
"pa sepertinya harapan kita salah deh, sudah dua Minggu Miko tidak pulang ke rumah. kita menelepon pun selalu di tolak. mama jadi takut kalau sampai Miko benar-benar terkena pelet wanita murahan itu." ucap sovi saat dia dan suaminya makan siang bersama.
"iya ma, papa juga tidak menyangka bisa-bisa nya Miko tidak mengabari kita dan pulang sudah dua hari." jawab Sean yang sama seperti istrinya itu tidak menyangka bahwa Miko benar-benar bisa melakukan hal ini.
"pokoknya mama mau Sekarang juga kita ke apartemen perempuan itu. kita jemput putra kita jangan sampai dia terjerat makin dalam dan berbuat dosa bersama perempuan ular itu." pinta sovi.
"memang nya mama tau dimana apartemen Amora ma?"
"jangan sebut nama nya pa, mendengar nama nya saja mama sudah jijik." jawab sovi cepat.
"ma, kenapa sih mama begitu membenci Amora, yasudah memang nya mama tau dimana apartemen perempuan itu?" ulang Sean lagi.
"ga tau, tapi kemungkinan Paijo, Rudi atau yang lain nya pasti tau pa."
"yasudah panggil Rudi ke sini." titah Sean kepada salah satu pelayan di rumah itu.
"baik tuan." jawab nya dengan hormat.
"tuan memanggil saya?" tanya Rudi Yang sedikit membungkuk kan badan nya.
"rud, kamu tau dimana alamat apartemen Amora? boleh kamu antar kan kami ke sana?" tanya Sean.
"umm...." Rudi yang masih Bimbang untuk menjawab jujur.
"jangan berani-berani nya kamu berbohong ya Rudi. saya yakin seratus persen kamu pasti tau dimana alamat nya. kamu tau kan kalau kamu berbohong saya bisa lebih kejam dari Miko dan Ravi lho." ancam sovi dengan cepat.
"i..iya nyonya dan tuan saya tau dimana alamat nya." jawab Rudi gugup.
"yasudah antar kan kita kesana sekarang juga." perintah sovi.
"ma, habiskan dulu makan siang nya."
"mama jadi tidak berselera makan pa, saat mengingat wajah wanita itu selera makan mama jadi hilang." jawab sovi.
"ma, jangan terlalu benci begitu. bagaimana jika nantinya dia adalah menantu mu ma. dan dia yang akan mengandung calon penerus Wijaya group." ingat Sean.
"amit-amit pa, sampai kapan pun mama ga akan pernah Sudi."
"Ma, kita orang tua hanya bisa mengarahkan dan mendukung anak kita. tapi kalau untuk masa depan mereka biarkan mereka yang memilih ma. karena belum tentu yang terbaik menurut kita terbaik juga buat Miko dan Ravi."
__ADS_1
"pa, kalau ini mah mama yakin seyakin-yakinnya kalau wanita itu bukan yang terbaik untuk Miko. papa ini gimana sih kok plin-plan sebagai kepala rumah tangga?"
"Ma bukan begitu, maksud nya papa coba lah kita kenal Amora lebih dekat lagi. entah kenapa walaupun papa belum pernah bertemu wanita itu papa merasa dia bisa membawa aura positif kepada miko.papa merasa Miko sangat mencintai wanita itu dengan tulus tanpa melihat latar belakang wanita itu."
"ohh jadi sekarang papa juga mau seperti anak-anak papa? mau menentang mama juga hah? benar-benar ya tidak ada lagi yang sayang sama mama di rumah ini." drama sovi mulai keluar.
"bukan begitu ma, dulu waktu orang-orang meragukan kelaki-lakian Miko dan Ravi mama selalu berdoa dan berharap semoga ada wanita yang bisa menaklukkan hati kedua putra mama. sekarang setelah Miko menemukan cinta sejati nya mama malah menolak nya. jadi mau nya mama mendingan Miko penyuka sesama jenis atau menyukai perempuan seutuhnya seperti Amora?" tanya Sean lagi.
"tidak kedua-duanya pa, kalian ngerti ga sih. masih banyak wanita yang jauh lebih baik dari pada wanita itu kenapa harus wanita itu hah?. lagian ngapain kita jadi berdebat sih pa? sudah lah sekarang juga kita berangkat ke apartemen perempuan itu."
"dasar perempuan tidak pernah mau kalah. yasudah yuk ma tapi ingat ya ma jangan marah-marah di sana. apalagi sampai mencaci Amora ya." Sean berdiri dari duduk nya.
"hmmm..." jawab sovi malas.
"yasudah ayok Rudi antarakan kami ke apartemen Amora." ajak Sean.
