
"sayang, baby syyaid sudah tidur belum?" Tanya Miko yang baru keluar dari kamar mandi.
"Udah mas, Baru saja tidur kenapa?" Tanya Amora yang berbaring di ranjang.
"Mas kepingin." Jelas Miko sambil cengengesan.
"Heh mas." Ujar Amora.
"Yahh, kan sudah lama sayang, dan sesuai anjuran dokter kan sudah boleh melakukan nya lagi." Ucap Miko yang menghampiri istrinya itu.
"Iya sih, tapi kan....." Belum lagi Amora melanjutkan kata-katanya.
"Memang nya kamu tidak rindu sama mas, sama yang di bawah?" Tanya Miko sambil melirik ke bawah.
"Rindu sih..." Jawab Amora jujur.
"Yasudah tunggu apa lagi, mas sudah tidak tahan lagi menahan sampai selama ini sayang." Ujar Miko yang langsung menerkam istrinya itu.
"Tapi kan mas..." Amora mencoba mengelak.
"Ingat sayang dosa lho hukum nya." Miko mengingat kan Amora.
"Iya tau Mas, tapi bagaimana kalau baby syyaid nanti bangun dan nangis terus kedengaran sama mama dan papa. Terus karena tidak kunjung diam mama dan papa masuk ke kamar kita dan melihat kita sedang melakukan nya." Ujar Amora saat Miko sudah mulai menelusuri leher istrinya itu.
"Biar saja,mereka juga pernah melakukan nya kan." Jawab Miko yang terus melanjutkan aktivitas nya. Satu persatu kancing Piyama istri nya itu dia lepaskan.
"Masss.." ujar Amora yang memang masih wanti-wanti takut putra nya nangis dan mengundang mertua nya.
"Tenang, pintu kamar sudah mas kunci. Lagian baby syyaid sudah tidur nyenyak kok tadi. Kan udah di kasih susu sama kamu. Sekarang tinggal bapak nya yang harus di kasih susu." Ujar Miko yang terus melanjutkan aktivitas nya.
"Arghh kenapa makin besar begini sih sayang." Ujar Miko saat kedua gunung tanpa penutup itu terpampang jelas di hadapan nya.
"Mas jadi tidak sabar menjelajah gua yang sudah cukup lama tidak di jelajah itu." Ucap Miko yang melepaskan satu persatu pakaian nya.
Amora juga mau tidak mau menikmati permainan suami nya itu. Dia juga terpancing dengan permainan Miko.
Namun Amora mencoba nehan suara nya agar tidak membangunkan baby syyaid yang sedang tertidur.
"Mas sakit tau." Protes Amora saat Miko mulai memain kan bagian dada Amora.
__ADS_1
"Maaf sayang soalnya asi nya bikin nagih." Jawab Miko polos.
"Enak banget ya jadi baby syyaid bisa nyusu setiap hari, mas jadi cemburu sama baby syyaid." Ucap Miko.
"Apaan sih mas, sama anak sendiri cemburu." Ujar Amora yang merasa geli.
"Iya lah, semenjak ada baby syyaid perhatian kami lebih banyak sama dia, bahkan ini favorit mas sekarang jadi milik dia." Jelas Miko sambil memainkan kedua gunung itu.
"Hahaha, kamu ada-ada saja." Jawab Amora yang semakin menikah permainan Miko.
"Kamu rindu gak sama mas, apalagi sama senjata mas?" Bisik Miko di telinga istrinya itu.
"Rindu mas, rindu banget." Jawab Amora yang sudah mulai terpancing dengan permainan suaminya itu.
"Sama sayang, mas juga sangat-sangat merindukan mu." Bisik Miko lagi di telinga Amora sehingga berhasil meningkatkan hasrat kedua nya.
Miko pun segera melakukan beberapa kali pemanasan, dia memang harus sabar agar istri nya itu bisa mencapai puncak kenikmatan nya. Setelah melakukan pemanasan akhirnya Miko pun mencoba melakukan penyatuan kembali di antara mereka.
"Masss, ahh pelan-pelan dong." Ucap Amora karena mungkin sudah beberapa bulan tidak melakukan nya jadi butuh waktu lagi.
