Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Kejutan


__ADS_3

Sementara Amora yang juga berbelanja di mall yang sama tak sengaja melihat sovi dan Elsa sedang makan siang bersama dan sepertinya sangat akrab.


"Lho itu kan Tante sovi, kok bisa ya dia sedekat itu sama si janda gatal." Batin Amora yang mengamati mereka dari jauh.


"Hmmm apa jangan-jangan Tante sovi mau menjodohkan mas Miko sama si janda gatal ya?" Batin nya lagi.


"Bukan kah itu nyonya besar nyonya Amora?" Tanya Rudi yang melihat Amora sedang mengamati mereka.


"Hmmm, biarkan saja lah pak Rudi, mungkin Tante sovi ada urusan di sini. Kita balik saja yuk." Ajak Amora yang memang sudah selesai berbelanja.


"Lho bukan kah non Amora mau makan siang tadi nya?"


"Saya berubah pikiran saya mau makan di luar saja." Jawab Amora yang langsung berlalu meninggalkan mall itu.


.


.


.


"Tante bukan kah Miko sangat mencintai pacar cantik nya itu, dan seperti nya dia juga masih gadis. Kenapa Tante lebih setuju kalau Elsa yang jadi menantu Tante?" Tanya Elsa di sela-sela makan siang mereka.


"Hmm Tante hanya tidak menyukai perempuan itu Elsa, Tante merasa dia tidak sederajat dengan keluarga Tante. Berbeda dengan kamu." Jawab sovi berbohong.


Tentu sovi tidak akan menjelaskan kepada Elsa apa yang sebenarnya terjadi. Bisa-bisa Elsa berpikiran buruk dan mengabarkan ke orang-orang kalau selera nya Miko hanya seorang perempuan malam seperti Amora.


"Hmmm benar sih tan, kemaren saja Elsa tanya apakah dia bekerja kata dia dia hanya ingin menghabiskan uang Miko. Sangat berbeda sama Elsa yang jadi wanita karier." Bangga Elsa.


"Hmmm iya sayang kamu benar."


"Andai saja, pilihan nya bukan kamu dan perempuan malam itu, Tante juga tidak mungkin menyetujui kamu dekat lagi sama Miko. Tapi hanya kamu yang bisa Tante manfaatkan untuk menjauhkan Miko dari wanita malam itu." Batin sovi yang sebenarnya tidak menyukai Elsa.


"Tante habis ini masih mau belanja ya? Elsa temenin gimana?"


"Oh tidak Elsa Tante merasa sedikit lelah, Tante mau langsung pulang saja, tapi Tante ada kabar baik untuk kamu."


"Apa tan?"


"Mungkin nanti malam om akan sampai di Indonesia, jadi Tante ada niatan sarapan bareng besok pagi sama semua anggota keluarga, jadi Tante mau kamu datang ya yah sekalian pdkt lah sama semua keluarga Tante."

__ADS_1


"Wahh beneran nih, Tante ngajak aku sarapan bareng sama semuanya keluarga Tante?" Tanya Elsa yang masih tidak percaya.


"Bener dong sayang, kamu mau kan?"


"Mau banget dong Tan." Jawab Elsa dengan senyum sumringah di wajah nya.


"Oh iya kita belum gantian nomor WhatsApp ya, Tante mau nomor WhatsApp kamu dong." Pinta sovi.


"Boleh Tan, dengan senang hati." Elsa pun dengan sigap mengetikkan nomor nya di ponsel sovi.


"Hmm yasudah Tante balik dulu ya, sampai ketemu besok pagi." Pamit sovi.


"Iya Tante, Tante hati-hati ya balik nya."


"Aduh mimpi apa aku kemaren? Bisa ketemu Tante sovi mana di restuin lagi sama Miko. Hmm Miko sayang i'm coming, akan ku buat kau klepek-klepek lagi kepada ku seperti dulu. Dan akan ku singkirkan wanita miskin itu. Sekuat apa pun cinta kalian jika mama mertua sudah berpihak kepada ku kau akan ku musnahkan wanita debu." Batin Elsa yang merasa bahagia dengan pertemuan nya dengan sovi.


.


.


.


"Maaf ya Tante sovi dan janda gatel, aku juga mau egois sekarang. Aku juga ingin bahagia seperti yang lain dan kebahagiaan ku adalah mas Miko. Bagaimana pun caranya aku akan mendapatkan mas Miko jika kalian mencoba bermain licik maka aku akan lebih licik lagi." Batin Amora yang seakan tau isi pembicaraan mereka tadi.


