
"Arghhh, apa saja yang sudah mereka lakukan di belakang ku. Wanita kampung itu ternyata tidak sepolos yang ku bayangkan." Teriak Kanya yang Langsung meledak saat membaca semua isi chat mereka.
"Tunggu saja wanita kampung akan ku buat hidup mu hancur sehancur-hancur nya karena sudah berani bermain-main dengan Kanaya." Batin Kanaya yang benar-benar tidak dapat mengontrol emosi nya.
Sementara Ayu yang baru saja pulang dari kampus membuka ponsel nya dan betapa terkejut nya dia membaca isi chat dari Ravi.
"Apa kak Ravi ini sudah gila, kawin lari katanya." Batin Ayu yang tidak menyangka Ravi bisa punya pikiran senekat itu.
"Ayu, sadar yu ini salah, kalau kau melakukan nya akan banyak orang yang tersakiti oleh mu. Apa kau tidak kasihan kepada keluarga Wijaya yang sudah begitu baik membantu mu hah." Batin nya menyadarkan diri nya sendiri yang hampir plin plan membaca isi chat Ravi.
Akhirnya ayu pun memutuskan untuk mengabaikan chat dari Ravi, dan segera Mandi dan bersiap-siap memasak untuk makan makan.
Sementara Ravi yang sudah mengantar Kanaya pulang langsung kembali ke rumah, dia memang sudah mengecek ponselnya dan melihat Ayu sudah membaca pesan yang dia kirim kan. Namun sayang sekali tidak ada balasan apapun dari ayu. Sehingga membuat Ravi menjadi Gegana.
Sesampainya di rumah Ravi melihat Ayu yang sudah bergelut di dapur bersama mama nya. Ingin rasanya Ravi langsung memeluk pujaan hati nya itu, dan menanyakan kenapa ayu tidak membalas pesan nya. namun dia harus menahan hasrat nya apalagi ada mama nya di sana.
Ravi pun ke kamar nya dan langsung mandi. Waktu pun terus berlalu dan kini sudah waktu nya makan malam. Keluarga itu pun makan malam seperti biasa. Namu terlihat Amora seperti nya sudah mulai merasa sesak dengan perut besar nya.
Setelah selesai makan malam, mereka semua pun melanjutkan aktivitas nya seperti biasa. Ayu sengaja langsung masuk ke kamar dan mematikan ponsel nya agar tidak di ganggu oleh Ravi. Ravi yang tau bahwa ayu menghindari nya hanya bisa pasrah.
Waktu pun terus berlalu, dan kini sudah pagi. Karena kebetulan hari ini hari minggu jadi hari ini adalah hari santai untuk semua keluarga, setelah selesai sarapan Ayu pun membersihkan meja makan dan piring-piring di dapur.
"Assalamualaikum." Tiba-tiba Kanaya nongol di depan pintu rumah keluarga Wijaya.
"Waalaikumsalam, Lho sayang, kok tumben kamu ke sini, ada apa?" Tanya sovi saat melihat Kanaya datang ke rumah mereka.
"Kanaya rindu sama Tante." Ucap Kanaya sambil memeluk sovi.
"Sama sayang, Tante juga rindu sekali sama Kanaya. Dan sebentar lagi kan Kanaya akan menjadi menantu sekaligus putri Tante." Ucap Sovi.
"Hehehe iya Tan, ini Kanaya bawakan oleh-oleh untuk semua nya." Ucap Kanaya sambil menyerahkan paper bag yang dia bawa.
"Aduh tidak perlu repot-repot sayang, bagaimana kondisi kamu sudah membaik kan?" Tanya sovi saat mereka sudah duduk di sofa ruang tamu.
"Hehehhe sudah kok Tan." Kanaya tersenyum manis.
"Bentar ya sayang,seperti nya Ravi sedang mandi." Ucap Sovi yang melihat Kanaya melirik seisi rumah mencari keberadaan kekasih nya itu.
