
Setelah beberapa menit kemudian akhirnya Paijo berhasil menemukan rumah sakit terdekat dari kejadian kecelakaan tadi pagi, ya walaupun belum pasti kalau Elsa di rawat di sana.
Cuman mau bagiamana lagi sekarang posisi Paijo jadi serba salah, jika dia memutuskan ke rumah sakit itu dan ternyata Elsa tidak di rawat di sana maka ibu bos nya itu akan marah besar kepadanya karena di anggap buang-buang waktu nya.
Dan kalau seandainya tidak ke rumah sakit itu pun dia bingung juga mau kemana karena memang dia tidak punya informasi tentang kemana tadi orang-orang membawa korban kecelakaan itu.
“Ini nih manusia kalau nyuruh kagak mikir dulu, mentang-mentang dia ibu bos. Ini mah sama aja cari mati coba kalau gue yang bos nya dan dia yang di suruh cari alamat tanpa punya petunjuk. Ini mah sama aja artinya kek di suruh ngelupain orang yang belum kita kenal.” Batin paijo.
“Ehh bentar deh, maksud peribahasa gue apa ya ngelupain seseorang yang belum pernah kita kenal. Wihh keren juga gue bikin caption yah. Paijo nih bos bukan kaleng-keleng” batin nya lagi sambil cengengesan.
“Bagaimana sudah ketemu?” Tanya sovi yang membuyarkan lamunan Paijo.
“Umm sudah nyonya” jawab Paijo gugup.
“Dimana?”
“Rumah sakit XX nyonya”
“Kamu yakin?, kamu dapat informasi dari mana?”
“Anu nyonya saya tidak yakin 100% sih, tapi itu rumah sakit terdekat dengan kejadian. Dan rumah sakit itu juga merupakan salah satu rumah sakit terbesar dan memiliki pelayanan terbaik di kota.” Jelas paijo.
“Saya tidak perduli, dan saya tidak mau ke sana kalau kamu saja tidak yakin 100%” jawab sovi.
“Iya nyonya saya yakin kok 1000%” jawab paijo lagi.
“100 saja ga usah sampai 1000, baiklah paijo tapi kamu sendiri kan konsekuensi nya kalau ternyata rumah sakit nya salah.” Tanya sovi.
“Iya nyonya.”
“Hmm yasudah segera ke sana” titah sovi.
“Kek nya mau ke sana atau kagak bakal dapat konsekuensi juga deh. Tapi dengan ke rumah sakit itu setidaknya senam jantung ku bisa di ulur sedikit waktunya.” Batin paijo.
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di rumah sakit yang di maksud paijo,
“kamu saja yang masuk ke dalam, dan tanyakan kepada resepsionis nya masalah Elsa di rawat di sini atau bukan. Ingat tidak pakai lama”
“Paijo pun keluar dari mobil dan mulai masuk ke dalam rumah sakit itu serta menuju resepsionis dan langsung menanyakan apakah tadi pagi ada korban kecelakaan dan di bawa ke sini”
__ADS_1
Saat sang resepsionis memeriksa data dan memang ada korban kecelakaan yang di tangani di rumah sakit ini tadi pagi. Paijo pun langsung memastikan bahwa salah satu korban kecelakaan itu adalah Elsa. Dan setelah resepsionis memeriksa dan membenarkannya akhirnya Paijo pun langsung keluar menemui Sovi.
“Benar nyonya, non Elsa di rawat di rumah sakit ini” jelas Paijo dengan senyum sumringahnya karena dia berhasil dan dia akan terlepas dari amukan dan kemarahan ibu bos nya itu.
“Hmmm, ngapain kamu cengar - cengir begitu hah? Ohh kamu bersyukur ya karena tidak memancing emosi saya?”
“Hehehe” Paijo hanya tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Ngapain lagi?, cepat buka pintu nya” titah Sovi yang memang masih ada di dalam mobil dan sedari tadi menunggu paijo.
“ohhh, iya iya maaf ya nyonya” jawab Paijo yang langsung membukakan pintu mobil untuk sovi.
Sovi pun keluar dari mobil dan segera berjalan menuju rumah sakit,
“Dasar mentang-mentang dia Nyonya, apa dia tidak buka pintu sendiri apa, dia kan punya tangan juga.” guman paijo.
“Ohh iya paijo” Tiba-tiba sovi menghentikan langkah nya.