Waktu pun terus berjalan Miko yang baru saja pulang dari kantor langsung ke apartemen Amora, entah kenapa kini wajah Amora sudah menjadi candu baginya.


"Lho mas, kamu sudah pulang dari kantor?" Tanya Amora saat Miko masuk ke apartemen nya.


"Iya sayang, mas rindu sama kamu." Jawab Miko yang langsung memeluk Amora dari belakang.


"Hmmm, bagaimana dengan Tante mas? Apa tadi pagi memarahi mu?" Tanya Amora lagi.


"Tenang saja sayang, mama hanya emosi sesaat saja," jawab Miko yang mengusap rambutnya Amora pelan.


"Lalu kamu, bagaimana sayang? Apa kah shopping mu menyenangkan?"


"Hmmm lumayan menyenangkan mas, oh iya mas aku mau bertanya deh apa Tante ingin menjodohkan mu dengan wanita lain? Seperti Elsa mantan mu itu contoh nya?" Tanya Amora yang mengingat kejadian tadi siang.


"Lho kenapa kamu tiba-tiba bertanga seperti itu sayang?"

__ADS_1


"Tidak ada sih mas, aku hanya pemasangan saja. Secara kan mas tau Tante tidak menyukai mu."


"Shuttt, mas yakin kok jika kamu berusaha mama akan menyayangi mu selayak nya menantu. Mas saja yang awalnya hanya menganggapnya mu wanita pemuas nafsu sekarang menjadi sangat mencintai mu karena sifat dan ketulusan mu."


"Hmmm semoga saja ya mas, lalu bagaimana jika suatu saat nanti Tante sovi atau om menjodohkan mu dengan wanita yang lebih Baik dari ku kamu mau tidak mas?"


"Ya engga lah sayang, di mata mas kamu sudah yang paling terbaik dari mereka semua.


"Tapi mas..."


"Sudah ga usah tapi-tapian, mas datang ke sini mas mau ngomong sesuatu sama kamu."


"Apa mas?"


"Kan Minggu depan mas harus pulang ke Amerika mengurus perusahaan mas yang di sana, jadi kemungkinan mama juga akan ikut pulang ke Amerika. Mas mau kamu ikut ya sama mas soalnya mas mau ngenalin kamu sama papa nya mas."


"Lho mas, mama kamu saja sangat membenciku, sekarang malah di tambah ingin bertemu papa mu yang kemungkinan juga akan membenciku. Ini bukan kabar baik mas ini kabar buruk." Protes Amora.


"Lho mas belum selesai bicara nya sayang, mas sudah yakin sama kamu sayang, dan mas ingin segera menghalalkan kamu. Karena menikah adalah ibadah maka dengan segera mas akan menjalankan nya. Semoga saja mama dan papa nya mas setuju dengan niat baik mas. Karena kehadiran kamu ke sana nanti nya akan mas kenalkan sebagai calon istri nya mas."


"Hah kamu yakin mas? Bukan kah ini terlalu cepat?"


"Mas yakin sayang, mas ingin segera menikah dengan kamu kalau boleh sih Minggu depan juga bagus. Mas tidak butuh pesta yang penting kamu dan mas sah. Sebelum lebih banyak lagi dosa masalah yang mungkin mengguncang hubungan kita." Jawab Miko sambil menggenggam tangan Amora.


"Mas aku tidak tau mau senang atau sedih sekarang, tapi aku benar-benar bersyukur karena Tuhan telah mempersiapkan kita." Jawab Amora yang menetes kan air matanya.


"Hey cantik kejutan nya belum selesai sayang, mas mau kamu dandan yang cantik ya. Karena mas akan memberikan satu kejutan lagi sama kamu sebentar lagi." Ucap Miko.


"Kejutan apa mas?"


"Lho kalau di kasih tau bukan kejutan namanya sayang, pokok nya kamu siap-siap dulu ya karena mas juga mau balik ke rumah sebentar mau mandi dan siap-siap." Ucap Miko.


"Iya mas jawab Amora menurut."


Akhirnya Miko pun berpamitan kepada Amora.


Miko hanya tersenyum membayangkan semua nya sebentar lagi,Karena di sebuah restoran outdoor Miko telah menyiapkan acara untuk melamar Amora.


Seharian ini Miko sudah memikirkan matang-matang semua nya, dan dia ingin menikahi Amora. tujuan Miko membawa Amora ke Amerika hanya ingin mengenalkan Amora kepada papa dan mama nya secara resmi karena papa nya Miko masih di Amerika. Terserah mereka menerima atau tidak nya Amora Miko sudah bertekad akan tetap menikahi Amora.

__ADS_1


__ADS_2