Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Masak Bersama


__ADS_3

"ehh mas bukan nya tadi malam kita di villa ya, kok bisa-bisanya bangun langsung di apartemen ya?" tanya Amora kepada suaminya sambil memeluk erat pinggang suaminya itu.


"ohh iya ya sayang, se ingat mas juga kita malam pertama nya di villa kok bisa-bisanya ya bangun nya langsung di apartemen kamu?" jawab Miko yang membawa motor dengan kecepatan sedang.


"entah lah mas, author mah bebas. tapi sepertinya author kita butuh Aqua deh, nanti balik dari pasar kita belikan Aqua ya. terus kita bertamu ke rumah author soalnya aku khawatir kalau author kita sedang tidak baik-baik saja."


"iya sayang mas juga mau berterimakasih karena akhirnya author menjodohkan wanita se cantik kamu menjadi istri mas."


"ohh iya mas, bener berkat author aku bisa bertemu kamu dan sekarang menjadi istri kamu." tambah Amora.


(sayang nya author, author kalian ini baik-baik saja kok. apalagi kalau mama sovi dan papa Sean mau menerima Amora mungkin author akan bahagia. jadi kalian tidak perlu ke rumah author ya, kalian lanjutkan saja bercocok tanam nya biar secepatnya memberikan cucu yang lucu kepada nenek sovi dan kakek Sean. ehh satu lagi tolong doa kan semua pembaca setia novel partner diatas ranjang ini agar sehat selalu, karena tanpa dukungan mereka kita tidak mungkin sampai ke titik ini.)


sesampainya di pasar Miko merasa agak aneh dengan kondisi pasar sementara Amora langsung bersemangat turun dari motor dan menarik tangan suami nya agar turun dari motor dan akhirnya ikut bersama dirinya masuk ke dalam pasar.


"mas mulai besok ini rutinitas baru kita ya, kamu harus selalu menemani ku ke pasar untuk berbelanja." ucap Amora sambil berjalan masuk menyusuri pasar.


"hah, sayang kamu ga salah? kan kita bisa belanja nya ke swalayan atau pesan makanan kenapa harus ke pasar sih?" protes Miko.


"mas kan sudah ku bilang aku ingin menjalani peran ku sebagai istri kamu. dan aku ingin memulai semua nya dari nol. dan aku sangat berharap mas bisa membantu ku untuk menjalankan itu."


"sayang, mas memilih mu untuk jadi istri bukan pembantu." ucap Miko yang akhirnya berhenti di pinggiran jalan pasar.


"memang nya kalau memasak, berbelanja dan beberes rumah itu kerjaan pembantu ya mas? aku istri kamu dan tanggung jawab aku sebagai istri memang harus melakukan itu semua."


"ahh udah lah ngapain sih kita malah adu argumen di sini, kita belanja aja yuk nanti keburu siang lho." ajak Amora yang mengakhiri perdebatan itu dan menarik kembali tangan suaminya itu.


dan dengan terpaksa Miko pun mengalah dan ikut menyusuri pasar bersama istrinya itu. Amora yang sudah menulis semua barang belanjaan nya berkat YouTube pun mulai mencari satu persatu bahan-bahan masakan. mulai dari bawang merah-putih, cabe, sayuran, ikan, aneka seafood dan bahan-bahan lain nya.


"sungguh Tuhan begitu baik sama aku. dia memberikan jodoh se cantik dan sebaik kamu sayang." batin Miko yang menatap lekat istrinya itu saat menawar harga cabe.

__ADS_1


wajah polos tanpa makeup dengan daster polos dan terlihat sangat cantik.


"memang semua nya tidak ada yang akan tau akhirnya, kamu yang awalnya hanya ku manfaat kan untuk mengetahui kenormalan Ravi kini aku jadi terjebak di permainan ku sendiri. bahkan mungkin rasa cinta ku kepada diriku sudah sama besarnya kepada kamu." tambah batin Miko.