"baik tuan.."
mereka pun keluar dari rumah itu dan segera naik ke dalam mobil, mobil pun melaju membelah jalan raya. sementara sovi sudah menyumpah serapahi Amora di dalam hatinya. dan siap-siap menyusun drama di otak nya agar Miko mau pulang dan meninggal kan Amora untuk selamanya.
"sungguh aku tidak akan pernah Sudi punya punya menantu seperti wanita itu." batin sovi.
saat Amora dan Miko yang baru saja selesai makan siang dan sedang mencuci piring bersama tiba-tiba bel apartemen nya berbunyi.
"sayang, ada Teman kamu ya yang mau main ke sini?" tanya Miko.
"hah engga kok mas, Rudi bukan yang mau ke sini?" jawab Amora.
"tidak kok, mas dan Rudi ga ada janji, kalau masalah motor juga motornya sudah mas beli."
"terus siapa dong mas? perasaan aku ga punya teman deh selain clara dan Kevin dan kalau mereka ke sini pasti ngabarin dulu."
"ya mana mas tau sayang."
"yasudah buka pintu gih mas, manatau ada sesuatu yang penting." pinta amora karena seperti sang tamu sangat tidak sabar sedari tadi menekan bel apartemen terus menerus.
Miko pun menurut dan segera menuruti perintah istrinya itu, sementara Amora lanjut membersihkan meja makan. dsn merapikan piring.
"lho ma, pa kok kalian bisa ada di sini?" tanya Miko yang kaget saat melihat kedua orang tua nya dan Rudi sedang berdiri di depan pintu apartemen.
__ADS_1
sementara Rudi hanya tertunduk takut, dia takut kalau sampai Miko akan marah besar karena dia telah membawa kedua orang tuanya ke sini
tanpa mengabari Miko.
"mas siapa yang datang?" tanya amora dari dalam karena melihat suaminya masih berdiri di depan pintu dan tidak menyuruh sang tamu masuk ke apartemen.
"Miko..." sovi tidak melanjutkan kata-katanya lagi saat dia melihat Amora berjalan mendekati Miko dengan daster dan clemek yang masih menempel di tubuhnya sementara Miko dengan pakaian santai nya.
"lho tante sovi, om Sean." amora yang kaget melihat mertuanya datang ke apartemen nya tiba-tiba jantung nya berdegup kencang. sungguh dia tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi dan entah apa yang akan terjadi sebentar lagi hanya Tuhan dan author yang tau.
"ma, pa masuk dulu yuk." ajak Miko untuk mencairkan suasana karena dia melihat dengan sangat jelas ada api amarah di tatapan mama nya saat melihat Amora.
"tidak, mama tidak Sudi masuk ke apartemen wanita murahan ini. mama datang ke sini hanya ingin menjemput kamu pulang Miko. dsn jauhi perempuan sampah ini." jawab sovi dengan ketus.
"ma,..."
"kenapa pa? papa mau melarang mama membawa Miko pulang? atau papa setuju kalau perempuan murahan ini akan merebut Miko dari kita?" potong sovi.
"ma, jangan marah-marah dong. tenang-tenang kita bicarakan baik-baik di dalam yuk." ajak Sean sambil menarik tangan sovi.
"iya ma, kita masuk ke dalam dulu yuk. Miko juga ingin memperjelas semuanya."ajak Miko.
sementara amora hanya diam saja, dia bingung harus bersikap seperti apa sekarang. dan akhirnya sovi pun mau menuruti nya dan ikut masuk ke dalam apartemen Amora.
"Tante, om mau minum apa?" tanya amora saat mereka semua sudah duduk di sofa ruang tamu apartemen amora.
"tidak perlu kamu berbasa-basi, saya tidak butuh hidangan kamu. dan saya tidak akan pernah Sudi minum suguhan kamu. saya ke sini hanya ingin menjemput putra saya dari perempuan ular seperti kamu." jawab sovi.
"ma...." Miko hanya bisa mengingat kan mama nya sambil menarik tangan amora yang berdiri agar duduk di sebelahnya.
"sekarang kamu pilih siapa Miko? mama atau perempuan ini?"
"ma, apa sih?" potong sean.
"engga pa, mama ingin jawaban Miko sekarang, dia milih kita atau perempuan sampah ini? dan ini adalah pertanyaan mama yang terakhir sebelum mama mengambil tindakan."
"ma, Miko tidak bisa memilih, karena kalian semua adalah harta berharga di hidup Miko."
"pilihan nya hanya dua Miko mama atau dia." ulang sovi sambil menunjuk amora yang sedikit menunduk.
__ADS_1
"bagaimana mungkin Miko di suruh memilih antara mama dan istrinya Miko ma?"jawab Miko.