
"Sayang maafin mama ya." Ucap Miko saat dia dan istrinya sudah ada di kamar.
"Hah buat apa mas?"
"Buat ucapan mama tadi soal Kanaya."
"Ga apa-apa mas, lagian kata mama mungkin ada benar nya, memang nya Kanaya itu siapa sih mas?" Tanya Amora yang sebenarnya penasaran siapa Kanaya.
"Ohh Kanaya itu anak dari teman papa, baru saja lulus kuliah dari luar negeri. Nahh karena Kanaya seperti nya butuh pekerjaan jadi mama dan papa inisiatif buat jadiin Kanaya sebagai sekretaris pribadi nya si Ravi. Tapi sih roman-roman nya ada niat di balik menjadikan Kanaya sebagai sekretaris nya Ravi."
"Ohh begitu, niat apaan emang mas?" Tanya Amora sambil manggut-manggut.
"Iya itu niat ngejodohin si Ravi sama si Kanaya."
"Bagus deh mas, aku juga berharap semoga Ravi segera menemukan belahan jiwa nya ya mas. Jika memang Kanaya yang terbaik semoga Kanaya menjadi masa depan Ravi."ucap Amora paling tulus karena dia juga berharap anak baik seperti Ravi mendapatkan jodoh yang terbaik.
"Amin sayang amin." Jawab Miko.
"Sudah yuk kita bersih-bersih dulu, kata dokter kan kamu harus banyak istirahat." Ajak Miko.
"Iya mas."
Mereka pun ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai dari kamar mandi Amora pun membaringkan tubuhnya di ranjang sementara Miko di sebelah nya sambil bermain dengan laptop nya karena besok pagi dia ada rapat penting.
Sementara di kamar nya sovi sedang asyik bermain dengan ponsel nya.
"Pa besok pagi mama mau ke butik teman mama mau ukur baju pengantin untuk Miko dan Amora." Ucap nya setelah dia meletakkan ponselnya di atas nakas kamar.
"Hmm yasudah pergi lah ma, cuman sepertinya Miko tidak bisa ikut deh ma soalnya besok pagi kami ada rapat."
"Yaudah Miko nyusul saja."
"Jadi mama ga apa-apa pergi berdua dengan Amora?"
__ADS_1
"Hmm terpaksa, ya mau gimana lagi resepsi nya kan harus di lakukan secepatnya dan mama tidak mau kalau sampai ada kesalahan di resepsi pernikahan putra sulung mama nanti." Jawab sovi.
"Ma sebenarnya bagaimana perasaan mu kepada Amora? Lalu Kenapa Mama tadi mengungkit dan membanggakan Kanaya di depan Amora?"
"Apaan sih pa, untuk sekarang mama tidak membenci Amora tapi tidak menyukai nya juga. Ya pokoknya mama ga tau deh. Tapi kalau untuk Kanaya kan mama mengucapakan semuanya sejujurnya sesuai fakta dan ga ada niatan mau nyindir amora kok."
"Ma, mungkin niat mama ga ada buat nyindir Amora tapi tanpa sadar mama sudah menyindir dia."
"Bodo amat, malah an bagus pa kalau dia merasa kesindir, manatau setelah itu dia jadi berubah lebih baik lagi.
"Ma, kamu ini keras kepala ya persis seperti anak mu Miko."
"Kamu juga sama saja pa."
"Nah kan kepala batu kamu ma, ga mau kalah."
"Bodo amat, udah ah mama mau bersihin diri dulu." Ucap sovi yang berlalu meninggalkan suaminya dan masuk ke kamar mandi.
Sean hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya itu. Sebenarnya Sean tau istri nya itu baik hanya saja dia terlalu ego. Sean pun membuka laptop nya dan mulai membaca beberapa berkas di sana.
#Di rumah Kanaya
"Hari pertama kerja langsung lembur ya sayang." Sambut Mesya mama Kanaya yang melihat putrinya membuka pintu rumah dengan wajah letih.
"Engga kok ma, tadi Kanaya ketemu Naldo dulu." Jawab Kanaya jujur.
"Kanaya berapa kali sih mama bilang putuskan Naldo. Dia itu ga sepadan dengan kita. Buka mata kamu kamu mau hidup melarat sama dia hah?" Senyum Mesya tiba-tiba berubah jadi kemarahan.
"Sudah ma, Kanaya sudah memutuskan hubungan Kanaya dengan Reynaldo. Sekarang mama puas hah?" Kini Kanaya berbalik membentak mama nya.
