
Ayu menarik tangan nya dari genggaman Ravi, air mata itu menetes membasahi kedua pipinya.
“Sayang maafin mas, mas khilaf mas janji hal ini tidak akan terulang lagi. Tolong jangan menangis.”Pinta Ravi yang merasa bersalah karena telah membuat istrinya itu menangis.
"Hahaha.." Ayu tertawa, dia menertawakan dirinya sendiri.
"Sayang, maaf mas tau mas salah." ujar Ravi.
“Entah lah mas, aku berharap semua ini mimpi tapi kata-kata itu keluar dari mulut kamu, se begitu tidak sempurna nya kah aku sehingga masih ada Mbak Devina di hati kamu padahal rumah tangga kita baru berjalan beberapa bulan.”Air mata itu semakin deras membasahi pipi mulus Ayu.
“Sayang kan mas sudah menjelaskan bahwa Devina menjebak mas dan mas terbuai ke permainan nya.”Jelas Ravi.
“Apapun alasan nya perselingkuhan tidak di benarkan mas, dan kalau kamu tidak merespon maka hal ini tidak akan pernah terjadi.”Lanjut Ayu.
“Sayang mas janji akan mengakhiri ini semua nya.”Sambung Ravi yang benar-benar menyesal.
“Entah lah mas aku tidak tau mau bicara apa sekarang. Rasanya sakit sekali, sesak mas kamu tau tidak selama ini aku selalu meyakin kan diri aku bahwa aroma parfum wanita yang selalu ada di pakaian kamu setiap harinya adalah hal yang kebetulan. Kamu yang tiba-tiba tidak pernah sarapan di rumah dan selalu pulang larut malam karena kerjaan kamu yang menumpuk bahkan hari minggu pun kamu ke kantor. Kamu yang lebih sibuk bermain ponsel saat berada di rumah dan senyum-senyum sendiri karena ponsel aku anggap kamu sedang bermain media sosial mencari hiburan. Ponsel kamu yang tiba-tiba kamu kunci dan tidak memberitahuku password nya aku anggap ada dokumen rahasia di dalam nya dan mengamankan hal itu sampai kamu membawa ponsel mu ke kamar mandi.”Ayu tersedak, rasanya dia tidak sanggup melanjutkan kata-katanya sesak sakit di hatinya.
“ Bahkan kamu yang tidak pernah meminta hak kamu selama sebulan ini, aku merasa kamu kelelahan mengurus proyek baru kamu. Bahkan lebih parahnya saat kak Miko datang ke rumah dan mencurigai kamu bahkan tau kamu berselingkuh dengan mbak Devina aku lebih memilih untuk tidak mempercayai nya.”Lanjut Ayu.
“Tapi kini, semuanya keluar dari mulut kamu mas, apa aku terlalu naif selama ini. Aku berharap semua yang kamu jelaskan tadi adalah jujur dan tidak ada yang di kurang-kurangi atau di tambahi.”Sambung Ayu lagi.
“Sayang maafin mas, mas tidak sadar kalau mas sudah menyakiti kamu sedalam itu. Mas berani bersumpah demi apapun mas telah bercerita sejujur-jujurnya. Dan mas tidak pernah melakukan hal-hal itu bersama Devina.” Ravi kembali meraih tangan Ayu.
"Ayu gadis kampung yang begitu naif dan bodoh bahkan tidak sadar bahwa suami nya berselingkuh. hahaha bodoh nya aku." Ayu kembali menertawakan dirinya.
"Sayang mas minta maaf, mas benar-benar menyesal. bukan kamu yang bodoh tapi mas lah yang bodoh sayang." lanjut Ravi.
“Sudah lah mas tidak perlu meminta maaf.”Ayu menepis tangan Ravi.
__ADS_1
“Yasudah ya mas, terimakasih untuk kejujuran kamu. Aku sangat menghargai itu.” Ujar Ayu yang bangkit Dari duduk nya.
“Sayang kamu mau ke mana?” Tanya Ravi yang ikut bangkit juga dari duduknya.
“Kasih aku waktu mas, aku butuh waktu sendiri untuk menerima ini semua.”Jawab Ayu.
“Sayang mas mohon tolong jangan begini, mas tau mas salah dan mas egois tapi tolong jangan tinggalin mas, mas tidak bisa hidup tanpa kamu sayang.”pinta Ravi dengan tatapan memohon nya.
“Maaf mas tapi aku juga untuk sementara tidak bisa tinggal bersama kamu dulu, jujur hati ku sakit sekali aku masih butuh waktu untuk menyembuhkan semua ini.”Jawab Ayu.
