Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Maaf


__ADS_3

Waktu pun terus berjalan dan tidak terasa kini sudah sore, Ravi langsung menyelesaikan pekerjaan nya dan ingin segera menjemput Devina dia tidak mau kalau sampai Devina marah lagi kepadanya.


“Apa pekerjaan kamu hari ini sudah selesai sayang?” Tanya Ravi dengan mengirimkan pesan kepada Devina.


“Sudah.”Jawab Devina cuek.


“Aku jemput sekarang ya, kamu mau makan malam di mana?” Lanjut Ravi.


“Hmmm, pengen makan malam yang romantis.”Jawab Devina lagi.


“Tumben-tumbenan Devina ingin makan malam romantis.”Guman Ravi sedikit heran.


Namun bukan Ravi namanya kalau tidak bisa menuruti semua kemauan Devina, dia pun kembali mengirimkan pesan kepada Devina.


“Mau makan malam di restoran mewah atau di mana sayang?” lanjut ravi.


“Katanya makan malam di rooftop hotel xxz bagus sayang.”Jawab Devina.


Hotel xxz adalah salah satu hotel bintang lima di kota itu, dan karena ingin menyenangkan hati Devina tentu saja Ravi akan langsung mengabulkan permintaan Devina itu.


“Kamu mau makan malam di sana sayang?” Tanya Ravi.


“Iya, tapi booking satu kamar juga ya, aku sepertinya ingin tidur di hotel malam ini.” Balas Devina.


”Lho kenapa tumben pengen tidur di hotel sayang?” Tanya Ravi yang merasa Devina benar-benar aneh sore ini.


“Sudah lakukan saja sayang, kalau kamu tidak bisa booking biar aku yang booking.” Jawab Devina.


“Iya-iya sayang bisa kok.”Ravi langsung menurut.


Setelah reservasi secara online Ravi pun segera keluar dari ruangan nya dan segera menuju parkiran memasuki mobilnya.Mobil Ravi pun melaju menuju kantor Devina. Dan setelah memecah kemacetan kota akhirnya Ravi pun sudah sampai di depan kantor Devina. Devina sudah menunggu dirinya.


“Maaf ya cantik selalu membuat mu menunggu.”Ujar Ravi setelah Devina masuk ke dalam mobil.


“Sudah biasa.”Jawab Devina ketus.


“Maafkan aku sayang, tadi siang kamu makan apa? Kerjaan aku lagi menumpuk dan kak Miko duduk seharian di ruangan aku sehingga aku tidak bisa bergerak.”Ravi kembali berbohong untuk menyelamatkan dirinya.


“Hmm, makan di kantin kantor tadi.”Jawab Devina lagi.


Ravi pun mencoba mencairkan suasana dengan bertanya ini dan itu karena dia tau kalau Devina sedang marah kepadanya karena dia tidak menjemput Devina pas jam makan siang tadi. Tanpa terasa kini mereka sudah sampai di depan hotel itu. Ravi dan Devina pun masuk ke dalam hotel setelah melakukan ini dan itu keduanya segera menuju rooftop hotel itu.


Keduanya memesan menu makanan yang sama. Beberapa menit kemudian pesan makanan mereka pun datang. Mereka berdua pun makan malam berdua dengan romantis. Setelah selesai makan malam bersama Devina pun mengajak Ravi melihat kamar yang sudah di booking. Entah kenapa Ravi hanya menurut permintaan kekasihnya itu. Keduanya masuk ke dalam kamar dan Devina membuka blazer nya sehingga kini meninggalkan tank top yang dia kenakan.


Ravi hanya bisa meneguk Saliva nya melihat pemandangan yang ada di hadapan nya itu.


“Apa kau sering melakukan nya bersama istrimu sayang?” Tanya Devina yang duduk di atas ranjang.


“Melakukan apa sayang?”Ravi balik bertanya.

__ADS_1


“Hmmm melakukan ibadah bersama sayang.”Lanjut Devina.


Ravi yang tau maksudnya kata-kata devina menggeleng,


"Sudah hampir satu bulan ini kami tidak melakukan nya.”Jawab Ravi yang ikut duduk di sebelah Devina.


“Kenapa?” tanya Devina lagi.


“Entah lah, semenjak ada kamu aku tidak berniat melakukan nya bersama istriku. Dan karena kau selalu pulang larut dan berangkat pagi-pagi sekali jadi kami jarang punya waktu.”Lanjut Ravi.


“Lalu jika bersamaku apa kau mau melakukan nya sayang?” Sambung Devina menatap Ravi.


“Sayang?” Ravi ikut menatap Devina.


"Kenapa?" lanjut Devina.


“Jika kau mau aku juga mau sayang, aku lebih ikhlas memberikan kesucian ku kepadamu orang yang aku cintai di bandingkan pria yang akan menjadi suamiku nantinya.” Sambung Devina lagi.


“Tapi Vin,,,”Belum sempat Ravi melanjutkan kata-katanya Devina langsung memberikan kecupan kilas di bibir Ravi.


"Mari kita lakukan semuanya malam ini sayang aku milik mu." ujar Devina.


Tentu saja sebagai laki-laki normal Ravi tidak bisa menolak Devina. Devina pun menjatuhkan dirinya di atas ranjang dan langsung di sambut oleh Ravi dari atas. Ravi benar-benar terbuai dengan penampakan indah yang ada di depan matanya itu. Dia pun mulai bermain di sana. Sementara Devina yang mendapatkan perlakuan itu hanya memejamkan matanya menikmati permainan Ravi.


