
Setelah lelah memikirkan perasaan mama nya yang telah tau kebenaran tentang dirinya, dan menyeselai semuanya. akhirnya Miko pun memilih untuk mandi karena sekarang sudah malam.
"Aku tidak bisa diam begini, Amora pasti sangat terpukul dengan kata-kata mama tadi siang. Apalagi sekarang tidak ada Lela lagi dia pasti kesepian." Batin Miko yang langsung bersiap-siap berangkat ke apartemen Amora.
Apalagi sekarang ponsel yang Miko berikan kepada Amora tempo hari sudah di kembalikan tadi siang sama Lela.
"Maafkan aku Amora sayang, harusnya aku memberikan kebahagiaan untuk mu. Bukan malah penderita an begini." Batin Miko yang menuruni anak tangga.
"Mau kemana kamu?" Suara sovi tiba-tiba mengagetkan Miko saat dia sudah tepat di depan pintu.
"Ma, apa mama sudah baikan?" Tanya Miko balik sambil membalikkan badan nya.
"Mama tanya kamu mau kemana? Jangan bilang kamu mau menemui perempuan itu Miko." Ulang sovi dengan nada kemarahan.
"Ma, Miko harus melihat kondisi Amora, Miko harus memastikan dia baik-baik saja. Apalagi tadi setelah dia bertemu mama." Jawab Miko masih dengan nada yang lembut.
"Mama tidak mengizinkan Miko, sekarang masuk ke kamar." Titah sovi.
"Ma sebentar saja, hanya ingin memastikan kondisi Amora baik-baik saja. Tidak lebih."
"Sekali mama bilang tidak ya tidak Miko. Kenapa kamu sekarang jadi pembangkang begini hah?"
"Ma, maaf tapi Miko tidak bisa,Miko harus menjenguk Amora Maafkan Miko, Miko pamit dulu ma." Jawab Miko yang langsung memutar badan dan berjalan meninggalkan pintu itu.
"Miko, apa yang sudah di berikan wanita murahan itu kepada mu sampai-sampai kamu jadi anak durhaka seperti ini hah?" Bentak sovi.
"Rasa nyaman ma." Jawab Miko yang terus berjalan menuju mobil nya dan melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi.
Beberapa menit berlalu akhirnya Miko sampai di apartemen Amora, setelah memarkir kan mobilnya Miko pun masuk ke lift menuju apartemen Amora. Karena walaupun Miko belum pernah ke sini dia sudah tau lokasi apartemen Amora lengkap dengan sandi pintu nya.
"Dimana dia?" Batin Miko setelah dia masuk ke dalam apartemen milik Amora karena apartemen itu begitu sepi tanpa penghuni.
Miko pun menaiki tangga menuju kamar Amora dan benar saja Amora sedang tertidur di ranjang nya.
"Kau pasti kelelahan sayang, hati pikiran dan badanmu pasti sangat tersiksa kan. Maafkan aku Amora yang bukan nya membahagiakan mu malah memberikan lebih banyak penderita an." Ucap Miko yang mengelus lembut rambut Amora.
Di pandangi nya wajah tenang itu, nafas yang teratur namun terlihat raut ke lelahan di wajah nya. Namun lama kelamaan an semakin Miko memandang wajah tenang Amora semakin besar rasa rindu nya kepada Amora.
Entah apa yang merasuki nya tiba-tiba Miko menyambar bibir seksi Amora yang sudah jadi candu baginya itu.
Awalnya hanya kecupan tapi lama kelamaan ciuman Miko pun semakin panas. Amora yang merasa sesak nafas dan merasa ada yang menjalar di tubuhnya mau tidak mau harus bangun dari tidur nyenyak nya.
Karen kaget adanya Miko di depan wajahnya Amora yang spontan mendorong tubuh Miko sekuat tenaga sehingga Miko terpental ke lantai.
__ADS_1
"Aduhh, kira-kira juga dong sayang kalau nge dorong orang. Gimana coba kalau mas sampai geger otak hah? Bisa-bisa kamu kehilangan masa depan kamu." Ucap Miko yang berdiri sambil mengelus bokong nya yang terasa sakit karena berpenturan dengan lantai.
