Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Kejujuran Ravi


__ADS_3

"Cklek..." Pintu kamar Ravi pun terbuka.


"Lho ma, kok belum tidur?" Tanya Ravi yang memang sedang bersandar di ranjang sambil bermain ponsel.


"Mama yang seharusnya bertanya, kenapa kamu belum tidur sampai jam segini?" Tanya sovi yang duduk di tepi ranjang.


"Belum ngantuk ma."


"Ravi,"


"Iya ma?" Jawab Ravi yang meletakkan ponselnya di ranjang dan menatap mama nya.


"Apa kau menyayangi mama nak?"


"Mama kok bertanya seperti itu sih? Tentu Ravi sangat menyayangi mama."


"Mama khawatir Ravi sama kamu dan kakak mu."ucap Sovi dengan wajah lesu nya.


"Lho ada apa sama Ravi dan kak Miko ma? Kami berdua kan baik-baik saja kenapa mama mengkhawatirkan kami?"


"Baik-baik saja apa nya hah? Kalian berdua itu normal tidak sih?"


"Ya normal lah ma, masa ga normal sih?"


"Lalu kenapa sampai sekarang kalian belum juga berpacaran? Mama tu ingin lihat kalian berdua segera menikah dan memiliki anak sehingga di hari tuanya mama dan papa bahagia bermain bersama cucu."


"Hmmm ma,ma...Ravi masih muda. Mama suruh kak Miko dulu tuh nikah dia kan sudah tua."


"Kamu dan kakak mu sama saja, apa kau tidak menyukai lawan jenis Ravi? mama jadi khawatir kalau kedua putra mama ini punya kelainan."


"Apa sih ma, Ravi ini normal. ya hanya saja belum bertemu wanita yang tepat untuk di ajak serius. Soalnya Ravi tidak ingin berpacaran ma maunya langsung nikah saja."


"Apa kau memiliki seorang wanita yang kau cintai nak? atau mungkin seseorang yang kau kagumi?" tanya sovi penuh selidik.


"Hmm tidak ada ma." jawab Ravi cepat.

__ADS_1


"sebenarnya ada ma, dia Amora wanita pertama yang membuat hatiku bergetar setiap memandang nya. tapi sepertinya cinta Amora hanya untuk kak Miko dan tentu saja aku tidak mungkin bersaing dengan kak Miko." batin Ravi


"Bagaimana kalau mama kenalkan dengan putri teman-teman mama, manatau ada yang ke cantol?" Tanya sovi memberi saran.


"Tidak perlu ma, biar Ravi mencari sendiri ya pasangan hidup Ravi, nanti kalau Ravi sudah yakin akan Ravi bawa ke rumah dan tunjukkan ke mama dan papa."


"Mama menunggu hari itu sayang, semoga secepatnya ya nak."


"iya ma."


"Tapi mama merasa kalau Ravi sekarang sudah tidak menyayangi mama lagi deh."


"Lho mama kok ngomong nya begitu terus sih ma, Ravi sangat menyayangi mama dan selama nya akan seperti itu. Kenapa mama malah berpikiran begitu sih?"


"Soalnya Ravi sudah berani berbohong kepada mama." Ucap Sovi.


"Bohong soal apa ma?"


"Soal Amora."


"Ravi jujur lah kepada mama, apa sebenarnya hubungan kakak mu dengan wanita bernama Amora itu. Dan bagaimana dia bisa bertemu wanita itu. Mama ingin mendengar kan nya dari mulut kalian langsung. Daripada mama mengetahui Yang sebenarnya terjadi dari orang lain." Ucap Sovi.


"Tapi ma..."


"Kau tidak perlu takut Ravi, mama akan menjaga rahasia ini dari kakak mu. Jadi apapun yang kau ceritakan tidak akan mama bahas ke kakak mu, mama hanya ingin tahu saja nak." Potong Sovi yang tahu betul sifat putra bungsu nya itu dan dia tau pasti Miko sudah mengancam nya agar tutup mulut.


