Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Mengakhiri


__ADS_3

Pagi ini Ravi bisa bangun pagi dia bahkan sholat subuh bersama istrinya. Lalu setelah selesai sholat subuh Ravi berolahraga karena sudah lama Ravi tidak olahraga. Ayu merasa heran kenapa suaminya berubah pagi ini. Dia bertanya banyak hal kepada Ayu.


Setelah Ayu selesai memasak sarapan mereka, dan pagi ini juga dia masuk pagi Ayu pun berniat menyiapkan pakaian suaminya itu. Namun Ravi mengajak nya untuk mandi bersama. Setelah sekian lama akhirnya keduanya kembali mandi bersama.


Setelah selesai mandi mereka pun menggunakan pakaian nya dan segera keluar kamar dan sarapan bersama, di saat bersamaan sang asisten rumah tangga mereka pun datang.


“Ehh mbak Debora sudah datang, yuk sarapan bareng.”Ajak Ayu.


“Iya non, saya sudah sarapan kok tadi.”Jawab Debora yang merasa segan kepada Ravi.


Setelah sebulan lebih Debora bekerja di rumah ini, untuk pertama kalinya dia melihat Ravi. Begitu juga Ravi ini pertama kalinya dia melihat Debora.


“Suami macam apa aku ini, karena terlalu terlena dengan wanita lain aku bahkan tidak tau bagaimana kondisi rumah kami.”Batin Ravi yang merutuki dirinya sendiri.


“Mas mau nambah?” Tawar Ayu.


“Tidak sayang, sudah cukup.”Jawab Ravi.


"masakan aku kurang enak ya mas?" tanya Ayu.


"Tidak sayang, masakan kamu adalah masakan terbaik di dunia ini." jawab Ravi.


Masakan Ayu memang yang terbaik, sudah lama dia tidak makan masakan istrinya itu. Demi Devina dia mengabaikan istrinya dan rumah tangga nya.


"Terimakasih untuk pujian nya yang sedikit lebay mas." ujar Ayu.


"Lho kok lebay sayang, ini beneran tau." Jawab Ravi.


"Hmm ikhlas gak nih?" lanjut Ayu.


"ikhlas dong." Jawab Ravi.


"Terimakasih suamiku." Ayu pun melanjutkan sarapan nya.


Ravi menatap istrinya yang masih fokus mengunyah makanan nya, Wajah cantik dan polos itu. Bagaimana mungkin Ravi tega menyakitinya.


“Mas tumben hari ini kamu punya banyak waktu di rumah biasanya pagi-pagi sekali kamu pasti sudah berangkat ke kantor.”Tanya Ayu lagi yang merasa aneh.


“Maaf ya sayang, kalau sebulan terakhir ini mas terlalu sibuk ngurus pekerjaan sampai mengabaikan kamu.”Jawab ravi.


“Tidak apa-apa mas, kamu kerja juga kan untuk kita. Dan iya aku tidak merasa terabaikan oleh kamu kok.”Ujar Ayu menyuguhkan kembali senyum nya.


Setelah berbincang sedikit Ayu dan Ravi pun akhirnya memutuskan untuk berangkat ke kantor dan ke kampus.


“Mas berangkat dulu ya sayang.”Ujar Ravi saat keduanya sudah berada di garasi.


“Iya mas kamu hati-hati ya nyetirnya. Semangat kerjanya gak usah terlalu di porsir ya.”ucap Ayu.


“Iya sayang, kamu juga semangat ya belajarnya, ingat jaga mata dan hatinya.”Balas Ravi.


“Siap suamiku.”Ayu memberikan tanda hormat.


“Bagaimana sayang soal belajar menyetir mobil dengan sita?”Tanya Ravi yang selama ini memang tidak pernah bertanya.


“Hmmm begitu lah mas, sudah beberapa kali belajar kata sita sih beberapa kali lagi sudah matang.”Jawab Ayu.

__ADS_1


“Benarkah, yasudah hari minggu mas mau lihat kemajuan kamu menyetir ya.”Pinta Ravi.


“Memang nya kamu tidak sibuk mas hari minggu?”Tanya Ayu yang memang suaminya selalu tidak punya waktu bahkan hari minggu pun beralasan banyak kerjaan dan sering ke kantor.


“Tidak sayang, sudah cukup sibuk-sibuk nya. Mulai hari ini mas akan lebih sibuk untuk kamu.”Jawab Ravi.


“Hehehe terimakasih mas, yasudah kamu buruan berangkat ke kantor gih entar telat lagi.”Lanjut Ayu.