"kau wanita berbeda sayang, wanita yang penuh dengan kejutan dan selalu tampil apa adanya. ketika di zaman sekarang banyak perempuan yang melupakan derajat nya sebagai ibu rumah tangga dan istri karena tuntutan gaya hidup. kamu malah ingin menikmati semua nya. sungguh aku beruntung bisa memiliki kamu dan di miliki kamu."


"mas...kamu kesambet ya? kok malah melamun sih?" Amora menyadarkan Miko dari lamunannya.


"ehh iya sayang, kenapa?" tanya Miko yang baru saja tersadar dari lamunannya.


"ini bawain barang belanjaan kita." titah Amora yang menyerahkan kantong belanja an nya kepada Miko.


"ohh iya iya sayang, sudah ya."


Miko pun menerima kantong plastik nya dan menenteng nya sedang kan Amora berjalan dengan santai nya hanya membawa dompet Miko. sementara Miko yang sudah merasa keberatan karena kedua tangan nya sudah penuh dengan barang belanjaan.


"udah kok mas, kita pulang aja yuk."


"syukurlah." batin Miko tersenyum.


sesampainya di parkiran dan saat barang belanjaan sudah di gantung di motor dengan gaya nya Miko memasang kan helm ke kepala istri nya itu.


"mas aku bisa sendiri kok." protes Amora.


"shutt... katanya pengen romantis kan?" jawab Miko.


"sudah yuk naik." ajak Miko saat mereka sudah pakai helm.


Amora pun naik ke atas motor dan motor pun melaju menuju apartemen Amora dan di sepanjang perjalanan Amora hanya senyam-senyum menikmati perjalanan dan kemacetan kota Jakarta. sambil sesekali berbincang dengan suaminya itu. Amora merasa ini adalah kebahagiaan kecil yang selalu ingin dia rasakan sepanjang masa.

__ADS_1


tak terasa Beberapa menit berlalu dan kini mereka sudah sampai di apartemen Amora. dan dengan sigap Amora pun mulai memasukkan belanjaan nya ke dalam kulkas dan setelah nya dia menggunakan celemek untuk memasak.


"mas kamu bantuin aku masak dong." ucap Amora saat melihat suaminya itu duduk di kursi meja makan.


"bantuin apa sayang? bantuin kasih semangat hah?" tanya Miko yang memeluk tubuh istrinya itu dari belakang dan menempelkan dagu nya di bahu Amora.


"ya bantu apa kek, bantu potong sayuran atau bantu ngapain kek." jawab Amora yang terus melanjutkan aktivitas nya.


"hmm yasudah sini mana yang bisa mas bantu?" tanya Miko lagi sambil mengecup pipi Amora.


"ini nih kamu kupas nih bawang nya." titah Amora sambil menyerahkan bawang dan pisau dapur.


"siap istriku sayang." jawab Miko yang Langsung mengupas bawang itu.


"mas kok kamu nangis sih?" tanya Amora saat melihat air mata suaminya itu keluar membasahi pipi nya.


"ini nih karna anak jahat mas jadi nangis Bomba begini." adu Miko.


"hah anak jahat?" tanya Amora keheranan.


"iya si bawang merah ini, mas kira dia jahat nya cuman di film doang ternyata di dunia nyata dia juga bisa nyakitin sampai mas nangis begini nah."


"hahaha ya ampun mas, yasudah biar aku nanti yang iris bawang nya. mas cuci wajah dulu gih biar matanya ga pedih lagi."


"iya sayang, sedih mas ini sampai nangis begini." jawab Miko.


akhirnya Miko pun mencuci wajah dan membantu Amora memotong sayuran. banyak tawa di dapur itu dan suasana begitu hangat dan romantis. kedua nya benar-benar menikmati suasana nya. dan setelah selesai memasak semua nya Miko dan Amora pun naik ke atas untuk mandi karena sudah merasa kegerahan.


Begitu lah kehidupan rumah tangga mereka penuh dengan kebahagiaan dan tanpa terasa pernikahan mereka pun sudah berjalan 2 Minggu.

__ADS_1


__ADS_2