Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Rasa tidak bersalah


__ADS_3

Sesampainya di kantor Kanaya dengan rasa tidak berdosa nya Langsung membuka pintu mobil dan keluar dari Dalam mobik sambil menenteng tas nya.


"Ini perempuan ke sambet apa sih? Bisa-bisa nya dia mencuri first kiss ku dan sekarang meninggalkan ku tanpa rasa bersalah." Guman Ravi yang masih tidak percaya dengan kejadian tadi bersama Kanaya.


"Akhh apa ini semua rasanya seperti mimpi, kenapa si Kanaya itu bisa se berani itu sih? Lari ya otak kamu Kanaya, ahh kau menyebalkan Bukan ini yang ku inginkan." Kini Ravi mengacak rambut nya frustasi sambil memukul setir mobil.


"Tok..tok.." tiba-tiba kaca mobil di ketuk saat Ravi sedang fokus memikirkan kejadian tadi bersama Kanaya.


"Apa lagi sih Kanaya?" Tanya Ravi saat dia sudah membuka kaca mobilnya.


"Bapak ngapain masih di mobil? Tidak mau turun, apa masih kepikiran yang tadi? Kalau memang masih kepikiran bisa kita lanjut lagi di ruangan. Ayo pak ini sudah jam kerja lho profesional dikit dong." Jelas Kanaya.


"Yang bos kan saya, kenapa sekarang kamu yang ngatur saya hah? Kamu pikir otak saya mesum seperti kamu hah?"


"Bukan mengatur pak, hanya mengingatkan ayo pak kita ke ruangan. Hmm tidak mesum tapi kalau di kasih tidak nolak ya pak?" Ucap Kanaya sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Gila...Kanaya kamu ..benar-benar sakit jiwa kamu ya." Teriak Ravi saat Kanaya berlalu meninggalkan nya.


Akhirnya dengan terpaksa Ravi pun keluar dari dalam mobilnya lalu masuk ke dalam ruangan kantor itu dan masuk ke lift menuju ruangan nya.


"Heh Ravi kamu kenapa sih? Mau ke ruangan sendiri saja pake acara dag Dig dug begitu." Batin nya sambil menarik napas dalam.


Setelah keluar dari lift Ravi masih sedikit ragu untuk masuk ke dalam ruangan nya namun akhirnya dia pun membuka pintu ruangan itu dan masuk dengan gaya sok cool nya seakan tidak terjadi apa-apa antara dia dan Kanaya. Tak beda jauh dari Ravi Kanaya lebih bisa bersikap santai dan tenang sambil mulai bermain di laptop yang ada di hadapannya.


"Selamat pagi bapak Ravi yang terhormat apa ada yang bisa saya bantu?" Tawar Kanaya saat Ravi sudah duduk di kursi kebesaran nya.


"Tolong kamu jelaskan semuanya tentang kelancangan kamu tadi. Jujur ya Kanaya saya tidak terima kamu mengambil..." Ravi tidak melanjutkan kata-katanya dia merasa malu jika jujur kepada Kanaya bahwa Kanaya lah yang mengambil first kiss milik nya.


"Mengambil apa pak? Hmmm dan tentang kelancangan yang mana ya pak, saya ini orang nya pelupa jadi perlu di ingatkan lagi biar ingat." Goda Kanaya.


"Cukup Kanaya kamu pikir kamu hebat melakukan itu kepada saya hah?" Gertak Ravi.

__ADS_1


"Tidak kok sedikit pun saya tidak merasa hebat. Saya melakukan itu karena memang ingin membuktikan kata-kata bapak. Dan yah sedikit ucapan terimakasih karena bapak sudah membantu saya tadi di depan mama." Jelas Kanaya.


"Tapi saya tidak butuh ucapan terimakasih itu Kanaya, dan saya merasa kamu sudah terlalu lacang tadi nya." Protes Ravi.


"Baiklah-baiklah saya minta maaf untuk itu pak, tapi saya sih percaya pasti pak Ravi juga menikmati nya tadi kan? Atau ini pengalaman pertama bagi Bapak? Perlu saya ajarin pak biar besok-besok kita bisa sama-sama aktif?" Tanya Kanaya dengan tatapan genit nya.


"Cukup Kanaya, kamu kok jadi..."


