
"sayang jangan menangis, aku benci jika air mata itu harus membasah i pipi cantik pacar ku ini." Ucap Miko sambil mengusap kedua pipi Amora.
"Ini tangis bahagia mas, entah kenapa hatiku sangat terharu di perlakukan istimewa oleh mu."
"Kau istimewa Amora, dan kau pantas mendapatkan perlakuan istimewa. Dan mulai hari ini kau adalah ratu ku. Jadi aku akan memperlakukan mu selayak nya ratu,Karena kini kau sudah bersama laki-laki yang tepat." Jelas Miko.
"Apapun itu, pokoknya malam ini tak akan pernah ku lupakan mas,untuk pertama kalinya aku merasa aku di anggap perempuan dan manusia selayaknya seperti umumnya."
"Yasudah kita makan yuk, mas tau kamu pasti sudah lapar kan?" Ajak Miko.
"Hehehe iya mas." Jawab Amora cengengesan.
Mereka berdua pun duduk kembali di kursi dan dengan sigap menghidangkan makan malam mereka diatas meja.
"Apa kau menyukai kalung nya sayang?" Tanya Miko.
" Sangat mas, aku sangat menyukai nya." Jawab Amora sambil tersenyum manis.
"Kalung itu terlihat anggun dan mewah saat kau yang memakai nya sayang." Ucap Miko.
"benarkah?"
"hmm iya dong."
Merek berdua pun dinner romantis dan hanya ada kebahagiaan di ruangan itu. Amora merasa menjadi wanita paling bahagia malam ini.
"Semoga kau adalah cinta terakhir ku Miko Wijaya,dan semoga kedepannya akan banyak kebahagiaan-kebahagiann lain untuk kita berdua." Batin Amora yang memperhatikan Miko yang sedang serius menikmati makan malam nya.
"Mas kapan kau menyiapkan ini semua?" Tanya Amora setelah mereka berdua sudah selesai makan malam.
"Tadi siang sayang, mas rasa mas perlu mengungkap perasaan mas kepada mu dengan cara yang romantis makanya mas kepikiran untuk Dinner bersama mu."
"Terimakasih mas, aku sangat menyukai nya."
"Apa kau mau berdansa sayang?" Tanya Miko yanb berdiri dan mengulur kan tangan nya.
"Kenapa tidak."
__ADS_1
Amora menyambut uluran tangan Miko dan mereka berdua pun berdansa sambil menikmati alunan musik.
"Kau belum cerita sayang, apa saja yang sudah terjadi satu hari ini." Ucap Miko di saat mereka berdua sudah berdansa.
"Oh iya untung saja kamu mengingat kan ku mas, tadi saat aku bertemu Clara dia minta tolong sama aku mas." Ucap Amora yang mengingat permintaan Clara tadi.
"Apa?"
"Dia butuh kerjaan mas, apa di kantor kamu membutuhkan lowongan pekerjaan?"
"Tidak, tidak ada lowongan untuk wanita seperti dia."
"Mas, dia ingin bercerai dengan suaminya karena dia sering mengalami kdrt, jadi dia butuh kerjaan untuk menyambung hidup masa sih tidak ada kerjaan untuk sahabat pacar mu di kantor mu mas?"
"Hah wanita se jenis Clara dapat Kdrt? Ya ampun polos dan bloon memang beda tipis ya. Tidak ada lowongan sayang, seandainya ada pun mas tidak akan Sudi memiliki karyawan seperti dia."
"Maksud nya mas apa? Siapa yang bloon?"
"Bukan siapa-siapa kok, mas merasa suaminya Clara itu bloon Karen sudah melakukan kdrt kepada istrinya." Jawab Miko alibi yang memang sedang tidak ingin berdebat dengan Amora di waktu yang romantis ini.
"Iya mas aku juga merasa begitu, wanita se baik dan se cantik Clara kok di sakiti ya."
"Mas aku tidak tau kenapa kamu membenci Clara, tapi boleh kita duduk dulu aku lelah." Pinta Amora yang sudah lelah berdansa dengan Miko.
"Mas jelas kan juga otak kamu ga akan nyampe sayang, jadi percuma." Batin Miko.
"Yasudah kita duduk yuk, pokoknya dengerin aja kata mas.percaya lah sayang mas ingin yang terbaik untuk kamu." Ucap Miko saat mereka sudah duduk kembali.
