Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Penyelamatan Amora


__ADS_3

Sesampainya mobil Miko dan team di lokasi ternyata benar bangunan itu sudah terbakar. Miko merasa panik karena kobaran api sudah sangat besar.


"Kak mau kemana?" Tanya Ravi yang melihat Miko langsung lari masuk ke dalam bangunan itu.


Tanpa menjawab pertanyaan Ravi Miko tetap berlari ke dalam.


"Kak jangan sampai kau mempertaruhkan nyawa mu." Teriak Ravi yang ingin mengejar Miko namun di tahan oleh Rudi.


"Rudi lepaskan aku, aku ingin menyelamatkan kak Miko bagaimana kalau kak Miko sampai kenapa-kenapa?. Lagian belum tentu Amora ada di dalam bangunan itu." Bentak Ravi saat Rudi mencoba menahan nya.


"Dan kalian semua kenapa diam saja? Ayo bantu selamat kan kak Miko." Teriak Ravi.


Namun tiba-tiba Miko sudah keluar dari bangunan itu dengan menggendong Amora yang sudah pingsan miko juga tidak tahu pasti apa penyebab nya Amora pingsan.


"Kak lengan baju mu terbakar." Ucap Ravi yang langsung memadamkan api yang sudah melahap lengan jas nya Miko.


"Aku tidak penting, sekarang cepat suruh dokter manda ke rumah," perintah Miko sambil menggendong Amora ke dalam mobil.


Amora pun di tidurkan di kursi mobil dengan posisi kepala nya di pangkuan Miko.


Sementara Ravi duduk di sebelah sang supir dan mobil pun segera melaju ke rumah dengan kecepatan tinggi.


"Amora ku mohon bertahan lah, untung saja aku bisa tepat waktu menyelamatkan mu. kalau saja aku terlambat aku juga tidak bisa membayangkan hal apa yang akan terjadi kepada mu." Ucap Miko yang mengusap wajah Amora.


"Kak apa Amora baik-baik saja? Coba kakak berikan nafas buatan dulu bisa saja dia pingsan karena asap kebakaran itu." Saran Ravi.


"Hmm mungkin dia pingsan karena syok Ravi." Jawab Miko.


"Kak kenapa kakak bisa yakin kalau Amora ada di dalam sana, bagaimana kalau semuanya salah, sampai-sampai kakak mempertaruhkan nyawa kakak?" Tanya Ravi lagi.


"Entah lah Ravi, kakak hanya ikut filing saja."

__ADS_1


"Ya ampun sekuat itu ikatan antara kak Miko dan Amora, aku yakin kak Miko sudah mencintai Amora. saat aku melihat kemarahan dan kekhawatiran nya terhadap Amora dan bahkan kak Miko sampai hampir mengorbankan nyawa nya untuk Amora. Sedangkan aku? Apa yang sudah ku lakukan untuk Amora?." Batin Ravi yang merasa malu dengan dirinya sendiri.


Sesampainya di rumah mereka Miko langsung menggendong Amora ke kamar tamu dan segera di tangani oleh dokter manda. Sementara Miko juga segera mengganti pakaian nya dan mengobati luka bakar yang ada di lengan nya.


Setelah di pastikan bahwa kondisi Amora baik-baik saja dan hanya butuh istirahat dokter manda pun pamit pulang.


Sementara Miko hanya duduk di sofa kamar itu sembari menunggu Amora sadar dia benar-benar tidak habis pikir dengan sikap nya hari ini yang benar-benar di luar dirinya sendiri.


"Tama tunggu saja kau akan merasakan kemarahan seorang Miko Wijaya, akan ku buat kau hancur berkeping-keping karena sudah berani menyentuh milik ku bahkan membuat nya sampai tidak sadarkan diri." batin Miko dengan penuh kemarahan saat melihat Amora yang masih tertidur di ranjang.


"Tapi tunggu dulu, Sebegitu berharga nya kah kau di mata ku Amora? Sampai aku rela mempertahankan nyawa ku dan melakukan semuanya untuk mu. Apa benar aku sudah jatuh cinta pada mu?" Batin Miko menanyakan perasaan nya kepada Amora.


Namun perlahan dia melihat Amora menggerakkan tubuhnya dan membuka matanya. Tapi Miko masih diam saja mengamati Amora yang masih mengumpulkan kesadaran nya.


