
"hey cantik, ayo bangun." Ucap Miko saat dirinya telah bangun sedangkan Amora masih terlelap walaupun hari sudah siang.
"Ummm, sebentar lagi." Ucap Amora yang mengeratkan pelukannya pada Miko dan melanjutkan tidurnya.
"Amora, semakin kau memelukku semakin tegang yang di bawah sana. Apa kau ingin melakukan nya pagi-pagi begini sayang?" Tanya Miko menggoda Amora.
"Ihh dasar mesum," ucap Amora yang langsung melepas pelukannya pada Miko.
"Mana ucapan selamat pagi untuk ku?" Pinta Miko.
"Hah?."
"Iya ucapan selamat pagi, seperti ini."
"Cup, Morning kiss sayang." Ucap Miko sambil mengecup kening Amora dengan penuh cinta.
Deg, jantung Amora langsung berdegup kencang dan pipinya tiba-tiba memerah.
"Kamu kenapa sayang, apa kamu deg-degan dapat ciuman selamat pagi dari ku?"tanya Miko yang masih memberikan lengan nya sebagai bantal Amora dan mereka saling berhadapan.
"Ah engga kok, aku kaget aja pak Miko main nyosor aja sih." Elak Amora.
"Heh heh, kamu lupa perjanjian tadi malam? Panggil saya sayang jika di kamar dan mas jika di luar." Ingat Miko.
"Lah ku kira tadi malam dia mabok makanya nyuruh begitu, ternyata kagak." Ucap Amora.
"Kamu pikir saya pernah main-main dengan ucapan saya? Apapun yang saya katakan semuanya benar." Ucap Miko lagi.
"Iya iya sayang."
"Bagaimana keadaan kamu sekarang?" Tanya Miko.
"Hah keadaan apa? Aku lelah karena permain tadi malam." Jawab Amora sok merasa tertekan.
"Maksud ku, setelah kamu bisa lepas dari Tama." Tanya Miko lagi.
"Entah lah, yang pasti saya bersyukur masih di beri kesempatan hidup. Saya bukan orang yang terlalu khawatir dengan masa depan. Saya sudah sering di ambang kematian seperti ini pak, jadi sudah biasa saya hanya mengikuti takdir saya." Jawab Amora yang merasa pasrah.
"Tapi kamu tenang saja Amora, sekarang polisi sedang mencari Tama, dengan tuduhan pembunuhan berencana kepada mu dan sebentar lagi dia akan membusuk di penjara." Ucap Miko yang memang langsung mengurus semua nya kemaren.
"Terima banyak sayang,"
"Hmm lalu..."
__ADS_1
"Tring...tring...tring...."tiba-tiba ponsel Miko berdering sehingga Miko tidak melanjutkan kata-katanya.
"Sebentar ya." Ucap Miko yang meraih ponselnya dari atas meja sebelah ranjang nya. Dan hanya di balas anggukan oleh Amora.
"Halo ma ada apa menelepon pagi-pagi begini?" Tanya Miko saat panggilan itu sudah tersambung.
Sementara Amora diam saja di dalam pelukan Miko itu.
"Mungkin dua Minggu lagi ma, soalnya masih ada beberapa data yang harus Miko selesai kan di sini." Jawab Miko kemudian.
"Iya ma, nanti di sambung lagi ya, Miko lagi siap-siap berangkat ke kantor, papa dan mama sehat selalu ya di sana." Ucap Miko untuk mengakhiri panggilan mereka.
"Mama ku." Ucap Miko setelah panggilan itu berakhir.
"Enak ya pak Miko selalu di perhatikan oleh mama nya, aku iri deh sama kalian yang bisa merasakan kasih sayang kedua orang tua." Ucap Amora dengan raut wajah sedih.
"Hey Amora panggil aku dengan sebutan sayang, aku tau kamu canggung tapi coba biasakan." Suruh Miko.
"Hmm dan untuk itu, kamu tidak boleh sedih Amora, kamu kan wanita yang kuat. karena Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan kita. Ingat Amora semuanya sudah punya porsi masing-masing ya." Hibur Miko.
"Iya sayang." Jawab Amora mencoba tersenyum.
"Lalu kenapa tadi berbohong kepada Tante?" Tanya Amora yang merasa janggal dengan kata-kata nya.
"Hehehhe mas Miko tau aja." Jawab Amora sambil cengengesan.
"Yasudah kenapa tadi mas berbohong kepada Tante?" Tanya Amora mengulang pertanyaan nya.
"Ya kali mas bilang, kalau aku lagi rebahan dan memeluk wanita cantik soalnya habis bertempur tadi malam, dan karena kelelahan tidak ke kantor hari ini. Bisa-bisa mati di bunuh aku sama mama." Ucap Miko.
"Apa mas Miko sangat menyayangi mama nya mas?"
