Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Menjemput ke bandara


__ADS_3

“Mas kenapa kamu bilang sama mama soal datang bulan nya? Pasti mama bakal kecewa sama kita.” Ujar Ayu tanpa merasa bersalah.


“Lho bukan nya ini yang kamu mau sayang, dengan begini kan mama tidak terlalu berharap banyak sama kita. Kan kamu sendiri yang bilang masih ingin menunda punya anak.” Jawab Ravi yang tidak ingin di salahkan.


“Iya sih mas, tapi kan...”


“Tapi apa? Biar saja mama terus berharap begitu? Tapi kamu nya sebenarnya belum siap?” potong Ravi.


“Bukan begitu maksud aku mas, hanya saja..” Ayu tidak melanjutkan kata-katanya lagi.


“Hanya apa sayang? Sudah lah kita jangan bahas masalah ini dulu sekarang mood kamu dan mood mas lagi kurang baik. Kita nikmati saja liburan nya, yuk siap-siap.” Ajak Ravi yang memang tidak ingin membuat keributan dengan istrinya itu.


“Iya mas.” Jawab Ayu menurut.


Keduanya pun kembali berganti pakaian dan bersiap-siap menjelajahi wisata di sana, dan beberapa menit kemudian keduanya sudah siap dan segera berangkat bersama tour gate villa tersebut.


Keduanya mencoba menikmati liburan itu, menikmati momen-momen mereka sebagai pasangan suami istri yang baru. Mencoba melupakan masalah yang ada. Mereka begitu menikmati semuanya bahkan mengabadikan beberapa momen dengan mengambil gambar yang di bantu oleh tour gate villa. Tak terasa waktu pun terus berjalan dan kini sudah sore. Keduanya pun pulang ke villa bersama sang tour gate villa.


Sesampainya di kamar Villa Ayu memilih lebih dulu mandi, sementara Ravi masih bersantai sembari menikmati secangkir kopi. Setelah Ayu selesai mandi maka di lanjut oleh Ravi, dan setelah keduanya selesai mandi dan berpakaian mereka pun makan malam bersama.


Begitu lah kegiatan mereka hanya seputar liburan dan berduaan selama empat hari terakhir Ravi juga tidak menunjukkan rasa kecewanya. Dia terlihat tetap baik-baik saja di hadapan istrinya itu.


Sampai pada akhirnya honeymoon mereka akan berakhir, dan hari ini mereka akan kembali ke ibu kota untuk kembali ke rutinitas masing-masing.


“Apa semuanya sudah siap sayang?” tanya Ravi yang baru saja keluar dari kamar mandi.


“Sudah mas.” Jawab Ayu yang mengancing kedua koper mereka.


“Baiklah, sepertinya kita sudah boleh berangkat sekarang, nanti telat.” Lanjut Ravi.


“Iya mas.” Ayu mengangguk.


Pihak Villa pun mengetuk pintu kamar mereka untuk membawa koper dan barang-barang mereka. Dan akhirnya kedua pasutri itu pun berangkat ke bandara dan sesampainya di bandara mereka cek in dan beberapa menit kemudian mereka masuk ke pesawat dan pesawat pun siap mengudara mengantarkan penumpang nya ke tujuan mereka.


Di bandara Sovi, Amora dan baby Syyaid sudah menunggu kedatangan pasutri itu. Dan benar saja setelah cukup lama menunggu mereka berdua menunjukkan batang hidung nya juga.

__ADS_1


“Itu mereka.” Senyum Sovi merekah melihat putra dan menantunya yang berjalan ke arah mereka.


“Mama sangat merindukan kalian.” Sovi langsung memeluk Ayu.


“Ayu juga sangat merindukan mama dan semuanya ma.” Jawab Ayu yang membalas pelukan ibu mertuanya itu.


Sementara Ravi yang lebih merindukan keponakan nya itu langsung menggendong baby Syyaid dia langsung mencium gemes baby Syyaid.


“Papa mana ma?” tanya Ravi yang tidak melihat keberadaan papa nya di sana.


“Papamu ke kantor, katanya ada yang mau di urus sama kakak mu.” Jawab Sovi.


“Ohh begitu.” Ravi hanya manggut-manggut.


“Yasudah kita makan dulu yuk, kalian berdua pasti lapar kan. Ini sudah waktunya jam makan siang.” Ajak Sovi.


“Iya ma, sudah lapar nih.” Jawab Ravi.