"Sayang, sayang, untung ga ku tembak mati kamu mas udah seperti maling aja." Guman Amora setelah kesadaran nya sudah sepenuhnya terkumpul.
"Demi kamu mah mas rela sayang di tembak mati, asal abis itu kamu gantung diri juga ya di pohon toge biar bisa nyusul mas ke alam kubur." Gombal Miko.
"Lah emang nya bisa mas orang se tinggi aku gantung diri di pohon toge?" Tanya Amora yang kebingungan.
"Untuk nyonya Amora Wijaya apa sih yang kagak bisa." Jawab Miko yang duduk di sebelah Amora.
"Lah sejak kapan aku ganti nama jadi Amora Wijaya hah?"
"Sejak kau jadi milikku."
"Ah udah lah, mas mau ngapain ke sini?" Tanya Amora yang langsung kembali ke inti pembicaraan.
"Ya mau ngapain lagi, kalau bukan ingin bertemu dengan pujaan hatiku ini. Sungguh sayang kekasih mu ini tidak bisa tidur tanpa melihat wajah mu terlebih dahulu." Jawab Miko yang mencolek hidung mancung Amora.
"Prett...." Amora memberikan ekspresi ingin muntah.
"Lah mas serius ini."
"Yayaya, serah deh mas. Tapi sepertinya itu hanya berlaku untuk beberapa Minggu yang lalu. Tapi mungkin mulai hari ini kita bukan siapa-siapa lagi." Jawab Amora dengan ekspresi wajah sedih.
"Bukan hanya itu mas, semakin ke sini aku sadar kok kalau aku memang tidak pantas untuk mas. Mas terlalu Alhamdulillah buat ku yang astaghfirullah."
"Sayang kita sama,kamu dan mas sama. Dan mari kita tunjukkan kepada mereka bahwa kamu pantas bersanding dengan mas, begitu juga sebaliknya."
"Mas kamu seorang Miko Wijaya lho, sedang kan aku hanya perempuan kotor yang tidak punya pendidikan. Lalu kamu bilang kita sama mas? Bisa-bisa tiba-tiba apartemen ku jadi rame lho mas karena orang-orang tau kalau perempuan seperti ku bisa berpacaran dengan Miko Wijaya." Jelas Amora.
"Hmm para wartawan ya sayang? Ya biasa lah kan pacar kamu ini terkenal jadi wajar lah banyak wartawan yang mewawancarai kamu kok bisa memikat hati CEO tampan ini." Ucap Miko dengan bangga.
"Idih bukan mas, ke PD an kamu. Mereka datang ke sini mau nanya pelet apa yang aku gunakan buat naklukin kamu masa perempuan rendahan seperti aku bisa dapat seorang Miko Wijaya. Berarti perempuan baik-baik seperti mereka bisa dapat yang berkali-kali lipat dong dari kamu. Kan gawat kalau mereka berguru sama aku nanti jadi sesat mereka dan aku nya jadi kaya raya. Tapi kaya rayanya melulu karna uang haram bosan mas." Jawab amora pajang lebar.
"Ya ampun, ini kok pacar ku gemes banget sih." Ucap Miko sambil mengacak rambut Amora karena merasa gemas.
"Mas mari kita akhiri hubungan ini baik-baik, aku yakin kamu bisa mendapatkan yang jaih lebih baik dari aku di segala hal. Dan biarkan aku juga lepas dari bayang-bayang pria agar aku juga bisa memperbaiki diri ku." Pinta Amora dengan wajah sendu.
"Sayang apa kamu tidak mencintai mas?" Tanya Miko yang menggenggam tangan Amora.
"Aku cinta sama mas, bahkan sangat mencintai mas Miko. Tapi aku sadar diri kok dan kita tidak sederajat."
"Kalau cinta di perjuangan dong sayang, mas saja semangatnya memperjuangkan kamu. Masa kamunya engga?"
__ADS_1
"Mas kita beda, coba sadar lah mas dan mari kita akhiri ini semua baik-baik. Ya memang aku sangat mencintai kamu mas tapi akan lebih baik mengakhiri ini semua lagian kan cinta tak harus memiliki."