"Ini buk, mbak silahkan di minum." Ucap Ayu yang menyuguhkan dua cangkir teh dan camilan untuk Sovi dan Kanaya.
"Terimakasih ya cantik." Ucap Sovi tersenyum manis kepada Ayu.
__ADS_1
"Iya Bu, sama-sama." Ayu balas tersenyum.
Namun Kanaya menatap Ayu dengan tatapan sinis.
"Melihat wajah nya saja sungguh membuat ku muak, tunggu saja sebentar lagi kau akan di usir dari rumah ini." Batin Kanaya.
Karena kini Kanaya punya bukti tentang perselingkuhan Ravi dengan Ayu jadi tujuan dia datang ke sini untuk mengadu kepada sovi dan semua nya. ayu adalah penyebab Ravi memutuskan nya dan yang membuat Kanaya hampir kehilangan nyawa nya.
"Sungguh aku tidak sabar, melihat bagaimana kau akan di campak kan dari rumah ini wanita kampung." Batin Kanaya yang sudah tidak sabar membongkar kejahatan Ravi dan Ayu.
"Ehh Tan sebenarnya ada yang ingin Kanya omongi makanya Kanaya datang ke sini." Ucap Kanaya yang mulai masuk ke inti pembicaraan.
Namun belum selesai Kanaya melanjutkan perkataannya Miko sudah datang dengan wajah panik nya.
"Ma sepertinya Amora sudah mau melahirkan." Ucap Miko terbata-bata.
Spontan sovi Langsung berdiri, memang sedari tadi malam Amora sudah mulai mengalami kram, dan kontraksi palsu namu kontraksi kali ini terasa lebih kuat, lama, dan berdekatan, serta disertai kram.
Tanpa banyak bicara sovi langsung berlari ke kamar Amora dan Miko, dia juga ikut panik karena Miko panik. Dan benar saja sudah ada cairan yang keluar beserta sedikit bercak darah itu artinya Amora akan melahirkan dalam waktu dekat ini.
"Miko segera bawa Amora ke rumah sakit, biar mama sama ayu nanti yang menyusul membawakan barang-barang yang kalian butuh kan. Takut nya nanti ketuban Amora pecah dan Amora kekeringan." Titah sovi yang langsung khawatir dengan kondisi menantu dan calon cucu nya itu.
Dengan sigap Miko pun membawa Amora ke mobil dan melajukan mobil ke rumah sakit. Sementara Sovi dan ayu langsung mempersiapkan barang-barang yang sekiranya di butuhkan Amora dan calon baby nya nanti.
"Kanaya kamu mau ikut ke rumah sakit atau bagaimana?" Tanya sovi saat baru menyadari Kanaya ternyata masih di sana.
"Hmmm Kanaya ikut ke rumah sakit aja deh Tante." Jawab Kanaya yang tidak mau sampai Ravi dan ayu pun kesempatan berdua an nanti di rumah sakit.
"Kamu bawa mobil kan nak, tidak apa-apa kan kalau kamu menyetir sendiri?" Tanya sovi dengan wajah cemas.
Tidak apa-apa kok Tan." Jawab Kanaya dengan ekspresi wajah datar.
Sebenarnya Kanaya kesal karena Ravi seakan tidak memperdulikan nya. Keluarga Wijaya itu pun masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobil menuju rumah sakit tempat Amora bersalin.
Sementara Kanaya seakan tak di anggap di tinggal sendiri.
"Aku juga calon menantu kalian lho, bisa-bisa nya aku di tinggal sendiri. Ini semua gara-gara si Ayu itu." Batin Kanaya kesal namun akhirnya dia tetap menyusul ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit mereka hanya bisa menunggu Amora sampai pembukaan 10,
Dengan sabar Miko pun mengajak istrinya itu berjalan-jalan untuk mengurangi rasa nyeri akibat kontraksi.
