Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Ujian


__ADS_3

"Siapa wanita ini Miko?" Tanya sovi yang seakan tidak kenal dengan Amora saat mereka berdua sudah berada tepat di hadapan sovi.


"Perkenalkan ma dia Amora Anggita pacar Miko." Jawab Miko yang merangkul Amora.


"Apa dia tidak punya mulut untuk memperkenalkan dirinya sendiri?" Sindir sovi saat melihat Amora diam saja dengan wajah gugup nya.


"Oh kenalkan saya Amora Anggita Tante." Jawab Amora spontan yang langsung menyalim tangan sovi setelah mendengar sindiran sovi.


"Oh kirain bisu." Cetus sovi.


"Ma..."


"Kamu mau lama-lama di sini atau langsung mau pulang?" Potong sovi saat Miko belum melanjutkan kata-katanya.


"Umm sebenarnya mau mengobrol dengan Tante sih, kalau Tante punya waktu." Jawab Amora yang semakin gugup dan salah tingkah.


"Oh yasudah ajak pacar kamu masuk Miko." Cetus sovi yang masuk lebih dulu ke dalam rumah.


"Mas aku takut, rasanya jantung ku ingin copot." Bisik Amora sambil meremas tangan Miko.


"Sudah sayang, kamu santai saja mama memang begitu orang nya. Tapi percaya lah Mama orang yang baik kok." Jawab Miko menenangkan Amora.


"Kalian lagi gibahin mama ya?"


"Eh tidak kok tan." Jawab Amora yang langsung berjalan masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu Miko.


" Kau lihat saja Amora bagaimana aku akan menguji mu, kau kira gampang menjadi menantu Wijaya. Apalagi latar belakang mu yang kurang baik. Aku akan melihat seberapa kuat kau bisa bertahan dengan ku." Batin sovi sambil tersenyum dengan segudang rencana di otak nya.


"Miko kamu ngapain ikut duduk?" Tanya sovi saat Miko duduk di sebelah Amora.


"Lah ma, jadi Miko kemanan?"


"Ya kemana kek, balik ke kantor pekerjaan mu banyak. Jangan kau siksa anak bungsu ku dengan pekerjaan yang menumpuk sedangkan kau asik-asik an duduk di sini." Titah sovi.


"Ma..."


"Jangan membantah ku Miko, kau tau kan bagaimana kalau mama mu ini sudah marah." Potong sovi dengan wajah sangar nya.


"Hmmmm kamu yang semangat ya sayang, menghadapi singa betina ini. Soalnya dia galak banget." Ledek Miko yang akhirnya menuruti perintah sovi dan pergi meninggalkan mereka berdua di sova ruang tamu.


"Yah mati aku, mas Miko yang galak begitu saja bisa luluh dengan satu perintah dari mama nya. Bagaimana dengan nasib ku." Batin Amora yang meremas kedua tangan nya berharap bisa menghilangkan rasa gugupnya.


"Apa tangan mu gatal?" Tanya sovi saat Miko sudah keluar dari ruangan itu dan meninggal kan mereka berdua.


"Oh tidak kok Tante."

__ADS_1


"Apa kau sudah makan siang?"


"Kebetulan belum Tante." Jawab Amora jujur, karena tadi kata Miko dia harus menjawab sejujurnya.


"Baiklah, dia tipe perempuan yang jujur." Batin sovi.


"Yasudah yuk kita makan siang bareng." Ajak sovi.


Amora hanya menurut dan ikut makan siang bersama sovi ke meja makan.


Dengan sigap sang pelayan menyiapkan makanan untuk sovi dan Amora.


Sementara Amora hanya menerima saja apapun yang di tawari pelayanan ke piring nya.


"Ini masakan saya, dan saya sudah susah payah memasak nya. Kalau kata kedua putra ku dan suami ku sih masakan ku adalah masakan Ter enak di dunia." Ucap sovi sambil menyendok kan makanan ke mulut nya.


"Oh begitu ya Tante." Jawab Amora tersenyum paksa.


Dan dia pun mencoba menyendok satu suap masakan itu ke mulut nya. Dan jleb dia merasakan asin di masakan itu.


"Bagaimana Amora? Apa masakan Tante enak? Atau tidak sesuai dengan mulut mu,?" Tanya sovi meminta penilaian Amora.


"Sebenarnya enak sih tan, hanya saja kemungkinan tadi Tante memberikan sedikit garam berlebihan jadi agak sedikit asin. Tapi kalau untuk keseluruhan sih enak." Jawab Amora jujur.