"Sabar ya sayang, sedikit lagi." Ucap Miko di telinga istrinya itu.
"Bukan mas yang kasar sayang, ini memang sempit, padahal baru beberapa bulan tidak di jelajah." ujar Miko yang tetap berjuang.
"Iya ya, padahal sudah basah lho." ujar Amora yang memang sudah merasa sangat basah.
Miko pun memberikan beberapa ciuman untuk mengalihkan fokus istrinya, dan saat Amora mulai menikmati permainan Miko dengan sekali hentakan Miko dapat menembus semua nya.
"Arghh masss..." teriak Amora.
Namun mulut amora langsung di bekap Miko dengan ciuman panas nya.
Setelah semua nya berhasil masuk Miko pun mengambil nafas dan memberikan waktu untuk menyesuaikan semua nya.
Setelah nya Miko melanjutkan permainan, Amora hanya bisa mengikuti permainan suaminya itu sampai kedua nya sampai di puncak kenikmatan nya.
"Arghhh kamu memang yang terbaik istriku sayang." Ucap Miko saat tetes terakhir.
"Terimakasih ya, karena telah menjadi yang terbaik di segala hal." Miko mengecup kening Amora.
__ADS_1
"Sama-sama mas." Jawab Amora sambil tersenyum karena dia juga mendapatkan kepuasan.
Miko pun menarik selimut dan menutupi tubuh polos kedua nya.
"Mas, bagaimana menurut kamu apa Ayu dan Ravi cocok?" Tanya Amora yang memang sedari siang memikirkan soal Ayu dan Ravi.
"Cocok bagaimana maksud nya sayang?" Tanya Miko memperjelas pertanyaan istrinya itu.
"Iya cocok pacaran, atau mungkin sepasang suami istri?" Lanjut Amora.
"Iya kalau menurut mas sih cocok-cocok saja sayang." Jawab Miko.
"Syukurlah ya mas, mama dan papa sudah mau menerima Ayu. Sebenarnya dari dulu aku sudah tau sih mas kalau Ravi dan ayu saling memiliki hubungan. Namun mereka menyembunyikan nya. Tapi Alhamdulillah akhirnya mama mau menerima hubungan mereka." Jelas Amora.
"Iya sayang, mas juga setuju kalau Ayu jadi adik ipar Kita. Dia baik, polos dan sayang keluarga." Lanjut Miko lagi.
"Iya mas, aku juga setuju sekali, tinggal mereka berdua lagi mas." Kata Amora.
"Iya sayang, Ayu juga pernah menyelamatkan hidup Ravi. Kalau tidak ada ayu entah apa yang terjadi pada Ravi sekarang." Lanjut Miko saat mengingat kecelakaan yang menimpa Ravi.
"Iya mas, tapi kan dengan begitu, jadi membuka hati nya mama dan akhirnya menerima Ayu." Lanjut Amora.
"Tapi mas agak takut juga sih sayang." Miko menatap istrinya itu.
"Lho takut kenapa mas?" Tanya Amora.
"Iya mas takut, soalnya Ravi orang nya agak susah bergaul dan tidak pandai berbasa-basi. Bagaimana kalau dia tidak nyaman di rumah Ayu dan bahkan membuat keluarga Ayu tidak menyukai nya. Atau Ravi yang tidak suka kondisi di rumah Ayu." Ujar Miko menjelaskan kegelisahan nya.
"Benar kata kamu mas, kita tidak tau bagaimana kondisi keluarga Ayu. Apa mereka bisa menerima Ravi atau apa Ravi bisa menerima kondisi keluar Ayu ya." Jawab Amora yang memikirkan kata-kata suaminya.
"Tapi apapun itu, kita doakan saja sayang, semoga yang terbaik untuk mereka berdua ya." Miko memeluk perut istrinya itu.
"Amin mas." Jawab Amora.
"Yasudah yuk kita tidur, ini sudah larut. Mas juga sudah mengantuk." Ajak Miko.
"Iya mas." Jawab Amora yang membalas pelukan suaminya itu.
Akhirnya mereka berdua pun tertidur pulas dan mengarungi dunia mimpi bersama-sama.
__ADS_1