
"kamu masih bad mood, Karena masalah tadi?" Tanya Miko setelah mereka berdua selesai makan siang.
"Ga ah."ketus Amora.
"Tapi kok hidung kamu makin panjang, artinya kamu bohong dong." Goda Miko.
"Bodo." Jawab Amora yang tetap menyentuh hidung nya memastikan kata-kata Miko.
"Jadi bagaimana Amora cantik?, Apa kamu mau spa atau mau langsung pulang saja atau masih ingin berbelanja?" Tanya Miko sambil menatap Amora lekat.
"Mau pulang aja." jawab Amora cuek.
"kamu yakin, tidak akan menyesal dengan keputusan kamu? ingat ya saya tidak akan menawarkan dua kali lho."tanya Miko.
"hmmm." jawab Amora yang memang bad mood dan ingin langsung pulang.
"Yawes terserah tuan putri saja." Ucap Miko.
Karena memang Amora ingin langsung pulang mereka pun keluar dari mall itu dan segera menuju parkiran. Sesampainya di parkiran mereka berdua masuk ke dalam mobil dan Mobil pun melaju meninggalkan mall itu.
"Asam banget tuh wajah." Goda Miko lagi.
"Mas kamu kenapa sih tadi seperti itu kepada Clara, aku benar-benar tidak enak lho sama dia." Tanya Amora lagi meminta penjelasan.
"Amora apa kamu tidak punya bahan lain untuk di bahas?"
"Tidak aku akan terus menanyakan hal ini sampai mas menjawab yang sejujurnya. Apa benar mas sama Clara pernah ketemu atau mungkin punya hubungan sama Clara makanya mas langsung meninggalkan dia?" Tanya Amora yang salah paham.
"Hah..hahahaha maksud kamu kalau Seandainya saya ada apa-apa dengan Clara dan kalau kamu mengetahui saya akan takut begitu Amora?" Tanya Miko yang mencoba mendeskripsikan pertanyaan Amora.
"Ya, anggap lah seperti itu, apa benar kata-kata ku mas?"
"Amora, Amora kamu dan saya tidak ada hubungan apa-apa hanya partner diatas ranjang tidak lebih lalu ngapain saya harus takut kamu mengetahui keburukan saya?" Ucap Miko sambil tertawa.
"Benar juga sih." Batin Amora.
"Ta tapi kenapa tadi mas ngaku ke Clara kalau saya pacar nya mas? Hayo kita kan tidak pacaran."
"Ya karena saya merasa Clara itu terpesona melihat ketampanan saya. Saya malas Amora kalau harus tambah lagi perempuan murahan yang mengejar-ngejar saya. Lagian suka-suka saya dong mengakui kamu sebagai siapa nya saya." Jelas Miko.
__ADS_1
"Idih PD nya kamu mas, asal mas tau aja ya si Clara itu sudah menikah dan sudah punya anak ya walaupun anak tiri sih. Yang pasti tidak mungkin dia menyukai mas bisa aja emang dia niat baik mau kenalan dengan mas. Mas nya aja yang suudzon." Jelas Amora panjang lebar.
"Kamu masih terlalu polos Amora untuk membedakan orang yang tulus dan bukan, terus kamu kira kalau dia sudah menikah itu akan menutup kemungkinan bahwa dia masih berniat berselingkuh?"tanya Miko.
"Idih, sok paling jago aja kamu mas menilai orang, iya dong suaminya sempurna kok terus ngapain lagi dia selingkuh?"
"Lah emang iya, saya lebih lama memakan garam kehidupan di banding kamu. Dan perempuan model Clara sudah ribuan saya temui di kehidupan ini Amora. Makanya kamu jangan di rumah mulu biar tau cara baca watak manusia." Ucap Miko sambil mengacak rambut Amora.
"Hmm iya iya, kan mas Miko sudah tua, aku mah apa atuh yang masih muda ini." Jawab Amora sambil manggut-manggut.
"Yasudah terserah kamu Amora, tapi saran saya kamu tidak usah berteman dengan manusia seperti model Clara, dia bukan orang baik dia akan menjatuhkan orang lain untuk mendapatkan tujuan nya." Ingat Miko.
"Sok tau."
