
Waktu pun terus berjalan dan kini sudah sore bram dan Ravi pun pulang ke rumah. Sesampainya di rumah seperti biasa mereka akan melaksanakan aktivitas masing-masing sampai jam makan malam pun tiba.
Mereka sekeluarga seperti biasanya akan melakukan makan malam bersama. Setelah selesai makan malam sovi pun memulai obrolan di tengah-tengah mereka.
"Miko Amora besok undangan resepsi pernikahan kalian akan di sebar, mama dan papa sepakat menyebarnya H-2 resepsi baru menyebar undangan. Karena mama dan papa tidak mau kalau sampai terjadi hal-hal yang tidak di inginkan." Jelas sovi panjang lebar.
"Iya ma terserah mama saja, Miko dan Amora setuju saja apapun itu keputusan mama dan papa iya kan sayang." Jawab Miko.
"iya ma,pa." Jawab amora.
"Yasudah mulai besok mama mau kalian berdua tidak perlu kemana-mana lagi sampai hari H resepsi. Selain mama takut terjadi hal yang tidak di inginkan kepada kalian berdua, mama juga mau kalian beristirahat total." jelas sovi lagi.
"Kalau Amora mah ikut aja ma, lagian memang hari-hari Amora memang di rumah saja kan." Jawab Amora.
"kalau menurut Mama dan papa itu yang terbaik Miko juga akan menurut saja dan tidak ada masalah ma." Jawab Miko.
"Yasudah bagus kalau begitu, semuanya sudah mama bereskan. Dan untuk sementara urusan perusahaan kamu yang handle dulu untuk sementara ya." Titah sovi kepada Ravi.
"Siap ma." Jawab Ravi.
"Kenapa kamu terlihat bahagia seperti itu? Apa semenjak kehadiran Kanaya kamu jadi semangat ya ke kantor nya?" Tanya sovi.
"Apaan sih ma, yaudah Ravi ke ruang kerja dulu ya ada yang harus Ravi cek." Pamit Ravi yang takut di cerca pertanyaan oleh keluarga nya.
"Segera lah mencari pacar Ravi, atau kami akan menjodohkan kamu dengan wanita pilihan kami. Ingat ya setelah resepsi pernikahan kakak mu kamu harus segera menyusul." Goda Sean.
"Iya iya pa, santai saja." Jawab Ravi yang berlalu meninggalkan mereka semua di meja makan.
"Dasar si Ravi, setiap di tanya masalah percintaan selalu saja menghindar. Bicara sama keluarga saja tidak berani bagaimana dengan perempuan impian nya." Ucap sovi sambil geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Tapi sepertinya dia dan Kanaya memiliki cemistry dan sedang pendekatan deh ma." Jelas Miko yang telah melihat ada yang aneh dari gelagat adik sematawayangnya itu semenjak kehadiran Kanaya.
"Benarkah bagus dong kalau begitu." Jawab sovi yang langsung tersenyum sumringah.
Mereka pun mulai menggosipi Ravi dan membicarakan hal-hal lain nya. Sampai larut malam dan akhirnya mereka berempat memutuskan untuk istirahat ke kamar masing-masing.
.
.
.
Beberapa jam pun berlalu dan kini pagi pun datang menyapa, mereka yang sudah pada selesai mandi kembali sarapan bersama.
Setelah selesai sarapan Ravi pun berangkat ke kantor, sementara orang-orang yang di tugaskan oleh sovi sudah membagikan undangan resepsi pernikahan Miko dan Amora kepada semua kerabat dan rekan bisnis mereka.
Dan tanpa mereka sadari hal itu membuat kehebohan di luar sana. Ternyata benar informasi yang beredar beberapa Minggu lalu. Kini siang pun tiba dan benar saja saat Ravi ingin keluar makan siang mobil Ravi langsung di kerumunan para wartawan yang penasaran dengan pernikahan kakak nya dan siapa wanita beruntung yang memikat hati CEO Wijaya group itu.
Di saat semua orang penasaran dengan wanita yang sudah menjadi Miko ternyata beberapa orang merasa kesal dan ingin menghancurkan resepsi pernikahan itu.
hal ini di rasakan oleh Elsa, Tama, Clara dan Adam. berbeda dengan Elsa dan Clara dan Tama, Adam sang mantan kekasih Amora yang mengetahui kabar pernikahan Amora dan Miko memutuskan untuk ikhlas walaupun sebenarnya berat karena dia masih mencintai Amora.
