
Sementara di lain tempat orang suruhan Miko langsung ke TKP mereka memantau Elsa dan benar saja beberapa menit kemudian keluarlah Elsa dari kantor Tama.
Elsa pun masuk ke dalam mobil nya dan segera meninggalkan kantor Tama, dan tanpa dia sadari bahwa orang suruhan Miko sudah mengikuti nya dari belakang.
"Ahh aku jadi lapar, ternyata aku belum makan siang sedari tadi karena terlalu bersemangat mendapatkan bukti tentang masalalu suram nya si Amora itu." Ucap Elsa kepada dirinya sambil fokus mengemudi mobil nya.
Beberapa menit kemudian Elsa pun berbelok ke salah satu restoran yang memang tidak terlalu jauh dari kantor Tama.
Setelah memarkirkan mobil nya Elsa pun turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam restoran tersebut. Sama hal nya dengan mata-mata Miko dia mengikuti semua pergerakan Elsa tanpa membuat Elsa curiga.
Terlihat Elsa mengambil kursi biasa dan bukan VIP, hal ini tentu saja mempermudah mata-mata Miko untuk mendapatkan informasi tentang bukti yang di miliki oleh Tama dan Elsa.
Setelah duduk di suatu kursi Elsa pun memesan makanan, saat Elsa sedang asyik memeriksa buku menu tiba-tiba mata-mata Miko pura-pura tersenggol ke Elsa padahal nyatanya dia sedang menempel kan alat penyadap suara yang sudah di hubungkan dengan ponsel milik nya.
"Aduh maaf mba saya tidak sengaja." Ucap sang mata-mata saat dia seakan tak sengaja menyenggol Elsa dan akhirnya berhasil menempel kan alat tersebut.
"Lain kali hati-hati dong mas, jalan pake mata." Bentak Elsa karena dia merasa sang pria ini terlalu mepet ke punggung nya tadi.
"Iya iya mba, sekali lagi saya minta maaf ya." Ucap sang pria berpura-pura memasang wajah bersalah nya.
"Hmmm yasudah iya." Jawab Elsa yang tidak mau ambil pusing.
Sang mata-mata pun akhirnya pamit dan duduk di meja yang tidak terlalu jauh dari Elsa. Kemudian Elsa lanjut memesan makanan untuk nya. Setelah selesai memesan makanan nya Elsa pun mulai bermain ponsel sembari menunggu pesanan nya datang.
Namun beberapa menit kemudian ponsel Elsa berdering dan itu panggilan dari Tama.
"Ada apa lagi pak Tama anda menelepon saya?" Tanya Elsa.
"Kamu di mana? Kamu harus hati-hati ya jangan sampai anak buah keluarga Wijaya mengganggu dan mencelakai mu apalagi mereka tau bahwa kamu memiliki bukti tentang masa lalu suram menantu mereka." Peringatan Tama kepada Elsa.
"Wah sebegitu perhatian nya kah anda kepada saya, aduh saya jadi tersanjung." Goda Elsa.
"Elsa saya lagi serius, kamu mengerti kan maksud saya?"
"Iya iya, ga bisa amat di ajak bercanda. tenang saja tuan Tama, saya bisa jaga diri kok lagian kan bukti nya ada di kamu kan, jadi mau mereka mencari dan mencelakai ku pun percuma." Jawab Elsa kemudian.
"Tapi tetap saja kamu harus hati-hati Elsa. Sekarang kamu ada di mana?" Tanya Tama.
"Aku ada di restoran dekat kantor mu, karena terlalu bersemangat mengetahui buktinya tadi aku sampai lupa makan siang. Dan ternyata cacing-cacing ku juga kelaparan." Jelas Elsa.
__ADS_1
"Hmm dasar, ya sudah tunggu aku di sana aku juga belum makan siang." Titah Tama.
"Lho-lho bukan tadi katamu mau meeting dengan client kok malah bisa ke sini?"
"Meeting nya ku batalkan, aku lagi kurang fokus." Jelas Tama.
"Oohh begitu."
"Iya yasudah tunggu aku di sana, aku akan segera ke sana." Titah Tama.
"Siap tuan Tama."
Beberapa menit kemudian mobil Tama pun sudah sampai di depan restoran tersebut
Dia pun memarkirkan mobilnya dan turun dari mobil.
Lalu segera menemui Elsa di kursi nya.
"Tumben kau tidak mengambil ruang VIP nyonya Elsa?" Tanya Tama saat dia sudah duduk di hadapan Elsa.
"Tidak apa-apa lah sesekali kepingin juga duduk di sini."
"Sudah, itu makanya sudah datang." Jawab Elsa sambil menunjuk pelayanan yang berjalan ke arah mereka dengan nampan berisi pesanan Elsa.