"Sangat Amora, aku sangat menyayangi mama dan papa, aku jadi seperti ini pun hanya untuk melihat mereka berdua bahagia. Tapi ada satu hal yang mereka tidak tau dari aku." Ucap Miko.
"Apa?"
"Aku sering tidur dengan wanita di luar sana, karena di mata mereka aku hanya anak yang gila kerja tanpa memikirkan wanita dan cinta. Hanya Ravi yang tau rahasia besar ku ini." Jelas Miko lagi.
"Lalu apa memang awalnya keluarga mas Miko memang tinggal di luar negeri?" Tanya Amora yang penasaran.
"Tidak Amora, awalnya kami tinggal di tanah air, tapi papa ku adalah peranakan indo dan Amerika namun 5 tahun yang lalu papa terkena serangan jantung karena kegagalan pada bisnis nya. Akhirnya nenek ku menyuruh kami pindah ke Amerika dan semenjak itu kami sekeluarga tinggal di Amerika sampai sekarang."
"Dan semenjak papa jatuh sakit, aku yang baru saja tamat kuliah waktu itu mencoba membangun kembali Wijaya group dengan kemampuan seadanya, aku tidak punya waktu untuk wanita dan cinta dan di dalam otakku hanya belajar dan pekerjaan. Dan kebetulan di saat itu Ravi masih kuliah jadi dia tidak bisa membantu ku." Sambung nya.
__ADS_1
"Namun berkat kegigihan ku perlahan aku bisa membangun perusahaan papa yang awalnya hanya remahan rengginang menjadi sebesar sekarang, bahkan sekarang aku juga sudah mebangun beberapa cabang di beberapa negara dengan pusat nya ada di Amerika karena aku ingin bersama dengan mama dan papa.
"Namun Ravi yang lebih nyaman di tanah air akhirnya memilih tinggal di sini dan mengurus semua yang ada di sini." Jelas Miko panjang lebar.
"Hmm kan sekarang mas Miko sudah memiliki segalanya, mas Miko juga sudah berusia 28 Tahun. apa tidak terpikir untuk mencari wanita untuk di serius dan di nikahi?" Tanya Amora.
"Kalau untuk itu aku belum terpikir Amora, sebenarnya mama dan papa selalu memaksa ku untuk menikah bahkan sering mereka menjodohkan ku dengan putri teman mereka tapi tidak ada satupun yang dapat menarik perhatian ku." jawab Miko.
"kenapa? apa karena masih ada bayang-bayang masa lalu?"
"hahaha bukan Amora, sudah lama ku kubur rasa untuk perempuan murahan itu. aku hanya belum bisa mempercayai perempuan sepenuh nya. karena bagiku tidak ada perempuan yang tulus mencintai ku dan mereka hanya menginginkan uang ku." jawab Miko.
"tapi saya yakin kok, suatu saat nanti mas Miko pasti akan bertemu dengan seorang wanita yang memang tulus mencintai mas Miko." ucap Amora lagi.
"semoga saja, ya walaupun saya tidak menikah untuk selamanya saya tidak masalah Amora, selagi saya masih punya banyak uang saya yakin saya bisa mendapatkan semua nya."
"hahaha tidak semuanya bisa di beli dengan uang mas, termasuk kebahagiaan." tawa Amora namun raut wajah nya berubah.
"Hmm aku lapar Amora, kita mandi yuk setelah nya sarapan." Ajak Miko yang melihat perubahan di wajah Amora.
"Mau mandi bagaimana mas? Kita kan di kamar tamu dan semua baju kita ada di atas." Jawab Amora.
"Sebentar aku telepon Lela, agar dia mengambil kan semua perlengkapan kita." Ucap Miko.
"Oh iya mas, apa aku boleh membeli ponsel aku bosan mas kalau kamu bekerja tidak punya kesibukan lain, dan kan ponselnya juga penting untuk mengabari kamu jika ada yang penting." Tanya Amora lagi.
"Hmm iya boleh, nanti mas suruh Rudi membelikan nya." Jawab Miko.
"Terimakasih mas."
"Sama-sama."
Beberapa menit kemudian Lela pun mengetuk pintu kamar dan Miko langsung memakai celana nya dan membuka pintu kamar dan menarik keranjang yang di letakkan oleh Lela di depan pintu sesuai perintah Miko.
"Kita mandi yuk." Ajak Miko setelah mengambil kedua handuk dari keranjang tadi.
"Iya mas, jawab Amora yang duduk dari tidurnya.
"Mas kamu mau ngapain? Aku bisa jalan sendiri lho." Ucap Amora saat Miko menggendong nya ke kamar mandi.
"Sudah jangan protes terus." Ucap Miko sambil terus berjalan.
Akhirnya mereka pun masuk ke kamar mandi dan mandi bersama.
__ADS_1