Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Melamar


__ADS_3

Begitulah hari demi hari berlalu, kini kondisi Ravi menunjukkan banyak perubahan.


Namun itu semua tidak terlepas dari kerja keras Ayu yang begitu sabar merawat dan membantu Ravi latihan berjalan.


Sovi yang melihat ketulusan Ayu dalam merawat Ravi menjadi yakin bahwa Ayu adalah perempuan yang tepat untuk mendampingi Ravi kelak. Sovi juga melihat masih ada cinta yang begitu besar di hati kedua nya, untuk satu sama lain.


Malam ini mereka sekeluarga pun makan malam, ayu yang biasanya sibuk menyiapkan segala sesuatu yang kurang di hentikan sovi.


"Yu ikut makan malam saja yuk, biar saja yang lain yang menyiapkan yang di butuhkan." Ucap Sovi yang menarik tangan Ayu agar duduk bergabung bersama mereka di meja makan.


"Tapi Bu..." Ayu yang merasa tidak enak dan tidak pantas mencoba menolak nya.


"Tidak apa-apa yu, lagian ini juga bukan tugas kamu, dan mulai besok kamu harus bergabung bersama kami makan malam dan sarapan pagi ya." Ujar sovi lagi.


Dengan terpaksa Ayu pun duduk di sebelah sovi,


"Iya benar kata ibu Ayu, kamu juga sudah menjadi bagian dari keluarga ini, jadi harus ikut bergabung juga." Timpal Sean.


Ayu yang merasa canggung melirik ke Amora, Amora hanya tersenyum dan mengangguk.


"Ba...baik pak, buk." Jawab Ayu yang masih merasa canggung.


Ravi tersenyum bahagia melihat mama nya sudah mulai menerima Ayu. Setidak nya musibah yang dia hadapi ternyata membawa hikmah.


Mereka semua pun makan malam bersama-sama dengan perasaan bahagia. Tak terkecuali Ayu ada rasa campur aduk di hati nya. Dia merasa bahagia karena tidak di diskriminasi karena latar belakang dan perbedaan ekonomi.


Bahkan kini dia makan di satu meja yang sama dengan majikan nya. Dan ayu melihat senyum bahagia di wajah semuanya.


Setelah selesai makan malam mereka pun mulai berbincang-bincang kecil.


"Bagaimana kuliah kamu yu?" Tanya sovi kepada Ayu.


"Alhamdulillah sejauh ini lancar Bu, mungkin bulan depan sudah ujian semester." Jawab Ayu.


"Wahh Alhamdulillah kalau begitu yu." Ucap Sovi.


"Ohh iya kalau libur semester nanti kamu ada niatan pulang kampung kah yu?" Tanya sovi lagi.

__ADS_1


"Tergantung situasi dan kondisi nya lah Bu." Jawab Ayu tersenyum.


"Kalau nanti kamu pulang kampung kami ikut ke kampung kamu bertemu orang tua kamu boleh tidak yu?" Tanya sovi lagi.


"Bertemu orang tua saya Bu? Mau ngapain?" Tanya Ayu bingung.


"Mau melamar kamu yu." Ujar sovi, entah apa yang sedang ada di pikiran nya sovi bisa-bisa nya kata-kata itu keluar dari mulut nya.


"Hah, melamar?" Semua orang yang ada di meja makan itu kaget, hanya Sean saja yang wajah nya biasa-biasa saja.


"Ma...mama lagi bercanda ya?" Ujar Ravi yang ikut syok mendengar penuturan mama nya itu.


"Sejak kapan mama suka bercanda Ravi?" Jawab sovi santai.


"Me..melamar untuk siapa Bu?" Tanya Ayu yang masih ikut kaget mendapat pertanyaan sovi itu.


"Iya yang ga punya pasangan di rumah ini kan cuman Ravi, yakali ibu melamar kamu untuk pak Sean, itu pun kalau kamu mau sama kakek-kakek begini." Ujar sovi lagi.


Ayu terdiam, dia tidak tau harus menjawab apa lagi sekarang.


"Kakek-kakek tapi masih tetap tampan kan ma?" Kata Sean sambil tersenyum manis.


"Idih PD benar, ganteng dari mana nya heh?" Cemooh sovi.


"Ma, mama sehat kan? Atau mungkin tadi salah makan?" Tanya Miko yang juga merasa aneh dengan pertanyaan mama nya itu.


"Apaan sih kalian semua, mama sehat dan mama sadar nanya pertanyaan mama. Kam mama cuman tanya doang kok udah pada heboh begini sih." Ucap Sovi yang merasa heran melihat ekspresi kaget semua orang.