Setelah makanan Elsa di letakkan di atas meja Tama juga memesan makanan yang sama untuk dirinya.
"Kapan rencana mu membongkar aib nya si Amora itu ke publik?" Tanya Elsa kembali ke topik utama.
"Aku berencana membongkar nya besok, tapi bukan kita yang membongkar nya biarkan istri pak Bambang itu yang membuka semua aib Amora. Wanita itu matre juga saat aku menawarkan uang dengan jumlah fantastis dia bersedia membuka mulut di depan publik tentang perselingkuhan Amora dengan suaminya dan masalalu Amora." Jelas Tama.
"Tapi apa kau yakin? Bukti transfer an bulanan itu saja cukup untuk membuka semua aib Amora?" Tanya Elsa yang memang ragu.
"Tenang saja, selain itu screenshot an ssmua chat mereka juga sudah tersimpan di ponsel ku, mereka tidak akan bisa berkutik karena jika ingin melacak pun nomor itu maka itu di daftar atas nama Amora." Jelas Tama yang memang sudah memnyimpan semua bukti tentang Amora di ponsel milik nya.
"Lalu ada bukti apa lagi?" Tanya Elsa.
"Ada video pengusiran Amora dari apartemen milik Bambang oleh istrinya di sana juga terdengar jelas kok bahwa Amora memang pelakor dan dia tidak membantahnya." Sambung Tama.
"Wahh bagus kalau begitu, jadi aku yakin seratus persen bahwa keluarga Wijaya akan hancur dengan sendirinya.atau mungkin Amora bakalan langsung di ceraikan oleh Miko dan di usir." Tawa Elsa merasa penuh kemenangan.
__ADS_1
.
.
.
Sementara di lain tempat beberapa mata-mata Miko yang memang sudah mendengar kan obrolan Tama dan Elsa dari penyadap suara yang di tempelkan di baju Elsa dan terhubung ke mereka langsung bergegas mencari tau keberadaan istri Bambang untuk menghapus semua bukti yang tertinggal padanya.
Setelah mereka berhasil mendapatkan alamat istri Bambang mereka pun menyekap istri Bambang di rumah nya. lalu meyita ponsel nya tidak hanya itu mereka juga mengancam akan membunuh istri Bambang apabila tidak menunjukkan semua bukti transfer an yang memang sudah di print kepada mereka.
Karena merasa takut akhirnya istri Bambang pun menyerahkan semua nya, toh Tama sudah membayar nya jadi menurut nya tidak ads masalah jika semua bukti itu hangus dari nya. Ketimbang nyawa nya yang melayang karena pisau sudah menempel di leher nya.
Sementara Elsa dan Tama yang sudah selesai makan siang langsung bergegas keluar dari restoran itu. Dengan sigap dua orang suruhan Miko langsung menabrak mereka berdua seakan tidak di sengaja. Dan di saat yang bersamaan ponsel keduanya juga berhasil di ambil tanpa sadar pada kedua nya.
"Aduh maaf pak buk kami tidak sengaja." Ucap kedua nya sambil memohon maaf.
"Jalan hati-hati dong mas." Bentak Tama.
"Iya iya pak, kami benar-benar tidak sengaja, kami sedang buru-buru." Ucap mereka yang langsung pergi meninggalkan mereka.
"Heran deh manusia di restoran ini, tadi seseorang seperti nya sengaja menabrak ku, dan sekarang dua orang juga sepertinya sengaja menabrak kita." Gerutuk Elsa.
"Hah, tunggu-tunggu sengaja?" Tama langsung menyadari nya.
Apalagi saat dia melihat kedua orang itu berlari ke parkiran dan langsung masuk ke mobil dan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
"Bukan kah kedua orang tadi berniat masuk ke dalam restoran ini? Kenapa malah keluar lagi dan langsung kabur?" Ucap Tama yang baru menyadari bahwa seharusnya tadi mereka berlawanan arah dengan kedua pria itu.
"Buktinya." Ucap Tama saat merogoh saku celananya dan ponsel nya tidak ada lagi di sana.
Sementara Elsa yang membuka tas nya juga melihat tidak adalagi ponsel nya di dalam tas nya.
"Sial, kenapa kita bisa lengah begini ternyata Miko lebih licik dari dugaan ku." Guman Tama kesal.
"Tante Gress." Ucap Tama saat menyadari bukti satu-satunya tinggal ada di Gress.
Mereka berdua pun berlari ke parkiran dan segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah gress istri almarhum Bambang.
Sementara Miko yang mendapat kan informasi bahwa semua nya sudah di tangani dengan baik tersenyum bahagia. Lalu dia langsung mengabari kepada istri dan mama nya agar mereka tidak perlu khawatir lagi.
__ADS_1