“Sayang kamu mau ke mana?” Ravi meraih tangan Ayu.
“Entah kemana pun mas, aku mohon dengan sangat tolong mas biarkan aku sendiri dulu. Dan tolong lepaskan tangan ku mas.”Jawab Ayu.
“Yu, mas minta maaf tapi tolong jangan perlakukan mas sepeti ini.”Ravi benar-benar memohon.
“Sayang maaf.” Ujar Ravi.
“Maaf maaf, iya mas sudah ya aku butuh waktu sendiri, aku sudah menahan diri sekuat tenaga dari tadi untuk tidak meledak di sini jadi tolong jangan kamu pancing.”Sambung Ayu.
Ayu pun berjalan membuka ruangan VIP itu, lalu tangan nya langsung di raih lagi oleh Ravi dan Ravi memeluk nya.
“Mas lepas.”Pinta Ayu.
“Tidak sayang, mas tidak akan melepaskan kamu.” Jawab Ravi mengeratkan pelukan nya.
“Kamu tau gak sih mas kamu adalah manusia paling egois yang pernah aku kenal. Jangan kamu uji kesabaran ku mas aku bisa melakukan hal di luar kendali ku, jadi aku mohon tolong lepaskan.”Pinta Ayu lagi.
“Sayang, kamu mau kemana? Kamu mau ninggalin mas? Ingat sayang ini masalah rumah tangga kita. Jangan sampai orang tua tau mereka akan sakit nantinya.”Sambung Ravi.
__ADS_1
“Bisa ya mas kamu bicara seperti itu, terus waktu melakukan nya kamu gak mikir begitu?” Tanya Ayu.
Ravi terdiam, dia juga sedikit kaget saat melihat istrinya itu marah. Perempuan yang selama ini dia kenal lembut ternyata bisa se marah ini juga.
“Jadi sekarang kamu mau ke mana sayang? Mas antar ya, kamu boleh marah ke mas tapi biarkan mas nganterin kamu mas tidak mau terjadi apa-apa pada kamu apalagi kamu cantik begini. Atau kalau kamu memang lagi tidak ingin bersama mas untuk sementara waktu kamu saja yang pulang ke rumah kita biar mas yang tidur di luar. Tapi tolong jangan pulang ke rumah bapak dan ibu mas tidak mau mereka kecewa kepada mas.”Ravi mencoba bernegosiasi kepada istrinya itu.
“Hah, kamu sudah mengecewakan mereka sejak sebulan yang lalu, dan iya tidak perlu antar kan aku atau aku tinggal di rumah itu. Kamu tenang saja aku juga tidak akan pulang ke rumah orang tua ku atau ke rumah mama dan papa mu mas.” Jawab Ayu yang beranjak pergi.
“Yu...” panggil Ravi.
“Ingat jangan kejar dan ikuti aku, karena jika hal itu terjadi aku bisa melakukan hal yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.”Lanjut Ayu memperingatkan Ravi.
Ravi pun terdiam, dia tau sekarang istrinya sedang emosi namun dia juga tidak bisa berbuat apa. Karena kalau dia semakin memaksa yang ada Ayu bisa menceraikan nya. Ravi hanya terdiam melihat istrinya itu menjauh meninggalkan dirinya. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa semuanya akan se rumit ini.
“Arghhhh, dasar bodoh kamu Ravi rasakan sekarang semuanya kacau kan.”Dia mengacak rambutnya frustasi.
Ingin rasanya dia mengejar dan memeluk istrinya itu memperbaiki semuanya namun mau bagaimana dia tidak tau kalau respon Ayu akan se parah ini.
Sementara Di luar restoran Devina yang sabar menunggu kedua pasutri itu melihat Ayu berjalan keluar.
“Kenapa wanita itu keluar sendiri.”Batin Devina yang mengawasi mereka di restoran itu saat melihat Ayu keluar sendiri.
“Itu benar istrinya Ravi bukan sih.”Batin nya lagi.
Sementara Ayu memesan taksi online dan segera naik ke taksi online itu. Di sepanjang jalan dia menangis meratapi nasibnya. Kenapa harus dia, apa salahnya kenapa harus mendapatkan cobaan begini.
Ternyata Ayu pergi ke kos an nya Vivi tadi dari restoran Ayu sudah menghubungi Vivi bahwa dia ingin menginap di rumah Vivi. Vivi yang sebenarnya kebingungan memperbolehkan Ayu datang ke kos an nya.
#maaf sayang-sayang author mungkin ada satu chapter yang tertinggal judul nya maaf, karena masih dalam proses review di bab 224 mungkin bisa di baca ulang nanti 🙏
__ADS_1