"Lalu bagaimana dengan pacar kamu? Apa kamu sudah mengakhiri hubungan kalian? Mas tidak mau ya kalau sampai mas di selingkuhi apalagi sampai jadi selingkuhan mu. Mas mau hanya ada mas di hati dan di hidup kamu." Sambung Miko.
"Hmm belum mas, niatnya aku ingin mengakhiri hubungan nya baik-baik bersama Adam. Aku tidak mau ada dendam di antara kami."
"Kenapa tidak sekarang saja? Kamu kan bisa mengakhiri nya melalui media sosial atau apa. Atau kamu masih memiliki perasaan kepada nya? Apalagi karena dia mengiming-imingi mu akan menikahi mu hah?"
"Mas aku terlalu pengecut jika mengakhiri nya melalui media sosial dan sebagainya. Jika hubungan di awali dengan baik-baik maka harus di akhiri dengan baik. Dan kamu apaan sih mas, sekarang hati aku sudah untuk kamu semua aku udah ga ada perasaan apapun kepada Adam. Dan kalau memang aku niat menikah dengan dia harusnya dari kemaren aku langsung mau dong, ini aku malah meninggalkan nya." Jelas Amora.
"Iya iya lah, kamu pasti memilih mas. Jelas mas lebih baik di segala hal dari dia." Bangga Miko.
__ADS_1
"Hah, tidak salah? Dia pria baik-baik mas, dan kamu sama seperti aku. Aku merasa tidak pantas untuk nya." Batin amora.
"Yasudah besok kamu akhiri semuanya ya, mas ingin semuanya selesai."
"Iya iya mas, kamu tenang saja."
"Mas ikut, biar dia percaya bahwa kamu sudah punya pacar baru yang lebih tampan dan kaya raya dari dia."
"Hmmm terserah kamu aja mas."
Mereka pun mulai mengobrol banyak hal sampai larut malam dan karena Amora sudah mulai mengantuk Miko dan Amora pun pulang ke rumah.
Karena rasa kantuknya sudah tidak dapat di tahan oleh Amora akhirnya dia tertidur di bahu Miko. Sementara Miko merangguk pacar nya dengan lembut. Bahkan sesampainya di rumah Miko menggendong Amora ke kamar tamu karena tidak tega membangun kan nya yang sudah tidur nyenyak. Miko pun merebahkan tubuh Amora di ranjang dan membuka sepatu Amora.
"Selamat tidur tuan putri ku, mimpi indah ya sayang." Ucap Miko sambil mengecup kening Amora dan menyelimuti Amora.
Karena dia juga merasa sama lelah nya dengan Amora Miko pun keluar dari kamar tamu dan ingin segera ke kamar nya.
"Kak.." panggil Ravi yang Barus saja keluar dari ruang kerja nya saat melihat Miko menaiki anak tangga.
"Hmm." Jawab Miko yang menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya.
Ravi pun mengejar Kakak nya ke atas tangga, "Kakak baca ini." Ucap Ravi yang menyerahkan ponselnya yang berisi chat nay dengan papa nya.
"Hah mama mau ke sini?, Karena penasaran dengan Amora?" Tanya Miko yang kaget membaca chat itu.
"Iya kak, tadinya aku mau bilang langsung sama kakak, tapi kata Rudi kakak pergi dinner bersama Amora dan ponsel nya kakak, kakak tinggal." Jelas Ravi.
"Okay Ravi makasih ya."
"Lalu bagaimana dengan Amora kak? Bisa-bisa mama marah besar kalau sampai tau Amora tinggal di rumah ini bersama kita. Kakak kan tau sendiri mama itu suka neting sendiri. Ya walaupun negatif thinking nya mama bener sih." Sambung Ravi.
"Hmm kamu tenang saja Ravi, kakak akan atur semuanya. Lagian mama sampai nya besok siang atau sore kan ya? Huh syukur deh papa mengabari kamu kalau tidak bisa-bisa mama terkena serangan jantung kalau sampai tau yang sebenarnya." Ucap Miko sambil mengelus dadanya.
"Yasudah kamu tidur gih, ini sudah larut. Kakak juga mau istirahat." Titah Miko.
"Iya kak," jawab Ravi.
__ADS_1
Akhirnya mereka berdua pun masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.