
"Miko kamu mau kemana?" tanya Sean yang melihat Miko sudah rapi menggunakan jas nya sambil menuruni anak tangga.
"mau dinner sama Amora pa, Miko pamit dulu ya pa." jawab Miko dengan wajah santai nya.
"Miko kamu memang sepertinya menghiraukan ancaman papa ya. kamu yakin kamu siap kehilangan segalanya demi perempuan bernama Amora itu?" tanya Sean kepada putra sulung nya itu.
"bukan kah tadi Miko sudah menjawab semuanya kepada papa? Miko rasa semuanya sudah jelas sih pa."
"yasudah pa Miko pamit dulu ya, sampaikan ke mama kalau Miko mungkin telat pulang nya." sambung Miko.
"Miko." bentak Sean.
"kenapa pa?" kini Miko menghentikan langkahnya.
"Jika kamu berani melangkah kan kaki kamu keluar dari rumah ini, maka jangan harapkan kamu bisa kembali lagi ke rumah ini. ingat Miko rumah ini masih milik papa."
"oh jadi papa mengusir Miko?"
"Tidak, ini pilihan Miko. dan ingat ya papa tidak pernah main-main dengan kata-kata papa."
"baiklah pa, jika itu mau nya papa Miko akan keluar dari rumah ini. karna Miko juga ingin tau bagaimana papa dan mama bisa menangani Wijaya grup tanpa ada Miko."jawab Miko yang akhirnya berjalan menuju pintu keluar rumah itu.
"Miko, papa benar-benar kecewa kepada mu nak."
"maaf pa."
Miko pun masuk ke dalam mobil nya dan segera melaju menuju tempat yang sudah dia sediakan untuk dirinya dan Amora.
"bagaimana rud?" tanya Miko kepada Rudi melalui panggilan telepon.
"semuanya bisa di atur pak, anda bisa menikah tanpa kehadiran kedua orang tua anda dan nyonya Amora juga kan sudah yatim-piatu jadi wali nya bisa di wakilkan." jawab Rudi.
"hmm baiklah rudi, terimakasih."
"Hah, pak Miko bilang terimakasih?" batin Rudi yang tidak percaya mendengar kan ucapan terimakasih Miko.
"ah iya pak sama-sama." jawab Rudi gugup.
akhirnya panggilan mereka pun berakhir,
"maafkan Miko ma, pa, untuk kali ini Miko jadi anak durhaka. tapi Miko memang sudah berniat menikahi Amora dengan atau tanpa restu dari mama dan papa." batin Miko.
.
.
.
__ADS_1
sementara di rumah nya Sean hanya bisa mematung melihat putranya meninggalkan rumah mereka.
"papa harap wanita itu juga mencintai mu setulus kamu mencintai dia Miko.jangan sampai dia mencintai mu hanya karena harta dan jabatan mu nak." batin Sean yang merasa kan besar nya cinta putra nya kepada Amora.
Sean memang sengaja mengusir Miko dari rumah itu, selain Sean ingin menguji besar nya cinta Miko kepada Amora. Sean juga ingin tau apa benar Amora benar-benar mencintai Miko.
akhirnya Sean pun berjalan menuju kamar untuk menemui istrinya yang lagi bad mood karena ulah dia dan putra sulung mereka.
sesampainya Miko di restoran yang sudah dia persiapan untuk dirinya dan Amora dia pun duduk menunggu kedatangan tuan putri nya. dan benar saja beberapa menit kemudian mata Miko di manjakan dengan kecantikan tubuh dan wajah Amora. lagi dan lagi Miko semakin dalam mencintai Amora.
"kenapa pacar ku bisa se cantik ini sih?" tanya Miko saat Amora berjalan ke arahnya.
"ihh kamu nya aja yang ga pernah sadar mas, memang sedari dulu aku cantik paripurna ya." jawab Amora sambil mengibaskan rambutnya.
"hmmm Amora Amora, yasudah duduk dulu yuk tuan putri." ajak Miko yang menarik kursi untuk Amora.
"uhh terimakasih tuan Miko yang terhormat. ngomong-ngomong kenapa kamu makin ke sini makin romantis sih mas ah." ucap Amora yang merasa tempat ini dan suasana di sini begitu menakjubkan.
"memang sedari dulu mas romantis kali sayang, kamu nya aja yang tidak pernah sadar." kini balik Miko yang meledek Amora.
"Hmmm iya iya ya. makasih ya mas."
"untuk apa?"
"untuk semuanya."
