
Sesampainya di rumah sakit sang dokter langsung memeriksa kondisi Amora.
"Bagaimana keadaan istri saya dok? Kenapa akhir-akhir ini tidak berselera makan dan selalu mual setiap mencium Aroma makanan?" Tanya Miko kepada sang dokter.
"Baiklah pertama istri bapak baik-baik saja, tapi untuk selanjutnya tolong istrinya di jaga ya pak. Ibu Amora tidak boleh kelelahan dan berpikir terlalu kerasa dan yang kedua selamat untuk bapak karena sebentar lagi pak Miko akan menjadi ayah, karena ibu Amora sedang mengandung dan kandungan nya sudah berusia 4 Minggu. Dan untuk mual itu biasa terjadi di awal kehamilan jadi itu hal yang wajar pak, buk." jelas sang dokter.
"Benarkah itu dok?" tanya Miko bahagia sambil mengelus kening Amora yang masih berbaring di tempat tidur rumah sakit.
"Iya pak Miko,tapi tolong ya asupan gizi istrinya di perhatikan ya pak, mungkin bisa di ganti dengan susu jika ibu Amora memang tidak terlalu menyukai makanan yang beraroma menyengat. dan kalau boleh jangan sampai stress karena usia janin nya masih muda dan kalau ibu Amora stress bisa sangat berpengaruh terhadap kandungan nya" jawab sang dokter lagi.
"Baik dok, terimakasih banyak dok."
"Kalau ada keluhan nanti bisa hubungi saya ya pak buk, dan nanti saya resep kan beberapa obat dan vitamin untuk Bu Amora ya" jawab sang dokter lagi.
"Iya dok." Jawab Amora.
Dan setelah selesai memeriksa keadaan Amora Miko dan Amora pun pulang dari rumah sakit setelah menebus obat dan vitamin dari apotek rumah sakit itu.
"Sayang kamu mau makan apa? Dari tadi malam kamu belum makan apa-apa lho." Tanya Miko saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Aku kepingin makan bubur ayam mas." Jawab Amora.
"Mau makan bubur ayam dimana sayang?'
"Ada mas bubur ayam langganan aku, dulu aku suka banget makan di sana. Kita ke sana ya."
"Iya bumil ku, kemana dan apapun yang kamu mau pasti bakal mas turutin kok." Jawab Miko sambil menggenggam tangan istrinya itu.
Mobil pun melaju menuju tempat tukang bubur ayam yang Amora inginkan. Dan beberapa menit kemudian mereka pun sampai di lokasi.
Gerobak sederhana,yang tidak jauh dari club malam read Apple. Ya tempat makan favorit Amora dan Clara dulu nya namun semenjak kehidupan mereka keluar dari read Apple mereka berdua sudah jarang makan di tempat itu. Dulu saat Amora menjadi simpanan om-om dia masih sering sarapan di sana bersama Kevin.
"Lho neng Amora sudah lama tidak kelihatan, makin cantik aja ya." Sapa mang Ujang sang penjual bubur ayam.
"Hehehe iya mang, ahh mang Ujang mah bisa aja." Jawab Amora sambil cengengesan.
"Siapa pria tampan ini neng?" Mang Ujang melirik Miko yang berdiri di sebelah Amora.
"Ohh perkenalkan mang ini mas Miko, suami Amora."
"Wahh suami, pantes neng Amora tidak pernah main ke sini ternyata sudah jadi bini orang toh. Tapi benar-benar pasangan serasi, suami neng Amora tampan pisan cuman kek es balok ya neng muka nya dingin banget." Goda mang Ujang.
"Hahaha mang Ujang mah bisa aja, Yasudah mang bikinin dua yang biasa ya makan di sini." Pinta Amora.
Sementara Miko hanya diam saja, dia memang agak susah berkomunikasi dengan orang baru. Apalagi berbasa-basi bukan sifat dari Miko jadi bagi Miko mengobrol dengan orang baru hanya seperlunya saja.
"Mas kamu ga malu apa di katain kek es balok, Jangan dingin gitu dong wajah nya senyum dikit kek." Ucap Amora saat mereka berdua sudah duduk di salah satu meja yang di sediakan mang Ujang untuk para pelanggan nya.