Saat Ravi ingin meneruskan kembali permainan itu ke yang lebih dalam dia tiba-tiba melihat wajah Ayu yang menangis di wajah Devina, Ravi yang kaget langsung duduk atas ranjang.


“Kenapa berhenti sayang?” Tanya Devina yang merasa tanggung.


“Tidak apa-apa sayang aku ikhlas, yuk kita lanjut lagi tanggung nih. Kita kan mau sama-mau.”Jawab Devina yang mengira Ravi merasa berdosa kepada Dirinya.


“Maaf Vin, aku tidak bisa melanjutkan ini. Dan tidak seharusnya kita melakukan hal ini. Ayok kita pulang.”Ajak Ravi yang mulai mengenakan pakaian nya kembali.


“Kamu kenapa sih? Kamu gak cinta sama aku?”Tanya Devina yang bangkit dari rebahan nya dan duduk di sebelah Ravi.


“Maaf Vin, kita sudah salah, yuk aku antar pulang.”Ajak Ravi yang sedang mengancing kemejanya.


"Ada apa sih Ravi kamu kenapa?" tanya Devina keheranan.


"Vin apa yang kita lakukan ini salah, dan ini dosa tidak seharusnya kita berada di sini dan hampir saja kita terbuai. yuk pulang vin." jelas Ravi.


“Tidak kamu saja pulang duluan, aku mau menginap di sini saja.”Tolak Devina.


“Ayok lah Vin, ini sudah larut malam tante pasti sudah menunggu kamu pulang.”Ajak Ravi lagi dengan sedikit membujuk.


“Aku bilang tidak, kalau kamu mau pulang duluan silahkan, biarkan aku tinggal di sini malam ini.”Kekeh Devina.


"Vin..." Ravi mencoba membujuk Devina.


" Aku manusia pendosa, yang ngajak kamu berdosa. tidak seharusnya kamu ada di sini sana pulang saja. istri mu pasti sudah menunggu mu." ujar Devina dengan nada suara kesal nya.

__ADS_1


“Yasudah kalau itu keputusan kamu, aku pulang duluan ya Vin.”ujar Ravi yang merasa lelah.


Dia pun beranjak dari duduknya dan segera menuju pintu kamar hotel itu.


“Ravi,,,”Teriak Devina saat Ravi benar-benar meninggalkan nya di kamar hotel itu sendirian.


"Dasar semua laki-laki sama aja." Devina merasa marah dan mengacak-acak isi kamar itu.


Ravi pun segera masuk ke lift dan segera menuju basemen di mana mobilnya terparkir, setelah masuk ke dalam mobilnya Ravi pun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah mereka.


Sehingga hanya butuh beberapa menit saja Ravi sudah sampai di rumah nya. Dari tadi ponselnya terus berdering dan itu adalah panggilan dari Devina. Entah apa yang sedang terjadi pada Ravi dia menonaktifkan ponselnya.


Ayu yang baru saja selesai mengerjakan tugas kuliahnya mendengar suara mobil suaminya itu masuk ke dalam garasi langsung beranjak membuka kan pintu rumah untuk suaminya itu.


“Mas kamu sudah pulang.”sambut Ayu sambil menyalim Ravi.


“Iya sayang.”Jawab Ravi yang entah kenapa kini sangat merindukan istrinya itu.


Keduanya pun masuk ke dalam rumah dan segera menuju kamar mereka,


“Mau mandi sekarang mas?” Tanya Ayu yang segera membuka lemari pakaian dan ingin mengambil handuk untuk suaminya itu.


Ravi yang merasa tanggung tadi, memeluk Ayu dari belakang.


“Mas kamu kenapa?” Tanya Ayu yang merasakan deru nafas suaminya di leher dan telinganya.


“Aku merindukan mu sayang, sangat-sangat merindukan mu.”Bisik Ravi di telinga Ayu.


“Mas mandi dulu ya.” Ayu masih mencoba tenang menghadapi suaminya itu.


“Mas sudah tidak tahan lagi sayang.” Jawab ravi yang menarik Ayu ke arah ranjang.


Ravi pun melemparkan tubuh mungil istrinya itu ke atas ranjang dan langsung melakukan pertempuran dengan permainan yang sedikit kasar kali ini. sampai akhirnya Ayu merasa sedikit tersiksa dan merasa aneh kenapa suaminya begitu.


"Terimakasih sayang, maafkan mas ya." ujar Ravi saat keduanya sudah selesai melakukan ibadah mereka.


“Sama-sama mas, aku juga berterimakasih untuk malam ini.” Jawab Ayu.


Ravi pun menarik Ayu kedalam pelukan nya lalu mengecup kening istrinya itu. Ayu membalas pelukan Ravi.


“Maafin mas ya.”Ujara Ravi dengan nada penuh penyesalan.


“Maaf untuk apa mas?”Tanya Ayu.


“Untuk semuanya sayang.”Jawab Ravi.


Ayu terdiam, dia juga tidak tau harus menjawab apa. Namun untuk malam ini dia melupakan semuanya dia hanya ingin romantis-romantisan dengan suaminya itu.


“Yasudah yuk kita bersih-bersih mas.”Ajak Ayu saat keduanya kembali mendapatkan tenaga mereka.

__ADS_1


Ravi pun menurut, keduanya pun segera turun dari ranjang dan mandi bersama.


__ADS_2