"Sudah-sudah saya tau pak Ravi sedang jual mahal. Dan pak Ravi tidak perlu memikirkan nya mari kita mulai saja bekerja." Potong Kanaya.


"Yang bos siapa Kanaya? Kenapa jadi kamu yang mebgatur saya hah?" Protes Ravi.


"Bos nya pak Miko Wijaya, dan pak Ravi adalah atasan saya. Namun sebagai sekretaris yang baik saya perlu mengingatkan bapak agar kita kembali fokus bekerja dan tidak perlu membahas dan memikirkan hal tidak penting."jawab Kanaya.


"Kanaya kita harus meluruskan ini semua dulu."


"Hustt kalau bapak masih mengoceh hal tadi saya bisa mengulangi nya lagi di ruangan ini. Apa sebegitu pentingnya first kiss bapak itu sampai harus meributkan hal sepele begitu?" Tanya Kanaya.


Namun Kanaya tidak menjawab lagi kata-kata Ravi, dia mulai asyik mengerjakan pekerjaan nya. Sementara Ravi yang merasa di kacangi akhirnya membuka dokumen yang ada di hadapannya walaupun fokus nya masih ke kejadian tadi.


"Kanaya kamu sadar ga sih apa yang sudah kamu perbuat sama kak Ravi? Kamu terlihat murahan seperti itu. Kenapa tidak bisa tahan sedikit saja sih ya ampun Kanaya kenapa kamu ga tau jaim dikit." Batin Kanaya setelah menyadari ke goblokan nya tadi.


"Tapi aku ga kuat ingin mencicipi bibir mungil nya kak Ravi, tapi kok malah kebablasan ya tadi ya untung masih bisa tahan kalau tidak sudah habis kak Ravi ku terkam." Sambung batin nya.


"Ahh bodo amat lah, semuanya juga sudah berlalu, masa bodo aja kanaya anggap tidak pernah terjadi apa-apa di antara kalian, lagian kak Ravi juga menikmati kok."


Kanaya yang sudah selesai berdebat dengan pikirannya akhirnya melanjutkan pekerjaannya.


.


.

__ADS_1


.


Sementara di rumah Wijaya Amora tiba-tiba merindukan suaminya,


"Sayang apa kamu merindukan papa mu?" Tanya Amora sambil mengelus perut nya yang masih rata.


"baiklah sebentar ya sayang, mama akan menelpon papa mu" ucap Amora berbicara sama calon bayi nya.


Amora pun mengambil ponselnya di atas meja dekat ranjang dan mencari nama suami nya di ponsel itu.


lalu melakukan panggilan video, setelah beberapa menit kemudian Panggilan itu pun terjawab.


"Halo mas,apa mas sedang sibuk?"tanya Amora.


"Tidak kok, ada apa sayang? apa terjadi sesuatu atau ada yang urgent atau mas perlu pulang sekarang?" tanya Miko khawatir tentang keadaan istrinya, karena tidak pernah Amora menelepon saat jam kantor begini.


"Tidak, tidak kok mas, hanya anak mu saja yang merindukan mu, katanya kepingin di lihatin papa nya" jawab Amora sambil cengengesan.


"Jadi mas perlu pulang sekarang? Untuk melihat si dedek baik-baik saja?" Tanya Miko yang langsung mengerti tujuan kata-kata istrinya itu.


"Tidak perlu mas, mas selesai kan saja pekerjaan mas dulu, kamu setia kok menunggu kepulangan mas."


"Hmmm padahal sudah mau otw pulang ini tadi, yasudah setelah pekerjaan mas nantinya selesai mas akan langsung pulang ke rumah ya sayang" jawab Miko dengan wajah lesu nya.


"iya mas kamu semangat ya kerjanya, aku tidur siang dulu ya aku mengantuk" ucap Amora.


"Yasudah sayang kamu istirahat ya, mas tutup ya telepon nya, selamat siang sayang ku, siapkan diri ya karena sepulang kantor mas akan memakan mu." kata Miko sambil memberi kedipan kode.


"Ihh dasar mesum, hahah siap suamiku sayang" jawab Amora tersenyum.


panggilan pun berakhir, Amora pun segera tidur siang sementara Miko melanjutkan pekerjaannya dengan semangat karena sebentar lagi akan dapat jatah.

__ADS_1


__ADS_2