"Biarin aja sayang, emang mas begini adanya kok. Kenapa harus di rubah lagi sih."
"Hmmm iya deh iya, oh iya hari ini kamu ga ke kantor mas?"
__ADS_1
"Engga sayang, mas mau jagain istri mas dulu sekalian mau ajak kamu jalan-jalan kamu kan dengar sendiri tadi kata dokter kalau kamu itu terlalu stress jadi kita hari ini jalan-jalan saja ya biar kamu lebih rileks."
"Ahh mas aku terharu deh, kamu ternyata bisa perhatian dan romantis juga ya." Ucap Amora sambil cengengesan.
"Hmm kamu aja yang tidak menyadari nya sayang, kalau suami kamu ini adalah pria paling sempurna yang pernah kamu temui, udah baik, tampan, tidak sombong, suka menabung, dan romantis."
"Idih, puji diri mas..?"
"Fakta sayang."
"Ini neng bubur pesanan nya." Mang Ujang memotong pembicaraan mereka berdua.
"Terimakasih mang." Jawab Amora.
"Sama-sama neng."
"Ayo mas di makan dong."
"Iya iya sayang."
Mereka berdua pun sarapan bersama, dan entah kenapa kini Amora terlihat lahap memakan bubur itu. Miko yang menyadari nafsu makan istrinya itu terlihat meningkat hanya tersenyum kecil.
.
.
.
"Apa benar kata papa, kalau selama ini aku terlalu egois aku terlalu menuntut dan rasa benci ku kepada Amora menutupi semua nya. Tapi aku juga manusia biasa semuanya tidak semudah itu menerima segala sesuatu yang bertentangan dengan keinginan kita." Batin nya setelah mencoba memilah semua ucapan suaminya itu.
"Tapi aku belum bisa menerima perempuan itu sepenuhnya, masih ada rasa jijik saat melihat dia. Kenapa sih aku harus di hadapkan dengan pilihan yang menyebalkan begini."
"Arghhh aku benar-benar bingung harus berbuat apa." Kini sovi mengacak rambut nya dia benar-benar frustasi dengan keadaan ini.
"Baiklah akan ku coba berbuat biasa saja kepada perempuan itu, dan mengesampingkan masa lalu dia. apalagi sekarang dia sedang mengandung pewaris Wijaya grup bagaimana pun dia sudah sah menjadi istrinya Miko." Akhirnya setelah bergelut berjam-jam dengan pikirannya sendiri akhirnya sovi pun memutuskan untuk memulai semuanya dari awal.
Sementara Amora dan Miko yang sudah selesai sarapan ingin membayar makanan mereka. Namun saat Amora dan Miko berdiri tiba-tiba seseorang memanggil nama Amora.
"Kevin, kamu apa kabar?" Amora Langsung tersenyum sumringah saat membalikkan tubuhnya dan melihat sang sumber suara ternyata sahabatnya Kevin.
"Aku kabar baik mor, kamu kemana aja sih selama ini? Bisa-bisa nya tidak ada kabar dan kenapa kamu sekarang terlihat gendut an dan lebih fresh ya." Tanya kevin setelah mereka berdua selesai cipika-cipiki.
"Aku ada Vin, cuman memang akses media sosial ku sudah tidak ku gunakan lagi. Lalu kamu sendiri masih kerja di read Apple?" Tanya Amora yang langsung antusias.
"Ehemm..." Dehem Miko yang merasa dirinya di kacangi oleh istri nya.
"Ohh iya Vin, kenal in ini Mak Miko suami aku." Ucap Amora yang langsung menyadari deheman suami nya itu.
"Hah suami, gila lo ya mor, jahat banget nikah ga ngundang-ngundang. Wah parah sih Lo kayanya sahabat tapi bisa nikah ga ngundang sahabat sendiri." Kini Kevin kaget mendengar kata suami dari Amora.
"Aduh panjang vin cerita nya, udah kenalan dulu dong sama kaki gue."
__ADS_1
"Halo mas Miko saya kevin sahabat nya Amora." Ucap Kevin sambil menyodorkan tangan nya.