"Mas yakin kalau kamu adalah masa depan mas,dan mas akan memperjuangkan mu sampai titik darah penghabisan."
"Mas aku tidak mau kalau sampai kamu menentang orang-orang di sekeliling kamu, bahkan melawan orang tua kamu hanya karena wanita murahan seperti ku." Jelas Amora.
"Sayang, mari kita berikan mereka semua pemahaman bahwa kamu adalah pasangan yang terbaik untuk mas begitu juga sebaliknya."
"Mas mama kamu saja tidak setuju punya menantu seperti aku, lalu bagaimana dengan yang lain mas? Bukan hanya aku yang di hina orang-orang sekitar tapi kamu juga akan kena imbas nya karena kesalahan ku di masa lalu. Bahkan mungkin itu akan menjadi aib selamanya Dan akan mempengaruhi Wijaya dan keturunan Wijaya kalau sampai kamu dan aku jadi menikah." Jelas Amora.
"Sayang,jodoh hanya tuhan yang tau.kalau Tuhan bilang kamu adalah jodoh nya mas mereka bisa apa? Lagian Tuhan lah yang bisa bolak-balik hati manusia, dan mas yakin kok kalau kita berdua sama-sama menaklukkan hati mama pasti mama akan luluh dengan ketulusan kamu kepada mas."
"Tapi mas..."
"Shut,,, kita tidur yuk mas ngantuk.besok saja kita lanjut bahasan nya ya."" Potong Miko yang menempel kan telunjuknya di bibir tipis Amora.
"Hah tidur? Jangan bilang kamu mau mau nginap di sini mas." Tanya Amora.
"Hooh." Jawab Miko yang melepaskan bajunya dan mulai merebahkan tubuhnya di ranjang.
"Mas, kamu bukan nya sudah janji tidak akan menyentuh ku lagi?" Protes Amora.
"Lah siapa yang mau menyentuhmu nona Amora? Aku hanya ingin meminjam sedikit ranjang mu." Ucap Miko.
"Ga boleh begini dong mas, bisa-bisa,,, waaaa." Miko langsung menarik Amora sehingga Amora terjatuh ke ranjang.
"Sudah jangan mengoceh Mulu,mari kita lupakan semuanya salah hari ini dan tidur lah dengan tenang." Ucap Miko yang langsung menyeret tubuh Amora ke pelukan nya.
"Mas..."
"Sayang lupakan lah semua nya,mari kita tidur." Ucap Miko yang mengeratkan pelukannya di pinggang Amora.
"Kamu tenang saja, kita hanya tidur saja tidak lebih. Mas seorang Miko Wijaya yang tidak mungkin mengingkari janji nya." Sambung Miko yang melihat Amora ingin protes.
Karena melihat Miko tertidur akhirnya Amora juga ikut tidur di pelukan Miko. Karena saat Miko ada di sebelahnya Amora merasa kehangatan yang sangat nyaman.
"Kau pasti butuh aku sayang, aku hanya ingin memastikan mu baik-baik saja. Selamat tidur wanita ku." Batin Miko yang mengecup kening Amora yang sudah tertidur kemudian segera menyusul Amora ke alam mimpi.
Sedangkan di rumah mereka, sovi bolak balik menelepon Miko dan menunggu kepulangan putra nya yang tak kunjung pulang itu. Sungguh sekarang emosi sovi sudah sampai ke ubun-ubun dan entah sudah seberapa banyak sumpah serapah yang dia lontarkan untuk Amora.
***mohon maaf author baru bisa upload sekarang, biasalah banyak kesibukan di dunia nyata hehehehe.
oh iya author mau mengucapkan selamat hari raya idul Fitri 1442 H untuk umat muslim dan selamat memperingati hari kenaikan Yesus Kristus buat yang Kristen. harapan nya author semoga kita semua di berikan kesehatan dan kedamaian serta dunia kita semakin membaik dan khususnya virus covid-19 semoga segera berakhir ya.
__ADS_1
author juga mau minta maaf yang sebesar-besarnya jika mungkin author tanpa sengaja telah banyak membuat kesalahan yang mungkin tidak berkenan untuk kita semua. terimakasih untuk semua dukungan nya sampai detik ini, author sayang semuanya ❤️😇***.