“Deg..deg..deg” Tiba-tiba jantung paijo berdegup kencang saat Nyonya itu berhenti dan membalikkan tubuh menghadap paijo.
“Mulai hari ini saya tidak mau dengar lagi kamu menyebut Elsa dengan sebutan nyonya ya, bilang saja Elsa saya tidak sudi.” Lanjut Sovi.
“Hmmm yasudah kamu istirahat saja dulu di mobil, ingat jangan ketiduran ya soalnya saya cuman sebentar doang”
“ baik nyonya.”
Sovi pun membalikkan tubuhnya dan melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah sakit itu.
“Syukur-syukur, ini si nyonya sepertinya senang banget deh bikin orang lain senam jantung. Kalau sering-sering begini lama-lama bisa mati jantungan aku.” Ocehan Paijo pada dirinya sendiri.
Sementara didalam rumah sakit setelah Sovi mendapatkan informasi kamar Elsa di rawat dia pun langsung menemui Elsa. namun di lihat nya Elsa masih tertidur pulas.
"Heh wanita murahan bangun kamu." bisik sovi di telinga Elsa.
Elsa yang masih merasa sakit mau tidak mau harus bangun karena bisikan sovi.
Elsa terkaget saat melihat sovi yang berdiri di hadapannya.
"wahh masih hidup kamu ya, saya pikir kamu sudah mati lho tadi padi sama permainan kamu sendiri. memang ya orang jahat seperti kamu akan hancur dengan sendirinya." ledek sovi.
Elsa yang masih merasa sangat lemah ingin menjawab namun langsung di potong sama sovi.
"Dengar ya Elsa, sedari awal saya juga tidak pernah berharap wanita model an kamu jadi menantu keluarga kami. saya minta maaf kalau pernah melibatkan kamu. tapi ingat Elsa kejadian tadi pagi saya harap jadi kejadian terkahir ya. karna kalau sampai kamu berani keluar dari batasan mu kamu tau sendiri kan siapa saya, saya bisa membuat kamu merasakan bagaimana hidup serasa di neraka." jelas sovi panjang lebar.
__ADS_1
"jadi jika kamu ingin keluarga, bisnis dan hidup mu aman ingat batasan kamu dan jangan sampai berani mendekat i keluarga saya.ingat saya ini Sovi Wijaya apapun bisa saya lakukan dan jangan sampai kamu menyesali kebodohan kamu nanti nya." sambung nya lagi.
"Tante..." Elsa berusaha mengumpulkan kekuatan ingin mengobrol dengan sovi.
"Saya tidak sudah di panggil Tante sama kamu, sudah kamu tidak perlu jelaskan apapun karena bagi saya tidak ada gunanya." ucap sovi yang langsung pergi meninggalkan Elsa.
.
.
.
Sementara Amora dan Miko yang awalnya niat nya mau melakukan konferensi pers tiba-tiba harus pulang ke rumah karena Amora yang merasa gugup dan takut bertemu para wartawan dan akan di pertontonkan kepada orang banyak langsung stress dan mual.
Miko yang tidak tega melihat kondisi istrinya itu pun akhirnya menghubungi Ravi untuk membatalkan konferensi pers itu.
mereka pun pulang ke rumah agar Amora bisa istirahat.
Sesampainya di rumah Miko pun menggendong istrinya itu ke kamar karena wajah nya terlihat pucat. dan saat Miko menawarkan makan dan minum Amora menolak nya dan memilih untuk tidur. Miko tidak dapat memaksa istrinya itu dan hanya bisa menuruti kemauan Amora.
Miko pun berbaring di sebelah istri nya itu dan tidur bersama nya..
.
.
.
Beberapa jam pun berlalu dan kini sudah sore, Amora dan Miko pun bangun dari tidur siang mereka dan akhirnya mereka memilih untuk mandi.
namun saat di kamar mandi entah kenapa nafsu Amora sangat tinggi. dia pun memeluk suaminya saat Miko dan dirinya sudah polos tanpa sehelai benang pun menempel di tubuh mereka.
"Mas aku kepingin." bisik Amora di telinga Miko.
"Lho bukan nya kamu bilang kemaren tidak boleh berbungan badan kalau usia kandungan kamu masih muda sayang?" tanya Miko.