"Kamu sekarang berani bentak mama Kanaya, hanya karena laki-laki itu. Ini balasan kamu untuk semua pengorbanan mama selama ini sama kamu?"
"Maafin Kanaya ma." Ucap kanaya dengan wajah penuh penyesalan.
Mesya semakin menjadi-jadi dia langsung menitihkan air matanya, dia tau betul kelemahan putri semata wayangnya itu. Kanaya yang merasa bersalah dan tidak tega melihat mama nya menangis langsung menghampiri Mesya dan merangkul mama nya karena merasa sangat bersalah.
__ADS_1
"Ma maafin Kanaya sedikit pun Kanaya tidak ada niat bentak mama." Ucap Kanaya penuh penyesalan.
"Percayalah Kanaya mama hanya ingin yang terbaik untuk masa depan kamu nak." Ucap Mesya.
"Iya ma."
"Lalu bagaimana hari pertama kamu bekerja sayang? Apa Miko baik sama kamu? Soal nya yang mama tau dia pria dingin." Kini fokus Mesya kembali ke rencana awal nya.
"Hah kak Miko? Kanaya bukan sekretaris nya kak Miko ma Kanaya jadi sekretaris pribadi nya kak Ravi, adik nya kak Miko." Jelas Kanaya.
"Kanaya kamu tau kan niat mama ngebujuk sovi masuk kin kamu kerja di Wijaya grup. Untuk mendapatkan hati Miko Wijaya sang penerus Wijaya grup. Lalu kenapa sekarang kamu malah jadi sekretaris pribadi nya Ravi?"
"Iya ma tau kok, ya ga tau lah ma di suruh jadi sekretaris nya kak Ravi ya aku mau ga mau ya harus ikut peraturan perusahaan ma."
"Hmm tapi tidak apa-apa deh, yang pasti kamu satu langkah sudah lebih dekat dengan Miko. Lagian ya mama heran anak nya sovi kan ada dua kok bisa-bisanya ya dia memberikan ahli waris nya kepada Miko, tapi sih seperti nya Ravi juga kebagian ya. Tapi tidak Kita harus konsisten tujuan utama kamu Miko jadi kamu harus bisa menaklukkan hati Miko ya nak."
"Bakal Kanaya usahain ma, Yasudah Kanaya ke kamar dulu ya ma mau mandi gerah." Pamit Kanaya.
"Iya sayang, mandi yang bersih ya nak setelah nya kita makan malam bersama." Jawab sovi.
Kanaya pun pergi ke kamar nya lalu mengambi handuk dan mandi. Sambil mandi Kanaya menangis di bawah guyuran shower.
Kanaya benar-benar tidak mengerti jalan pikiran mama nya. Kanaya dan Reynaldo manatan pacar Kanaya sudah berpacaran sejak mereka masih duduk di bangku SMA. Bahkan Reynaldo amat sangat mencintai Kanaya dan sabar menunggu Kanaya tamat kuliah dan bersedia menjalani hubungan jarak jauh.
Namun beberapa bulan terakhir ini Mesya menolak keras hubungan Kanaya dan Reynaldo dengan alasan keluarmereka tidak sepadan. Reynaldo terlahir dari keluarga sederhana dan sekarang sedang bekerja sebagai tenaga honorer di salah satu sekolah di dekat tempat tinggal nya.
Kanaya yang selalu lemah dengan perintah mama nya akhirnya dengan terpaksa memutuskan hubungan nya dengan Reynaldo. Walaupun sebenarnya dia masih sangat mencintai Reynaldo.
"Kenapa sih mama egois banget, selalu maksain kehendak nya. Aku ini bukan anak kecil lagi ma aku juga kepingin kek orang-orang memilih jalan hidup sendiri." Tanya nya sendiri sambil terus menangis.
"Lagian ga mungkin kak Miko mau sama aku ma." Jawab nya lagi saat mengingat pertemuan nya dengan Miko tadi pagi sedikit pun Miko tidak melirik dirinya.
Kanaya memang tau alasan awal mama nya memasukkan dia bekerja di Wijaya grup karena Mesya ingin menjadikan Miko sebagai menantu nya. Hal itu diketahui pertama kali oleh Kanaya saat dia tidak sengaja mendengar kan pembicaraan mama dan papa nya di meja makan beberapa hari lalu.
"Ahh entah lah jalanin aja dulu, semoga ada titik terang untuk semua nya." Batin nya lagi.
__ADS_1