Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Mulai curiga


__ADS_3

Begitu lah hari-hari terus berlanjut, Ravi semakin dekat dan romantis dengan Devina. Kini tidak hanya dua minggu tapi sudah hampir sebulan perselingkuhan di antara mereka terjadi. Orang –orang di sekeliling mereka pun mulai mencurigai mereka.


Ayu orang yang paling dekat saat ini bersama Ravi, tidak bisa lagi berpikir positif tentang suaminya itu. Bagaimana tidak meeka berdua masih pengantin baru tapi sepertinya keromantisan sudah hilang dalam sekejap di rumah tangga mereka. Ayu merasa kini dia sendiri Ravi hanya ada untuk menjadi teman tidurnya.


Ravi selalu pulang larut malam dengan berbagai macam alasan pekerjaan, tidak pernah sarapan atau makan malam di rumah. Bisa di bilang mereka seperti bukan sepasang suami istri hanya dua insan yang tinggal se atap. Bahkan di rumah Ravi lebih sibuk dengan ponselnya dan lebih anehnya Ravi menggunakan password untuk ponselnya dan Ayu tidak mengetahui apa password ponselnya Ravi itu.


Ravi seakan tidak perduli lagi dengan kebutuhan dan masalah yang di hadapi istrinya, hari-harinya memang lebih banyak di kantor dan kerja katanya, walaupun faktanya lebih banyak dengan Devina. Aroma Parfum yang sama selalu menempel di jas dan kemeja Ravi setiap harinya. Tentu saja hal itu membuat Ayu tidak bisa lagi berpikir positif. Namun dia juga tidak tau mau bercerita soal ini ke siapa selain memendam nya sendiri sembari mencari tau kebenaran nya.


Lebih parahnya lagi Ravi jarang sekali meminta hak nya dari Ayu, seakan dia sudah mendapatkan kepuasan di luar sana, hal itu benar-benar membuat Ayu sedih dan bahkan sering kali dia tidak fokus saat kuliah. Beberapa kali Ayu mencoba memancing Ravi agar mengakui dia punya orang lain di luar sana namun Ravi begitu pintar mengelak dan menutupinya.


Ternyata perubahan Ravi tidak hanya di rasakan oleh Ayu, tetapi Miko juga. Dia merasa ada yang janggal pada adiknya itu. Bagaimana tidak Ravi yang biasanya disiplin waktu dan selalu tepat waktu datang ke kantor sebulan terakhir ini selalu datang terlambat. Tidak hanya itu setiap jam makan siang Ravi selalu makan keluar dan pulang nya agak lama.


Bahkan pekerjaan nya akhir-akhir ini sedikit kacau, kalau biasanya Ravi selalu mengerjakan semuanya bahkan sebelum waktunya ini banyak sekai pekerjaan yang terbengkalai.


Namun Miko tidak mau gegabah, dia juga ingin mencari tau secara diam-diam kenapa adiknya bisa berubah begini selama sebulan terakhir ini.


“Sayang sepertinya orang-orang kantor mulai curiga deh sama hubungan kita.”Ujar Devina saat dia masuk ke dalam mobil saat Ravi menjemputnya pagi ini.


“Hmm yasudah lah sayang biarin saja, perduli amat sama mereka.”Jawab Ravi yang mulai menginjak gas.


“Sayang aku sebenarnya tidak masalah kalau orang-orang tau aku dan kamu pacaran, aku bahkan bahagia untuk itu. Hanya saja sekarang status kamu sudah beda berita ini bisa membuat rumah tangga kamu jadi rusak sayang dan aku bisa-bisa di cap sebagai pelakor.”Lanjut Devina lagi.


Ravi pun terdiam, mencoba memikirkan kata-kata Devina yang ada benarnya itu. Walaupun dia mencintai Devina tetapi dia juga sangat mencintai Ayu dia tidak mungkin melepaskan Ayu. Lalu bagaimana jika Ayu meminta pisah setelah dia tahu bahwa Ravi bermain di belakang nya, sungguh Ravi tidak siap dengan kondisi itu.


“Atau mulai besok kita mulai jaga jarak saja sayang?”Tanya Ravi sambil menatap Devina yang ada di sebelahnya.


“Maksud kamu?” Devina balik bertanya.


“Mulai besok kamu bawa mobil sendiri saja, dan kalau boleh waktu kita ketemu jangan sesering biasanya.”Lanjut Ravi.


“Lho kok gitu? Kamu takut kalau sampai ketahuan istri kamu gitu?” protes Devina.


“Bukan sayang, ini demi kebaikan kita kamu sendiri kan yang bilang kamu tidak mau di cap sebagai pelakor. Kalau kita terus begini dan kita lalai sedikit bisa-bisa hubungan kita bocor. Bukan cuman rumah tangga aku yang hancur tapi nama baik kamu dan karir kamu. Apa coba kata orang-orang kalau tau Devina si perempuan nyaris sempurna ternyata jadi pelakor, yang lebih penting bagaimana respon mama kamu kalau mengetahui ini semua.”Jelas Ravi.

__ADS_1


Devina terdiam sejenak, dia mencoba mencerna kata-kata Ravi yang ada benarnya itu. Dia lebih memikirkan kondisi mama nya kalau tau bahwa dirinya sekarang seorang pelakor.


“Iya deh sayang, tapi setiap rindu kita harus ketemu ya.”Pinta Devina yang akhirnya setuju dengan saran ravi.


“Iya sayang ku.”Jawab Ravi.


Mobil mereka pun berhenti di salah satu rumah makan untuk sarapan pagi bersama, dan setelah selesai sarapan Ravi mengantarkan Devina ke kantornya kemudian setelah mengantar Devina Ravi kembali melajukan mobilnya menuju kantornya.