“Iya sayang, mas berangkat dulu ya.”Ujar Ravi.


“Iya mas.”Ayu pun menyalim tangan suaminya itu lalu Ravi mengecup kening Ayu.


Setelahnya Ravi masuk ke dalam mobil dan mobilnya pun melaju meninggalkan rumah mereka. Sementara Ayu juga menaiki sepeda motornya dan segera berangkat menuju kampus.


Di perjalanan menuju kantor Ravi mengaktifkan kembali ponselnya dan banyak sekali panggilan tidak terjawab dari Devina, lalu ada beberapa pesan. Ravi pun meletakkan kembali ponselnya. Dia mau fokus menyetir dulu dan akan membaca pesan itu nanti saat dia sudah sampai di kantor.


“Apa yang sudah kau lakukan selama ini Ravi, kau sadar tidak kau sedang berselingkuh dari istrimu.” Batin Ravi yang baru menyadari kesalahan nya.


“Tidak aku harus menghentikan ini semuanya sebelum Ayu mengetahui semuanya dan rumah tangga ku yang akan hancur.”Lanjutnya penuh tekad.


“Tapi tunggu dulu, Devina sudah membohongiku katanya kemaren dia akan bertunangan dua minggu lagi. Tapi kami sudah menjalin hubungan sebulanan, apa dia berbohong ya.”Tanya nya pada dirinya saat dia menyadari bahwa ada yang janggal di sini.


Beberapa menit kemudian Ravi pun sudah sampai di kantor,setelah memarkirkan mobilnya Ravi pun segera menuju ruangan nya. Dan sesampainya di ruangan nya dia pun membaca pesan dari Devina. Devina mengirimkan banyak pesan dramatis dan beberapa ancaman kepada Ravi termasuk ingin mengakhiri hubungan kerja sama mereka dan akan memberitahu Ayu dan semua orang soal perselingkuhan mereka.


Ravi merasa panik dengan ancaman Devina, dia langsung menelepon nomor Devina dan setelah beberapa deringan akhirnya panggilan mereka pun tersambung.


“Selamat pagi sayang ku.”Jawab Devina di seberang sana.


“Vin apa maksud kamu dengan semua chat kamu ini?” Tanya Ravi.


“Vin aku minta maaf karena pernah hampir lalai dan melakukan dosa bersama mu, namun setelah menyadari semuanya aku tau kalau kita ini salah Vin, tidak seharunya kita memiliki hubungan ini. Kamu wanita cantik, singgel dan berpendidikan tinggi dan kamu pantas mendapatkan yang jauh daripada aku.” Jelas Ravi.


“Justru karena itu Ravi, aku merasa aku sudah nyaris sempurna tapi kenapa kamu lebih memilih perempuan kampung yang hanya tamat SMA itu ketimbang aku yang jauh lebih baik di segala hal di bandingkan istri kamu itu.” Ujar Devina lagi.


“Vin jaga ucapan kamu, Ayu itu istriku di mataku dia wanita sempurna dan yang terbaik.” Nada suara Ravi sedikit meninggi.


“Hah kalau dia sempurna kamu tidak akan berselingkuh darinya sampai membohonginya setiap hari.” Jawab Devina lagi.


Ravi terdiam sejenak, kata-kata Devina memang ada benarnya, tapi di sini bukan salah Ayu tapi salah dirinya sendiri yang tidak bisa menahan diri.


“Karena aku lah yang tidak pernah bersyukur bukan karena istriku yang kurang, lagian aku melakukan ini hanya karena aku kasihan kepada kamu Vin.”Lanjut Ravi.


“Hah, kasihan aku tidak butuh di kasihani Ravi. Lagian kamu kasihan dalam rangka apa?” Tanya Devina.


“karena kamu tidak bisa mewujudkan mimpi mu untuk hidup bersama ku.” Ujar ravi.


“Hahaha, Ravi-Ravi kamu pikir aku bodoh. Aku juga tau kalau kamu mencintaiku makanya kamu mau melakukan ini bersama ku.”Ledek Devina dengan tertawa di seberang sana.


Ravi terdiam tidak menjawab kata-kata Devina itu.


“Lagian aku heran ya, kamu ke masukan setan apa sih bisa-bisanya berubah dalam semalam begini.”Lanjut Devina yang menyadari perubahan Ravi. Karena tadi malam dia juga semat mendengar ravi menyebutkan nama Ayu.