"apa mas?" Amora jadi ikut tegang melihat perubahan ekspresi wajah Miko.
"mas ingin bertanya, apa kamu tulus mencintai mas?"
"sangat mas. kamu masih meragukan cinta ku?"
"walaupun mas bukan pewaris Wijaya grup."
"mas aku mencintaimu karena memang aku mau kamu, bukan karena kamu anak dari Wijaya grup. ada dan tiada Wijaya grup percaya lah mas hati ku sudah sepenuhnya dimiliki mu." jawab Amora.
"mas di usir dari rumah Amora."
"lho kok bisa mas?" Amora kaget mendengar nya.
"karena mas bersikeras ingin menikah dengan mu, sementara mama dan papa nya mas tidak setuju." jelas Miko.
"mas aku tidak mau kamu sampai jadi anak durhaka cuman karena aku." jawab Amora.
"jadi kamu lebih memilih putus dengan ku Amora? karena orang tua ku?" tanya Miko.
"bukan mas, aku mencintaimu sangat mencintai mu. tapi aku tidak ingin merebut mu dari orang tua mu mas." jawab Amora lagi.
__ADS_1
"Amora sayang, kamu tidak merebut ku dari siapapun. ada dan tiada kamu cinta dan sayang mas untuk mama dan papa nya mas akan tetap sama."
"tapi mas..."
"tapi apa sayang?,"
"jangan sampai melawan om dan Tante karena aku. sebesar apa pun cinta ku kepada kamu mas ku rasa tidak akan pernah bisa mengalahkan cinta om dan Tante kepada mu."
"iya sayang mas tau, tapi kalian semua bukan pilihan. kalian semua kewajiban yang harus mas miliki dan bahagia kan." jelas Miko.
"Amora aku sangat mencintaimu mu Sayang."sabung Miko.
"aku juga sangat mencintai mas," jawab Amora yang menggenggam tangan Miko.
"tapi papa sudah mencoret mas dari ahli warisnya." jelas Miko.
"lalu?"
"apa kau masih mau bertahan dengan ku?"
"mas kau kira aku wanita matre yang mencintai uang mu? tidak mas aku mencintaimu dengan tulus. kenapa kamu tidak pernah percaya cinta tulus ku mas?"
"aku percaya sayang, hanya melihat mata mu saja aku percaya semuanya."
"mas kamu mau ngapain?" tanya Amora saat Miko sudah berjalan menuju nya dan berlutut di hadapan nya.
"Amora, aku bukan pria romantis, tapi kau adalah wanita pertama yang membuat semua yang biasa di dalam hidup ku menjadi luar biasa. aku sangat mencintai sayang dan aku ingin kau dan aku selamanya. menikah lah dengan ku dan mari kita bangun keluarga kecil kita sampai kita berdua menua bersama nanti nya." pinta miko yang berlutut hadapan Amora.
"mas, kamu ga lagi bercanda kan?" tanya Amora yang mulai menetes kan air matanya. karena dia sungguh tidak percaya bahwa malam ini seorang Miko Wijaya akan melamar wanita murahan seperti dirinya.
"apakah kau melihat wajah ku sedang bercanda sayang?"
"Tolong pikiran semuanya matang-matang mas.kau dan aku beda aku merasa tidak pantas bersanding dengan mu, dan akan ada konsikuensi untuk ini semua mas." jawab Amora yang langsung sadar diri.
"stop sayang, jangan bahas itu lagi kau dan mas sama sayang. dan mas sudah memikirkan nya dengan matang."
"lalu bagaimana dengan keluarga mu mas?"
"mari kita taklukkan mereka bersama, mas yakin jika kita sama-sama menghadapi semua masalah kita akan dapat menyelesaikan nya dengan baik. mereka hanya belum mengenal baik saja calon istri mas ini." jelas Miko.
"mas..."
"sayang mas tanya sekali lagi, "Will you marry me Amora Anggita?" ulang Miko.
Amora hanya bisa menggangguk sambil memeluk Miko bahagia. mereka pun berpelukan bahagia.
Maafkan author reader's tersayang. soalnya kemaren tidak upload dan hari ini upload nya juga telat bahkan mungkin bab ini agak acak-acakan. soalnya kemaren siang author harus di rawat di rumah sakit karena DBD. ini aja author memaksakan diri untuk upload. maaf jika mungkin banyak yang amburadul. semoga author lekas sembuh dan bisa menulis lagi ya.
__ADS_1
jaga kesehatan kesayangan author, dimana pun kalian semua berada, author sayang kalian❤️."