
Entah berapa kali mereka melakukan ibadah dari sore sampai malam ini, Ravi begitu bersemangat sementara Ayu sudah lemah dan merasa tenaganya habis bahkan dia merasa perih di daerah sensitif nya. Kalau bukan karena kelaparan mungkin pertempuran itu masih terus berlanjut.
Namun karena cacing-cacing di perut mereka sudah bernyanyi ria akhirnya kedua nya memilih mengakhiri permainan dengan pencapaian Ayu yang ke empat kalinya dan akhirnya mereka memilih membersihkan diri.
“Argh mas sakit,” rintih Ayu saat dia ingin turun dari ranjang.
“Aduhh maaf ya sayang ku.” Ravi pun menggendong Ayu dari ranjang ke kamar mandi.
“Terimakasih untuk semuanya sayang ku.” Ravi menatap Ayu dalam sembari terus berjalan menuju kamar mandi.
“Sama-sama sayang, dan kamu tidak perlu berterimakasih.” Jawab Ayu.
“Maaf ya sayang, karena mas kamu jadi kesakitan.” Lanjut Ravi.
“Kok minta maaf sih mas, aku juga menikmati nya kok iya memang awalnya tadi sakit tapi makin lama rasa sakitnya berubah jadi rasa nikmat kok.” Jawab Ayu tanpa malu-malu.
“Hehehe, iya sayang mas juga tidak pernah menyangka ternyata melakukan ibadah se nikmat itu. Benar kata orang surga dunia.” Lanjut Ravi dan Kini mereka sudah berada di kamar mandi.
Ravi pun menyalakan shower dan keduanya langsung di guyur air hangat dari shower. Memang cuacanya dingin namun karena pertempuran tadi mereka merasa kepanasan dan berkeringat. Melihat istrinya terkena guyuran shower membuat di terlihat cantik dan sebenarnya Ravi ingin melanjutkan pertempuran lagi.
Namun dia menahan diri nya karena kasihan Ayu kalau harus bertempur terus di tambah ini sudah malam dan sudah waktunya mereka makan malam.
Mereka pun mandi bersama dan menggosok tubuh satu sama lain, dan beberapa menit berlalu keduanya sudah selesai mandi dan segera keluar dari kamar mandi. Menggunakan pakaian masing-masing dan segera menelepon pihak hotel untuk mengantarkan makan malam untuk mereka karena Ravi ingin menghabiskan malam ini bersama istrinya di kamar.
Beberapa menit kemudian makanan mereka pun datang, dan keduanya makan malam bersama. Setelah selesai makan malam Ayu memilih menonton televisi sembari rebahan di bawah selimut karena semakin malam suhu nya semakin dingin. Ravi pun segera bergabung dengan istrinya itu rebahan di bawah selimut.
Ayu menggunakan lengan Ravi jadi bantal nya,sementara Ravi mengelus lembut rambut istrinya itu.
“Apa masih sakit sayang?” tanya Ravi lagi.
“hooh.” Ayu mengangguk.
__ADS_1
“Maaf ya sayang, mungkin kamu belum terbiasa tapi nanti kalau sudah terbiasa kamu akan ketagihan kok.” Ujar Ravi.
“Hehehe sebenarnya sekarang saja sudah ketagihan mas.”jawab Ayu malu-malu.
“Hmmmm benarkah sayang, apa punya mas membuat mu puas?” tanya Ravi yang sangat penasaran.
“Puas mas, puas banget malahan.” Jawab Ayu tanpa malu-malu.
“Syukurlah sayang, semoga honeymoon ini berhasil ya, dan secepatnya kita bisa memberikan cucu kepada mama dan papa ya.” Ujar ravi yang mengeratkan pelukan nya kepada Ayu.
Namun Ayu tidak menjawab kata-kata Ravi,
Entah kenapa tiba-tiba pikiran nya melalang buana ke mana-mana.
“Sayang...” ravi kembali mengeluarkan suaranya ketika tidak ada jawaban dari Ayu.
“Hmmm..” jawab Ayu.
“Tidak mas, hanya saja boleh gak ya kita menunda punya anak dulu, kalau honeymoon ini tidak berhasil?” Tanya Ayu dengan nada suara sedikit gugup.
“Lho kenapa sayang?” tanya ravi yang bingung dengan ucapan istrinya itu.
“Aku masih ingin menyelesaikan kuliah ku mas, kamu sendiri tau kan bisa tamat sarjana adalah impian ku mas.” Jawab Ayu lagi.