Akhirnya mereka pun memilih makan di salah satu tempat makan yang ada di dalam bandara itu, sementara Ravi menggendong baby Syyaid dan mengobrol beberapa hal dengan Sovi amora dan Ayu pun mulai membuka topik obrolan. Kakak adik itu memang sangat akrab.


“Bagaimana Yu setelah jadi istri?” Goda Amora.


“Iyah bagaimana rasanya bulan madu.” Lanjut Amora yang memang tidak tau permasalahan datang tamu bulanan Ayu.


“Hehehe begitu lah mbak, sama seperti yang mbak rasakan.” Jawab Ayu dengan pipi bersemu merah.


“Hmmm beda dong yu, kamu dan Ravi kan benar-benar pertama kali melakukan nya.” Lanjut Amora lagi.


“Iyah begitu lah mbak, awalnya sakit lama-lama nikmat juga.” Jawab Ayu dengan volume suara sedikit berbisik.


“Hehehe, nanti kamu bakal ketagihan yu.” Amora semakin menggoda Ayu.


“Ahh mbak ini.” Ayu merasa malu.


“Semoga honeymoon kalian berhasil ya yu, biar baby Syyaid segera punya adik dan punya teman main.” Lanjut Amora dengan tatapan penuh harap.

__ADS_1


Seketika itu juga raut wajah Ayu berubah, dia tidak menyangka bahwa orang-orang begitu berharap dirinya segera hamil.


“Hmmm iya mbak hehehe.” Ayu hanya bisa cengengesan.


Akhirnya makanan mereka pun datang mereka pun makan siang bersama, dan setelah makan siang mereka pun segera menuju mobil dan pulang ke rumah.


“Malam ini kalian tidur di rumah mama saja ya.” Pinta Sovi saat mereka sudah berada di dalam mobil.


“Tapi ma,,,” belum lagi Ravi melanjutkan kata-katanya sudah di potong lagi oleh Sovi.


“Besok kan hari sabtu, dan Ayu juga tidak masuk kuliah dan kamu bisa berangkat ke kantor bersama kakak mu.” Potong Sovi.


“Iya ma kami akan menginap di rumah mama.” Jawab Ayu.


“Nahh memang menantu mama lebih pengertian daripada anak mama sendiri.” Ujar Sovi bahagia.


“Hmmm iya deh iya.” Ravi hanya bisa mengalah.


“Sebenarnya kamu tidak terlalu penting si Ravi mau nginap di rumah mama atau tidak, mama hanya butuh menantu mama buat besok.” Sambung Sovi.


“Memang nya mama ada planning apa besok?” tanya Amora lagi.


“Hmmm mama mau ngajak kedua menantu mama buat memanjakan diri besok, kita ke salon, belanja makan pokonya besok akan jadi surga kita.” Ujar Sovi yang sudah merencanakan semuanya di otak nya.


“Wahh ide bagus tuh ma, tapi baby Syyaid bagaimana.” Ujar Amora yang sebenarnya paling hobi memanjakan diri namun sekarang dirinya tidak sebebas dulu karena sekarang dia sudah jadi seorang ibu.


“Hmmm kita suruh saja Miko libur buat jagain baby Syyaid, nanti kalau memang butuh asi kamu boleh siapkan di kulkas.” Sovi mencoba memberikan ide.


“Hmm boleh juga sih ma, tapi kalau mau tidur siang baby Syyaid harus di gendong sama aku ma kalau tidak dia akan rewel dan tidak mau tidur walaupun sama papa nya.” Ujar Amora menunjukkan rasa kekhawatirannya.


“Hmm yasudah kah dengan sangat terpaksa Miko juga harus ikut kita pergi, dan saat baby Syyaid ingin tidur siang kamu harus menggendong nya sebentar.” Sovi mencoba memberikan solusi.


“Semoga mas miko mau ya ma.” Amora penuh harap.


“Wahh harus mau dong, kalau dia tidak mau mama jewer telinga nya.” Jawab Sovi.

__ADS_1


“Hehehe iya ma, dia kan paling takut sama mama.” Amora hanya bisa cengengesan.


Ayu hanya terdiam mendengar penjelasan Amora tentang ribetnya sebagai seorang ibu dan tidak memiliki kebebasan lagi membuat Ayu semakin takut menjadi seorang ibu di waktu dekat ini. Sungguh dia masih ingin hidup kebebasan tanpa di ribetkan dengan urusan bayi.


__ADS_2