"Entah, belum juga lamaran udah kaget semua ya ma, apalagi lamaran sama menikah seperti nya anak-anak dan mantu mama ini bisa pada pingsan deh." Timpal Sean.


"Jadi maksud mama, mama mau jodohin aku sama Ayu begitu?" Tanya Ravi mencoba memeprjelas kata-kata mama nya.


"Hmmm bisa di bilang begitu, tapi kan keputusan tetap ada di tangan kalian." Ujar sovi.


"Jadi sekarang mama sudah setuju kalau Ayu jadi menantu mama?" Tanya Ravi yang langsung bersemangat.


"Memang nya kapan mama bilang tidak setuju hah?" Sovi balik bertanya.

__ADS_1


"Dulu waktu Ravi batalin tunangan sama Kanaya bukan nya mama tidak setuju ya kalau Ravi sama Ayu?" Ucap Ravi mencoba mengingatkan semua nya.


"Ohh kamu sudah ingat masa lalu kamu Ravi, ingatan kamu sudah kembali? Atau kamu memang tidak pernah hilang ingatan dan selama ini hanya pura-pura saja?" Ujar sovi skatmat Ravi.


"Ahh anu ma, iya sedikit-sedikit sudah kembali ingatan nya." Bohong Ravi sambil menatap Sean, karena hanya dia Sean dan pak Paijo lah yang tau soal amnesia palsu ini di tambah lagi dokter rumah sakit.


"Ohh sedikit-sedikit, padahal pagi itu mama dengar semua lho pembicaraan kamu dan papa kamu dan semua rencana kalian." Ucap Sovi yang memang sedari awal sudah tau bahwa Ravi pura-pura amnesia, karena saat Sean dan Ravi merencanakan ini semua sovi pura-pura tidur dan mendengarkan semua nya. Namun sovi memilih pura-pura tidak tau karena ingin tau sampai mana permainan anak dan suaminya itu.


"Maksud mama, Ravi selama ini bohong soal amnesia nya?" Tanya Miko yang merasa di bohongi oleh Ravi.


"Hmmmm, dan itu semua ide papa mu." Jawab sovi.


"Pa, Ravi kalian sekongkol bohongi Kami semua?" Tanya Miko menatap kedua nya.


Amora dan Ayu yang mendengar kan penjelasan sovi juga merasa kaget dengan kebohongan yang di lakukan Ravi dan Sean itu.


"Sudah sudah Miko, mereka melakukan ini juga untuk kebaikan kok, setidaknya kini kita jadi tau siapa yang tulus dan siapa yang ingin Harta doang." Ujar sovi lagi.


Dia memang tidak langsung pecaya soal Kanaya Dulu dan masih tetap berharap Kanya jadi menantu nya, namun seiring berjalan nya waktu Kanaya menujukkan siapa dirinya sebenarnya. Akhirnya sovi pun mulai menyadari nya.


"Maafin Ravi ma, kak, Ayu kalau Ravi berbohong soal amnesia Ravi kepada kalian semua. Tapi percaya lah Ravi melakukan ini semua hanya untuk membuktikan cinta." Ujar Ravi yang merasa bersalah.


"Sudah lah yang lalu biarlah berlalu, dan untuk Ayu ibu tadi hanya basa-basi saja. Tidak perlu terlalu di pikirkan ya, tapi kalau ayu sudah siap nanti kabarin saja sama ibu ya." Sovi mencoba menenangkan Ayu karena terlihat dari wajah nya Ayu tegang sekali.


"I... Iya Bu." Jawab Ayu.


"Dan untuk kamu Ravi, kalau kamu sudah sembuh maka kamu harus membayar semua nya, karena sudah membohongi keluarga mu. Karena kamu masih sakit sekarang jadi mama cancel dulu hukum an nya." Ujar sovi sambil menatap Ravi.


"Ma..."belum sempat Ravi proses sudah di hentikan oleh sovi.


"Sudah-sudah mama mau ke kamar dulu, kalian lanjut saja ngobrol nya." Ujar sovi yang memang sedang kebelet.


"Papa juga nyusul mama dulu ya." Pamit Sean karena tidak mau jadi bulan-bulanan Miko karena sudah menyuruh Ravi berbohong.


Sean pun segera mengejar istrinya ke kamar, sementara Miko dan Amora mulai menatar Ravi karena Ravi berani membohongi keluarga mereka.


Ravi pun akhirnya pasrah di ocehin oleh Kaka nya dan di pelototi oleh Ayu. Karena rasa bahagianya kini lebih besar bagaimana tidak mama nya sudah merestui hubungan mereka bahkan tadi katanya mau melamar Ayu.

__ADS_1


__ADS_2