"Cerita ya nak, tidak bagus Ravi berbohong kepada orang tua. Kamu mau dosa nya banyak?" ulang Sovi yang melihat Ravi hanya terdiam.


"Hmm tapi janji ya ma,mama tidak akan membocorkan kepada kak Miko bahwa Ravi sudah cerita kepada mama." Pinta Ravi.


"Iya sayang, kamu kek ga percaya mama saja."


Ravi pun menarik nafas dan mulai menceritakan awal mula kejadian dia dan Amora bertemu, termasuk siapa Amora. Hanya saja Ravi tidak menceritakan bahwa Amora di sewa Miko sebagai partner nya di atas ranjang. Ravi mengalihkan hal itu menjadi Amora sebagai pelayan pribadi Miko. Dia masih terlalu takut menceritakan siapa kakak nya yang sebenarnya kepada mama nya.


"Hah,jadi wanita itu mantan perempuan malam dan simpanan om-om?" Tanya sovi dengan wajah kaget tidak percaya.

__ADS_1


"Iya ma, tapi itu dulu kok sekarang Amora sudah banyak perubahan. Tidak hanya itu ma kan Ravi sudah cerita latar belakang Amora melakukan ini semua." Tambah Ravi memperjelas cerita nya.


"Lalu kau pernah membiarkan wanita itu tinggal di sini Ravi?" tanya sovi yang masih tidak percaya.


"maaf ma, soalnya Ravi kasihan sama Amora dia di kejar-kejar terus sama anak selingkuh an nya dan ingin di bunuh." jawab Ravi.


"lalu dimana dia sekarang?"


"dia sudah pulang ke apartemen nya ma, setelah kak Miko membereskan semuanya dan dia aman akhirnya dia kembali ke apartemen nya. karena tidak mungkin jika dia tinggal di sini terus menerus kan." bohong Ravi.


"kau sudah jujur semuanya nak? kau yakin tidak ada yang kau tutupi dari mama? selidik Sovi.


"iya ma, Ravi sudah jujur semua nya." jawab Ravi sok cool biar tidak terlihat gugup nya.


"Jadi apa kakak mu sudah berpacaran dengan wanita itu?"


"entah lah ma, kalau masalah itu Ravi kurang tau."


"Hmmm, Lalu apa kau juga menyukai nya nak?"


"Hah aku ma? Aku tidak punya waktu untuk wanita." Elak ravi sambil cengengesan.


"Ravi, kau dan kakak mu hampir sama kalian suka membohongi diri kalian sendiri. Tapi mama ini mama kalian nak, tidak ada yang kenal kalian lebih baik daripada mama. dari tatapan kalian berdua mama tau kalau kalian sedang berbohong." Sambung Sovi.


Sementara Ravi hanya terdiam, karena memang benar dia menyukai Amora.


"Yasudah sekarang kamu tidur ya nak, terimakasih sudah jujur kepada mama. Dan ingat sayang selamat berjuang bersama kakak mu untuk mendapatkan hati wanita pujaan kalian. tapi ingat ya Ravi jangan sampai berantam sama Kakak kamu hanya karena seorang wanita dan satu lagi mama berharap punya menantu perempuan baik-baik jadi tolong berikan yang terbaik dan pikiran segala sesuatu nya matang-matang." Ucap Sovi yang berdiri dari ranjang dan mengecup kening putra bungsu nya itu.


"Iya ma, good night ya ma." Jawab Ravi tersenyum manis.


Sovi pun menyelimuti Ravi dan keluar dari kamar Ravi.


"Siapa sebenarnya wanita bernama Amora itu? Berani-berani nya dia merebut hati kedua putra ku sekaligus. Dan apa hebatnya dia sementara dia hanya mantan wanita malam dan sewaan om-om. Sepertinya benar aku harus menemui nya besok dan memperjelas semua." Batin Sovi sambil menuruni tangga menuju kamar nya.


"aku jadi tidak sabar ingin bertemu dia, bisa-bisa nya wanita seperti dia sampai di perebutkan kedua putra ku. apa kelebihan dia." batin sovi yang masuk ke kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2