“Bukan kerasukan setan apa Vin, tapi baru saja tersadarkan oleh ke khilaf an yang ku alami beberapa minggu yang lalu.”Jawab Ravi.


“Ohh jadi kamu merasa hubungan kita terjadi hanya karena ke khilaf an?” Tanya Devina.

__ADS_1


“Sudah lah Vin, mari kita akhiri hubungan yang seharusnya tidak pernah ada ini.”Ajak Ravi.


“Kalau aku tidak mau bagaimana?” Tantang Devina.


“Iya kalau kamu tidak mau aku bisa apa Vin, aku akan mengakhiri nya secara sepihak dan mungkin tidak mau lagi mengenal kamu.”Jawab ravi yang sedikit kesal dengan sifat keras kepala Devina itu.


“Ravi, Ravi kamu tau kan aku terbiasa mendapatkan apapun yang aku mau, dengan cara apapun itu. Aku bisa saja merusak kan rumah tangga mu bahkan menghancurkan perusahaan kalian.” Ancam Devina.


“Vin, aku tidak menyangka bahwa kamu orang nya begini. Bukan kah kamu bilang jangan campur adukkan masalah pekerjaan dengan masalah pribadi. Di mana ke profesional kamu?” Tanya Ravi.


“Semua bisa terjadi Ravi, jika memang mendesak kita bisa menghalalkan segala cara.”Jawab Devina di seberang sana.


“Jadi kamu maunya apa sih Vin?” Tanya Ravi merasa frustasi menghadapi Devina.


“Aku mau kamu, aku au hubungan kita tetap berjalan seperti biasa.”Jawab Devina.


“Maaf Vin aku tidak bisa, lagian bukan kah kamu bilang hanya butuh waktu dua minggu sebelum lamaran. Setelah nya hubungan kita akan berakhir, tapi ini sudah sebulan apa kamu membohongi ku Vin? Bahwa kamu tidak benar-benar di jodohkan?” Tanya Ravi menanyakan kecurigaan nya.


“Kalau iya kenapa?” tanya Devina.


“Astaga Devina aku tidak menyangka kamu bisa melakukan ini, dan bodohnya aku percaya dengan semua kebohongan kamu.”Ujar Ravi yang merasa di bohongi oleh Devina.


“Tok..tok..tok..”Tiba-tiba ruangan Ravi di ketuk dari luar.


Saat melihat bahwa itu Miko, Ravi pun langsung gugup tanpa mendengarkan penjelasan dari Devina dia langsung mengakhiri panggilan mereka.


“Masuk pak.”Jawab Ravi dari dalam dengan salah tingkah.


“Baru sampai kamu Ravi?” tanya Miko saat dia sudah masuk ke dalam ruangan Ravi.


“Sudah dari tadi kok pak.”Jawab Ravi yang salah tingkah.


“Lalu kenapa laptopnya belum hidup?” Lanjut Miko yang melihat laptop Ravi yang masih off di atas meja.


“Ohh iya pak, tadi saya sedang teleponan sama istri saya.”Bohong Ravi.


“Yakin istri kamu?” Selidik Miko.


“Iya pak.”Ravi semakin salah tingkah.


“Hmm yasudah, ini ada beberapa dokumen yang harus kamu cek. Kalau sudah tolong kirimkan nanti ke email saya ya.” Ujar Miko sembari memberikan map kepada ravi.


“Baik pak”Ravi mengangguk.


“Yasudah semangat kerjanya, saya tunggu file nya.”Miko menepuk pundak ravi.


“Aman pak.” Jawab Ravi lagi.


“Hmm Ravi Ravi jangan sampai kamu salah ambil keputusan.”Batin Miko yang tau adiknya itu sedang berbohong.


Miko pun kembali ke ruangan nya sementara Ravi langsung mengerjakan berkas yang di berikan oleh Miko tadi. Dia pun melirik ponselnya yang ternyata ada pesan dari Devina.


“Aku tunggu di restoran biasa saat jam makan siang kalau kamu tidak datang jangan salahkan aku jika aku berbuat hal yang tidak pernah kamu bayangkan sebelum nya.” Itu lah isi pesan dari Devina.


“Huh...”Ravi membuang nafasnya kasar, dia tidak membalas pesan dari Devina dia meletakkan ponselnya di atas meja dan segera menyelesaikan pekerjaan nya. Dia tidak tau apa yang harus dia perbuat sekarang, tetapi dia juga tidak mungkin melakukan kesalahan lagi dengan kembali kepada Devina

__ADS_1


__ADS_2