"Miko Wijaya, suami nya Amora." Jawab Miko dengan ekspresi datar.
"Laki Lo ga Lo kasih jatah ya tadi malam?" Bisik Kevin di telinga Amora.
"Ihh apaan sih Vin, kok Lo ngomong begitu?"
"Iya soalnya ekspresi nya kek es balok, datar dan dingin banget."
"Jahat Lo ya, itu laki gue woi."
"Ehh mor ada gosip terbaru lho,Dan gue yakin sih Lo pasti ketinggalan info ini."
"Apaan?"
"Lo tau ga si Clara, Minggu lalu di jemput paksa sama pihak rehabilitasi soalnya dia beberapa kali mencoba melakukan percobaan bunuh diri udah gitu setelah cek urine ternyata dia positif narkoba lho." Jelas Kevin antusias.
"Hah serius an lho Vin? Lo ga bercanda kan?"
"Emang ada tampang-tampang gue lagi bercanda Amora? Gue serius keles."
"Jadi sekarang Clara ada dimana, Kita jenguk dia yok." Ajak Amora.
"Idih gue mah ogah, perempuan kek Clara tuh memang pantas mendapatkan hukum an kek gitu."
"Lho ga boleh gitu Vin, bagaimana pun juga Clara kan sahabat kita. Dan dia juga baik kan sama kita." Ucap Amora.
"Baik apanya hah? Mor gue juga baru tau dari Tante gue kalau yang ngebakar restoran kalian itu diduga adalah orang suruhan nya si Clara. Dia ga mau mor Lo hidup nya bahagia apalagi sampai lepas dari dunia hitam ini makanya dia bakar restoran nya kalian. Dan bukan hanya itu mor dia juga sering mengadu domba orang hanya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan." Jelas Kevin.
"Engga, engga ini semua ga mungkin, kalian pasti salah paham Clara ga mungkin sejahat itu. Lagian emang ada buktinya kalau dia yang merencanakan kebakaran restoran itu? Jangan asal nuduh deh vin."
"Emang ya mor, Lo kalau masalah pertemanan masih lugu banget, Clara yang Lo kenal beberapa tahun lalu beda sama Clara sekarang mor. Gue juga ga tau pasti sih alasan si Clara membenci Lo yang pasti dia ga suka sama Lo dan ingin menjatuhkan Lo. Kalau masalah pembakaran restoran masih di selidiki oleh pihak yang berwajib mor cuman dari rekaman cctv pria yang membakar restoran itu postur tubuh nya hampir mirip dengan pria yang beberapa kali di gunakan Clara untuk melancarkan aksi jahat nya menguras semua harta mantan suaminya." Jelas Kevin panjang lebar.
"Masa sih Clara bisa sejahat itu ke aku, tapi kemaren sewaktu kebakaran itu terjadi dia datang ke apartemen aku Vin, dia bahkan menenangkan aku."
"Itu gue yang nyuruh mor, karna memang waktu itu gue belum tau siapa dia sebenarnya. Dan ternyata dia adalah srigala berbulu domba."
Amora hanya diam saja, jauh di lubuk hatinya paling dalam dia masih belum bisa percaya kata-kata Kevin. Namun saat melirik suaminya Yang sedari tadi hanya diam dan mendengarkan obrolan Amora dan kevin Miko pun mengangguk seakan mengiakan semua penjelasan Kevin.
"Yaudah deh mor, gue buru-buru nih. Nanti kapan-kapan kalau Lo ada waktu luang kita ngobrol-ngobrol lagi ya." Pamit Kevin saat pesanan nya sudah selesai di bungkus oleh mang Ujang.
"Iya iya Vin, makasih ya." Ucap Amora setelah mereka selesai bertukar nomor ponsel kembali.
"Yaudah gue duluan ya, bilang tuh sama laki Lo muka jangan serius amat senyum dikit kek." Teriak Kevin sambil berjalan menjauhi mereka.
" Denger tuh mas, senyum dikit kek." Ledek Amora.
"Hmmmm." Jawab Miko.
Akhirnya mereka berdua pun membayar makanan nya dan masuk ke dalam mobil dan akan melanjutkan perjalanan mengelilingi kota.
__ADS_1