Setelah memarkirkan mobilnya Ravi pun segera naik ke lantai atas menuju ruangan nya menggunakan lift.


Saat membuka ruangan nya betapa kagetnya Ravi melihat Miko yang sudah duduk di dalam ruangan nya.


“Lho, pak Miko. Pagi pak.”Ujar Ravi dengan raut wajah nya yang gugup.


“Dari mana saja kamu?” Tanya Miko yang ingin memakan Ravi mentah-mentah.


“Ummm biasa pak dari rumah pak.”Bohong Ravi.


“Duduk!!" Titah Miko.


“Kenapa akhir-akhir ini sering terlambat ke kantor?”Lanjut Miko.


“Biasa lah pak, saya harus membantu istri saya melakukan beberapa pekerjaan rumah.”Ravi kembali berbohong.


“Kamu yakin?” Tanya Miko sambil menatap Ravi penuh selidik.


“Iya pak.” Ucap Ravi.


“Hmm, kalau kamu bohong bagaimana?” Tanya Miko.


Ravi pun terdiam, dia tidak tau mau jawab apa. Karena kalau sampai kakak nya tau yang sebenarnya bisa-bisa dia habis di tangan Miko.


“Tadi pagi saya ke rumah kamu.”Lanjut Miko.

__ADS_1


Deg, Jantung Ravi ingin copot rasanya setelah mendengarkan pernyataan kakak nya itu.


“Ayu sudah menjelaskan semua perubahan kamu kepada saya, saya juga a merasakan perubahan yang sama selama satu bulan terakhir ini. dan jangan sampai kecurigaan Ayu dan saya benar. Karena kalau sampai itu terjadi walaupun kamu adik saya, saya akan jadi orang terdepan yang pertama menghabisi kamu.”Ujar Miko namun ada kemarahan di matanya.


“Maksudnya kecurigaan apa ya pak?”Tanya Ravi sok tidak tahu.


“Kamu tidak perlu pura-pura polos begitu Ravi, saya sebagai kakak kamu cuman mau bilang Ayu adalah perempuan baik dan istri yang terbaik untuk kamu. Dan kamu lah yang memilihnya jangan sampai kamu menyakitinya. Wanita yang jauh lebih cantik akan banyak yang datang untuk menguji rumah tangga kalian. Ingat Ayu juga cantik di mata laki-laki lain, jangan sampai kamu kehilangan istri sebaik Ayu.”Jelas Miko panjang lebar.


Ravi hanya terdiam, dia kehabisan kata-kata untuk membatah penuturan Miko itu.


“Yasudah silahkan kamu lanjutkan pekerjaan kamu, saya juga mau kembali ke ruangan saya.”Ujar Mio yang bangkit dari duduk nya dan segera keluar dari ruangan Ravi.


Sementara Ravi masih diam duduk di sofa ruangan nya, dia juga tidak tau harus berbuat apa sekarang. Di menginginkan keduanya. Dia benar-benar bingung harus melakukan apa sekarang.


“Arghh..”Ravi mengacak rambutnya Frustasi.


Untuk menghilangkan beban pikiran nya Ravi pun mengerjakan beberapa pekerjaan kantornya sampai dia lupa mengabari Devina kalau dia sudah sampai di kantor, padahal biasanya dia tidak akan pernah lupa mengatakan itu selama sebulan terakhir ini.Bahkan pada saat jam makan siang Devina bingung kenapa Ravi tidak menghubunginya sekedar menanyakan kita makan siang di mana cantik.


Karena tidak mau nge chat Ravi lebih dulu akhirnya Devina memutuskan untuk makan siang di kantin kantor, sehingga beberapa orang dari orang-orang kantor memperhatikan Devina karena sudah sebulan terakhir Devina tidak pernah sama sekali makan di kantin kantor. Namun mereka tidak berani protes kepada ibu direktur mereka itu, walaupun Devina tau kalau dia sedang di gosip i diam-diam.


Setelah jam makan siang Devina pun kembali ke ruangan nya untuk melanjutkan pekerjaan nya, namun dia tidak bisa fokus karena dia merindukan Ravi namun dia tidak berani bilang ke pada Ravi bahwa dia merindukan pria itu. Ravi yang masih asyik mengerjakan beberapa pekerjaan yang terbengkalai di ganggu oleh cacing-cacing yang bernyanyi di dalam perutnya. Akhirnya untuk sementara Ravi berhenti mengerjakan pekerjaan nya lalu meregangkan otot-ototnya.


“Jam berapa sekarang.”Guman Ravi yang melihat jam di pergelangan tangan nya.


“Hah sudah jam 3 sore.”Lanjutnya dengan ekspresi wajah kaget.


Dia pun langsung teringat kepada Devina, sudah jam segini entah Devina sudah makan atau belum. Dia pun langsung menelpon Devina namun di tolak oleh Devina.


“Wahh, gawat apa Devina marah ya kepadaku.”Batin Ravi yang merasa gak enak kepada Devina.


Dia pun kembali menghubungi Devina, namun lagi-lagi di tolak oleh Devina. Lalau beberapa menit kemudian Devina mengirimkan Voice note di mana CEO perusahaan mereka sedang memberikan arahan.


“Ohh dia lagi rapat toh.” Guman nya.

__ADS_1


“Maaf ya sayang aku tidak tau.”balas Ravi.


Namun tidak ada jawaban dari Devina, Karena merasa cacing-cacing nya sudah mulai bernyanyi ria akhirnya Ravi pun memesan makan siang secara online untuk dirinya. Setelah makanan nya datang Ravi pun makan siang dan setelahnya melanjutkan pekerjaan nya.


__ADS_2