"Terserah kamu percaya atau tidak, tapi percaya lah kalau kali ini tebakan saya terhadap Clara benar. Lagian otak kamu dimana sih? Udah di jatuhin begitu sama Clara masih aja ga ngeh." Tanya Miko lagi.
"Mas dia bukan mau nge jatuhin aku, dia cuman mau jujur doang, Emang salah ya?"
"Ya tidak salah, hanya saja seharusnya seorang sahabat menutupi aib sahabatnya bukan malah membuka nya." Jawab Miko.
"Mas..."
"Sudah sudah mas tidak mau lagi mendengar nama Clara," potong Miko.
"Baik tuan."
"Lho mas kok ke kantor sih?"
"Ini masih siang Amora, saya baru ingat kalau ada berkas yang harus saya tanda tangani. Kamu pulang saja dengan Paijo dan yang lain nya. Nanti biar mas pulang sama Ravi." Titah Miko.
"Hmm terserah kamu saja deh mas."
"Oh iya ponsel kamu sudah di belikan tadi pagi oleh Rudi, ponselnya ada di rumah ya." Ucap Miko.
"Benar kah?" Terimakasih ya mas." Ucap Amora sambil tersenyum.
"Hmm jangan lupa bayar nanti malam."
"Bayar tros bayar tros."
__ADS_1
"Ingat Amora di dunia ini tidak ada yang gratis,lagian kan tadi pagi kamu yang janji."
"Tapi kan kita ga jadi spa."jawab Amora.
"Salah sendiri,ngapain tadi minta pulang." Ucap Miko.
"hmmm yaudah deh." jawab Amora mengalah.
Dan beberapa menit kemudian mobil pun sampai di depan kantor Miko. Miko pun turun dari mobil sementara mobil kembali melaju menuju rumah.
"Hmmm tidak apa-apa deh, nanti aku bisa menghubungi Clara dari media sosial dan meminta maaf kepadanya." Batin Amora setelah mobil melaju dan dia ingat dia akan segera punya ponsel terbaru.
.
.
.
Sementara di kantor para karyawan menunduk hormat kepada Miko yang baru saja datang itu. Dan Miko hanya berjalan dengan aura horor nya menuju lift ke ruang kerjanya.
Sesampainya di ruangannya Miko pun langsung bergelut dengan beberapa pekerjaan karena dia memang sudah membuang banyak waktu berharga nya Semenjak dia kenal Amora. Namun ada perasaan bahagia di hatinya walaupun waktunya terbuang sia-sia.
Beberapa jam kemudian kantor pun di hebohkan dengan kedatangan seorang wanita cantik dengan tubuh indah dan pakaian seksi.
Semua mata tertuju kepada perempuan cantik itu, dia berjalan menuju resepsionis. Dia adalah mantan pacar Miko, Elsa Ayuningtyas seorang janda cantik tanpa anak yang kaya raya berkat harta peninggalan mendiang suaminya.
"Miko wijayanya ada?" Tanya nya pada sang resepsionis.
"Maaf apa ibu sudah membuat janji pada pak Miko?" Tanya sang resepsionis dengan sopan.
"Apa seorang tunangan perlu membuat janji dengan tunangannya?"tanya Elsa dengan gaya angkuhnya.
"Maaf buk,itu sudah menjadi peraturan pak Miko di kantor ini. Siapa saja yang datang harus membuat janji dulu baru bisa menemui pak Miko, kecuali kalau pak Miko memang sudah berpesan." Jelas sang resepsionis masih dengan nada sopan.
"Hah... Kamu tau dengan sekali petikan jari kamu bisa saya pecat dari kantor ini, berani-berani nya kamu menahan saya. sebentar lagi saya akan jadi nyonya Wijaya grup dan akan jadi bos kamu, paham kamu?" Bentak Elsa.
Karena merasa takut maka sang resepsionis di sebelahnya pun menyenggol lengan teman nya yang jadi lawan bicara Elsa. Agar membiarkan Elsa menemui Miko.
"Dasar tidak berguna."ucap Elsa karena tidak ada Jawaban dari sang resepsionis.
__ADS_1
Elsa pun berjalan menuju lift dan segera menekan tombol paling atas lantai gedung itu, karena dia yakin kalau ruangan Miko ada di sana.
"Miko sayang, aku datang." Batin Elsa sambil tersenyum di dalam lift.