


"Ma sudah lah, bukan nya tadi mama yang menyuruh mereka untuk istirahat kenapa sekarang malah nanya macem-macem sih?" ucap Sean menghentikan pertanyaan-pertanyaan absurd istrinya itu.


"Papa ini bagaimana sih? mama nanya-nanya begini juga kan untuk kebaikan Mereka."


"Sudah-sudah mama dan papa juga istirahat gih, kan besok mau berangkat. Miko dan Amora juga istirahat dulu." ucap Miko.


" Kenapa kamu malah menasehati mama dan papa sih Miko?"


"Sudah lah Miko, tidak perlu dengarkan kata-kata mama mu sana bawa istrimu ke kamar." titah Sean.


"Yasudah ma, pa kami ke kamar dulu ya. ayo sayang," pamit Miko sambil menggandeng tangan Amora.

__ADS_1


"Ini mah namanya seperti makan buah simalakama, di sini di sidang habis sama singa nah kalau di kamar akan di terkam sama buaya jantan ini." batin Amora yang bingung harus melakukan apa.


"Heh Miko, Amora tunggu dulu mama belum selesai bertanya." teriak sovi yang melihat anak dan menantunya sudah menaiki tangga.


Namun Miko dan Amora terus menaiki tangga sampai ke kamar mereka. sesampainya di kamar Amora langsung masuk ke kamar mandi sendiri an dan langsung membersihkan diri. Miko yang sudah sedari tadi menahan ***** nya masuk ke kamar mandi juga ingin membersihkan diri setelah istrinya itu selesai.


setelah membersihkan diri Amora langsung naik ke ranjang dan pura-pura tidur agar suaminya tidak meminta jatah.


"Kau tidak bisa pura-pura tidur sayang, kau harus melakukan kewajiban mu dulu sebagai istri." bisik Miko di telinga istrinya itu setelah dia juga selesai membersihkan diri.


"Kan tadi sudah mas, kamu tidak ingat apa kata mama tadi? sudah ahh ayo tidur." tolak Amora yang masih enggan membuka matanya.


"Apa kamu merasakan sesuatu yang mengeras di bawah sana? Dia ingin masuk ke sarang nya Amora Sayang." Goda miko saat dia menempelkan tubuh nya ke Amora.


"Ihh mas, aku lagi ga kepingin melakukan nya."


"Tapi mas mau sayang, dan apapun ceritanya kamu sebagai istri harus melakukan kewajiban mu."


Tiba-tiba Miko mencium bibir Amora, ciuman yang awalnya santai itu menjadi panas, dan Amora yang awalnya diam saja karna rangsangan permainan Miko akhirnya mengimbangi suaminya itu. Cukup lama mereka berpagutan sampai Amora merasa kehabisan nafas.


Namun tidak hanya bibir yang bekerja, tangan Miko juga ikut bekerja di bagian dada Amora, tapi perlakukan Miko itu membuat Amora menikmati semuanya dan akhirnya jadi bernafsu.


"Mas... mau berapa banyak lagi daster ku yang ingin kau robek?" protes Amora.


"Nanti mas belikan sama toko daster nya sekalian sayang, sekarang Nikmati semuanya sayang, kau yang memulai ini tadi." ucap Miko sambil melanjutkan aktivitas nya.


Entah sejak kapan satu persatu pakaian mereka pun terlepas dari tubuh masing-masing dan kini tubuh mereka berdua sudah polos tanpa sehelai benang pun.


"Kamu sudah basah sayang, apa semuanya bisa kita mulai sekarang?" Bisik Miko di telinga Amora.


Amora hanya diam saja, karena dia memang sudah sangat menikmati permainan tangan Miko di daerah sensitif nya.


Namun Miko terus menerus bermain di bawah sana, tanpa memasukkan junior nya ke milik Amora. Sementara Amora yang merasa sudah berada di puncak hasrat akhirnya membuka mulut nya.


"Mas seperti nya kamu memang hoby banget ya menyiksa aku, ayo dong ah." Ucap Amora.