“Lho bukan nya dari awal mas bilang mas tidak akan melarang kamu untuk mengejar cita-cita kamu sayang. Dan mas juga tidak mau pernikahan kita jadi penghambat keinginan kamu yang ingin belajar.” Ucap Ravi memberikan penjelasan.
“Tapi kan mas kalau aku sampai hamil berarti kuliahku akan berhenti.” Lanjut Ayu menjelaskan kekhawatiran nya.
“Sayang, memang berat berada di posisi kamu, tapi ingat sayang anak itu rejeki dari yang dia atas tidak baik menolak dan menunda nya. Kalau pun nanti kita langsung di berikan rejeki itu kamu kan bisa ambil kuliah online atau ambil cuti dulu.” Jelas Ravi memberikan pengertian kepada istrinya itu.
“Hmmmm iya mas, sebenarnya besar harapan aku kita bisa menunda punya anak dulu mas aku ingin mempersiapkan diri dulu jadi seorang ibu.”jawab Ayu dengan berat hati.
__ADS_1
Sebenarnya di hati kecilnya dia belum siap menjadi ibu di usia sekarang, namun beberapa minggu ini dia tidak memikirkan hal itu. Namun saat Ravi membahas soal memberikan cucu kepada orang tua mereka entah kenapa perasaan Ayu tiba-tiba berubah. Ayu masih ingin merasakan kebebasan di tambah lagi saat dia mengingat indahnya dunia perkuliahan dan ngumpul-ngumpul bersama sahabat-sahabatnya. Kalau nanti dia sampai hamil dan harus mengambil cuti atau mengikuti kuliah online maka dia tidak akan bisa menikmati indahnya kehidupan itu lagi.
“Sebenarnya mas ingin secepatnya punya anak sayang, mas juga kaget kalau ternyata kamu ingin menunda dulu. Tapi sekarang kan kita sudah suami istri sayang, keputusan harus di ambil berdua kalau kamu masih ingin bebas sih mas juga tidak mungkin memaksakan nya Yasudah kalau memang masih ingin menunda kehamilan.” Sambung Ravi yang memang merasa semua itu membuat Ayu tidak nyaman.
“Iya mas, maaf aku hanya merasa semuanya terlalu cepat.” Ujar Ayu.
“Yasudah sayang, nanti saja kita lihat bagaimana hasilnya, biar waktu yang jawab semuanya, mas tidur duluan ya entah kenapa merasa hari ini lumayan lelah.” Ujar Ravi yang melepaskan tangan nya dari kepala Ayu lalu menarik selimut untuk menutupi badan nya.
Entah kenapa Ravi merasa kecewa dengan kata-kata istrinya itu. Padahal di hatinya dia sangat ingin segera memiliki anak. Namun dia juga tidak boleh egois dia juga harus menunggu kesiapan Ayu untuk menjadi seorang ibu.
“Mas kamu marah ya?” tanya Ayu saat Ravi berbaring membelakanginya.
“Tidak kok sayang, hanya sajamas merasa kata-kata tadi kurang pas saat kita sedang bulan madu begini.” Jawab Ravi.
“Maaf ma.” Ayu merasa bersalah kepada suaminya.
“Tidak perlu minta maaf sayang, mas tau kok perasaan kamu. Yasudah besok kita langsung pulang saja ya.” Lanjut Ravi lagi.
“Lho kok pulang sih mas?” tanya Ayu.
“Daripada di sini berlama-lama, bisa-bisa mas meminta nya terus menerus dan hal itu akan memperbesar peluang kamu hamil.” Jawab Ravi.
“Tapi kan bisa pakai pengaman mas.” Batin Ayu.
“Yasudah yuk kita tidur, kamu juga pasti lelah kan.” Ajak Ravi mengakhiri pembicaraan itu.
Padahal tadi Ravi masih ingin melakukan ibadah malam ini, namun dia tidak menyangka istrinya berbicara seperti itu.
Sebenarnya mood Ravi benar-benar hancur namun dia juga tidak bisa berbuat apapun dan tidak bisa marah kepada Ayu. Jadi akhirnya Ravi memilih untuk memendam semuanya sendiri.
Ayu pun memeluk ravi dari belakang, sebenarnya Ayu ingin minta maaf dan merasa bersalah kepada Ravi, namun dia juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau dia belum siap menjadi ibu.
__ADS_1