"Tapi aku pingin mas, aku sangat ingin apa kamu tidak rindu aku?" tanya Amora sambil mendesah yang pastinya mampu meningkatkan nafsu suaminya itu.
Miko yang selama ini memang menahan diri hanya karena takut melukai calon anak mereka lama kelamaan seperti nya pertahanan nya akan roboh jika Amora terus mempermainkan nya seperti ini.
Amora mulai mengelus dada Miko, bermain di sana sambil sesekali menyentuh junior Miko.
"Sayang tolong jangan pancing mas, sudah tahan dulu nanti malah melukai bayi kita lho." ingat Miko.
"Mas ayo lah mas, apa burung panjang ini tidak rindu sarang nya?" goda Amora.
"Mas kamu rindu gaya apa? kamu rindu ga keringat an bareng aku di ranjang." bisik Amora di telinga suami nya itu.
Amora pun terus memainkan Miko junior, sehingga lama kelamaan pertahanan Miko jebol juga. kini dia benar-benar naik nafsu karena perlakuan istrinya itu.
"Ahh persetan kata dokter, kamu yang memancing ku sayang, jangan salah kan aku." ucap Miko yang sedari tadi menahan diri.
Miko langsung melahap habis bibir istrinya itu, lalu mendorong tubuh istri itu ke dinding sehingga kini tubuh Amora menempel di dinding kamar mandi. Miko juga menarik kedua tangan Amora ke atas kepalanya dan menguncinya di atas sana. Miko mulai mencium bibir Amora dengan rakus dan penuh nafsu. Amora kini menjadi kewalahan dan hampir kehabisan nafas. ciuman panas itu beralih ke leher dada dan perut. sementara Amora hanya bisa ngos-ngosan karena hampir kehabisan nafas karena ciuman panas Miko.
lalu Miko pun menaikkan tubuh Amora ke atas toilet dan mendudukkan nya di sana, Miko melanjutkan pemanasan dengan bermain-main di setiap inci tubuh istrinya itu. Amora yang tidak mau kalah pun mulai bermain dengan junior Miko menggunakan tangan nya. Miko yang sudah tidak tahan lagi dengan permainan tangan istri nya itu langsung memutar tubuh Amora sehingga kini Amora membelakangi Miko dan bertumpuan pada toilet. Miko pun melakukan penyatuan dari belakang dan setelah mencoba beberapa detik kini milik Miko masuk sepenuhnya ke milik istrinya. Miko mulai melakukan pemompaan di milik istrinya itu.
"Ahhh mas, terus mas aku sudah lama tidak merasakan kenikmatan ini." desah Amora.
"Iya sayang mas juga merindukan mu." jawab Miko yang semakin bersemangat mengeluar masukkan junior nya.
namun karena di rasa milik nya tidak masuk sepenuhnya Miko pun mengangkat istrinya itu dan kini mereka melaksanakan gaya stand at erection.
Amora melingkarkan kedua kaki nya di pinggang Miko sehingga ada rasa yang berbeda kini junior Miko terasa masuk sepenuhnya ke milik Amora. Miko pun harus bekerja ekstra mengimbangi ciuman Amora dan memainkan pinggang nya.
namun karena Miko merasa Hujaman nya terhalang oleh meja Miko pun menggendong amora dan kini Miko merasa sensasi yang lebih luar biasa lagi. begitu juga Amora.
"ahh mas, kamu memang paling tau gaya yang aku suka dan ahh ini Nikmat sekali mas." desah Amora yang merasa junior Miko masuk seutuhnya.
"Iya sayang, rasakan lah ini sayang, kamu akan sesak karena semua nya terasa penuh oleh milikku yang besar dan panjang." jawab Miko yang terus memompa dan memimpin permainan.
Amora hanya bisa mendesah dan menikmati permainan sampai akhirnya mereka sampai ke puncak kenikmatan dan mandi bersama.
__ADS_1
Ternyata hal ini wajar pada Amora karena Padahal memasuki trimester awal dan ketiga, Biasa nafsu berhubungan suami istri wanita akan meningkat drastis. Hal ini dikarenakan hormon kewanitaan, progesteron dan estrogen meningkat. Ini akan membuat wanita terus bergairah dan ingin melakukan hubungan suami istri Karena Di masa inilah wanita akan merasakan nafsu terhebat. Aliran darah yang deras dari ke organ kewanitaan peningkatan akan membuat wanita mudah mencapai puncak kenikmatan nya.