"Hmmm dia tidak suka cari muka, tapi dia juga jujur tapi tak sepenuhnya menjatuhkan mental lawan bicaranya." Batin sovi setelah mendengar jawaban Amora.


"Pelayan ganti piring dan makanan milik nona Amora." Titah sovi kepada sang pelayan.


Sebenarnya sovi memang sengaja membuat makanan itu sedikit asin, dia ingin tau apa respon Amora. Apakah Amora akan jujur atau berbohong agar mendapatkan simpati dari sovi.


Dan benar saja setelah Amora di ganti piring dan makanannya, Amora sangat menikmati masakan sovi karena memang masakan sovi sangat enak di mulut nya dan sangat pas.


Sementara di kantor Miko mulai merasa khawatir dengan Amora karena dia tau benar siapa mama nya. sovi bukan orang yang cukup mudah percaya kepada orang lain apalagi sovi yang sudah tau tentang latar belakang Amora.


"semoga kau kuat sayang, menghadapi singa betina itu. tapi mas yakin kok kamu kuat, semangat Amora sayang." batin Miko di seberang sana.


Setelah mereka selesai makan sovi pun mengajak Amora jalan-jalan di pinggir kolam berenang sambil mengobrol dengan Amora.


"sudah berapa usia mu?" tanya sovi.


"25 Tahun Tan." jawab Amora.


"Apa pekerjaan mu?"


"saya tidak bekerja tan, masih pengangguran." jawab Amora jujur.

__ADS_1


"hah wanita usia 25 tahun belum bekerja, mau jadi apa kamu? atau kamu hanya ingin mencari pria kaya dan di jadikan sebagai ladang uang begitu?" pancing sovi.


"beberapa bulan lalu saya menggeluti dunia bisnis Tan, saya buka restoran di Bali namun sebulan lalu restoran itu terbakar dan saya belum punya cukup modal untuk membangun nya kembali." jawab amora.


"Hmm benarkah begitu?"


"iya Tante."


"lalu orang tua mu? apa pekerjaan mereka apa mereka pebisnis, abdi negara atau pegawai negeri?" tanya sovi lagi.


"saya yatim-piatu Tante."


"oh maaf saya tidak tau."


"lalu sudah berapa lama kau kenal putra saya? dan apa yang kau inginkan dari putra saya?"


"saya dan Mas Miko baru saja kenalan Beberapa Minggu yang lalu tan, tapi sudah ada rasa nyaman jika saya berada di dekat mas Miko. ya kalau keinginan saya sih tan saya kepingin mas Miko jadi masa depan saya." jawab Amora jujur.


"hah bercanda kamu? apa kamu merasa pantas menjadi istri dari putra saya? dan nyonya Wijaya?" ledek sovi.


"tidak ada yang tidak mungkin Tante, dan saya yakin kalau jodoh ga akan ke mana." jawab Amora.


"berapa uang yang kamu ingin kan? agar kamu mau meninggalkan putra saya hah?"


"saya tidak butuh uang Tante, saya mencintai mas Miko dengan tulus."


"hahahaha, tulus di zaman sekarang,?" tawa sovi mengejek.


"karena memang nyatanya seperti itu Tante, saya memang mencintai mas Miko dengan tulus. dengan atau tanpa dia seorang penerus Wijaya grup saya akan tetap mencintainya." jawab Amora.


"hahaha kamu pikir saya bodoh? kamu mau mengincar harta putra ku kan?"


"terserah Tante saja, yang pasti seiring berjalannya waktu saya akan membuktikan ketulusan saya kepada mas Miko."


"lalu bagaimana kalau saya tidak mengizinkan kamu dekat-dekat dengan putra saya lagi hah? dan ini adalah hari terakhir kamu boleh menginjakkan kaki kamu di rumah saya?" tanya sovi.


"saya akan berusaha meyakinkan Tante, dan saya akan mendapatkan hati Tante om dan mas Miko kalau saya memang pantas bersanding dengan mas Miko."


"tring,,, tring,,,." tiba-tiba ponsel sovi berdering.


"kau tunggu di sini, aku ingin mengangkat panggilan dulu. jangan kemana-mana." titah sovi saat melihat layar ponselnya.


"baik Tante." jawab Amora menurut.


Amora pun duduk di kursi tepi kolam berenang sementara sovi segera mengangkat panggilan itu.

__ADS_1


"aduh bagaimana jika Tante itu tau latar belakang ku ya, sedari awal dia terlihat tidak menyukai ku." batin Amora yang merasa gugup.


"


__ADS_2