" Nyiksa apaan sih sayang? kamu mau kita Kemana sayang?"


"Masukin, udah ga tahan ini." Pinta Amora dengan nafas ter engah-engah.

__ADS_1


"Masukin apa? Tadi katanya ga mau" Goda Miko.


"Mas jangan bikin aku tersiksa begini dong." Mohon Amora karena Miko terus merangsang nya.


"Siapa yang menyiksa kamu sayang? mas sedang memberikan mu kenikmatan bukan menyiksa." Sambung Miko yang terus melanjutkan aktivitas nya.


"Ahh lama kamu mas, sini biar aku ambil alih permainan." ucap Amora yang sudah merasa Kentang.


"Lakukan lah sayang, lakukan apa yang ingin kau lakukan." Kata Miko yang menghentikan aktivitas nya dan merebahkan tubuhnya di sebelah Amora.


Karena Amora sedang hamil, sehingga dia harus berada di atas dan dia lah yang memimpin permainan. Amora pun langsung bertukar posisi dengan Miko dimana kini dia yang ada di atas Miko.


Amora pun memulai permainan mulai dari jilatan dan gesekan. Dan hal itu berhasil membuat Miko sangat terangsang.


"Kenapa kamu jago banget sih sayang bermain di ranjang. kamu sudah menjadi istri mas tapi mas selalu tergila-gila dengan permainan kamu memuaskan laki-laki. Sudah masuk kan saja sayang mas sudah tidak tahan lagi." Pinta Miko yang sudah di puncak nya.


"Kau harus merasakan apa yang ku rasakan tadi sayang." Batin Amora yang seakan tidak mendengarkan ucapan Miko dan terus menerus bermain di junior Miko.


"Kau mau balas dendam sayang ku?" Tanya Miko tersenyum penuh arti.


"Siapa yang mau balas dendam sih mas?" tanya Amora sok polos tapi meneruskan permainan nya.


"Sepertinya mas juga harus bermain kasar dulu ya biar kamu mau memasukkan nya? kamu kan lebih suka yang sakit daripada yang lembut ya?" Tanya Miko yang langsung bermain di dada Amora dengan kasar.


"Yasudah iya." Jawab Amora yang perlahan memasukkan junior Miko ke milik nya.


"Ahh... sayang." erang Miko saat semuanya sudah masuk se utuh nya.


Amora pun mengambil tenaga dulu, dengan membiarkan milik Miko terbenam di milik nya. Sementara miko merasa kenikmatan karena dia merasa juniornya di remas oleh milik istrinya itu.


Amora pun memulai permainan setelah tenaga nya sudah terkumpul. Amora mulai mengeluar masukkan junior Miko di milik nya. Dan itu berhasil membuat Miko merasa terbang ke awan.


"Shitt... Lagi sayang, ah ah istri mas ini memang ratunya di ranjang." Ucap Miko yang benar-benar merasakan kenikmatan yang luar biasa dari permainan Amora.


Sementara Amora semakin bersemangat karena mendengar ******* dan erangan suaminya itu. sampai Miko mencapai puncak kenikmatan nya namun Amora belum menunjukkan tanda-tanda dia akan sampai ke puncak kenikmatan.


Amora masih semangat memimpin permainan, sementara Miko sudah kelelahan. Namun berkat permainan Amora Miko kembali bernafsu lagi dan milik nya berhasil kembali bangkit di dalam milik Amora.


kamar yang awalnya dingin kini menjadi panas, keringat kedua nya pun sudah menyatu. Amora sudah tidak perduli lagi dengan apapun yang dia butuhkan saat ini hanya mencapai kenikmatan.

__ADS_1


beberapa jam pun berlalu, akhirnya Amora sampai ke puncak kenikmatan nya. dan secara bersamaan Miko juga sampai ke puncak kenikmatan nya untuk ke dua kali nya. cairan kenikmatan Miko pun kembali di semburkan di rahim Amora.


__ADS_2