"Aku udah di neraka ya? Tapi kok neraka bisa adem begini ya?" Ucap nya sendiri sambil menatap dinding kamar.


"Tapi tunggu dulu, kan menurut yang aku tau neraka itu panas, berarti aku masuk surga dong, soalnya ini kan adem. Tapi masa sih pendosa seperti aku bisa masuk surga. Kan sebelum meninggal aku masih banyak dosa. Apa malaikat kasihan ya sama aku karena terlalu sering menderita di dunia sampai akhir nya di izinkan masuk surga biar pernah merasa kan bahagia." Ucap nya lagi setelah mengingat kejadian terakhir nya dengan Tama.


"Lho pak Miko, kok bisa-bisanya sampai ke alam kubur juga nemuin saya? Eh apa jangan-jangan pak Miko juga meninggal seperti saya?, Bisa-bisa nya ya pak Miko tetap mengejar saya setelah kita meninggal se cinta itu ya bapak kepada saya?." Ucap Amora yang merasa kaget ada Miko.


"Heh.." ucap Miko sambil menyentil kening Amora.


"Awww sakit."


"Kau menyumpahi saya meninggal hah?"


"Lah terus kenapa pak Miko ada di sini? Kalau bukan karena menyusul saya ke alam kubur? Kan saya sudah meninggal." Tanya Amora.


"Kamu benar-benar ya, sepertinya memang otak kamu tertinggal deh waktu kebakaran tadi." Ucap Miko sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Maksudnya pak?"

__ADS_1


"Ya kamu belum meninggal, dan kita masih hidup Amora. Dan sekarang kamu ada di rumah saya." Jelas Miko.


"Hah belum meninggal, oh iya tadi kan saat pak Miko menyentil kening saya rasanya sakit. Kalau orang mati kan ga bisa merasakan sakit. Berarti kita masih hidup dong." Tanya Amora lagi.


"Aww benar saya masih hidup hehehe." Ucap Amora setelah dia mencubit lengan nya.


"Sakit jiwa kamu ya?" Ucap Miko.


"Lalu kita dimana pak?" Tanya Amora lagi.


"Di kamar tamu."


"Oh iya bener ini kamar tamu milik pak Miko." Ucap Amora setelah duduk dan bersandar di ranjang dan melihat semua isi kamar itu. Dan benar kamar itu adalah kamar tamu rumah Miko.


"Alhamdulillah, Tuhan ternyata masih sayang sama saya ya pak. Masih di berikan kesempatan hidup untuk memperbaiki diri." Ucap Amora dengan wajah penuh rasa syukur.


"Iya Tuhan memang baik sama kamu, tapi Tuhan masih mengizinkan kamu masih hidup sampai detik ini karena kamu masih punya hutang perjanjian sama saya dua Minggu lagi. Sehingga Tuhan mengirimkan malaikat penolong seperti saya buat menolong kamu." Jelas Miko.


"Hah malaikat penolong?" Tanya Amora tidak mengerti.


"Iya dong, kalau bukan karena saya yang tepat waktu menyelamatkan kamu mungkin kamu sudah jadi abu sekarang." Ucap Miko.


"Benarkah? Lalu tangan pak Miko kenapa?" Tanya Amora saat melihat lengan Miko.


"Iya ini karena menyelematkan kamu Amora."


"Benarkah? Aduh terharu aku tuh, terimakasih banyak pak Miko." Ucap Amora sambil menyatukan kedua telapak tangan nya.


"Hey kamu hutang nyawa kepada saya Amora, dan ingat Amora tidak ada yang gratis di dunia ini, ingat kamu harus bayar mahal untuk ini semua." Ucap Miko yang mendekat kan wajahnya kepada Amora.


"Aduh, aduh tiba-tiba aku amnesia guys, kepala ku rasanya pusing." Ucap Amora yang langsung meyelondorkan tubuh nya sehingga berbaring di ranjang dan langsung menutup wajah nya dengan selimut.

__ADS_1


"Hey cantik, tidak ada alasan untuk menolak sayang, aku akan memberikan kamu kenikmatan." Ucap Miko yang langsung naik ke ranjang dan membuat Amora di bawah Kungkungan nya.


__ADS_2