__ADS_1
Pembukaan demi pembukaan pun berlangsung, dan kini Amora mulai merasakan ada dorongan dari bayi untuk mengejan.
"Mas aku udah ga kuat." Ucap Amora yang benar-benar merasa tidak sanggup lagi.
"Sabar ya sayang, kita tetap ikuti arahan dari dokter." Miko menenangkan istrinya itu dan mencoba mengelus rambutnya nya serta mengecup kening Amora.
Setelah menunggu hampir 10 jam akhirnya pembukaan Amora pun lengkap.
Amora kini sudah berada di ruang bersalin, tak lupa di temani sang suami untuk memberikan kekuatan dan ketenangan kepada Amora saat proses persalinan.
Sedangkan semua anggota keluarga menunggu dengan harap-harap cemas. Setelah menunggu beberapa waktu suara tangisan bayi kecil pun terdengar dari ruang bersalin. Semua anggota keluarga tersenyum bahagia dan bersyukur.
"Selamat pak, bu bayi nya laki-laki sehat dan tampan, seperti papa nya." Ucap sang dokter kepada mereka berdua.
"Terimakasih sayang,kamu hebat kamu ibu dan istri yang Kuat." Ucap Miko sambil.mengecup kening Amora dengan air mata yang menetes di pipinya. Dia benar-benar terharu melihat perjuangan seorang ibu.
"Terimakasih juga mas, karena selalu ada untuk ku." Jawab Amora sambil tersenyum lemah.
Sang dokter pun membersihkan bayi mereka dari air ketuban, lalu memotong tali pusar dan setelah nya menimbang dan mengukur bayi mereka.
Lalu sang bayi pun di beri inisiasi menyusui dini dan di adzan i oleh Miko, dan setelah semua proses persalinan selesai bayi mereka pun di mandikan oleh suster.
Ternyata Miko sudah menyiapkan nama untuk putra kecil nya yaitu
Bahy syyaid Wijaya
Yang artinya Seorang yang tampan berjiwa pemimpin dan selalu menjadi pemenang
Baby syyaid pun di urus oleh sang suster sementara Miko keluar dari ruang bersalin untuk menemui orang tua nya.
"Selamat nak, sekarang kamu sudah jadi ayah." Ucap Sovi yang langsung memeluk Miko.
"Iya ma, semoga Miko bisa jadi ayah yang baik buat baby syyaid dan suami yang baik buat Amora ya ma." Ucap Miko sambil memeluk mama nya dengan hangat.
"Iya nak." Jawab sovi.
Miko pun berganti berpelukan dengan Sean. Lalu setelah di perbolehkan masuk ke ruang bersalin mereka pun masuk dan langsung memeluk Amora dan memberikan selamat kepada Amora.
"Terimakasih ya Amora, Miko Kalian telah melengkapi kebahagiaan di rumah kita. Kini mama dan papa sudah mendapatkan cucu yang tampan. Selamat menjadi orang tua untuk kalian sayang." Ucap Sovi sambil memeluk Amora sambil menangis.
"Iya ma, Amora juga berterimakasih karena mama sudah menyayangi Amora layaknya putri mama sendiri." Ucap Amora tersenyum.
__ADS_1
Hanya ada kebahagiaan di keluarga itu, Meraka sangat bahagia dengan kehadiran, putra, cucu serta keponakan tampan mereka.
"Terimakasih ya Tuhan, enkau sungguh baik di balik dosa ku yang begitu banyak engkau masih memberikan aku banyak kesempatan untuk menikmati hidup dan merasakan artinya bersyukur. engkau mempercayakan putra tampan untuk ku rawat dan engkau memberikan aku orang-orang baik di sekeliling ku." batin Amora yang tiada henti nya bersyukur untuk setiap berkat yang dapat dia rasakan setelah badai panjang kegelapan yang menerpa kehidupan nya. tanpa sadar dia menangis bahagia dan terharu.