"Bagaimana ini apa kamu punya bukti atau cara menghancurkan resepsi pemerintah mereka? Atau sekalian menghancurkan hidup mereka?" Tanya Elsa kepada Tama setelah mendapat undangan resepsi itu Elsa langsung bergegas ke kantor Tama.
"Aku terlalu sibuk dan lalai hingga akhirnya aku belum mencari bukti untuk menghancurkan mereka. Ini juga sangat mendadak seperti nya mereka sengaja menyebar undangan H-2 resepsi pernikahan karena tidak mau kalau sampai musuh memiliki kesempatan menghancurkan acara mereka." Jawab Tama yang berdiri dari duduk nya.
"Bukan kah kata mu si Amora itu mantan wanita simpanan papa mu? Harusnya kamu punya bukti dong kalau dia dan papa mu pernah bersama." Ucap Elsa lagi.
"Nah itu masalahnya, sepertinya Amora itu licik sehingga dia bermain cantik sejauh ini aku tidak menemukan satu bukti pun yang menunjukkan bahwa dia adalah simpanan papa ku." Jelas Tama.
__ADS_1
"Sial, aku sudah menduga wanita itu benar-benar ular, apa ada hal lain yang kau ketahui tentang Amora itu?"
"Hmmm ada, dia sering berkunjung ke klub malam karena di sana lah awal pertama nya aku mengenal dia. Kita bisa mencari tahu nya ke sana." Jawab Tama yang langsung teringat dengan klub red Apple.
"Hmmm iya, aku yakin dia bukan hanya simpanan papa mu bisa jadi dia juga pernah bekerja di sana dan akhirnya di pelihara papa mu." Jawab Elsa yang langsung tersenyum.
"Yasudah tunggu apa lagi, ayo kita ke sana kita hancurkan resepsi pernikahan mereka." Ajak Elsa yang sudah tidak sabar lagi.
Tama pun akhirnya menurut karena dia juga ingin menghancurkan Amora yang sudah lebih dulu menghancurkan keluarga nya.
"Tidak ku sangka selera mu ternyata wanita murahan seperti dia Miko. Bagaimana ya reaksi Miko dan Mak lampir itu kalau tau ternyata istri nya dan menantu nya bekas wanita malam dan simpan om-om." Batin Elsa yang merasa dirinya jauh lebih baik ketimbang Amora. Dia juga baru tau latar belakang Amora setelah mendengar semua cerita Tama.
"Jadi tidak sabar menghancurkan resepsi pernikahan yang sudah di persiapkan itu." Batin nya lagi merasa bahagia.
Mereka berdua pun segera melaju menuju klub malam read Apple.
Sesampainya di klub malam itu mereka langsung turun dari mobil dan menanyakan ke pada semua pekerja di sana soal Amora. Beberapa dari mereka memang mengenal Amora namun setau mereka Amora datang ke sana hanya untuk minum dan menghibur diri dan tidak lebih.
Karena memang Amora sudah lama tidak bekerja di sana, dan semua orang yang ada di sana adalah orang-orang baru yang masih muda dan cantik sehingga saat mereka bekerja di klub itu mereka sudah tidak bertemu lagi dengan Amora. Sedangkan untuk teman-teman se angkatan Amora sudah pada memilih jalan hidup yang lebih baik atau sudah tidak laku lagi sehingga memilih berhenti.
Hanya ada dua orang yang tau tentang masa lalu Amora di klub itu pemilik klub dan Kevin. Namun kini Kevin sedang di luar kota karena sepupunya menikah.
Mereka pun memutuskan untuk menanyakan tentang latar belakang Amora kepada si mami germo sang pemilik klub malam itu.
Bahkan mereka mengiming-imingi uang yang cukup fantastis nilainya agar si mami mau jujur kepada mereka.
Namun seperti nya ancaman Sovi dan uang yang di berikan sovi jauh lebih besar dan jauh lebih menakutkan karena beberapa bulan lalu setelah mengetahui semua tentang Amora sovi pernah menyuruh anak buah nya untuk menghapus semua jejak tentang masa lalu Amora.
Berkat ancaman anak buah sovi dan uang yang di berikan sampai sekarang si mami memilih cari aman dan memilih tidak mau tau lagi tentang Amora. Apalagi kini si mami sudah mengetahui kabar tentang resepsi pernikahan Amora dan Miko si mami jadi percaya bahwa Amora benar-benar menantu keluarga Wijaya.
__ADS_1
Setelah mendesak semua yang ada di sana, Elsa dan Tama tidak mendapatkan hasil apapun dan pulang dengan perasaan kesal Han tidak ada hasil.